
Pak Ridwan terpaksa ikut campur dengan perdebatan antara Novi dan Remon yang disaksikan Roni dan Bintang.
"Novi ,Remon,saya harap kalian berdua jangan bertengkar di depan Bintang,lihatlah Bintang tampak bingung dan sedih,kasihan dia,ia tak bersalah."
Remon dan Novi diam tertunduk,Remon melihat Bintang anak itu tertunduk ia memegang jari tangannya,ia tampak sedih.
Remon mendekati Bintang ia menjongkok lalu mengengam tangan Bintang. Bintang melihat pada Remon,tampak air matanya menetes,Novi yang melihat anaknya meneteskan air mata ikut mendekati Bintang.
"Ada apa nak,mengapa kamu menangis sayang.Novi mengusap air mata Bintang".Bintang melihat pada Novi.
"Bunda,Bintang tahu om Remon adalah ayah Bintang,mengapa Bunda tak mau Bintang dekat dengan ayah?"
Novi terkejut mendengar ucapan Bintang,ia memandang pada Remon,Novi tampa marah pada Remon.Bintang melihat wajah marah Novi pada Remon
"Bunda,bunda jangan marah pada ayah,saya mendengar bunda menyebut om Remon adalah ayah saya saat bunda menemani Bintang tidur."
Novi terdiam ,memang ia perna berkata sendiri saat ia melihat Bintang telah tidur Novi melihat pada Ibu Ros.
"Bunda,Bintang ingin juga seperti teman teman,mereka kesekolah diantar papa dan mamanya,Bintang sedih mendengar teman Bintang yang mengatakan Bintang tidak punya ayah,Bintang ingin juga tidur dipeluk ayah."
Remon langsung memeluk Bintang.
"Maaf kan ayah nak,ayah sangat menyayangimu,kalau kamu ingin tidur dengan ayah ,ayah akan dengan senang hati melakukannya."
Semua yang ada di sana terdiam dan terharu melihat interaksi anak dan ayah.
"Teman Bintang bercerita,mereka setiap hari tidur dengan papanya,Bintang hanya tidur dengan bunda,Bintang merasa sedih ayah."
Bintang tidak bisa menahan tangisnya,Remon mengendong anaknya,Novi hanya diam ketika Bintang di gendong Remon.
"Tidurlah Nak,kamu bisa tidur di gendongan ayah,ayah sangat menyayangimu.."
Bintang akhirnya tertidur di gendongan ayahnya,Novi mendekati Remon ia mengambil Bintang yang tertidur.
"Biar saya yang membawa Bintang kedalam,kamu bisa pergi setelah ini."
Remon tampak marah mendengar perkataan Novi,tapi di tahannya setelah matanya beradu pandang dengan pak Ridwan.Remon melihat pak Ridwan memberi kode pada Remon untuk tidak bertengkar dengan Novi.
Remon menarik nafas panjang sesaat setelah itu ia pamit dengan Pak Ridwan dan Ibu Ros,ia melihat Roni dengan dingin tanpa senyum.
Remon kembali ke kantornya dengan mengendarai motor,ketika Remon memasuki kantornya ia berpapasan dengan seorang karyawan yang ada di sana.
"Hai kamu kesini!"
Karyawan yang tidak mengetahui,Remon bos besar mereka,tak memperdulikan Remon yang memanggilnya dengan agak kasar,karna Remon masih kesal saat di rumah Novi tadi.
__ADS_1
"Hai kamu,apa kamu tidak mendegar saya memanggilmu!."
Karyawan itu berhenti dan mendekati Remon
"Maaf pak, bapak memanggil saya?"
"Kamu bu*ek ya,saya sudah panggil dari tadi malah bertanya lagi."
Karyawan itu nampak marah Remon membentaknya.
"Pak saya mohon bapak menghargai saya,jangan asal marah,mentang mentang bapak orang kepercayaan bos besar."
Remon yang menahan emosi dari tadi,membelalakan matanya pada karyawan itu.Untung saja derekturnya lewat,ia mendengar pertengkaran karyawan dan bos besar..
"Maaf pak,ada yang bisa saya bantu pak?"
Karyawan melihat Derekturnya sangat menghormati Remon ia tampak takut,ia tampak gelisah.
"Saya memanggil karyawaan itu,eee ,ia tidak terima,malahan membawa saya bertengkar."
Derktur memanggil Karyawan tersebut,dengan harap cemas karyawan itu mendekat ke tempat mereka.
"Mengapa kamu tidak mendengarkan bos kita memanggilmu."
Karyawan itu tampak pucat,ia mendekati Remon.
