
Remon sangat kesal sekali dengan Novi,ia mengerutu di dalam mobilnya.
"Kurang ajar sekali,dia berani membicarakan tentang lamaran calonnya pada saya.Baik kamu lihat sepuluh perempuan bisa saya dapatkan,saya juga akan memperkenalkan mereka pada Novi,kamu lihat saja Novi."
Remon mengerutu di dalam mobil.
Mobil Remon hampir menabrak mobil yang berselisih,untung Remon cepat mengetahuinya.
"Hampir saja saya tabrakan,sialan!" Remon tampak kesal dia pun tampak cemas.
Di rumahnya Remon minum sendirian,ia meminum alkohol lagi,bik Warni terkejut melihat tuannya minum alkohol lagi.
"Ada apa lagi dengan tuan,apa ada masalah lagi,kemarin saya melihat ia gembira dengan anaknya,sekarang minum lagi."
Bik Warni berkata sendiri.
Remon melihat bik Warni,ia tidak mendengar ucapan Bik Warni.
"Bik tolong saya,saya mau ke kamar,kepala saya pusing sekali bik." Remon memanggil bik Warni.
Bik warni mendekat,wakau badan kecil bik warni meletakan tangan Remon ke pundaknya,dengan tergopoh gopoh bik Warni membimbing Remon kekamarnya.
Bik warni membaringkan Remon ke tempat tidur,di bukanya sepatu Remon,Remon sudah tidak sadarkan diri ia sudah tertidur.
Bik Warni menatap wajah tampan Remon,ia tampak kasihan pada Remon,ia mengetahui kisah Remon,Remon yang memberi tahu padanya.
"Andai saja rumah tangga tuan lengkap ada nyonya ,ada Bintang di sini tentu tuan tidak seperti ini,walau tuan pandai menyembunyikan perasaan pada orang lain,tuan tetaplah tuan,selalu melarikan perasaaanya ke minuman ini." Bik warni berjata perlahan.
Bik Warni menyelimuti Remon,ia keluar dan menutup pintu kamar Remon.
Pak Ridwan menelepon Remon ,ia tak tahan melihat Bintang menangis dan menjerit tak mau berhenti.Dengan tergesa Remon ke rumah pak Ridwan.Ia berhenti melangkah saat melihat Roni ada di sana,ia baru teringat Novi pernah berkata hari sabtu,tapi kok hari jumat mereka akan pergi ke kampung Roni.dilihatnya dua buah koper telah ada di sana,Pandangan Remon beradu pada mata Novi.
"Ada apa mengapa Bintang sampai seperti itu menjerit,sangat kuat sekali saya dengar di telepon tadi." Remon menatap Novi tajam.
"Dia tidak mau pergi bersama saya ke kampung mas Roni." Novi berkata.
Bintang masih terisak isak,ia berlari memeluk Remon,Remon memeluk anaknya.
"Kalau tidak mau mengapa kamu paksa ia,Bintang bisa tinggal dengan mas."
Novi terdiam mendengar ucapan Remon.
"Bintang apa kamu mau tinggal dengan ayah selama ibu kamu pergi?" Rwmon sengaja menanyakan pada Bintang di depan Roni.
Bintang mengangguk,Remon tersenyum.
__ADS_1
"Kamu lihat Bintang mau tinggal dengan saya,jadi kamu tak perlu mengkwatirkan Bintang ia bersama ayahnya."
Novi melihat pada bapak dan ibu Ridwan mereka mengangguk dan tersenyum.
Novi melihat pada Remon,ia sepertinya tidak suka meninggalkan Bintang bersama Remon.
"Baiklah Bintang bersama mas,tapi setelah Saya kembali kembalikan Bintang bersama saya." Novi tampak mengalah.
Remon tersenyum penuh arti.
"Ya,pergilah kamu bersenang senang,saya akan bersenang senang juga bersama anak saya." Remon sengaja membuat Novi kesal.
Novi nampak marah mendengar ucapan Remon,tapi tangannya di senggol Roni.
"Jangan kamu ladeni dia,mantan kamu itu sengaja memperlambat keberangkatan kita."
Roni berkata sambil berbisik di telinga Novi,untung tak terdengar oleh Remon.
Walau dengan berat hati Novi pergi jauh tanpa Bintang bersamanya,di perjalanan ke bandara Novi tampak sedih,Roni melihat itu.
