
Remon melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,sambil membawa mobil Remon mendengarkan lagu,ia ikut sesekali bernyanyi,ia nampak menikmati perjalananya kali ini.setelah beberapa jam ia tiba detempat yang di tujuh,ia memarkirkan mobilnya,dan masuk kegedung pertemuan ,saat ia tiba di dalam gedung beberapa teman sma nya melambaikan tangan,ia menuju teman tenannya,mereka menyambutnya dengan senyuman
"Akhirnya kamu datang juga Remon,kami kira kamu tidak datang,kami tahu teman kami yang satu ini sangat sibuk,maklum bos besar."
Remon meninjuperlahan teman yang bicara tadi,sambil tersenyum,temanya meringis.
Siapa yang bos besar pak Dokter?".
teman yang berbicara adalah seorang dokter
"Kami dengar perusahaan kamu ada di dalam dan luar negeri,kamu memang hebat Mon,saya salut sama kamu."
"Pak dokter pandai sekali menyanjung orang."
Remon berkata lagi
Remon tampak tak enak hati di puji temannya yang dokter. Tak sengaja ia melihat Friska menuju ke arahnya,mereka saling tatap.tampa ia sadari ada teman ya berkaca mata mendekati Remon,ia menepuk Pundak Remon,Remon melihat kearahnya,lelaki itu senyum mengoda pada Ramon
"Wah!,bos besar datang juga rupanya ,suatu kehormatan bagi kita semua,bos yang super sibuk datang juga ke acara kita ini,selamat datang kawan!.."
Temanya itu memeluk Ramon, Ramon membalasnya ,ia tersenyum padannya,akhirnya mereka duduk bersana,Friska mencuri pandang pada Remon,Remon tak menyadarinya ,ia asik mengobrol dengan temannya,kadang mereka tertawa bersama.
"Mon,nanti ,setelah acara ini ,kita akan pergi ke rumah Basir,kata yanti ia sakit kita nanti pergi melihatnya,kehidupannya agak kurang sedikit dari kita,rencana nanti kita akan nengumpulkan dana,untuk di sumbangkan pada Basir,dan memberi sumbangan pula pada sekolah kita."
Remon mengangguk angguk mendengar penjelasan temannya yang bernama Salim.
"Bro,kok tidak ada yang membawa istri dan anak ,apa masih bujangan semua,saya tidak yakin teman teman saya yang ganteng belum satupun yang menikah.".
Salah seorang temanya yang agak kucu pembawaanya bertanya pada teman temanya,ia menoleh ke Remon,Remon pura pura tak mengerti maksud Temannya itu.
"Mon,mana istri kamu,saya dengar dari Friska kamu sudah punya istri,kok tidak kamu ajak,kenalkan sama kami dong."
Remon melirik Friska yang duduk dengan teman teman wanita,wanita itu sedang bicara dengan temanya.Remon melihat Friska berbincang dengan temannya.
"Saya sebetulnya mau mengajak istri saya,tapi pas hari ini ,ia ada urusan jadi tak jadi saya bawah."
Kamu sudah punya anak mon?,kalau saya sudah dua orang,anak saya sepasang."
__ADS_1
Temannya yang dokter bertanya pada Remon.
"Saya belum punya anak,pernikahan kami baru setengah tahun,lagi pula belum di kasih rezki sama yang di atas cun."
Akhirnya acara di mulai,mereka berhenti berbincang bincang,dan mendengarkan pembawa acara.
Novi telah selesai ujian,ia telah menuju mobil yang telah parkir dari pagi tadi,melihat Novi,Sopir bergegas membuka pintu.Novi tersenyum pada pak sopir.
"Maaf ya pak,bapak menunggu lama,tesnya baru selesai,ayo kita berangkat pak!,tapi kita singgah dulu nanti ke mol ya pak,saya mau beli sesuatu di sana."
Pak sopir mengangguk,setelah Novi berada di dalam mobil,mobil berjalan menuju jalan raya.Novi melihat hp nya,ia tampak menunggu seseorang menekepon,ini terlihat Novi sering melihat hp,ia bergumam sendiri.
"Mas kok dari tadi tak memberi kabar,ia tak menelepon,apa harus saya yang menelepon,tapi tak usalah, nanti ia di tertawakan teman temannya,dikira ia isti nanti."
Pak sopir diam saja,ia fokus mengemudi.Tiba mobil di mol,mobil mencari tempat parkir,Novi turun dan berjalan sendiri,ia tampak membeli sesuatu,tak lama ia kembali ke tempat parkir.
