Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Keduanya miliku bukan milikmu


__ADS_3

Remon baru sampai di rumah pak Ridwan,Remon terkejut ada mobil mewah di halaman Rumah pak Ridwan,Bintang berlari masuk kedalam rumah itu Remon mengikutinya.alangkah terkejutnya Remon melihat Roni ada di situ,begitupun dengan Roni ia langsung berdiri dari duduknya..Kedua pria itu saling tatap dengan penuh kemarahan.mereka tidak menghiraukan ada orang tua angkat Novi disana.Kedua orang tua itu saling tatap,mereka berdua agak cemas.


"Mengapa kamu ada disini,bukankan kalian sudah pisah sudah cukup lama."


"Saya tidak pernah mengatakan pisah dengan Novi."


"Tapi Novi tidak suka dengan kamu lagi,pergilah ia sudah cukup menderita bersama kamu!"


Remon menatap Roni.


"Mengapa kamu terlampau memasuki urusan rumah tangga saya,kamu itu bekas pacar,camkan itu!"


Roni menatap taja Remon.


"Kamu yang merusak segalanya,gara gara kamu Novi terpaksa meninggalkan saya ,kerna terpaksa kawin dengan kamu."


"Kan kamu tahu Novi itu sudah menjadi istri saya,jadi kamu saya peringatkan jangan berharap istri dan anak saya bisa menjadi milikmu."


Ibu Ros sudah tak tahan lagi mendengar pertengkaran Roni dan Remon.


"Nak Remon ,nak Roni,tolong hentikan pertengkaran ini malu nanti dilihat dan di dengar orang ,saya takut Bintang mengerti percakapan kalian,untung tadi ia di bawa keluar oleh anak anak..Kedua laki laki itu baru berhenti ketika mendengar suara ibu Ros.


"Maafkan saya buk!."


Keduanya secara bersamaan meminta maaf pada ibu Ros."


Bapak Ridwan mendekati mereka berdua.


"Keduanya duduk pak Ridwan memandangi mereka satu persatu."


"Maafkan bapak sekiranya bapak ikut campur masalah ini.Keduanya tertunduk."


"Novi itu telah menjadi anak bapak sekarang,memang bapak tidak tahu masa lalu novi,karna bapak tidak ingin menanyakan,lagi pula Novi tidak menceritakannya,yang bapak tahu waktu itu melihat Novi sangat memperhatinkan,ia seperti tidak ingin hidup lagi,untung ia mau kami ajak tinggal bersama kami.


"Bapak melihat pada Remon,Remon tertunduk.Novi oergi dari rumah saya sedang tidak dirumah,kalau saya di rumah mana boleh ia meninggalkan saya pak."


"Pasti kamu membuat ulah,Novi itu orang baik dan penyabar,ia pergi dari rumah kamu karna ia sering tersakiti oleh kamu ,saya yakin sekali,saya tahu sifat Novi kami sudah sekian tahun pacaran."


Panas hati Remon mendengar ucapan Roni


"Walau kamu pacar sekian tahun tapi sayalah suaminya kamu tahu itu kan?"


"Bapak dan ibu Remon saling pandang mereka mengelengkan kepala".


"Tingkah kalian berdua seperti anak kecil,padahal kamu berdua mempunyai kedudukan yang penting dikantor."


Sementara itu Novi datang tergesa memasuki rumahnya.ia mendengar kedua orang yang pernah mengisi harinya sedang dinasehati ibu Ros.


Saat Novi datang kedua mata mereka menatap novi.,Novi tampak mengigit kuku

__ADS_1


"Novi duduk lah di sini".


Bapak menyuruh Novi duduk di bangku dekat ibu Ros.


"Bapak ingin tahu ini ada dua orang yang perna bersama denganmu,pilihan kamu jatuh pada siapa."


Bapak langsung bertanya tanpa basa basi.


Novi melihat Remon dan Roni.


"Maafkan saya ,saya ingin sendiri membesarkan anak ini."


Remon emosi mendengar ucapan Novi.


"Novi kita belum bercerai,saya tidak perna sekalipun menalak kamu,kamu pergi sendiri dari rumah tanpa mas tahu kesalahan mas.Novi diam saja mendengar ucapan Remon."


Pak Ridwan mendekati Novi.


Apa benar yang dikatakan Remon nak.Novi "diam saja,matanya mulai berkaca."


Terlintas kembali penyebab Novi meninggalkan rumah di ingatan Novi.


"Kamu tidak boleh meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu nak.Surga istri terletak pada suaminnya nak."


Remon mulai senang hatinya mendengar ucapan ibu Ros.


Novi berhenti sebentar.


Ibu Ros menatap Novi ia masih menunggu ucapan Novi.


"Saya tidak bahagia bersama mas Remon buk."


