Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Melihat teman sakit


__ADS_3

Novi sangat senang pergi bersama melati ke rumah sakit,ia tersenyum saat di bonceng Melati,mereka singgah di mini market untuk membeli buah tangan.setelah turun dari motor Melati heran melihat Novi tersenyum sendiri


Saya heran sama kamu Novi,Bunga kecelakaan ,harusnya kamu sedih,ini malah tersenyum senang."Novi menoleh pada Nelati


"Saya bukan senang karna Bunga kecelakaan,tapi saya senang,saya tidak lagi di tempat yang membosankan.


Restoran semewah itu kamu bilang membosankan apa saya tak salah dengar Novi?,Novi tertawa sambil menutupi mulutnya.


"Bagi kamu mungkin senang di restoran itu bagi saya seperti di bawah sinar matahari,panas, gerah."Melati tersenyum


"Kamu memang aneh,restoran itu pakai ac,kok kamu bilang kamu seperti di bawah matahari,saya tahu,hati kamu kepanasan berada di sana,saya penasaran,sama siapa kamu si sana tadi."


"Kalau kamu tahu kamu juga merasakan sensasi panas matahari di tubuhmu."


Novi Melati tertawa.


Mereka mengambil beberapa macam roti,setelah merasa cukup yang di beli, mereka nenuju ke rumah sakit.


"Untung Bunga hanya lecet,luka yang parah hampit tidak ada,,hanya lecet lecet saja."Melati berkata,ia tampak legah setelah melihat Bunga,Bunga meringis.


"Tapi saya tidak bisa jalan dan kepala terbentur".


Bunga berkata sambil menahan sakit,kaki dan tangannya bayak yang lecet


Melati nemperhatikan kepala bunga,ia terkejut kening nya tampak benjol


"Ooo,pantas karna itu kamu belum boleh pulang".


Novi melihat lebih dekat kening bunga yang benjol.


"Ya kepala saya terasa pusing,tadi kaki saya agak susah di gerakan".Novi dan bunga melihat kaki Bunga,mereka kasihan Novi meringis dan kesakitan.


"Ooo,mungkin luka dalam ,tubuh kamu bunga,banyak orang seperti itu,saat di lihat tak apa apa setelah di lakukan tes banyak penyakit yang di temukan ,maksud saya , ia patah dalam tapi tidak tampak oleh kita,tapi tangan atau kaki pasian sulit di gerakan"


Bunga hanya meringis,tiba tiba Melati baru menyadari di sana ada orang tua bunga,ia langsung menyalaminya dan mencium tangannya,melihat itu Novi juga mengikuti menyalami dan mencium tangan kedua orang Tua Bunga.Orang tua itu,tampak kawatir pada anaknya.


"Bunga,mungkin kamu patah tulang." Novi berkata,sambil melihat Bunga


Saya merasakan seperti itu,satu kaki dan tangan saya sulit di gerakan,sakiiit sekali." Bunga meringis,kedua temannya merasa kasihan.


Kamu yang sabar ya Bunga,ini cobaan dari Tuhan,kalau kamu iklas dan sabar kamu akan naik tingkat,kamu sekarang sedang di uji Allah."

__ADS_1


Novi berusaha menghibur bunga.


Bunga mengangguk,ia mencoba terswnyum pada temannya,walau wajah yang menahan sakit terlihat.


Setelah sekian lama mereka di rumah sakit,Remon menelepon Novi.Novi keluar mengangkat telepon Remon.


"Halo,ya ya,baiklah."Novi mengakhiri telepon Remon.Novi masuk ke ruangan Tadi ia melihat pada Bunga,


Bunga,jemputab saya sudah datang,saya permisi dulu,kalau ada kesempatan saya kesini lagi."


"Jangan ada kesempatan Novi,sering seringlah ke mari menjenguk Bunga ,dengan kedatangan kita nanti Bunga akan merasa terhibur."Bunga tersenyum,mendenfar ucapan Melati,ia meligat pada Novi.


"Saya tidak apa apa jangan terlampau mengkwatirkan saya."Bunga merasa ia akan merepotkan kawan kawanya.


"Itu guna teman bunga,teman ada di waktu kita sedang susah jangan ada waktu kita senang saja Bunga."


Melati menambahkan,Novi melihat pada Melati ia tersenyum.


Kamu tahu keadaan saya mel,,saya susah untuk keluar,ada yang menjeput terus,untung tadi saya bisa pergi sendiri.


Saya tadi terkejut waktu saya menelepon kamu,kok bisa kamu bisa pergi dengan saya ,tidak di kawal dengan sopir,dimana orang tuamu tadi?.Novi tersenyum.