"Sudahlah,jangan terlampau bersedih,Bintang kan bersama ayahnya,tak mungkin ia susah bersama ayahnya,saya lihat mantan suami kamu sangat menyayangi Bintang."
"Ayah gila kalau tak menyayangi anaknya mas.Kamu sih,mendadak mau pergi sudah jum'at,saya sudah minta izinkan Bintang tidak masuk besok."
"Biarlah ia lama dengan ayahnya." Roni berkata.
Mendengar ucapan Novi Roni tersenyum.
Sementara itu,Remon sangat senang Bintang bisa bersamanya,ia menemui ibu dan bapak Ridwan.
"Pak maaf ya pak,kalau bapak izinkan saya mau mengajak Bintang ke Jakarta,saya ingin mempertemukan Bintang dengan nenek dan tantenya buk." Remon tampak berharap.
Pak Ridwan dan ibu Ros saling pandang.
"Begini saja buk,bagaimana kalau ibu dan bapak ikut,saya akan menyuruh orang saya untuk menunggu rumah bapak,saya akan mengenalkan ibu sama mama saya,tapi setelah bertemu mama ibu dan bapak jangan tersinggung dengan ucapanya."
Pak Ridwan dan ibu Ros terdiam.
Saya akan tempatkan ibu dan bapak di rumah saya yang saya buat untuk keluarga kecil saya,tapi semua keinginan saya kandas untuk tinggal bersama keluarga kecil saya,rumah itu masih ada,rumah itu masih terawat,biar untuk Bintang saja rumah itu."
Pak Ridwan melihat Remon,ia kasihan pada Remon yang sangat berharap ia pergi ,akhirnya Pak Ridwan dan ibu Ros mengangguk,Remon tampak bahagia.
Dengan cepat Remon menghubungi bawahannya untuk memesan tiket.
Pak Ridwan,Ibu Ros berkemas,Remon memandikan Bintang dan menukar baju,baju Bintang kotor karna berguling tadi.
__ADS_1
Ibu Ros berlari ke luar.Remon heran melihatnya.
"Ada apa buk, Ibu Ros terlihat panik?"
"Itu,baju Bintang di bawah Novi,ia lupa meninggalkannya tadi."
Remon tersenyum.
"Tak apa nanti kita beli di Jakarta,ibu dan bapak tidak usah bawa baju,kita beli saja nanti,kalau banyak bawa baju,saya tak jadi membelikan baju bapak dan ibu,padahal saya ingin membelikan bapak dan ibu."
Pak Ridwan nampak segan melihat kebaikan Remon.
"Tak apa nak Remon,nanti banyak uang nak Remon habis oleh kami."
Remon tampak tidak suka sepasang suami istri itu bicara begitu.
"Bapak jangan bicara begitu,bapak dan ibu adalah nenek dan kakek Bintang,berarti orang tua saya pak,kapan lagi bapak dan ibu bisa pergi dengan saya kalau tidak saat ini ."
Kedua orang tua itu tersenyum.
Bintang melihat ada satu koper dibawa pak Ridwan ke dekatnya berdiri,Bintang tercengang,ia melihat pada kakeknya.
"Kek,kakek mau kemana?"
Pak Ridwan tersenyum pada Bintang.
"Kita akan ke Jakarta,ke tempat tante dan nenek Bintang."
Bintang tampak tidak mengerti.
"Nenek Bintang,memangnya Bintang punya nenek berapa?"
Remon mendekati anaknya,ia menjongkok.
"Kita ke tempat mamanya ayah dan adiknya ayah,ayah ingin memperkenalkan Bintang dengannya.
bintang nampak agak mengerti.
"Mama dan adiknya ayah di mana?"
"Mama dan adiknya ayah di Jakarta,kita akan naik pesawat,nenek dan kakek ikut juga naik pesawat." Remon menerangkan.
Bintang melihat Nenek dan kakeknya ,ia tampak senang.
"Kita pergi naik pesawat sama sama,Bunda selalu tidak mau bersama kita perginya"
__ADS_1
Remon,pak Ridwan dn ibu Ros saling pandang mendengar ucapan Bintang.
Tak lama sopir datang naik ojek.Setelah semuanya naik ke mobil mereka berangkat menuju bandara.