Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Rindu sama ayah


__ADS_3

Roni pulang dengan rasa gembira,lamarannya pada Novi di terima,walau Novi harus terlebih dahulu mengurus cerainya.Didalam mobil Remon bersiul kadang ikut menyanyi mengikuti lagu yang ada di mobil.


Sampai di rumah sakit perawat nampak heran karna Roni tampak tersenyum saat berpapasan dengan mereka ,biasanya Roni cuek ,pada orang tertentu saja ia menyapa dan tersenyum.


Ketika Roni melewati mereka beberapa perawat berbisik.


"Tidak biasannya pak Roni ramah sekali seperti saat ini." perawat yang paling rendah berkata.


"Mungkin pak Roni sudah bertemu dengan pacarnya." perawat yang gemuk berkata.


"Mungkin saja,kita tidak pernah melihat pak Roni dekat dengan wanita selain wanita yang dulu yang dimarahi pak Roni waktu ke sini dulu."Kata perawat yang kurus.


"Ada satu lagi wanita yang beranak satu yang orang tuanya dirawat disini,itu mungkin kekasih pak Roni,pak Roni perhatian sekali dengan wanita itu." Perawat yang kuning langsat berkata.


"Masak iya pak Roni mau dengan wanita beranak satu,Wanita itu memang cantik,kamu belum melihatnya.Kata perawat yang agak hitam.


"Secantik cantik janda kan lebih baik sama perawan."Perawat yang kurus berkata lagi.


"Kamu itu belum tahu rasanya dengan janda ya." perawat pria ikut berkata.


"Mana saya tahu rasa janda,saya kan perempuan." Perawat yang kurus berkata lagi.


"Kamu perempuan ,pantas.."Perawat laki laki mengantungkan ucapanya.


"Pantas apa,kamu kok pintar membuat penasaran." perawat yang kulit kuning langsat berkata


"Pantas suka ngomongin orang pagi pagi."Perawat pria berkata sambil tertawa.


"Emangnya semua perempuan suka ngomongin orang." Perawat itu agak tersinggung dengan ucapan perawat pria itu.


"Tidak maaf,kalau kamu terkecualiannya.perawat pria cepat merelat ucapanya.


Perawat laki itu minta maaf pada perawat perempuan berbadan kurus.


"lain kali kalau bicara lihat dulu orangnya."


Perawat itu masih tersinggung.


Perawat laki laki tersebut terdiam.


"Maaf sel kamu jangan cepat marah nanti cepat tua."


Perawat laki laki itu berkata ,tampak wajah mwnyesalnya.


Bintang tampak gelisah Remon telah beberapa hari ini tak pernah tampak.Novi yang melihat tingkah Bintang yang agak lain dari biasanya menegur Bintang.


"Kamu ada apa nak,mengapa kamu sepertinya gelisah."


"Ayah bunda,mengapa ayah tidak datang lagi kesini?" Bintang bicara agak merengek.


"Ayah kamu mungkin sibuk."


"Bunda Bintang ingin bicara dengan ayah,Bintang rindu sama ayah,teleponkan ayah bunda." Novi mulai agak marah pafa Bintang.


"Kamu jangan banyak tingkah Bintang!."


Bintang cemberut,ia masuk kedalam kamar,mendengar suara Novi yang agak keras Pak Ridwan keluar kamar, ia melihat pad Novi.


"Novi ada apa,mengapa suara kamu keras tadi bapak dengar."


Novi tertunduk tak lama ia melihat bapada pak Ridwan.


"Bintang tadi pak banyak ulah tadi."


"Banyak ulah bagaimana Novi." Bapak bertanya.


"Ayahnya tidak datang ia ia merengek." Novi tampak kesal.


"Kamu ini jangan cepat marah sama anak,wajar ia rindu sama ayahnya."

__ADS_1


"Untuk apa ia rindu dan mau bicara dengan ayahnya,ayahnya saja tidak teringat dengan dia." Tampak wajah kesal Novi.


"Kamu kok bicara begitu nak,mungkin saja Remon sibuk,coba kamu yang menghubunginya,biar Bintang yang bicara padanya."


Novi terdiam mendengar ucapan pak Ridwan.Melihat Novi yang diam saja pak Ridwan berdiri.


Pak Ridwan masuk kekamar Novi,dilihatnya Bintang sedang menelungkup,dilihatnya punggung Bintang berguncang,Pak Ridwan mendekati Bintang.


"Cucu kakek,kok tidur menelungkup,kakek ingin melihat wajah tampannya."


"Bintang membalik,ia terisak."


"Ada apa ini siapa yang membuat cucu kakek menangis."


Bintang terisak ia menatap kakeknya.


"Bunda jahat kakek,bintang rindu sma Ayah,Bintang mau bicara dengan ayah."


Bintang bicara terisak.


Pak Ridwan memeluk bintang.


"Kamu mau bicara dengan ayah,kamu harus berhenti menangis nanti kakek telepon ayahmu,hapuslah air matamu."


Dengan cepat Bintang menghapus air matanya,Kakek tersenyum ia lalu mengambil hpnya.Pak Ridwan mmenhubungi Remon.Telepon pertama tak terhubung,setelah telepon ke tiga kalinya baru terhubung.


