
Remon sering kerumah pak Ridwan sejak Bintang sakit,ia selalu mampir setiap hari.Remon telah di izinkan Novi untuk menjemput Bintang kesekolah.Remon selalu membawa Bintang berputar putar kadang singgah ikut main dipermainan yang mereka datangi. seperti saat itu,Remon menemani anaknya bermain di taman bermain,Remon mengawasi saja Bintang bermain permainan yang ada di sana,setelah beberapa saat Bintang mendatangi Remon yang duduk memperhatikan Bintang.
"Ayah,Bintang senang kalau ayah sering membawa Bintang kesini,permainannya banyak ayah." Remon tersenyum.
"Ayah akan sering membawa kamu ke sini kalau bunda kamu izinkan."
"Ayah mengapa bunda sepertinya marah sama ayah,"
Remon tersenyum,ia mengusap kepala anaknya.
"Bunda kamu tidak marah sama ayah nak.dulu ayah pernah melakukan kesalahan,bunda kamu kesal sama ayah nak."
"Ayah,kalau ayah melakukan kesalahan,ayah harus cepat minta maaf sama Bunda,bunda orang baik ayah,ia selalu kasih maaf sama Bintang."
Remon tertawa berderai mendengar ucapan anaknya.
"Ayah tidak sangkah kamu pintar sayang.biasanya anak seumuran kamu tidak seperti ini pemikirannya."
Bintang tersenyum ia mencium pipi Remon,Remon terharu,dipeluknya anaknya.
"Ayah sangat menyayangimu sayang."
Remon terharu dengan perlakuan anaknya padanya.
Sementara itu di Jakarta Ibu Remon marah marah karna Remon tidak berjumpa degan ibunya.Wulan yang kebetukan lewat di seprot ibunya.
"Wulan,mama tanya padamu mas mu itu kemana saja sudah lama tidak kerumah ini,di telepon tidak diangkat,coba kamu cari tahu keberadaannya.
Wulan yang tahu di mana mas nya berada hanya diam saja ketika ibunya bertanya.Mama nampak marah melihat Wulan tak menjawab pertanyaannya.
"Hai Wulan! mama tanya pada mu nengapa kamu diam saja,kamu tidak mau menjawab pertanyaan mama?"
Wulan menarik nafas,dilihatnya mamanya.
"Ma,mas itu telah besar,ia sudah pernah menikah,mengapa mama terlalu mangkwatirkan mas." Wulan protes.
"Bagaimana mama tidak kwatir nak,sejak Remon mengagalkan pernikahannya dengan Serly mama kwatir ,Remon akan di celakai oleh keluarga Serly,kamu tahu kan mereka marah sekali ketika Remon membatalkan perkawinan."
Wulan melihat ibunya,ia menarik nafas panjang.
"Mama tak perlu kwatir ma,mas sekarang ini melakukan perjalanan bisnis keluar negeri,mas yang telepon Wulan."
Wulan terpaksa berbohong melihat mamanya sangatmengkwatirkan masnya,ia pun tak ingin mamanya mengetahui keberadaan Masnya,bisa bisa mama dan Novi bisa bertemu dan mama akan memarahi Novi,ini bisa membuat masnya tidak jadi rujuk dengan Novi.
"Kamu kok tidak bilang sama mama nak, Remon juga tidak menelepon mama,apa kalian ingin mama jantungan,dan masuk ke rumah sakit?"
Wulan bergegas memeluk mamanya.
__ADS_1
"Mama,Wulan minta maaf,Wulan salah mama ,jangan sampai mama masuk rumah sakit Kami sangat menyayanggi mama."
Mama tampak menitikan air mata mendengar ucapan Wulan.Kedua beranak itu saling berpelukan,Wulan mencium pipi mamanya.
Wulan melakukan vidio coll dengan Remon,wajah Wulan cemberut,Remon tersenyum melihat wajah adiknya.
"Ada apa,wajah kamu kok begitu?"
"Mas kok tak pernah telepon mama,mama merasa sedih mas tidak menelepon mama."
Remon menepuk keningnya.
"Mas lupa,mas sibuk sekali ,Bintang sebulan yang lewat masuk rumah sakit,mas menjaga dia di rumah sakit,sekarang ini Bintang sangat dekat dengan mas."
