
Tanpa di ketahui Remon ,Serly datang ke toko Novi,ia berbicara dengan kata yang tak patas pada Novi.
"Dasar perempuan murahan,gara gara kamu Mas Remon meninggalkan saya!"
Novi terkejut mendengar ucapan perempuan yang mendadak masuk ke tokonya.Novi mendekati wanita itu.
Maaf anda siapa ,mengapa kamu bicara begitu datang ke tempat saya?"
"Kamu jangan sok menanya,kamu tahu maksud saya." wanita itu berkata dengan ketus
Novi makin tak mengerti maksud wanita itu.
"Bicara perlahan, kamu siapa,tujuan kamu kesini saya tidak tahu."
"Saya ini tunangan Remon kami akan menikah ,gara gara ketemu kamu ia membatalkan pernikahanya.."
Tiba tiba bapak Ridwan masuk kedalam toko,ia mendegar ada keributan di toko anaknya.
"Maaf buk ,mengapa ibu membuat keributan di toko anak saya?"
Wanita itu membelalakan matanya pada pak Ridwan.
"Bapak jangan ikut campur!"
"Bagaimana saya tidak ikut campur,Novi itu anak saya." Pak Ridwan agak terpancing emosinya mendengar ucapan Serly,Serly tampak tak persuli.
"Kebetulan,saya minta sama bapak untuk memberi tahu anak bapak untuk jangan berhubungan dengan tunangan saya."
"Maaf ibu bicara tunangan,memangnya tunangan ibu siapa?"
"Remon ,saya telah bertunangan dengan Remon,karena ia bertemu lagi dengan anak bapak ia memutuskan pertunangan dengan saya,perlu bapak ketahui,keluarga saya sudah membuat undangan,kami seminggu lagi akan menikah tiba tiba ia memutuskan pertunangan dengan saya."
Novi mendengar Remon akan tunangan,ia langsung menelepon Remon.
Pak Ridwan melihat pada Serly yang sedang mwnghubungi Remon ia melihat pada Serly.
"Hai,wanita yang kamu serang ini masih istrinya,mereka belum becerai,pengadilan belum memutuskannya."
Remon mengangkat telepon dari Novi.Novi menceritakan semuanya di telepon,sambil sesekali melihat Serly,Novi membesarkan teleponnya agar Serly mendengar juga.
"Saya akan kesana." Remon berkata setelah Novi selesai berkata.Novi terkejut mendengar ucapan Remon
"Bukannya mas di Jakarta"
"Saya sudah ada di sini sebentar lagi saya sampai." Remon mengahiri teleponnya
Novi melihat pada Serly
"Kamu dengar,calon suami kamu sebentar lagi datang."
Serly terdiam ia hanya menatap Novi.
"Maaf,kamu lebih baik jangan berdiri di sini,pembeli akan terganggu,kamu bisa menunggu Remon dirumah." Pak Ridwan berkata pada Serly.
"Saya tidak mau ,mengapa saya menunggu di rumah bapak.."
__ADS_1
"Kalau tidak mau di rumah kamu bisa duduk di bawah pohon di luar rumah,kamu jangan di sini menunggunya,kamu bisa menganggu pembeli." Pak Ridwan berkata lagi.
Serly membesarkan matanya pada pak Ridwan,pak Ridwan mengelengkan kepala melihat kelakuan serly.Dengan perasaan kesal Serly keluar dari dalam toko.Pembeli yang berada di sana saat itu tampak tidak suka pada Serly.
"Siapa dia Novi,tingkahnya sombong sekali,kamu kenal dia?"
Novi mengelengkan kepalanya.
"Saya baru melihat wanita itu hari ini."
"Mengapa ia marah marah di toko ini?"
"Ia merasa saya mengambil calon suaminya."
"Memangnya siapa suaminya?"
Novi melihat wanita yang bertanya.
"Ayah Bintang,saya sudah menelepon mas Remon,ayah Bintang ke sini hanya melihat anaknya,lagi pula kami belum bercerai,kami hanya berpisah saja waktu saya hamil."
Pak Ridwan menghampiri Mereka
"Sudahlah jangan bicarakan wanita itulagi,perhatikan banyak pembeli mengantri."
Novi melihat pelanggan,yang hanya diam mendengar obrolannya bersama tetangga yang sedang berada di sana,untuk membeli sesuatu..
"Maaf,saya telah melupakan bapak dan ibu."
Para pembeli yang berada di sana hanya tersenyum mendengar ucapak Novi.Novi mulai melayani pembeli yang akan membayar,barang barang yang mereka beli telah di ambil oleh pelayan yang ada sisana.
Tak lama mobil Remon tiba,Remon melihat pada Serly sesaat ,setelah mobil terparkir Remon mendekati Serly yang berdiri di depan toko Novi,Remon merasa malu pada Pak Ridwan,ia menarik Serly ke dekat pohon,yang biasa tetangga Novi duduk disana,entah mengapa saat itu tetangganya tak ada satupun di sana.