Remon menatap tajam pada karyawan tersebut.
"Baik kali ini saya maafkan kamu,tapi kamu harus menolong saya mencarikan orang untuk membersihkan rumah yang baru siap yang ada dekat sini.
Karyawan itu menganggukan kepala.
"Derektur,saya minta tolong ,lengkapi perabotan saya akan tinggal di sana bersama keluarga saya."
Pak Derektur cepat menyanggupinya.Setelah berkata begitu Remon menoleh pada direktur.
"Pak ,saya akan kembali hotel,tolong sediakan mobil,tapi ingat saya di sini akan sering memakai honda ini,tolong di jaga honda ini ya pak?"
Setelah berkata dengan Derektur,Remon keluar dari ruangan menuju parkir.Ketika ia akan memasuki mobil,ia mendengar hp nya berbunyi.
"Hallo,ya ya saya akan ke sana."
Setelah menyelesaikan panggilan,Remon bergegas menuju rumah pak Ridwan.
Setibanya Remon disana Novi telah berdiri di sana,Remon mendengar tangisan Bintang,Remon lansung masuk,ia masuk kekamar Novi dan Bintang,dilihatnya mata Bintang sudah bengkak.
__ADS_1
Remon mendekati Bintang,Melihat Remon Bintang langsung memeluk Remon.
"Ayah,tadi Bintang melihat ayah tertabrak mobil ayah,ayah Bintang panggil panggil tak menyahut,Bintang takut sekali ayah.
Remon memeluk anaknya ia sangat terharu anaknya sangat menyayanginya.
Ayah tidak apa apa bukan,mengapa kamu "menangis sampai matamu bengkak nak.."
"Saat saya terbangun saya tidak menjumpai ayah,saya takut sekali ayah."
Remon memeluk erat anaknya,mata Remon berkaca,ia tampak terharu atas perlakuan anak padanya.
Novi hanya Diam saja memperhatikan ayah dan anak itu, sedang bapak dan ibu Ridwan merasa terharu mereka berdua saling pandang.
"Remon, kamu tidur di sini saja ,kamar satu lagi kan ada, kamu boleh tidur dengan Bintang,nampaknya anak itu sangat menyayangi kamu."
Remon melihat pada Novi.
"Sekali ini saya izinkan mas tidur dengan Bintang,saya tak mungkin melarang Bintang tidur sama ayahnya,dan tak mungkin saya membuat anak saya menderita karna saya memaksakan kehendak saya."
"Terima kasih Novi atas pengertian kamu,saya sangat menghormati apapun keputusan kamu,saya iklas,karna semua keadaan ini karna kesalahan saya kalau tidak kita tidak akan terpisah,saya menyayangi kalian berdua."
"Mas,saya tidak ingin membicarakan yang lalu,saya tidak ingin Bintang sakit itu saja,jangan berharap yang lain."
Remon nampak menahan emosinya ketika ia menatap Novi.
Tampa bicara lagi ia mengendong Bintang.Remon melihat pada ibu Ros.
"Buk,di kamar mana saya boleh tidur dengan Bintang?"
Ibu Ros tersenyum pada Remon,ibu itu berjalan menuju sebuah kamar,Remon melihat kamar itu cukup bersih walau tidak besar ruangannya.
"Ini nak kamarnya,walau kecil cukup untuk kamu berdua dengan Bintang."
Remon tersenyum pada ibu Ros.
"Tak apa buk,ibu mengizinkan saya malam di sini bersama anak saya saya sudah merasa senang buk,"
"Remon,kamu harus bersabar dengan perlakuan Novi,kamu harus ingat Bintang,ia membutuhkan kalian berdua,ibu yakin kalau kamu sabar Novi akhirnya bisa kembali akur dengan kamu nak."
"Terima kasih buk,saya memang tak ingin Bintang mempunyai bapak yang lain,ia anak saya buk ,darah daging saya,saya tidak ingin membuat ia menderita seperti yang dikatakannya tadi buk.
"Saya senang kamu berkata begitu,ibu doakan agar kalian akur kembali,ibu kasihan melihat Bintang,ia tidak bersalah,seharusnya ia tidak menderita seperti tadi.
"Semua ini karna kesalahan saya buk,saya tidak tahu tanpa saya sadari tingkah saya,bis membuat istri saya menderita dan meninggalkan saya buk"
__ADS_1
"Jadikanlah semua itu pelajaran nak."
Remon mengangguk,tak lama Ibu Ros keluar dari kamar itu,Setelah ibu Ros keluar ,Remon melihat anaknya sesaat ,dan ia pun berbaring di samping anaknya dan tertidur memeluk anaknya.