Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Pulang kembali kejakarta


__ADS_3

Karna rasa cemburu Remon dan Novi tidak ada pergi jalan jalan dan tidak memberi oleh oleh,sepanjang jalan Remon hanya Diam,Sopir yang melihat majikannya tidak saling sapa hanya diam meperhatikan mereka.


"Mas kok diam saja dari tadi mas."


Novi melirik suaminya,Sang suami hanya dian meperhatikan Jalan.


"Tak baik kalau ada orang bertanya tak di jawab mas."


Novi berusaha membujuk Remon,,Remon melirik Novi,dengan wajah yang masih merajuk Remon menjawab,


"Saya lagi malas bicara."Novi menahan sentumnya.


"Mas,kok malas bicara,gara gara hal sepele,saya tidak tahu mas Roni mengetahui saya pulang kampung,ia jumpa saya karna ia kebetulan lewat depan rumah."


"Alasan,pantas kamu ingin pulang kampung."


Novi agak tersinggung mendengar ucapan Remon


""Mas!,saya tidak,tahu Robi sudah berada dikampung,mengapa mas bicara seperti itu."


Novi kecewa dengan Ramon ,ia akhirnya meneteskan air mata ,melihat hal itu Remon berusaha membujuknya


"Mengapa kamu menangis,malu sama sopir,hapuslah air matamu.


Remon merangkul Novi ke pelukannya,ia mencium kening Novi,Novi diam dalam pelukan Remon,Sopir bernapas legah nelihat bosnya akur kembali,ia tersenyum.saat mereka tiba di bendara .


"Pak terima kasih atas layanan bapak pafa kami disini."Pak sopir nengangguk dab tersenyum sopan pada majikanya .


"Ini sudah menjadi kewajiban saya mengantar ibu sama bapak selama di sini pak."


Tak lama kemudian datang kepala cabang ,menyalami Novi dan Remon dengan sopan dan hormat,Novi dan Remon tersenyum,akhirnya mereka masuk ke dalam bandara.


Dikantor Remon,Ira mendatangi kantor Remon,ia berselisih jalan dengan sekretaris dan asisten yang sedang berjalan berdua setelah sudah mitting.


Pak heri saya ingin bertemu dengan Remon,apa dia ada didalam?


"Bapak sekarang sedang keluar kota buk."


Heri mencoba menerangkan,Ira melihat pada sekretaris yang cantik,ia mengagumi kecantikannya,ia hanya diam saja.


"Kapan Remon pulang pak heri,saya telepon ia, tak diangkat oleh Remon."


Saya kurang tahu buk,bapak pergi karna ada urusan pribadi yang sangat mendesak.."


Setelah terdiam bebeberapa saat Ira pamit pergi,asisten heri dan sekretaris melihat kepergiannya,sekretaris bertanya pada heri.

__ADS_1


Siapa dia pak,sombong sekali gayanya,ia melihat saya seperti melihat orang rendah."


Sekretaris merasa kurang suka dengan Ira.


"Dia teman pak Remon,jangan cari gara gara dengan dia, nanti pak Remon marah padamu.


""Iya pak heri."


Sekretaris itu mematuhi perintah pak Heri.


Sementara itu Remon telah sampai di rumah,mereka berdua tampak lelah,Remon membaringkan badannya dengan kaki terjuntai di lantai,ia merasa nyaman nembaringkan badan seperti itu,Novi pun ikut membaringkan seperti itu,mereka berdua saling pandang dan tersenyum.Beberapa saat mereka seperti itu,dan akhirnya Remon berdiri menuju kamar mandi,Novi mebaiki tempat tidur ia kelihatan mengantuk,sat melihat Novi tertidur Remon mengelengkan kepalanya.


"Novi,Novi,orang mandi dulu baru tidur"


Remon berkata sendiri sambil memasang bajunya,ia keluar kamar,meninggalkan Novi yang tertidur.Di dapur Remon melihat Bik ijah sedang menumis sayur,ia mengambil air dingin di dalam kulkas menuang air ke cangkir,dan meminumnya.Bibik melihat pada remon


"Pak mbak Novi mana?,kok tak keluar sama bapak,biasanya bapak berdua keluar dari kamar.


Remon tersenyum mendengar ucapan bik ijah.


"Ibu tidur,ia mungkin kelelahan setelah perjalanan jauh."


"Ooo"Hanya itu yang bik ijah ucapkan


"Bik,kalau Novi bertanya mengenai saya bilang saya keluar sebentar."