"Assalamualaikum nak."


"Waalaikumusalam pak." Remon menjawab.


"Kamu sibuk nak?"


"Tidak pak,saya baru selesai rapat."


"Ini anak kamu ia ingin bicara sama kamu,sampai ia menangis karna dimarah Novi."


"Mana dia pak,biar saya bicara dengannya,kasihan dia,mengapa Novi memarahi anaknya."


"Ayah Bintang rindu sama ayah,mengapa ayah tidak datang lagi ke rumah Bintang,apa ayah tidak sayang sama Bintang."


Remon tersenyum haru.


"Mengapa kamu bicara begitu nak,ayah sangat menyayangi kalian,tunggu beberapa hari lagi ayah akan datang sayang."


Bintang tampak tersenyum,Remon melihat anaknya ia terharu.


"Kamu mau ayah belikan apa nakkalau ayah menemuimu nanti?."


"Pesawat sama pistol pistol ayah,Bintang kalau sudah besar ingin naik pesawat."


"Kamu ingin naik pesawat nak,ayah bisa mengajak kamu.'


Wajah Bintang tampak berubah gembira.


"Iya ayah,kapan ayah mau membawa Bintang?" Remon tersenyum haru.


"Setelah kamu libur sekolah dan dapat izin dari bunda mu,coba kamu yang mengajak bunda ikut dengan kamu di waktu libur,tapi jangan bilang ayah yang menyuruh kamu."


Bintang tersenyum.


"Ayah takut sama bunda ya ,Bintang takut juga sama bunda,kalau bunda marah."


Remon tertawa berderai mendengar ucapan anaknya.


"Sama kita,sama takut sama bunda."


Mereka berdua tertawa bersamaan.


Pak Ridwan yang mendengar pembicaraan mereka hanya tersenyum,ia senang Bintang sudah ceria lagi.

__ADS_1


"Nak ayah akan secepatnya menemui kamu,sekarang ayah bekerja dulu ya?"


Bintang tersenyum ia mengangguk.


Tak lama kemudian pembicaraan mereka berdua berakhir.


Pak Remon melihat pada Bintang.


"Bagaimana Bintang,apa sudah lepas rindu sama ayahnya?"


Bintang tersenyum ia memeluk kakeknya.


"Sekarang kita keluar,kasihan bundanya di tinggal sendiri tadi."


Mereka berdua keluar dari kamar,Bintang melihat Novi duduk bersama buk Ros,Bintang langsung mengejar Novi ia memeluk Novi,Novi merangkul anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Bunda,Bintang tadi nelepon ayah pakai telepon kakek."


Novi melihat pada Pak Ridwan.


"Kamu sudah bicara pada ayahmu nak?" Novi bertanya,Bintang mengangguk


"Sudah bunda,ayah akan datang kesini lagi,sekarang ini kata ayah ayah sedang sibuk." Novi tersenyum pada Bintang.


"Ayah kamu bekerja,tentu ia sibuk Bintang,ia harus bekerja,nanti uangnya untuk beli pistol dan pesawat".Nanek berkata.


"Ayah tadi mau membelikan Bintang pistol dan pesawat,tadi ayah juga berkata mau membawa bintang naik pesawat."


Bintang tampak teringat sesuatu,ia nenutup mulutnya,melihat tingkah Bintang ,Novi menatapnya.


"Ada apa nak?"


Bintang tampak ragu ragu berkata.


Novi menatapnya tidak berkedip ,cara Novi menatap Bintang membuat Bintang takut..


"Bicaralah nak,apa yang kamu sembunyikan dari bunda?"


Bintang ragu ragu,akhirnya ia berkata.


"Tadi ayah berkata ia akan membawa Bintang dan bunda naik pesawat,kata ayah jangan katakan kalau ayah yang mengatakannya."


Novi melihat pada Pak Ridwan.


"Saya kira rahasia apa,rupanya itu."


Novi tersenyum pada Pak Ridwan dan Ibu Ros.


Ibu Ros melihat pada Novi.


"Novi,kamu jangan bicara seperti itu sama anakmu,nanti mentalnya kena,nanti ia akan takut sama temannya,dan nanti ia tak percaya diri,biarkan saja ia,biar kita memperhatikan saja ia,jangan sigertak gertak ".


"Saya tidak mengertaknya ibu,saya memberi tahu Bintang saja."


"Memberi tahunya perlahan saja jangan dikerasi,kasihan dia."


Novi terdiam mendengar ucapan ibu Ros.


"Cucu nenek ,kamu sudah makan?" Ibu Ros berkata pada bintang


Bintang mendekati ibu Ros.


"Sudah nenek,nenek apa sudah makan."


Ibu Ros melihat pada pak Ridwan ia tersenyum sayang pada Bintang.


"Nenek sama kakek sudah makan tadi,tapi nenek tak melihat Bintang makan."Ibu berkata dengan lembut pada Bintang


"Bintang sudah makan sama bunda tadi nek."

__ADS_1


Bintang mendekati nenek,ia mencium neneknya,melihat hal itu semua tersenyum senang.


,


__ADS_2