
Perut Novi semakin besar,tak lama lagi ia akan melahirkan,Novi kelihatan bertambah cantik.
"Novi kamu sepertinya hampir melahirkan,kamu melahirkan sama bidan Sur saja ya?Novi tersenyum pada Ros".
"mana yang baik saja buk."Novi bicara sambil memegang perutnya
ibu tersenyum ia mendekati Novi
Saya akan nurut buk, ibu lebih tahu bidan di sini buk.
Tiba tiba novi meringis,ibu terkejut dengan perubahan yang tiba tiba,Novi meringis.Ibu Ros tampak bingung dan takut.
"Apa yang sakit nak? ee apa kamu mau melahirkan nak,aduh!bapak dimana ya?".
Novi masih meringis menahan sakit,Ibu Ros tanpak panik,ia melihat ke kamarnya.
"Pak..pak..Dimana bapak?"
Ibu melihat novi yang kesakitan,ia kelihatan cemas,dari dalam kamar bapak keluar,ia mendekati istrinya,ia juga melihat Novi.
"Ada apa dengan Novi buk?"
Bapak bergegas mendekati Ibu Ros dan Novi
"Pak kita haru membawa Novi,nampaknya ia mau melahirkan".
Pak Ridwan tampak panik,ia berjalan mundar mandir, melihat Pak Ridwan panik istrinya memanggilnya.
"Pak,kita harus segera membawa Novi ke rumah bidan pak,ia sepertinya mau melahirkan pak".Pak Ridwan bergegas mebghidupkan mobil.
Pak Ridwan cepat menghidupkan mobil carry bututnya,ibu Ros membimbing Novi menaiki mobil itu,Novi nampak kesakitan.
Setelah menunggu beberapa jam di rumah bidab Sur Novi melahirkan anak laki lak.i
ibu Ridwan sangat senang ketika mengendong bayi.Pak Ridwan pun juga senang ia memperhatikan bayi dan tersenyum sambil mengoyangkan kedua tangannya pada bayi itu,walau ia tahu bayi baru lahir tak akan mengerti maksudnya.
Pak Ridwan masih saja mengoyangkan jari pada bayi tersebut.
"Siapa ya nama cucu kakek" Pak Ridwan membelai pipi bayi itu.
"Belum ada nama lagi kakek."
Ibu Ros menjawab ucapan pak Ridwan sambil seperti ucapan anak kecil.kakek tersenyum pada Ros.
__ADS_1
"Saya tak sabar mengetahui nama cucu saya bu."
Ros dan Novi saling pandang dan mereka berdua tersenyum.
Sementara itu Remon masih saja sering mabuk mabukan,ia tidak lagi memperdulikan pekerjaannya semenjak Novi pergi dengan perut yang sudah besarRemon terlihat kacau,seperti malam ini.
Remon berjalan sempoyongan memasuki rumah yang ditemani adiknya Wulan.Remon tersenyum pada mama.
"mama,selamat malam mama."
Remon tersenyum dan melambaikan tangannya pada mama.Tiba tiba Remon muntah,ia kelihatan kacau sekali,mama mendekati Remon,ia mengusap punggung Remon.
Nak,kamu berhentilah minum,lihatlah diri kamu nak.
Remon hanya diam saja ia kelihatan lemah dan lemas.Wulan membimbing Remon menuju kamar ,setelah sampai di kamar ia membaringkan mas nya di kasur,Wulan sangat sedih melihat keadaan masnya,ia perhatikan masnya yang mulai tertidur,Remon Tampak kurus,Wulan melihat pada mamanya.
"Ma,kasihan mas Remon semenjak Mbak Novi pergi meninggalkannya ia seperti tak ada gairah hidup lagi."
"Ini semua gara gara wanita kampung itu,anakku jadi begini." Mama tampak kesal.
"Ma,mama harus menerima Novi,lihatlah mas begitu mencintainya,ia kelihatan hancur ketika istrinya itu pergi meninggalkannya".
mama terdiam mendengar ucapan Wulan.
"Lihatlah ma,mas tidak ada gairah hidup lagi,ketika Novi meninggalkannya,kita melihat mas terakhir begini ketika papa meninggalkan kita untuk selamanya,waktu itu mas begitu terpukul,sama seperti saat ini ma.."
"Nak maafkan mama nak,mama tak ingin kamu seperti ini nak,kamu kelihatan kurus dan tak ada gairah hidup."
Wulan meneteskan air mata melihat mama sangat bersedih melihat masnya begitu.Setelah beberapa saat memandangi putranya tertidur mama dan Wulan keluar dari kamar anak laki lakinya itu.
