
Remon telah membatalkan pernikahannya,orang tua Serly,sangat marah dengan mama Remon,mama Remon terpaksa diam menerima kemarahan mama serly.
"Saya tidak terima,anak saya diperlakukan begini,enak buat janji,tapi tak di tepati."
Mama Serly berkata sambil memandang permusuhan pada mana Remon
"Maafkan saya jeng Sur,saya tidak ada maksud membatalkan ,tapi mempelainya yang membatalkan saya tidak bisa berkata apa apa,yang akan menjalankan pernikahan mereka jeng."
"Kamu enak bicara begitu, anak kamu pria Duda lagi,anak saya gadis,tahu ia di tolak saat pernikahan apa kata orang."
Mama Remon mendekati Jeng sur teman semasa mudanya,tapi jeng sur menepisnya ia menolaknya.
"Kamu tahu saya benci dengan kamu dan anak kamu,saya kira kamu teman baik rupanya kamu yang bisa membuat saya malu,saya menyesal menerima pinangan kamu."
Mama Remon hanya terdiam,di pandanginnya Remon yang hanya diam mendengar pertengkaran mamanya gara gara dia.Remon mulai bicara.
"Tante,ini memang salah saya,saya tidak mencintai anak tante,kalau di paksakan anak tante yang akan menderita,untuk apa ia menyia nyiakan hidupnya untuk saya tante."
Jeng sur terdiam mendengar ucapan Remon.
"Kalau kamu tidak menyukai anak saya mengapa kamu bersedia menikahi anak saya."
"Mama yang menginginkan saya menikah setelah istri saya sekian lama tidak pulang,mulanya saya ingin melupakannya dan menerima Serly,tapi saya pikir pikir,saya tak mungkin mengorbankan Kehidupan Serly,ia bisa mendapatkan yang lebih dari saya tante."
tiba tiba papa serly mendekati Remon dan meninju pipi Remon dan juga perut remon,Remon tidak dapat mengelak,ia terkejut dan kesakitan.
"Itu belum apa apa,perlakuan kamu pada kami lebih menyakitkan dari itu,tapi betul katamu,untung anak saya tidak menikahi pria bej*t seperti kamu,ya lebih baik sekarang malu dari pada anak saya menderita!!"
Papa serly tak bisa menahan amarahnya.
"Maafkan saya om tante,saya mengaku salah,saya memang tak bisa dimaafkan."
"Ya sudahlah ma,ayo kita pulang saya makin jijik dekat mereka,kalau saya masih di sini,bisa bisa saya nanti berurusan dengan Polisi."
Dengan wajah yang tak bisa digambarkan papa Serly dan mamanya meninggalkam mereka,mama mendekati Remon,ia pun menampar Remon,Remon terkejut ia tak menyangka mama menampar di tempat yang sama yang ditampar oleh papa Serly.Ia meringis kali ini terasa sakir sekali,Remon mengusap pipinya menahan sakit ia tak berani melihat pada mamanya.
"Kamu itu pandai sekali membuat mama malu nak,kamu tahu saya sama Sur itu sejak muda berteman,lihatlah karna ulahmu ia memutuskan persahabatan dengan mama."
"Saya tidak ingin membuat Serly menderita dan menyiakan hidupnya untuk saya ma."
Mama menatap anaknya.
"Remon apa kamu telah bertemu istrimu."
Remon terkejut mendengar pertanyaan mama.ia berusaha setenang mungkin .
"Mama bicara apa,apa hubungannya dengan Novi,mama tahu kan saya tidak tahu kabar beritanya,kalau tahu tentu saya sudah membawanya ke Jakarta dan akan saya bawa menempati rumah yang telah saya buat untuknya.."
Ya sudah mama capek mama mau berbaring "dulu."
Tampa menunggu jawaban dari Remon mama meninggalkan Remon seorang diri.Remon masuk kekamarnya,ia melihat pipinya di cermin,dilihatnya pipinya merah dan agak bengkak,ia memegang pipinya.
__ADS_1
"Urusan saya dengan Serly sudah selesai,sekarang saya harus berpikir agar anak saya bisa tinggal dengan saya,kalau anak tinggal dengan saya mamanya pasti akan melunak dan menurut."Remon berkata perlahan.
Remon mengusap pipi,walau pipinya sakit ia tampak menyeringai.
...****************...
Kantor Remon yang dibuat di dekat rumah Novi telah selesai.Tetangga Novi mulai mengerumpi di depan rumah Novi,tepatnya di bawah pohon jambu air yang rindang di sana ada 2bangku bangku yang cukup panjang ,bisa menerima beberapa orang duduk disana.
Ros,nampaknya kantor itu sudah mulai bekerja,bagaimana ya, saya ingin anak saya bekerja di sana."
Ibu yang agak gemuk pun berkata.
"Saya melihat juga ada rumah mewah tak jauh dari kantor,apa orang yang sama yang membuatnya." ibu yang pendek juga berbicara.