Remon terkejut mendengar ucapan Novi ,muka Remon merah mendengar ucapan Novi.


"Mengapa kamu tidak bahagia sayang,saya selalu memberikan segalanya,saya kuliahkan kamu,tapi karna kamu pergi dari rumah tanpa bicara kamu tidak jadi menamatkannya sayang.Remon menatap Novi."


"Mas banyak pacar saya tidak suka,mas suka selingkuh,mas terus menyakiti saya."


Air mata novi jatuh berderai,ia menumpahkan semuanya yang tak perna ia katakan selama pernikahan pada Remon.


"Sayang kapan mas selingkuh! pasti Friska dan Ira yang kamu bicarakan."


Novi diam saja mendengar ucapan Remon air matanya saja yang menetes.


"Mas sudah katakan padamu,mereka berdua hanya mantan,mas hanya mencintaimu percayalah sayang,saat kamu pergi mas hancur sekali sayang,mas takut kamu dan anak kita terlantar,apalagi kamu pergi dengan perut besar."


"Mas pembohong,saat itu mas masih menjalin kasih dengan kak Ira,saya melihat vidionya,selalu dan selalu mas kembali pada kekasih mas,pulanglah mas ke jakarta,kawinilah mereka!"


Novi berbicara dengan penuh semangat,ibu Ros memeluk Novi

__ADS_1


"Kamu dengarkan, kamu telah di usir Novi pulanglah ke Jakarta,urus perceraian kalian,kawinkah dengan pacar pacarmu."


Remon naik darah,ia mendekati Roni dan menarik kerahnya.


"Kamu jangan ikut campur ini urusan rumah tangga saya kamu jangan menyuruh Novi bercerai,saya tak mengizinkan anak saya berayah tiri,dan kamu ingat Novi, kalau kamu ingin bercerai, Bintang tinggal dengan saya."


"Apa mas bilang! saya tidak izinkan mas mengambil Bintang,buat anak saja sama pacar mas,mengapa menginginkan Bintang."


"Mendengar ucapan Novi orang tua itu saling pandang"


Untung orang belanja sudah sepi,ia tak bisa berkata apa apa.


"Kalau kamu tak mengizinkan saya mengambil Bintang ikutlah dengan mas ke Jakarta."


"Saya tidak mau,mama mas tidak meyukai saya ,saya tersiksa tinggal bersamanya."


"Tersiksa bagaimana,apa yang kamu katakan."


"Remon tampak terkejut mendengar ucapan Novi.Sudahlah pokoknya saya tidak mau tinggal di rumah itu."


"Kalau kamu tidak mau tinggal di sana tidak apa apa sayang,kamu ingat mas membuatkan rumah untukmu,untuk kita tinggal bersama anak kita ."


.Novi diam saja.


"Rumah itu telah lama selesai sayang ,saya sebetulnya setelah reuni baru akan saya beri tahu kamu mengenai rumah kita,tapi kamu telah menghilang.,Rumah itu sesekali saya tinggali,bila ingat kamu saya langsung kesana."


"Pokoknya untuk saat ini saya tak mau kembali ke Jakarta,Saya mohon pada mas kembalilah ke Jakarta,perusahaan mas sudah lama mas tinngalkan,saya tak mau ibu mas makin tidak suka kepada saya mas."


"Saya tak perduli pada perusahaan,asisten saya bisa menjalankannya,saya mau bersama anak saya,bila perlu saya akan beli rumah di sini,kalau bapak dan ibu tidak izinkan saya disini."


Pak Ridwan dan ibu Ros saling pandang.


"Remon dan Roni sudah bapak anggap anak,saya selalu mempersilakan kalian berdua kerumah ini."


"Mas Remon,kembalilah mas ke Jakarta,saya akan izinkan mas melihat Bintang,tapi kalau mas disini terus bisa bisa ibu tahu dan akan semakin marah pada saya mas."


Remon menatap Novi.


"Mas mencintaimu,sampai kapan mas mencintaimu,mas hanya menghargai mantan mas,cinta mas hanya untuk kamu sayang."


Melihat hal itu Roni tersenyum,ia keluar karna tiba tiba teleponnya berbunyi.


"Sayang mas tak bisa tenang di Jakarta kalau mantan kamu ada disini sayang."


"Mas Roni tidak tinggal di sini ia di kota lain,lagi pula saya tidak pacaran dengannya.Ia menolong bapak waktu bapak kecelakaan ,ia menolong bapak saat bapak di rujuk di kota P jadi ia kesini untuk mengecek bapak."


"Novi mana ada seorang dokter mengecek pasien kerumanya kalau tidak ada maunya."


Remon tampak kesal baginya Novi seperti membela Roni.,wajahnya tampak kesal.

__ADS_1


__ADS_2