
Novi sedang melayani pelanggan,tanpa ia sadari seorang wanita datang ke tokonya,Wanita itu sangat cantik seperti model,dengan kaca mata masih terpasang di mata.Pak Ridwan yang ada disana memperhatikan tingkah laku wanita asing tersebut .Wanita itu memperhatikan Novi yang masih sibuk melayani pelanggannya.
Pak Ridwan mendekati wanita itu
"Maaf buk,mau beli apa ya."
Wanita itu melihat pada pak Ridwan dengan pandangan meremehkan.
"Maaf buk saya pemilik Toko ini,sekali lagi saya tanya,ibu mau beli apa?,biar saya yang melayani ibu."
Wanita itu melihat pada Novi.
"Saya mau bicara dengan wanita itu".
Wanita itu menunjuk Novi.
"Untuk apa ibu bicara dengab anak saya".
"Perlu bapak ketahui,anak bapak itu bernama Novi kan?."wanita itu masih memperhatikan Novi
"Iya". Pak Ridwan menganganggukan kepalanya,bapak itu masih menatap Wanita itu.
"Anak bapak itu berani merayu pacar saya".Wanita itu sengaja mengeraskan suaranya.
Pak Ridwan terkejut,orang yang ada di dalam kedai melihat pada wanita itu,Novi pun ikut melihat wanita itu,ia berdiri mendekati pak Ridwan dan wanita yang baru datang itu.
"Maaf ya ,apa kita pernah bertemu?"
Wanita itu melihat dengan pandangan meremehkan pada Novi.
"Ibu mau beli apa?" Novi bertanya lagi.
"Saya tidak mau beli apa apa."
"lalu ibu mau apa ke kedai saya".Novi agak mulai meninggi bicaranya
"Saya hanya ingin bicara dengan kamu,"
"Mau bicara apa, saya tidak kenal dengan kamu" Keninf Novi aga mengkerut.
"Mari kita keluar sebentar,saya tak enak dengan pelanggan kamu kalau bicara disini.".
Akhirnya Novi keluar dari tokonya ,ia menuju pohon yang biasa digunakan oleh ibu ibu di ikuti wanita yang baru di kenal untuk duduk.
Setelah mereka duduk kedua wanita itu saling tatap.
"Maaf coba kamu ceritakan,ada masalah apa kamu datang ke tempat saya?"
"Saya adalah pacar Roni,saya masih ada hubungan saudara jauh dengan Roni,mamanya tahu dengan hubungan kami."
Novi terkejut mendengar ucapan Wanita itu.
Dipandanginya wanita itu dari atas sampai ke bawah,wanita itu memang cantik.
__ADS_1
"Kamu pacar mas Roni,siapa namamu kalau saya boleh tahu.Wanita itu menatap Novi.
"Nama saya Mira,saya telah lama menjalin hubugan dengan Roni,tapi saya heran sekitar setahun ini,ia tampak agak aneh."
"Mengapa kamu mencari saya kesini,mengapa kamu tak mencarimas Roni."
"Kamu pelakor,karna kamu mas Roni,saat ini jarang menelepon dan menemui saya."
Mbak sebentar ya saya mau menelepon mas "Roni,saya ragu dengan omongan kamu."
Wanita itu mempersilakan Novi menelepon Roni dengan gaya angkuhnya.
Novi melihat pada Mira sesaat lalu ia menelepon Roni,Roni yang mendapat telepon dari Novi merasa senang,wajahnya tampak gembira.
"Mas ini ada wanita,yang datang ke toko saya,namanya Mira,apa mas kenal dengan dia, saya tidak mwngenalnya mas."
Roni terkejut mendengar ucapan Novi.
"Mi..mira yang datang ke tokomu, Novi untuk apa ia ke sana ?.
Novi coba kamu berikan hp mu pada dia,saya mau bicara dengannya.
Novi melihat pada Mira,ia memberikan hp pada Mira.
"Ini! mas Roni mau bicara."
Mira menerima telepon dari Novi,ia melihat Novi sesaat..
"Ini karna kamu tidak mau menemui saya,saya ke rumah sakit mu,kamu bersembunyi,ya terpaksa saya ke tempat wanita ini."
"Pokoknya cepat pergi dari sana,saya tidak suka kamu menganggu Novi,baik datang lagsung ke sini kita bicara,saya bersedia menemuimu." Mira tersenyum.
"Baiklah saya ajan ke klinikmu,ingat jangan bersembunyi lagi,saya bisa melakukan lebih nekat dri ini."
