
Remon memperhatikan Novi yang tidur duduk dekat Bintang,dengan hati hati Remon membangunkan Novi.
"Sayang..sayang..!"
Novi terbangun ,dilihatnya Remon dekat sekali dengannya.
"Sayang tidurlah disana,biar mas yang menjaga Bintang."
Novi tampak keberatan.
"Sayang!,kalau kamu sakit siapa yang akan menjaga Bintang,nanti menyuapi memandikan baju siapa,Bintangkan maunya sama kamu."
Novi melihat Remon sesaat.
"Baiklah,kalau ada berita mengenai Bintang,bangunkan saya,kamu jangan tidur dan pergi kemana mana ,nanti bisa terjadi sesuatu pada Bintang."
Remon mengangguk ia tersenyum pada Novi.
dengan berat hati Novi pindah ke kasur santai yang ada di dana.
Remon memperhatikan Bintang yang tidur nyenyak,ia mencium Bintang,dibelainya pipi Bintang,Bintang mengeliat tapi ia tidak bangun.
"Nak ayah sangat menyanyangimu,kamu sakit ayah sangat sakit pula nak,rasanya biar penyakit kamu berpindah pada ayah nak."
Reon berbicara perlahan pada Bintang,anaknya hanya diam karena ia tidur saat itu.
Roni baru saja tiba di kota P, ia seminggu ini berada di luar negeri.Hari ini hari pertama ia bekerja setiba di ruang kerjanya,ia langsung mencek hpnya.
"Mengapa beberapa hari ini Novi tak bisa di hubungi, hpnya tak pernah di angkatnya."
Roni menghubungi Novi masih tak diangkat oleh Novi.
"Lebih baik saya telepon pak Ridwan,siapa tahu ada yang terjadi pada mereka hingga Novi tak mengangkat telepon."
Roni menghubungi pak Ridwan ,pak Ridwan mengangkatnya.
"Assalamualaikum pak,saya Roni pak."
"Waalaikumusalam,ooo..Nak Roni ,lama kita tak bertemu kamu sehat nak?"
"Sehat pak" Roni menjawab
"Ada pa nak?" Pak Ridwan beranya
"Saya ingin menanyakan Novi,sudah berapa hari ini saya menelepon tak diangkatnya pak,"
"Bintang di rawat di kota K,ketika Novi membawa anaknya darmawisata Bintang tiba tiba pingsan di kota K dan dirawat di sana,hari ini mereka dibolehkan pulang."
"Pantas Novi tak mengangkat telepon saya, saat baru datang dari Amerika pak.Ooo ya pak ,sama siapa Novi disana."
Pak Ridwan nampak ragu menjawab.
Siapa yang menemani Novi pak? Roni bertanya lagi
__ADS_1
"Novi bersama Remon,Bintang yang menginginkannya."
Roni tampak cemburu,tampak jelas di wajahnya.
"Pantas ia tak mengangkat telepon saya,apa ia kembali lagi bersama Remon"
Roni berkata di dalam hati.Pak Ridwan tersenyum melihat Roni tampak cemburu.
Nak Roni,mungkin malam mereka sampai ke sini,tadi Novi telepon..
Roni mengambil hp nya,ia melihat pada Pak Ridwan.
"Pak saya mau mencoba Novi,kata bapak tadi ia menelepon bapak."
"Ya.. "Pak Ridwan mengangguk sambil tersenyum.
Roni menelepon Novi,tapi tetap tak diangkat,Roni tampak kesal.
"Lihatlah pak,saya menelepon tak diangkat."
"Mungkin Novi mengemas barang yang akan di bawah pulang,tapi ia tidak pulang semenjak Bintang di rawat,mungkin baju dan alat yang digunakan disana dibeli saja oleh Remon."
Roni hanya diam mendengar ucapan pak Ridwan.
Setelah menyelesaikan administrasi di rumah sakit Remon mengangkat barang barang,ia dengan semangat mengangkat barang barang,Novi tersenyun melihat Remon dengan semangat membawa barang barang.
Bintang duduk di sebelah Remon dan Novi duduk sendiri di belakang Remon.Mata Remon dan Novi sering beradu pandang,wajah Remon sangat genbira,Novi tampak agak malu.Sementara Bintang asik melihat Jalan.
"Ayah,Bintang ingin ayah Mengantar Bintang pakai Mobil bagus seperti ini ayah."
Remon hanya memegang kepala anaknya dengan sebelah tangannya.
"Ayah apa ayah mendengar ucapan Bintang."
