
Remon sangat kesal mendengar ucapan Novi dengan perasaan kesal ia menuju bandara,ia melajukan mobil dengan perasaan tak menentu,untung tidak terjadi kecelakaan.
Sampai di bandara ia menelepon pimpinan perusahaan yang ada di sana.
"Saya akan kembali ke Jakarta ."
"Bapak baru datang kok kembali lagi ke Jakarta,apa ada masalah di perusahaan pusat pak."
Pimpinan perusahaan di tempat itu bertanya ia merasa heran
"Tidak,saya mungkin akan jarang ke sini,kamu urus saja perusahaannya,saya saat ini tak ingin banyak berkata."
Setelah berkata demikian Remon mematikan Teleponnya.Setelah menelepon Remon membeli tiket untuk ke Jakarta
Pak Ridwan masih tampak gelisah,Novi mendekati pak Ridwan.
"Ada apa pak,apa yng bapak kwatirkan?"
Pak Ridwan melihat pada Novi.
"Saya kawatir dengan Remon tadi,saya kawatir ia kecelakaan,kamu lihatkan ia dengan wajah emosi pergi dari rumah tadi?"
Novi diam mendengar ucapan pak Ridwan.Pak Ridwan menelepon Remon,tapi tidak ada jawaban.
Saat pak Ridwan menelepon Remon sedang membeli tiket,setelah melihat, siapa yang menelepon ia tidak mengangkat teleponnya.
"Novi coba kamu sms,tanya apa ia baik baik saja,kamu gunakan hp bapak." Pak Ridwan tampak gelisah.
"Untuk apa bapak mengkwatirkan Mas Remon pak?"
Pak Ridwan melihat pada Novi.
"Remon itu telah bapak anggap anak bapak,ia masih suami kamu,kalian belum ada putusan cerai dari pengadilan nak,dan Remon adalah ayah yang sangat di sayang oleh Bintang,kalau terjadi sesuatu bagaimana perasaan Bintang".
Mendengar itu Novi terdiam,kerena pak Ridwan terus mendesak Novi untuk sms,ia pun mengetik sms pada Remon mengunakan hp pak Ridwan..
Remon telah selesai membeli tiket ia duduk termenung seorang diri,ia tidak menghiraukan orang yang berada disana.Ketika sms masuk ia tersentak dari lamunannya.ia membaca sms dari pak Ridwan yang nengkwatirkan keselamatannya,ia pun akhirnya membalas sma itu.
"Saya baik saja pak,saya telah berada di bandara,saya akan ke Jakarta."
Novi merasa senang membaca sms Remon.
"Apa kamu tidak rindu dengan anakmu,mengapa kamu pergi ke Jakarta?"
Novi membalas Sms Remon.
"Saya kesal dan kecewa mendengar perkataan Novi pak,saya tidak ingin berjumpa dengannya saat ini."
Remon membalas sms pak Ridwan yang diketik Novi.pak Ridwan tersenyum melihat Novi membalas sms Remon
"Kamu bisa tak memperdulikan Novi,kamu bertemu saja dengan Bintang nak,Bintang sangat merindukan nak Remon."
Novi membalas lagi sms Remon,sambil tersenyum.
"Untuk saat ini saya tidak ingin pak,saya ingin ke Jakarta menenangkan diri saya pak."
__ADS_1
"Ya tak apa,tapi kamu jangan lupakan anak kamu,kasihan ia,ia tidak tahu masalah orang tuanya." Pak Ridwan memperhatikan Novi.
"Tadi sok tak mau membalas sms Remon,sekarang malah keenakan membalasnya". pak Riwan berkata perlahan,Novi tidak mendengarnya ia asik membalas sms Remon.
"Ya pak,saya akan mendengarkan ucapan bapak ,tapi saat ini biarkan saya ke Jakarta Tiket telah saya beli,sebentar lagi saya akan berangkat."Remon masih membalas sms Novi.
"Ya hati hati di jalan ,jangan ngebut seperti tadi,iangat anakmu membutuhkanmu."
"Ya Pak,saya juga minta maaf pada bapak,saya telah membuat keributan di tempat bapak,tolong jaga istri dan anak saya pak."
"Ya."
Novi mengakhiri smsnya dengan Remon,ia tertegun sesaat,Novi terkejut ketika pak Ridwan menepuk pundaknya.
"Apa yang kamu pikirkan,apa kamu tidak ke toko?"
Novi tersenyum pada Pak Ridwan.
"Ya pak saya akan ke toko,saat ini pembeli tidak banyak,saat ada wanita tadi orang sedang ramai,saat ini adik adik yang ada di toko bisa mengatasinya."