"Tadi kami di restoran,ada teman temanya di sana,jadi ia mungkin malu mengekang saya,mungkin menjaga namanya tadi di depan teman temannya"Ibu Bunga saling oandanf mendengar ucapan dari teman anaknya.


Teman Anaknya terdiam mendengar ucapan mama Bunga.Tak lama Novi minta izin pada mereka semua setelah mennerima telepon sekali lagi,Novi berlalu dari hadapan mereka.


Sementara Remon menunggu Novi di dalam mobil di depan rumah saakit, ia menghidupkan musik perlahan ,setelah Novi berada dalam mobil,Remon melirik Novi.


"Bagai mana temanmu apa tidak parak?".Remon bertanya


"Tangan dan kakinya sepertinya patah,katanya nanti malam di operasi" .Novi menjelaskan


"Mengapa kamu lama sekali di sana,rumah sakit itu banyak penyakit,untuk apa kamu lama lama di sana". Novi melirik Remon.Novi melirik Remon


"Kan tak mungkin mas saya cepat pulang ,Bunga itu sahabat saya ia sering menolong saya,"Novi berusaha tidak kesal pada Remon.


Iya saya mengerti Bunga itu sahabat kamu,tapi kamu tahu kamu itu punya suami pikirkan juga suami kamu ini.


"ya saya mengerti,saya minta maaf mas."


Novi akhirnya berkata ,ia malas betengkar,ia tahu sifat Remon yan tak berhenti kalau ia tetap mempertahankan pendapatnya.

__ADS_1


Remon tersenyum ia memegang kepala Novi


Gitu dong nurut sama suami,ini setiap suami berkata membantah terus."


.Novi hanya terdiam ia malas menangapi omongan Remon lagi.


Remon meirik Nopi lagi,ia tersenyum, Novi tidak menjawab yang ia katakan.


Sekarang kita maunya kemana Novi?


Terserah mas saja.Novi berkata tanpa melihat pada Remon,Remon melihat pada Novi,ia tampak tak suka Novi acuh saja ketika ia bertanya


Lihat saya dong kalau menjawab


Mas,mengapa sih setiap yang saya kakukan selalu salah di mata mas,saya malas sebenarnya berdebat,tapi mas membuat saya muakĀ”."Novi menumpahkan kekesalannya.


Remon mendadak menepikan mobilnya,ia tampak marah,mendengar ucapan Novi


"Kamu muak ya sama saya,kamu mau apa sekarang!!,mentang mentang di kasih kebebasan,berani melawan saya sekarang,kamu sadar tak, kalau membuat suami kesal kamu tidak akan masuk surga"


Novi terdian,ia menunduk,air matanya mulai berjatuhan


"Kalau dibilangin hanya bisa nangis,itu senjatamu!." Remon masih marah


Novi terisak isak.Akhirnya Remon memajukan mobil dengan kecepatan tinggi,Novi merasa takut ia memegang kedua tangannya di bangku mobil tempat duduknya.Sampai di rumah,Novi bergegas turun melihat hal itu Remon menjalankan mobil tanpa bicara pada Novi,ia meningalkan Novi begitu saja,Novi nelihat Mobil yang berlalu,mulutnya berkata.


"Mas,saya merasakan kita makin hari makin tak cocok ,saya tidak tahan dengan perlakuan kamu yang seenak dirimu saja."


Novi lalu berjalan masuk ke dalam rumah.dikamarnya Novi menumpahkan kesedihannya.Sedang Remon menuju Bar,Remon tidak banyak minum setelah minum sebotol ia menghampiri temannya,sipemilik Bar.


Mon,jangan banyak minum,kasihan istrimu,waktu kamu mabuk ia kawatir sekali padamu


Remon melihat pada Fikri,si pemilik Bar.


"Saya tidak akan menyusahkannya,saya mau pulang sekarang Fik." Fikri tesenyum pada Remon,Remon melambaikan tanganya pada Fikri


Remon meninggalkan Bar ,ia masih bisa mengendarai mobil.Mobil Remon menuju Rumah Wulan,Wulan,mama,dan suaminya heran melihat Remon datang tengah malam ke rumah Wulan


Remon kenapa kamu datang tengah malam ke sini,dimana istrimu?.mama bertanya penuh selidik


Remon terdiam sesaat,ia melihat pada mama,Wulan dan suaminya,

__ADS_1


,Saya rindu berkumpul bersama dengan mama dan wulan,saya sekarang mengantuk saya kekamar dulu."


Remon berlalu,melihat hal itu mama ,Wulan dan suaminya terdiam dengan banyak pertanyaan di pikiran mereka masing masing


__ADS_2