"Ayah tadi tidak mendengar ucapan Bintang karna ayah melihat ke depan tadi nak."
"Bintang ingin ayah antar kesekolah pakai mobil bagus seperti ini."
"Bintang,mengapa kamu minta macam macam saja." Novi menegur Bintang
"Kamu kok bicara begitu dengan anak kita Novi,saya ayahnya wajar ia ingin saya mengantarnya,bagus dari ini saja mobilnya pasti akan saya kabulkan keinginannya."
"Mas,jangan di ajar ia hidup bermewah mewah." Novi berkata pada Remon
"Saya tidak mengajarkan anak saya unruk berfoya foya,Bintang hanya menikmati prrhatian ayahnya,iya kan nak."
Remon berkata pada Bintang ,Bintang mengangguk dan tersenyum.
Melihat anaknya tersenyum Novi diam saja di belakang,Remon memperhatikan melalui sepion mobilnya.
"Nak ayah lapar kita makan dulu di rumah makan nanti,kamu mau kan nak?"
"Ya Ayah, Bintang lapar ".
__ADS_1
Novi hanya dian mendengar percakapan ayah dan anaknya.
Mereka bertiga duduk makan dirumah makan,Remon lahap sekali makannya,sesekali ia menyuapi Bintang,Begitu juga dengan Novi ,ia pun nenyuapi Bintang,Bintang tampak kenyang.Novi memperhatkan Remon,ia sepertinya memang lapar.
"Mas nampak sangat lapar..."
Remon melihat Novi ia tersenyum.
"Saya beberapa hari ini tidak nafsu makan,setelah Bintang keluar dari rumah sakit perut saya sudah merasakan lapar,itu makanya saya mau makan."
"Bintang juga sepertinya ada nafsu makan,untung nasi di sini lunak."
Novi melihat bintang.ketika Matanya beradu pandang Novi tersipu.
"Kamu harus banyak juga makanya,kalau kamu sakit bagaimana dengan Bintang nanti.'
Novi dan Remon saling tatap dan tersenyum.Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan.
Roni tampak kurang nyaman bekerja,ia sering marah pada bawahannya,perawat yang kena sasaran marahnya merasa takut berjumpa dengan Roni,setelah menumpahkan kemarahannya ,Roni masuk keruangannya.
Ia mengambil hpnya,tapi akhirnya ia urungkan untuk menelepon.
"Saya tidak akan menelepon hari ini,hari ini Novi tidak akan menjawab telepon dari saya,karna ada Remon di dekatnya ,ia takut nanti mereka ribut."
Roni bicara sendiri,ia nenyandarkan badannya ke kursi kebesarannya.
Pak Ridwan dan Ibu Ros merasa senang melihat kedatangan Remon Novi dan Bintang.Buk Ros memeluk Bintang,
"Cucu nenek sudah sembuh ya,nenek merasa senang sekali.."
Nenek di rumah sakit Bintang ditemani ayah tidur,Bintang ingin juga ayah yang mengantar Bintang pakai mobil bagus ayah.
Remon menatap Novi dan kedua orang tua itu,ia tersenyum.
"Remon itu berarti anak kamu menyukaimu dan ingin dekat dengan kamu.."
"Saya maunya begitu buk pak,tergantung dengan Novi saja ,saya menginginkan anak saya orang tuanya lenkap."
Mendengar ucapan Remon Novi membelalakan matanya pada Remon.Bintang melihat bundanya membelalakan mata mendekati Novi.
"Bunda,jangan marah sama ayah kasihan ayah,nanti ayah takut sama bunda,dan tak mau jumpa Bintang lagi."
Remon mendengar anaknya berbicara bigitu segera memeluk anaknya.
"Bintang,ayah tidak akan meninggalkanmu,kamu anak ayah, tanggung jawab ayah,ayah akan mati kalau terjadi sesuatu padamu nak,ayah sayang sama kamu nak,kamu adalah hidup ayah."
Semua yang mendengarkan ucapan Remon merasa terharu.Ibu Ros menitik kan air mata.
"Novi,kalau boleh ibu berbicara,ibu ingin kamu rujuk kembali dengan Remon, kasihan Bintang,ia merindukan ayahnya nak."
Novi hanya terdian ia menunduk,Remon memperhatikan Novi.
"Sayang saya sangat gembira kalau kita rujuk,ini demi anak kita."
__ADS_1
Novi hanya terdiam,ibu Ros dan bapak Ridwan saling pandang.Mereka berdua sangat mwnginginkan merwka rujuk demi anak semata wayangnya.