Wulan merasa senang mendengar ucapan masnya
"Bagaimana dengan mbak Novi mas?"
"Ia tidak mempersulit mas untuk bersama dengan Bintang,ia sekarang melunak sejak Bintang masuk rumah sakit."
"Bagaimana saingan mas?" Wulan bertanya lagi,Remon tersenyum
"Roni maksudmu?"
Wulan mengangguk.
"Ini karna ada pertalian darah mas."Wulan berkata lagi
"Mungkin Wulan."
Wulan tersenyum melihat wajah cerah masnya.
"Besok mas telepon mama ya mas,kasihan mama sangat kwatir dengan keselamatan mas,kata mama ia takut mas kenapa napa karna mas membatalkan pernikahan mas dengab Serly."
Remon tertawa.
"Wulan bilang sama mama,jangat terlampau mengkwatirkan saya,tolong kamu hibur mama dek."
"Iya mas.."
Setelah puas berbicara Wulan mengahiri vidio coll nya..
Toko Novi semakin banyak pembelinya,karyawan perusahaan Remon banyak belanja di sana,sejauh ini Remon tidak pernah berpapasan dengan karyawannya.
Seperti biasa ibu ibu ramai berkumpul di bawah pohon yang rindang yang ada di rumah ibu Ros.
"Buk saya lihat toko Novi ramai yang belanja di sana karyawan perusahaan yang baru itu".
__ADS_1
"Coba tanya Novi nanti siapa tahu kita bisa memasukan anak kita menjadi karyawan di sana,pendidikan anak kita banyak yang sarjana." ibu yang gwmuk berkata
"Coba tanya Novi siapa tahu ia mengenal orang dalam,saya pusing melihat anak saya yang hanya tidur tiduran saja di rumah."
"Anak saya juga begitu,kerjanya malam hari bergadang pulang entah jam berapa,saya takut ia nanti salah berteman dan nanti bisa terlibat narkoba."Ibu yang kurus tampak kwatir.
"Anak anak zaman sekarang hampir sama tak ada gairah untuk mencari kerja."
"Iya tidak seperti kita ,kerja apa saja mau yang penting mendapatkan uang,kalau anak sekarang banyak gengsian"
Sedang asik mereka berbicara Novi tiba tiba telah berada di antara mereka.
"Wah! ibu sudah ramai,membicarakan apa ya?"
Novi tersenyum pada semua yang ada di sana,Tiba tiba ibu yang kurus berkata.
"Novi,boleh ibu bertanya?."
Novi melihat pada ibu itu.
"Bertanya apa buk?" Novi bertanya.
"Begini,anak kami banyak yang pengangguran,kami ingin minta tolong pada Novi untuk memasukan anak kami kerja di sana."
Novi tersenyum,ia tampak tidak mengerti maksud ibu tersebut.
"Maksud ibu apa ya?" Novi bertanya lagi.
"Pelangan kamu banyak orang perusahaan yang baru itu,tentu kamu mengenal mereka,kami minta tolong untuk memasukan anak kami bekerja dengan mereka."
Sedang asik mereka berbincang Remon datang ,ibu ibu yang ada di tempat itu melihat siapa yang turun dari mobil.Bintang keluar dari mobil d berlarian ke tempat Novi.Remon turun dari mobilnya.
Ada ibu yang belum tahu bahwa Remon ayah Bintang.
"Kamu lihat,siapa laki laki itu,akrab sekali dengan Bintang."
"Kamu belum tahu,itukan ayahnya Bintang."
Wanita itu tampsk terkejut dan tercengang,tapi ia masih penasaran.
"Apa Novi menerima saja mantan suaminya datang ke tempatnya?"
"Kabarnya suaminya tak pernah menceraikannya,Novi yang pergi dari rumah karna cemburu pada suaminya."
Wanita itu sambil melihat pada ibu Ros.
"Kasihan Bintang karna kedua orang tuanya keras kepala hingga membuat ia tidak mengenali ayahnya selama ini.Seorang ibu ibu berkomentar untuk Novi mendekati Bintang dan Remon,hingga ia tak nendengar ucapan ibu ibu tersebut.
__ADS_1
Ibu ibu tersebut hanya bisa berbisik melihat kepada Novi dan Remon.Novi dan Remon sepertinya tak memperdulikan tingkah ibu ibu tersebut.