Serly hanya diam,Remon tampak marah pada Serly.
"Mengapa kamu marah marah dengan Novi,kamu berani membuat malu istri saya!"
Serly menatap tajam pada Remon.
"Gara gara kamu bertemu dengan dia,kamu memutuskan pertunangan dengan saya."
"Novi tidak bersalah padamu,mengapa kamu datang kesini,saya malu sama orang tuanya."
Emosi Serly mulai naik.
"Kamu tidak malu membatalkan pernikahan dengan saya,keluarga kami malu sekali,apa kamu tidak memikirkan itu,kamu tahu saya selalu di tertawakan famili saya!"
Remon diam mendengar ucapan Serly,pak Ridwan datang kearah mereka.
"Remon mengapa bicara disini,kamu bawa masuk calon kamu itu."
Remon merasa malu mendengar ucapan Pak Ridwan,ia menatap Tajam pada Serly
Pak Serly ini bukan calon saya,hubungan kami telah selesai.
"Remon,bapak tidak melarang kamu melihat anak kamu,tapi bapak tidak suka anak saya di serang seperti tadi,ia berani membuat Novi malu,untung orang di sini mengenal baik Novi,kalau tidak bisa bisa pelanggannya pergi."
__ADS_1
Remon tertunduk mendengar ucapan pak Ridwan.
"Sekarang kamu selesaikan dulu urusan dengan wanita ini,setelah selesai kamu baru boleh kesini."
Remon melihat pada pak Ridwan.
"Urusan saya dengan Serly telah lama selesai pak,saya belum bercerai dengan Novi pak,saya tidak akan mau bercerai,saya menyanyangi Novi dan anak saya,saya tidak ingin anak saya mempunyai orang tua yang tidak utuh pak,saya mencintai anak dan istri saya." Remon bicara mengebu ngebu.
Novi berjalan ke arah mereka.
"Mas,kamu urus saja calon istrimu ini,jangan sampai ia mempermalukan saya lagi,untung pelanggan saya telah mengenal saya."
"Novi ,saya tidak ada hubungan degan dia lagi." Remon berusaha menjelaskan .
"Mas kamu selalu berkata kamu mencintai saya,tapi apa, kamu telah melakukn pertunangan dengan orang lain,lebih baik kita segera mengurus cerai."
Remon terkejur mendengar ucapan Novi,mukanya memerah menahan emosinya.
ia menatap tajam Novi.
"Kamu bicara apa Novi,saya selalu mencintaimu."
"Buktinya,mas telah bertunangan dengan wanita lain,lanjutkan saja pertunangan mas,mulai saat ini saya akan menerima lamaran mas Roni,saya akan mengurus perceraian kita."
Setelah berkata begitu Novi berlalu dari hadapan Mereka,Remon cepat memegang tangan Novi.
"Sayang,kamu jangan berkata begitu,apa kamu tidak kasihan pada Bintang?"
Novi melihat pada Remon.
"Mas,kamu tidak pernah berubah,selalu ada wanita lain,saya tidak tahan,saya ingin seorang suami yang mencintai sepenuh hatinya pada saya,bukan suami yang selalu mencintai orang lain."
Remon masih memegang tangan Novi.
"Novi,saya melakukan pertunangan karna mama,karna saya tidak menemukan kemana kamu pergi,telah sekian tahun tidak ada kabar berita mu,saya putus asa waktu itu."
"Sudahlah mas kamu tidak pernah berubah,kamu selalu di kelilingi wanita,kamu selalu membuat saya cemburu,saya tidak tahan mas."
Setelah berkata begitu Novi berlalu dan masuk kedalam rumah,Remon tetap mengejar Novi.
Novi melihat pada Remon.
"Mas,saya telah menerima lamaran Mas Roni,kami akan segera menikah setelah surat cerai kita selesai,besok akan saya ajukan perceraian kita,kalau mas ingin melihat Bintang saya akan mengizinkannya.
Remon terdiam mendengar ucapan Novi,tangan yang memegang Novi telepas,ia tampak terpukul mendengar ucapan Novi,tanpa bicara ia menuju mobil dan pergi dari tempat itu tanpa berkata.
Pak Ridwan cemas melihat tingkah Remon,ia melihat pada Novi.
"Nak bapak kawatir melihat Remon,saya takut terjadi sesuatu padanya."
Novi melihat pada Serly,matanya tajam menatap Serly.
"Mengapa kamu masih di sini!"
Melihat raut wajah Novi dan pak Ridwan Serly bergegas pergi dari tempat itu.
__ADS_1
catatan:
Maaf pembaca telah terputus beberapa hari menulis karna orang tua saya yang sepuh sakit,keluarga kami sering di uji dengan ada yang sakit,doakan ya semoga kami sehat dan jangan bosan membaca novel saya saya akan selalu memberikan yang terbaik,jangan lupa like dan coment🙏