Matahari telah bersinar sangat terang. Remon masih tertidur dengan nyenyak.Wulan masuk kekamar masnya ia membawakan masnya secangkir kopi dan membawakan beberapa makanan dan semangkok sup.Ketika Wulan meletakan mekanan di meja,Remon terbangun ia melihat siapa yang datang,Wulan tersenyum pada masnya,Remon masih diam memperhatikan Wulan.
"Sudah bangun mas,mandilah setelah itu sarapan." Wulan duduk dekat masnya
"Jam berapa sekarang wulan ,kamu kok disini anakmu siapa yang jaga? "Wulan tersenyum
"Mas sekarang di rumah saya mas,mas mabuk kemaren,saya ditelepon teman mas untuk menjemput mas,jadi saya membawa mas ke rumah ini,sekarang sudah jam 9 pagi."
"Kepala mas terasa pusing dan sakit Wulan".
Remon memegang kepalanya
"Mas,kepala mas sakit karna mas minum terlalu banyak,berhentilah sekarang mas minum,kalau mbak Novi tahu mas banyak minum mas pasti kenah marah."
__ADS_1
"Mas minum untuk melupakan rasa rindu mas pada Novi Wulan."
"Mas coba mas sholat,saya lihat mas tidak sholat,siapa tahu tiba tiba hati mbak Novi tergerak untuk pulang,apa tak malu kalau ia melihat tubuh mas yang kurus begini."
Remon duduk dari tidurnya
"Wulan ,mas penasaran sekali,apa anak mas sudah lahir apa belum ya?"
"Saya rasa sudah mas, Mbak novi sudah lebih dari 6 bulan pergi dari rumah ini."
"Mengapa Novi pergi tanpa mas tahu sebabnya,ia menuduh mas ada hubungan dengan teman mas,kami hanya berteman saja,sampai saat ini mas belum tahu siapa yang mengirimkan Novi gambar mas duduk berdekatan dengan teman mas yang membuat mbak kamu cemburu dan kabur dari rumah."
"Mas,kalau Wulan boleh berkata,Wulan ingin mas seperti dulu,mas harus pikirkan pekerjaan mas,Wulan yakin anak mas sudah lahir,mas haru memikirkan masa depan anak mas,dan Wulan yakin mas akan berjumpa lagi dengan mbak Novi dan anak mas".
Remon menatap adiknya,ia menarik nafas.
"Mas,kalau mas tak masuk kerja terus perusahaan mas bisa bangkrut,apa yang akan mas kasih pada anak mas nantinya."
Remon tertunduk mendengar ucapan Wulan,ia seperti menimbang nimbang ucapan Wulan.
"Dek mas akan berangkat ke kantor sekarang,kamu benar anak mas harus menikmati kesuksesan mas bukan menikmati kebangkrutan mas."
Wulan tersenyum mendengar ucapan masnya ia terharu ,dipeluknya masnya,mas pun memeluk adiknya.
"Terima kasih dek,kamu telah menyadari mas kembali,mas akan memperlihatkan pada anak mas nanti,bahwa papanya sangat menyayanginya,papanya bukan seorang pecundang."
Tak lama mereka saling berpelukan ,tiba tiba mama muncul ,mama tersenyum melihat kedua anaknya saling peluk,ia mendekati anaknya.
"Remon,mama senang kamu mau kembali ke tempat kerjamu lagi,mama akan Terima Novi dan cucu mama kalau mereka kembali kerumah ini,mama janji nak."
Remon dan Wulan melihat pada mamanya,ia tampak senang mendengar ucapan mamanya.
"Ma,apa benar yang mama katakan,mama mau menerima Novi dan anak Remon ma,saya senang sekali ma.."
Remon sangat senang,ia melihat pada Wulan,adiknya itu tersenyum
Mama tersenyum ia menganggukan kepalanya.
"Mama tak ingin kamu seperti ini terus nak,asal kamu bahagia mana akan turuti keinginanmu nak."
mama memeluk putranya,Remon pun merangkul erat mamanya,Wulan pun mendekat ,mereka bertiga saling rangkul,suasana haru saat itu.
"Mama tak ingin kamu mabuk setiap hari nak,betul kata Wulan ,kamu haru perlihatkan pada anakmu nanti bahwa papanya orang sukses,bukan kebangkrutan yang akan kamu perlihatkan pada anakmu Remon.Remon menganggukan kepalanya,ia menyetujui ucapan mamanya."
__ADS_1
...****************...
Maaf pembaca yang mengikuti cerita ini,beberapa hari ini tak menulis,anak dirawat di rumah sakit,sekarang telah sembuh dan saya akan menulis kembali untuk pembaca setia..