
Wulan menuju tempat mama berdiri melihat bunga,rumah baru wulan ada taman bunga yang di sukai mamanya ,mama yang asik membersihakan bungga yang sudah mulai mati,mama melirik Wulan,mana tersenyum pada Wulan.
"Ada apa nak ,tumben kamu kesini melihat mama,biasanya kamu bermain dengan anak mu jam segini." Mama masih saja memversihkan bunga yang mati.
Wulan meninbang apa yang akan ia bicarakan dengan mananya.
"maa,kemarin mama asik sekali bicara dengan mbak Friska,mama membicarakan apa ma?"
Mama terkejut ia berhenti membersikan bunga, lalu berdiri dan melihat pada wulan.
Ooo itu,mama hanya menanyakan keadaan Friska,mama kan sudah lama tidak berjumpa Friska,sejak Remon beristri,kami hanya bicara yang ringan saja."
Mama berusaha berbicara sewajar mungkin,ia tak mau Wulan mencurigainya akan bersekongkol sama Friska menjahati Novi."
"Saya lihat mama serius sekali bicaranya,mama dengan mbak Friska itu jangan akrab betul,kasian mbak Novinya."
Mama tak suka melihat Wulan berkata begitu, mata melotot,ia melihat tajam pada wulan.
"Jadi kamu kesini,hanya ingin membela wanita kampung itu,kamu di kasih apa sama diah!!"
Mama berkata seperti ingin memakannya,matanya seperti mau keluar,Wulan tampak takut sekali,baru kali ini mamanya marah seperti itu padanya,Wula menunduk,tangannya gemetar,melihat hal itu,marah mama nya meredah,lama keduanya terdiam,mama memegang kedia tangan anaknya yang meremas jari tangannya.
"Mama minta maaf nak,kita tak usah membahas hal yang tak berguna it,mama terkejut melihat putrinya ,untung cucu mama tidak disini,kalau ada ia akan takut sama neneknya."
Wulan melihat mamanya,air matanya mulai menetes,mama terkejut,ia mengusap air mata putrinya.
"Ini gara gara perempuan kampung itu,saya yang tak pernah marah pada putriku,hari ini marah padanya,awas kamu nanti ya!!"
Mama berkata dalam hati sambil mebgusap air mata putrinya,Wulan menatap matanya,masih tampak sisah air mata di pipinya.
"Mama,saya kedalam dulu,kepala saya agak sakit,saya mau berbaring dulu ya ma?"
Mama mengangguk,ia tampak wajah penyesalan kita mama melihat anaknya pergi dari hadapannya.
Empat bulan telah berlalu,Setelah melepas Remon pergi bekerja,Novi bergegas masuk ke kamar Mandi untuk men tes kehamilannya ,lama ia berdiri di kamar mandinya,ia memegang test pack.
Saya akan men tes kehamilan,karna saya sudah terlambat datang bulan ditambah saya sering pusing dan perut sering mual."
__ADS_1
Novi menarik nafas,ia melihat lagi ke test pack.
Mudah mudahan kali ini terlihat Dua garis merah,aduh! saya deg degan sekali."
Novi masih saja bicara sendiri,Setelah memantapkan hatinya ia pun mentes kehamikannya,setelah ia tunggu beberapa saat,Novi perlahan melihat ke alat itu,Novi terkejut,tampak olehnya dua garis biru pertanda ia positif hamil,ia terpaku beberapa saat,akhirnya ia menyadari,ia keluar dari kamar mandi,ia duduk di tepi tempat tidur,Novi berusaha menenangkan hatinya,ia menghirup dan melepaskan kembali udara.Setelah perasaan agak tenang Novi mau mengambil hp ,tapi ia urungkan.
Lebih baik saya kekantor mas Remon,saya akan beri kejutan di kantornya.Novi mandi,selesai berdandan Novi pergi kekantor Remon diantar Pak Ujang.Didalam mobil Novi tampak menggigit kuku jempolnya,tampak ada yang ia pikirkan,ia lalu menarik nafas
"Bagai mana dengan kuliah nanti ya kalau saya hamil,saya harus menjaga kehamilan ini,siapa tahu mama mertua akan mulai suka pada saya kalau saya punya anak nanti."