"Cepat siap belanjanya mbak."
Novi menoleh pada sopir saat ia naik keatas mobil,ia tersenyum.
"Iya mbak..."
Sopir mengangguk hormat.
"Ayo kita berangkat,kalau bisa Sore kita sudak di rumah ya pak?
Iya mbak,"
Sopir mengangguk dan menjalankan mobilnya,Novi memperhatikan telepon lagi ,Remon masih belum menelepon,ia tampak agak gelisah dan menarik nafas,dan tak lama menghembuskan kembali.Sampai di pasar tradisional ,pak sopir turun bersama Novi,setelah agak lama,mereka selesai belanja,belanja Novi cukup banyak,setelah belanja mobil menuju ke Rumah,Saat ia masuk kerumah ia berjumpa dengan bik ijah.
"Bik tolong bawa masuk belanjaan ke rumah,tolong angkat barang yang saya beli tadi,bantu pak ujang mengangkatnya,"
Bibik mengangguk dan membawa beberapa pembantu untuk membawa belanjaan yang sudah di beli tadi.
Novi masuk ke dalam kamarnya,ia duduk di tempat tidur ia masih melihat hp,berharap suaminya menelepon,tapi tak ada sms atau telepon yang masuk,Akhirnya novi masuk kekamar mandi dan mandi,tepat setelah ia mandi terdengar azan untuk solat ashar.Setelah Sholat ia naik ke atas tempat tidur,tak lama ia tertidur.
Remon pulang ke rumah Jam sembilan malam ia terkejut kamarnya masih gelap,setelah lampu dihidupkan,di lihatnya istrinya tertidur di kamat,ia tersenyum
__ADS_1
"Pantas kamar gelap,rupanya ia tidur di dalam kamar,mungkin ia ketih pulang dari tes tadi,"
Ramon masuk kamar mandi,ia membersihkan dirinya,ketika ia siap mandi ,ia melihat mata Novi terbuka,Novi melihat Remon,ia masih merasa ngantuk.
"Baru bangun yang?,mas pulang tadi ,lampu masih padam,kamu mulai tidur jam berapa tadi yang?. Novi duduk di atas tempat tidur
Novi terkejut,hari sudah malam,ia meninggalkan sholat karna tertidur,ia bergegas turun dan masuk kamar mandi dan ia sholat.,setelah sholat Novi melihat pafa auaminya.
"Jam berapa mas datang tadi?"
"Baru datang tadi mas lansung mandi,,mas tiba tadi jam sembilan,bagaimana ujiannya yang."
Soalnya biasa saja tapi jawabanya yang susah mas"
Novi berkata sambil tertawa,Remon ikut tertawa ia memencet hidung istrinya,mendengar ucapanya istrinya,istrinya memekik.
"Sakit mas!,mas selalu suka memencet hidung saya,sakiit,mau patah rasanya hidung saya."
"Remon tertawa mendengar ucapan Novi,ia merasa gemes pada Novi.
"Mas gemes sama kamu.Sayang tadi teman mas nanya kamu,mas katakan kamu ada keperluan tadi, makanya kamu tidak datang,tapi teman teman mas tak ada bawa istrinya."
"Mas apakan tadi bekas pacar mas datang?"
Novi melihat pada Remon, tampak sekali ada rasa ingin tahunya Novi.Remon membelai ,rambut istrinya.
"Tentu saja mereka datang,kabarnya semua teman mas datang,ya ,sudahlah masa lalu jangan dibahas,lebih baik kita bicarakan tentang kita saja."
Remon naik ke atas tempat tidur,ia bersandar ,dan menberi syarat agar Novi duduk bersamanya,Novi duduk bersandar di dada Suaminya.Remon merangkul Novi.
"Sayang ,teman teman mas sudah banyak yang punya anak,mas ingin juga menjadi seorang ayah,bagaimana sayang,"
Belum sempat Remon berkata Novi telah menganbil selimut ,ia tutupi badanya dengan selimut,Remon menariknya, ,Novi melihat pada suaminya.
"Mas saya baru datang bulan sepulang tes tadi".
Remon merasa agak kecewa,setelah mengecup kening istrinya,ia berbaring membelakangi Novi,Novi hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yang agak kecewa,ia melihat punggung suaminya beberapa saat,lalu ia pun memejamkan matanya.
__ADS_1