
Novi telah dua minggu pulang dari rumah sakit,walau agak pincang berjalan Novi berusaha keluar kamarnya,pembantunya yang melihat hal itu segera menghampirinya.
"Mbak kalau mau keluar kamar panggil saya mbak,kan ada bel,nanti mbak jatuh,bapak akan marah pada kami mbak. kalau mbak jatuh" Novi tersenyum.
"Saya akan hati hati bik,saya tidak ingin begini terus bik,saya sudah bosan di kamar ."
"Untung ya mbak,mbak baru berapa tangga saja naiknya,kalau mbak sudah diatas,entah bagai mana nasib mbak."
Novi tampak sedih,ia teringat calon bayinya,ia terisak,bibik merasa bersalah bercerita mengenai Novi jatuh dari tangga.
"kalau saya tidak menaiki tangga itu anak saya tidak akan meninggal mbak."
Novi masih terisak,ia merasa sedih sekali.Bik ijah membimbing Novi untuk diduk.
"Mbak semua itu sudah kehendak Allah,mbak hanya di titip sebentar bayinya,siapa tahu nanti ada pengantinya yang lebih baik mbak,mbak harus sabar ya mbak "
Novi melihat pada bibik,ia mengangguk.
"Mbak mau makan saya ambilkan ya mbak,kalau mbak banyak makan nanti mbak sehat seperti dulu lagi."
Novi mengangguk ia menuruti bik Ujah,ia telah menganggap bik ijah seperti orang tuanya.Buk ijah mau mengambil makan untuk Novi,Novi mencegahnya tiba tiba.
"Bik ijah,saya makan di meja makan saja
Bik ijah merasa kawatir sekali melihat Novi berjalan tertatih tatih,bibi membinbing Novi ke meja makan.Saat melihat Novi makan banyak bik ijah tersenyum.
"Bik,saya mau minum jus diluat ,didekat taman,antarkan saya ya bik?"
Novi berkata sehabis makan ,bibi membimbing Novi keluar yakni ketaman depan rumah,kalau Remon datang nanti akan tampak oleh Novi dari sana.Bibi menemani Novi disana mereka bercerita,
"Anak bibik berapa bik?."
"Anak saya ada empat orang mbak,sudah menikah semua,tapi mereka kehidupanya pas pasan,maklum di desa mbak."
Novi tersrnyum ia melihat pada bibik.
"Bik,saya jyga berasal dari kampung,saya tak ada keluarga,untung saja saya nenukah denganmasRemon bik,masRemon yang mengubah hidup saya."
Bibi mengangguk angguk.
"Bapak sangat menyayangi mbak,bapak itu orang baik mbak ,saya sudah lama bekerja dengannya,saya bekerja di sini bapak sudah punya perusahaan mbak."
Novi terdiam mendengar cerita Bik ijah.Novi meligat tiba tiba Novi mendengar ada mobil yang datang,Novi melihat ke arah mobil itu,ia melihat Remon turun dari mobilnya.Remon sering pulang semenjak Novi sakit,ia selalu cepat pulang ke rumah,Remon melihat mereka,Remon menuju kearah mereka,ia tersenyum pada istrinya.Remon mencium kening istrinya.
"Sayang kamu sudah makan"
__ADS_1
Novi mengangguk,remon melihat jus di meja yang ada di taman,ia melihat pada Bibik."
Bik saya mau makan disini,di dekat istri saya,saya suka disini sejuk,dan saya jjga mau di buatkan jus seperti istri saya ini."
Bibik bergegas kedapur mengambilkan yang di minta majikannya.Remon menatap Novi.
Bagai mana kaki mu sayang apa tidak sakit jauh berjalan ke sini?."
Novi melihat pada suaminya
"Berjalan kesini tadi sakut mas,tapi saya harus melatih kaki,saya tak nau lama seoerti ini,saya sudah merasa bosan di rumah mas,saya ingin bertemu dengan teman di ksnpus."
Ramon mengusap punggung Novi.ia melihat ke Novi sambil tersenyum.
"Perlahan saja jalanya,tak usah di paksakan ."
'Iya mas"Novi menjawab singkat
Bibi datang menghidangkan makanan.jetika Remon nakan Novi memperhatikan,ia menemani suaminya makan,Remon sesekali menyuapi istrinya,Novi menerima saja,saat disuapi Remon,bibik tersenyum melihat mereka berdua.Novi melihat pada bibik,Remon ikut melihat juga.
"Bibik jangan berdiri saja apa tak capek,duduk sini sama kami."
Novi mengajak bik Ijah duduk bersamannya.
"Saya nau ke dakam buk,kerjaan masih banyak."