"Apa kata Remon tadi?" pak Ridwan bertanya.
"Mas Remon telah berada di bendara,ia akan ke Jakarta."
"Baguslah tak terjadi apa apa,jadi ia ke Jakarta sekarang."
"Iya pak,tiket telah di beli mas Remon,sebentar lagi ia akan berangkat."
...****************...
Di pesawat Remon tampak termenung,ia tak menyadari ketika pesawat sampai di jakarta,ia tersentak ketika pramugari berkata padanya.
Remon tampak malu.
"Kita sudah sampai di Jakarta mbak?"
Pramugari tersenyum ia mengangguk.
Dengan perasaan tak menentu Remon berdiri dan keluar dari pesawat.
Remon tidak langsung ke rumahnya ia menuju kafe temannya.Temannya tersenyum melihat wajah Remon yang kusut.
"Bos mengapa kamu seperti tidak bersemangat,ada masalah apa lagi?"Temannya bertanya,
"Istri saya membuat saya kesal,saya sakit hati padanya." Remon tampak kesal
"Istri kamu,kamu sudah menikah lagi Remon?"
Remon menatap temannya.
"Saya tidak menikah lagi,saya telah bertemu dengan istri saya yang kabur."
"Itu kan bagus,mengapa kamu kesal." Temanya tersenyum
Remon melihat pada temannya.
__ADS_1
"Saya mau minum,tolong kamu bawakan minuman ke sini,saya ingin melupakan segala masalah yang ada."
Iklas tahu,Remon kalau ada masalah selalu mencarinya,untuk minum sampai mabuk.
Iklas menuangkan minuman ke gelas Remon ia juga ikut minum.
"Saya mulai tidak suka dengan perempuan iklas,perempuan itu menyebalkan,saya tidak ingin berhubungan dengan mereka lagi,saya tidak ingin menikah lagi,semua itu menyusahkan saya saja."
"Ada apa dengan istrimu itu."Teman tanpak heran.
"Saya telah menghilangkan ego saya supaya ia kembali pada saya,apa yang saya dapat ia tetap ingin menikah dengan bekas pacarnya."
"Sudahlah jangn kamu pikirkan,kamu lebih baik seperti saya tidak menikah,kalau ing*n ,kita bisa pesan saja."
Remon melihat pada iklas,ia sudah mulai mabok,matanya sayu.
"Saya kasihan pada Bintang."
"Siapa Bintang Remon?."
Remon tersenyum pada Iklas.
"Kamu belum tahu dengan Bintang,ia anak saya,saya sangat menyayanginya,saya tidak jadi bertemu dengannya gara gara wanita itu,Serly berani ke tempat istri saya."
"Serly,tunangan kamu itu." Temannya tampak terkejut.
Remon mengangguk.
"Karena wanita itu Novi akan mengurus cerai dan akan menikah dengan bekas pacarnya."
"Begini saja ,kamu tidak usah memikirkan mereka lagi,kita haru bersenang senang,apa perlu saya panggil wanita untuk menghibur kamu?" Remon tidak menjawab.
Tanpa persetujuan Remon iklas memanggil wanita pengh*bur.Remon telah mabuk saat wanita itu datang.
Remon melihat dua orang wanita mendekatinya,setelah sekian lama di temani wanita itu Remon melihat pada Iklas.
"saya mau pulang" Iklas hanya tersenyum.
Remon menelepon asistennya,asisten sedang menonton tv, melihat bos nya menghubunginya dengan suara khas orang mabuk asistennya terkejut ia mendengarkan bos berkata,
"Tolong kamu jemput saya saya di tempat Iklas."
"Iya pak." asisten cepat menjawab.
Remon mematikan teleponnya.
Asistennya heran,ia tertegun sesaat.
"Bos kan sedang berada di tempat istrinya,mengapa ia mabuk di tempat Iklas,pasti ada terjadi sesuatu."
Asisten bicara sendiri sambil mengambil kunci mobil,ia langsung menuju tempat Iklas.
Asisten terpana melihat Remon telah mabuk di dampingi perempuan,ia mendekati bosnya.
"Ada apa dengan bos saya pak iklas."
__ADS_1
"Bos kamu itu sedang ada masalah,kamu hati hati saja dengannya,ia ada masalah dengan isterinya."
Dengan susah payah asisten dan iklas membawa Remon yang tidak sadar diri ke dalam mobil asisten.Setelah sampai di rumah asisten membawa Remon bersama satpam memasuki Remon ke kamarnya.setelah menatap Remon sesaat asisten pulang ke rumahnya.