"Ya sudah!,saya akan berbicara dengan Novi,serahkan hp padanya."
Mira menyerahkan hp pada Novi.Roni berkata pada Novi.
"Kamu jangan percaya apa yang ia ucapkan ,ia adalah masa lalu saya,ia ingin kembali pada saya,wanita itu banya bohongnya,kamu hati hati dengannya,jangan kamu layani betul dia."
Setelah berkata begitu sambungan Telepon terputus.
Roni sangat cemas setelah mengetahui wanita yang pernah menjadi pacarnya itu menemui Novi.
"Untuk apa ia menemui Novi,apa kata Novi nanti,saya jadi pusing gara gara Mira.Wanita itu tingkahnya tidak berubah,saya harus cepat menyelesaikannya." Roni bicara sendiri di ruangannya.
Novi menatap Mira,wanita itu tersenyum penuh kemenangan.
"Saya mau menemui Roni,tapi saya kagum padamu Novi,sepertinya Roni sangat mencintamu." Novi tak mengacuhkan Mira
"Selesaikanlah urusan kalian,saya mau kembali ke toko."
Novi meninggalkan Mira seorang diri,mira nampak kesal,ia pun memotong Novi berjalan menuju mobilnya.Setelah Mira pergi dan tokonya sudah nampak sepi pak Ridwan mendekati Novi.
__ADS_1
"Ada apa bak,mengapa wanita tadi mencarimu?"
Wanita itu salah alamat pak ia mencari mas Roni.ia mantan mas Roni."Novi bicara
"Tapi mengapa ia mencari kamu kesini?"
"Saya tidak tahu pak."
"Novi jangan jangan ia masih pacar Roni,kalau mantan mana mungkin ia datang seperti tadi."
"Entahlah pak.saya tak ingin memikirkan itu,biar urusannya dengan mas Roni."
Novi melihat pada Pak Ridwan.
"Pak,rasanya saya malas berhubungan dengan pria lagi,saya lebih suka seperti ini,saat kita belum berjumpa mas Roni dan mas Remon,hati saya senang,tidak ada masalah,semenjak mereka bertemu dengan saya masalah bertambah banyak."
"Itu namanya hidup,selagi hidup akan banyak masalah yang kamu hadapi,seandainya kamu tidak bertemu Remon dan Roni lagi masalah akan tetap ada nak."
"Saya tahu pak,tapi sekarang rasanya saya ingin fokus bersama anak saja saya malas bertengkar hanya karna masalah seperti itu."
"Semuanya bapak serahkan kepadamu,yang akan menjalani kamu nak."
Novi tersenyum pada pak Ridwan
"Saya tidak ingin di pusingkan dengan masalah yang seperti itu,saya sudah bosan"
...****************...
Mira telah bertemu Roni di restoran,Roni terlebih dahulu sampai di restoran itu.
"Mira saya langsung saja saya tak ingin berbasa basi,untuk apa kamu menemui Novi?."
Mira tersenyum,ia menatap Roni dengan tatapan Rindu.
"Sayang ,kamu jangan seperti itu,apa kamu tidak merindukan saya,kita sudah lama tak berjumpa."
Mira memegang tangan Roni,tapi Roni cepat cepat menepisnya.
"Pulang lah kamu ke Jakarta,hubungan kita sudh lama berakhir,sejak saya masih kuliah,jadi saya peringatkan kamu jangan mengaganggu pacar saya."
"Saya tak merasa hubungan kita berakhir,kamu saja yang memutuskan sepihak."
"Mira saya mohon,saya tak ingin menyakitimu,karna kita masih ada hubungan keluarga,dan jangan menguji kesabaran saya."
"Kamu berubah Roni,pasti wanita itu yang membuat kamu jadi ketus seperti ini pada saya." Mira tampak kesal
"Mira,kamu ini tidak berubah juga,jangan suka menebak nebak,tidak ada seorang pun yang bisa merubah saya!,apa kamu paham?" Mira agak takut mendengar ucapan Roni.
"Kamu sepertinya tergila gila betul dengan wanita itu."Mira semakin kesal
"Perlu kamu catat saya tidak tergila gila tapi saya mencintainya,jauh sebelum kamu mencintai saya,ia pacar saya sejak SMA,kami cukup lama berpacaran ,karna sesuatu hal yang tidak kami mengerti,cinta kami terputus,jadi Novi lebih dulu mencintai saya di bandingkan kamu!".
Mira terdiam mendengar ucapan Roni yang keras.Ketika ia melihat wajah Roni,pria itu menatapnya tajam,dan melotot.
__ADS_1