Remon bertemu dengan dua orang teman SMANya Baron dan Ira di restoran yang telah di sepakati.


Mon,kemarin saya mencari kamu di kantor,kamu tidak ada,katanya kamu ke luar kita,katanya ada urusan pribadi."


"Iya",


Remon menjawab singkat,Ira tersenyum penuh arti mendengar ucapan Remon.


Baron melihat itu ia langsung berbicara.


"Mon,rencana dari teman teman,kita akan mengadakan,reuni bersama,tapi kita nginap di hotel,bagai mana mon kamu setuju?


Remon melihat oada Baron dan ira,


"Saya setuju setuju saja,asal jangan waktu sibuk saya saja,kalau mau Reuni ,kasih tahu saya semibggu sevelum kira reuni,vuar saya busa nencocokan jadwal."


"Kita akan reuni, waktu libur sekokah,kita boleh membawa keluarga,acara ini bisa dinamakan darmawisata,kuta bisa mengenaljan keluarga kita,kamu bisa bawa istrimu mon."


Ira terkejut mendengar Remon sudah punya istri,wajahnya berubah,ia melihat pada Remon,Remon mengalihkan pandanganya.

__ADS_1


"ka..,kamu telah menikah mon?


Ira bertanya terbata bata,Baron twrdiam melihat hal itu,Remon memberanikan diri melihat Ira,ia memang belum memberi tahu ira,


"Sudah Ra,saya sudah menikah,saya kira kamu sudah tahu,srbab teman SMAJita banyak yang sudah tahu,friska yang memberi tahu jeteman teman." Remon menerangkan.


"Saya pun sudah tahu ,saya tahu waktu reuni kta dulu."Baron ikut berbicara.


Ira menarik nafas dan melepaskannya kembali,ia melihat oada kedua temannya.


Tak aoalah kuta berduakan tetap sahabat."


Mereka bertiga tersenyum.


Makanan mereka datang ,mereka bertiga makan bersama.


Sementara itu Novi terbangun dari tidurnya,ia tak melihat suaminya,ia bangun dan mandi setelah berpakaian dan rapi ,Novi keluar kamar,diluar tampak sepi,dilihatnya matahari tidak kagi bersinar,beberapa menit lagi waktu magrib masuk.,Novi masuk lagi kedalam dan bersiap untuk sholat magrib.


Dirumah Ira tampak kesal,ia masih kecewa mwndengar Remon sudah punya istri,ia jecewa sekali .


Remon seperti memberi peluang untuk saya dekati,ia tidak memberi tahu saya kalau ia sudah menikah."


Ira bicara sendiri,ia tampak termenung,entah apa yang ia pikirkan,tivatiba ia berkata,


"Saya tidak perduli Remon sudah beristri,yang penting Remon mengasih peluang untuk di dekati,saya suka sama Remon,jadi yang ke dua pun tak apa,siapa tahu nanti jadi yanf pertana "


Ira bicara sendiri,ia mulai tersenyum mendapat ide,mau merebut Remon dari istrinya.ia tertawa sendiri.


Remon telah sampai di rumah ketika ia melihat Novi,sedang mengoreng Telu mata sapi,Remon mendekatinya,


"Buat apa sayang,sampai tik lihat suaminya pulang."


Remon memeluknya dari belakang,Novi agak risih saat di peluk Remon.


"Mas pelukya nanti saja saya lagi masuk telur nih!, nanti hangus mas."


Remon tak mendegarkan ucapan Novi,malah makin erat ia peluk,bik ijah yang mau ke dapur,mengurungkan niatnya,ia segan di mendejat ke majikannya yang sedang berpelukan di dapur,Novi berusaha melepaskan pelukan Remon,untung ia mengecilkan api kompor,sehingga telur mata sapi tidak gosong waktu diangkat,Novi melihat pada suaminya.


"Untung telur tidak gosong mas,tindakah mas tadi bisa membuat rumah terbakar.


"Pokoknya saat mas di rumah kamu tak boleh memasak,biar bibik saja yang madak."


Remon berkata tanpa rasa bersalah,Novi menahan kesal tapi ia diam saja,ia malas menjawab ia takut bertengkar.


"Yang ,mas mau mandi dulu ya,mas sudah gerah,setelah itu kita makan.".

__ADS_1


Novi mengangguk,sebelum je kanarnya Remib mengecup kening istrinya dan ia pun berlalu.


__ADS_2