Novi berkata dalam hati, matanya melihat gedung bertingkat.Sesampai di kantor Remon,Novi masuk ke gedung ,sementara Pak Ujang menjalankan mobilnya menuju tempat parkir.Setiap ia menjumpai karyawan di sana ,karyawan itu menyapa sambil menganggukan kepalanya,Novi membalas dengan tersenyum ramah sambil menganggukan kepalanya juga.Saat ia tiba di muka kantor suaminya ia berpapasan dengan asisten Remon yang baru saja membuka pintu keluar dari ruangan Remon,Asisten Heri tersenyum ia menganggukan kepala pada Novi,Novi memvalas dengan senyum dan anggukan pula.
Pak Heri,mas Remon ada di dalam?saya ingin berjumpa dengannya."
Pak Heri tampak salah tingka,ia tidak nenjawab pertanyaan Noci ia tampak menyembunyikan sesuatu,Novi tampak melihat Heri sambil mengernyitkan keningnya.
"Pak Heri!! "
Pak heri terkejut ketika Novi mengulangi lagi memanggilnya,kali ini agak kencang suaranya,pak heri gugup,ia melihat pada Novi.
"Bapak ada buk,silakan ibu masuk"
Novi tertegun sesaat melihat Friska,ia pun beralih melihat pada suaminya,Remon cepat berdiri nendekati Novi.
"Sayang kamu ke sini kok tak menelepon mas terlebih dahulu."
Novi tampak cemberut,ia melihat pada Friska.
"Saya datang ke sini ada kabar yang ingin saya sampaikan, saya mau membuat kejuta sama mas,tapi kok saya yang terkejut sekarangmas.."
Remon tak mengerti maksut perkataan Novi
"Terkejut kenapa kamu sayang? mas tidak ada mengejutkan kamu..."
Novi melirik pada Friska,Remon tertawa
"Ooo,karna Friska ada di sini,kamu jangan cemburu sayang,saya dan friska hanya sebatas rekan bisnis,kami berdua telah melakukan kontrak bisnis,kamu jangan berfikir macam- macam sayang."
__ADS_1
Novi masih diam,Remon membimbing Novi duduk di kursi tamunya,Friska tampak cemburu melihat perlakuan Remon pada Novi
"Dasar anak kampung,mengganggu saja kemari,untuk apa ia ke sini segala.gagal deh rencana saya untuk nemikat Remon,sok manja lagi!"
Novi tampak menimbang- nimbang yang akan ia katakan pada Remon,ia melihat Remon,mata Mereka beradu,Remon melihat di mata Novi,istrinya itu ingin mengatakan sesuatu.
Ada apa sayang,apa ada yang ingin kamu katakan,mas akan mendengarkan.
Friska tampak semakin jesal,Novi nelihat itu,ia tersenyum
Mas,ada yanf ingin saya sampaikan mas,saya ingin kita berdua saja di ruanfan ini
Remon terkejut mendengar ucapan Novi,ia melihat pada Novi,wajahnya tampak kurang bersahabat
Saya tak suka kamu bicara begitu sayang,itu namanya kurang sopan,jelas jelas Friska ada di sini kamu bicara begitu.
Novi tak menyangkah ia akan dihardik Remon di depan Friska,Novi nelihat Remon oa ceberut,Friska bampak tersenyum nelihat hal itu
Kalau kamu hanya ingin berkata tak sopan kamu pulagg saja,sini kantor,bukan tempat main- main.
Novi sakit hati mendengar perkataan Remon,Novi pergi begitu saja,Remon tak nencegahnya,ia melihat saja kepergian Novi.
Novi berlari keluar sambil menangis,karyawan melihatnya,mereka berbisik
"Kasihan istri bos,bos rupanya masih mencitai Friska."
Karyawati yg berbicara di senggol tangannya dengan teman yang lain
"Hey!! nanti di dengar istri bos ,kamu bicara perlahan,jangan kuat suaranya."
Novi mendengar bisikan karyawan Remon,ia tak perduli,ia lari keluar gedung,saat ia teringat ia hamil ia berhenti berlari berjalan.
"Kamu tidak berubah mas,kamu masih berhubungan dengan Friska,saya tak tahan lagi,saya akan mempertahankan bayi ini,setelah ia kuat untuk berjalan jauh,saya akan pergi jauh."Novi berkata sendiri".
,Novi melap dengan tangannya air mata yang jatuh menetes,ia melihat ke belakang,ia berharap Ramon menyusulnya,ia kecewa Ramon tidak menyusulnya
"Saya memantapkan hati,saya akan berpisah setelah kandungan ini bisa berjalan jauh"
__ADS_1
Novi sepertinya telah mantap untuk berpisah dengan Remon.wajahnya begitu sendu saat itu.