"Saya sudah ketinggalan ibu ibu,saya tidak mengetahui ada bangunan baru dan megah buk." Ibu Ros ikut bersuara.
"Kamu itu Ros jangan di rumah saja ,Novi bisa membawa kamu keliling ,nanti kamu bisa tuek di rumah terus."
Mendengar ucapan ibu yang pendek Ros tersenyum.
"Kasihan Novi ia sudah sibuk dengn bapaknya setiap hari,saya tak mau menyusahkannya." Tiba tiba ibu mendekatinya ibu Ros.
"Ros coba tanya pada Novi dan pak Ridwan,siapa tahu mereka kenal dengan orang dalam di perusahaan yang baru berdiri,biasanya pemilik toko menerima informasi,siapa tahu orang dalam ada yang belanja di sana."
Sedang asik mereka berbicara tampak Novi menuju ke arah mereka.Ibu Ros memperhatikan Novi.Novi menyapa ibu ibu yang ada disana.
"Wah!,sudah ramai,ibu ibu membicarakan apa nih.."
"Ada apa buk kelihatan seru sekali."
"Begini Novi,kamu kan tahu ada perusahaan baru tak jauh dari sini,adakah orang perusahaan itu belanja di tokomu."
Novi tersenyum mendengar ucapan ibu tersebut.
"Saya tidak tahu buk,saya tidak memperhatikan dan bertanya pada pembeli."
"Novi coba kamu tanya pada pembeli,siapa tahu di antara pembeli itu ada orang dalam Novi."
Novi tertawa mendangar ucapan ibu itu.Ibu itu tampak tak mengerti mengapa Novi tertawa,melihat tatapan ibu itu Novi cepat menghentikan tawanya.
"Maaf buk Is,saya tak mungkin menanyakan satu persatu pembeli di toko saya,bisa bisa langganan saya kabur."
Ibu is pun tersenyum menyadari ucapanya.
"Kamu betul Novi,ide saya konyol juga ha..ha.."
Novi tersenyum melihat ibu itu tertawa,begitu juga dengan ibu ibu yang lain."
"Begini saja ibu ibu kalau saya dapat informasi akan saya sampaikan pada ibu ibu."
Ibu ibu di sana tampak senang mendengar ucapan Novi.
__ADS_1
"Kami menunggu kabar darimu Novi."
Novi tersenyum dan mwngangguk .Novi melihat ibu Ros."
"Bu,saya mau jemput bintang ,guru kelas 1 SD telah menelepon saya buk."
"Ya hati hati nak." Novi mengangguk ia tersenyum.Novi pamitan pada ibu ibu disana.
Sampai di SD di mana bintang sekolah Novi melihat anaknya berlarian ke arahnya setelah ia memarkirkan Hondanya..Bintang memeluknya,setelah minta izin pada wali kelasnya ia membawa Bintang pulang.
Wali kelas Bintang tetangga Novi,ia kos dekat rumah Novi ia masih gadis,padanyalah di titipkan Bintang oleh Novi sebelum Novi menjemputnya.
Bintang telah lurus bicaranya,Novi menuruti Roni Mengobati dengan Dokter kenalan Roni.
Sampai di rumah ibu ibu masih ada disana,Novi tersenyum melihatnya,Bintang berlari ke tempat ibu Ros berada.
"Nenek,saya sudah pulang,saya lapar nenek."
Ibu Ros memeluknya ,ia menciumnya.
"Wah cucu nenek yang ganteng sudah lapar ya,ayo nenek suapi. Melihat ibu Ros akan berdiri Novi segera berdiri."
"Biar saya yang mengambil nasinya bu."
Novi berdiri ia menuju rumahnya.
"Kamu senang sekarang Ros,mendapatkan anak yang baik seperti Novi,apa lagi ia mempunyai anak yang cerdas dan menyayangimu." Ibu Ros tersenyum senang.
"Bapaknya bintang apa masih sering ke sini?"
"Sudah agak jarang,ia tinggal di Jakarta,mungkin ia sibuk buk."
"Sesibuk sibukayahnya,seharusnya ayahnya datang ke sini melihat anaknya sekali kali."
Ibu Ros tersenyum mendengar ucapan ibu yang gemuk."
Saya tak mau mencapuri urusan mereka buk,biar mereka yang menyelesaikannya."
Tak lama Novi datang .
"Bintang sama bunda saja suapnya ya?"
Novi berkata pada Bintang.
Bintang mengeleng ia mendekati ibu Ros.
"Nek bintang suap sama nenek saja ya?."
Ibu ros tersenyum dan mengangguk ia mengisyaratkan agar Novi memberikan piring padanya.Novi memberikan piring nasi pada Ibu Ros.
"Buk,kalau begitu saya ke toko dulu buk ,kasihan bapak,mungkin bapak perlu sholat dan istirahat." Novi berkata pada ibu Ros
__ADS_1
Ibu Ros mengangguk Setelah tersenyum pada Ibu ibu di sana Novi pergi ke tokonya.