"Mas,saya suka sama bik Ijah,saya seperti nempunyai ibu,ia baik sekali sama saya,ia menganggap saya seperti anaknya,saya senang mas."
Novi berkata saat bibik berlalu,Remon tersenyum,makananya hampir habis.
"Ya,mas sudah lama kenal sama bik Ijah,kata bik Ikah,ia suka tinggal dengan kita."
Tak lama bik ijah datang membereskan makanan,yang dimakan tadi.Setelah bik ijah selesai membereskan makanan Remon menatap Novitampak ada yang ingin di bicarakannya.
"Sayang, bagaimana kalau kita hari minggu ke pantai,kamu duduk di kursi roda saja ,mas yang dorong nanti.
Novi melihatcRemon,Remon nampak berharap Novi mau pergi,seyelah menimbang nimbang ,Novi mengangguk,Remon tersenyum senang,ia bahagia sekali.
"Mas apa nantinya saya tidak merepotkan?
Novi bertanya sambil melihat Remon
"Tidak sayang,mas senang kamu mau pergi,bukankah kamu bilang kamu suntuk di rumah?.
Novi senyum mendengar ucapan Remon,
__ADS_1
"Mas ada yang ingin saya katakan mas"
Remon melihat pada istrinya,ia menunggu Novi melsnjukan ucapannya.
"Saya ingin kalau saya kuliah nanti saya diizinkan jalan jalan dengan teman di kampus mas,saya ingin ke mol,jajan beli bakso,tertawa sama teman teman,saya tak mau du kurung terus di rumah,saya tak punya teman."
Remon menatap tajam istrinya,,melihat tatapan tajam suaminya Novi memalingkan muka,ia meneteskan air mata.Remon masih menatap tajam, saat Novi melihat pada Remon.
Siapa yang mengurung kamu,mas tak suka kamu bicara begitu,kamu harus ingat kamu itu istri orang,untuk apa mau main main ke mol dan tertawa tawa dan dilihat orang banyak ,untuk apa !."
Suara Remon agak tinggi,Novi terdiam ,air matanya menetes ,ia tertunduk,lama mereka berdua diam,Tak lama Novi berkata.
"Saya mau masuk kamar,saya mau tidur saya ngantuk mas."
Novi berusaha berjalan,ia berjalan tertatih tatih,Remon hanya memperhatikan Novi.,ia nampaknya masih kesah.
"Merusak Mood saja kerjanya."
Remon berkata perlahan,Novi telah masuk kerumah ia menuju kamarnya dan ia langsung naik ke tempat tidur,Novi menutupi dirinya dengan selimut,ia terisak disana.
Setelah emosi Remon nereda ia masuk menyusul istrinya,dilihatnya tubuhnya di tutupi selimut dan terdengar isak tangisnya,Remon menarik nafas dan melepaskan kembali.ia duduk di dekat Novi.Dibukanya selimut yang menutupi selimut Novi,ia melihat istrinya menangis terisak.
"Sayang ,maaf kan mas,mas salah mas,tidak bisa mengendalikan diri tadi,maafkan mas ya?."
Isakan Novi semakin kencang,Remon bingung menghadapi Nopi yang semakin kencang tangisnya.
"Saya ingin ke kampung saya mau kekuburan ibu saya ,saya rindu ibu."
Novi berkata di sela tangisnya,Remon berusaha membujuk Novi,Novi masih terisak,akhirnya ia mebiarkan Novi nenangis,Remon duduk mematung sambil menatap Novi. Novi telah berhenti menangis matanya sembab,ia melihat pada Remon.
"Saya ingin ke kampung"
Novi berusaha turun,Remon menahannya.
"Sayang mengapa kamu seperti ini,tadi kita baik saja,tiba kamu berubah seperti ini."
"Saya mau pulang ke kampung,saya rindu ibu."Remon mau membujuk Novi
"Setelah kamu sehat nanti ,kita akan pulang ke jampung kamu,tapi tidak sekarang,lihatlsh kamu jalan saja susah,kalau sudah kuat berjalan kita pulang ke kampung,kamu mau kan?.Novi hanya Diam saja,Remon memegang pundak Novi.
"Sayang,mas tak suka kita bertengkar,mas sayang kamu,mas sangat cinta pada mu,mas sedih kalau kamu seperti ini."
Setelah melihat Remon sebentar,Novi kembali berbaring,ia nembalikan badannya kedinding membelakangi Remon,Remon lagi lagi menarik nafas dan melepaskan nya kembali .Saat Novi berbaring,ia pun ikut berbaring di samping Novi.Remon merasa novi agak sensitif sejak jatuh dari tangga dan sejak calon bayi mereka meninggal dunia.
Remon lama terdiam menatap langit kamar,dan iapun akhirnya tertidur juga bersama Novi.
__ADS_1
"
.