
Mata Novi tak henti memperhatikan Remon yang yang bermain bersama anaknya,entah apa yang ia pikirkan,pak Ridwan memberi kode pada istrinya untuk melihat Novi,Ibu Ridwan tersenyum melihat Novi yang duduk tak jauh dari mereka berdua
"Novi itu gengsinya tinggi sekali,saya rasa sebetulnya ia mau kembali pada Remon,lihat saja,matanya tak henti melihat pada ayah dan anaknya.
Remon tahu Novi memperhatikan mereka,ia berkata pada Bintang.
"Bintang ajaklah bunda,nampaknya bunda mau bergabung dengan kita,kalau ayah yang mengajak,bunda kamu akan menolaknya."
Tanpa berkata lagi,Bintang menuruti perkataan Remon,ia berlari ke arah Novi,Novi yang melihat anaknya berlari ke arahnya tersenyum,Bintang memeluk bundanya.
"Bunda, ayo bermain ke sana,kita bermain bersama ayah,Bintang ingin kita bermain bersama..."
Bintang menarik tangan Novi,pak Ridwan melihat itu langsung memberi isyarat pada Novi untuk memenuhi keinginan anaknya.
Novi tampak masih ragu, mungkin gengsi memenuhi ke inginan anaknya.
Pak Ridwan mendekati mereka.
"Novi penuhilah keinginan anakmu itu,sekali kali kalian pergi ke sini,tak usah ego kamu yang kamu pertahankan,kasihan ia,Bintang tak seharusnya mendapatkan kehidupan seperti ini,ia seharusnya bersenang senang dengan kedua orang tuanya."
Melihat wajah Pak Ridwan yang tampak berubah, Novi mengikuti anaknya ke arah Remon. Novi tak bisa membantah pak Ridwan,ia sangat menghormati pak Ridwan dan istrinya."
Remon tampak senang Bintang berhasil membawa Novi ke arahnya.Novi tampak salah tingkah ketika telah dekat Remon,apa lagi mata mereka beradu
"Ayah,kita bermain bersama dengan bunda,bintang ingin sekali bermain bersama ayah dan bunda,seperti yang sering di ceritakan oleh putra,ia hanpir tiap minggu pergi bersama papa dan mamanya ,kadang ke pantai,kadang ke tempat permainan anak."
Remon dan Novi tampak terharu mendengar ucapan Bintang.mereka berdua saling tatap,Novi tampak tertunduk.
"Nak kita sekarang telah bermain bersama,kamu bisa menceritakan pada temanmu,bahwa kamu bermain bersama ayah dan bunda di pantai,kamu ceritakan setelah kamu kembali sekolah."
Remon memberi semangat pada anaknya yang selalu kecewa karna orang tuanya tidak hidup bersama dengannya.
Bintang mengangguk senang,Novi tersenyum melihat anaknya tampak senang.
Bintang bisa memecahkan kecangungan ke dua orang tuanya,akhirnya mereka main bersama.Melihat hal itu,bapak dan ibu Ridwan tersenyum senang.
"Andai saja Mereka kembali bersama lagi,tentu Bintang akan sangat bahagia ,saya kasihan pada Bintang buk."
Ibu Ridwan melihat pada Suaminya,ia tampak terharu,terlihat dari raut mukanya.
Cukup lama Remon bermain saling kejar di pantai dengan anaknya, bercengkrama bersama ,sampai akhirnya mereka menuju tempat pak Ridwan dan istrinya yang telah terlebih dahulu berada di rumah makan.
__ADS_1
Bintang tampak lahab sekali makannya,Remon tersenyum melihat anaknya,Novi tampak tersenyum juga, ia mengelengkan kepalanya.
"Kamu lahab sekali makannya,makannya jangan tergesa gesa seperti itu nak,nanti kamu tercekik,perlahan saja..."
Novi mengusap kening anaknya yang tampak bercucuran keringat di keningnya.
"Bintang senang ayah dan bunda ada bersama Bintang,telah lama Bintang ingin seperti ini,rasanya keluarga kita sudah lengkap,bukan begitu kakek?"
Pak Ridwan terharu,walau begitu ia menganggukan kepalanya.
Remon melihat pada Novi,Novi kebetulan melihat juga pada Remon,mereka saling pandang beberapa saaat,tak kala Bintang terbatuk,baru mereka melihat pada Bintang
"Kamu tak apa apa nak?"
Remon bertanya.Novi berdiri ia mendekati Bintang,Bintang mengeluarkan muntah dari perutnya,mereka berdua cemas,Novi memangku Bintang ia memberikan minyak angin keperut Bintang,baju Bintang basah.
Remon mendekati pelayan Restoran dan tak lama ia keluar restoran entah kemana,dan tak lama ia telah kembali.
"Ini ganti dulu bajunya,saya beli sebentar ini,mudah mudahan cocok"
Novi bergegas mengantikan baju Bintang,setelah beberapa saat,
"Bagai mana nak,apa badan mu sudah mulai enak?"
"Kamu mau ayah yang gendong nak?" Remon tampak masih kwatir.
Bintang tersenyum ia mengelengkan kepalanya.
"Saya sudah besar ayah,yang di gendong itu anak kecil,bukan saya." Bintang berkata dengan gaya yang lucu.
Mereka semua tersenyum mendengar ucapan Bintang.
Setelah mereka selesai makan dan Bintang mulai bisa berdiri lagi mereka menuju ke parkiran dan menujuh kearah rumah.
Ketika mereka sampai di rumah Remon,Novi tertegun ketika sampai di rumah itu.Remon tampak mengerti apa yang Novi pikirkan.
"Rumah ini,rumah yang telah saya persiapkan saat kamu hamil Bintang, saya sengaja tak memberi tahu kamu waktu itu,untuk kejutan,saya tahu kamu ingin rumah seperti ini untuk kita tingfal bersama anak,lama rumah ini kosong,saya tidak ingin menghuninya".
"Tapi rumah ini terawat,tidak seperti ditinggali penghuninya..."
Novi berbicara sambil melihat sekelilingnya,Remon hanya memperhatikan Novi dengan sudut matanya,tak lama Remon mendekat.
__ADS_1
"Rumah ini ada yang merawatnya,saya akan menghuninya, kalau anak atau istri ada di sini."
"Kapan kamu kembali ke kampung saya akan ikut,bapak dan ibu akan marah kalau saya tidak ikut ke kampung bersama mereka."
Novi berusaha mengalihkan perbincangan,mereka tak sadar bapak nya ada di belakang mereka.
"Tentu saja bapak akan marah kalau kamu pulang sendirian ke kampung sementara kami masih disini." Rwmon dan Novi melihat kearah pak Ridwan.
Kamu dengar kan? saya tidak berbohong,bapak yang ingin saya pulang dengan mereka,bukan saya yang ingin berlama lama di sini.
Bapak tersenyum mendengar ucapan Novi,di lihatnya Remon melihat pada pak Ridwan.
"Kamu itu jangan berpikir macam macan Novi,coba berpikir positif,niat baik orang jangan kamu artikan lain,nanti kamu bisa setres sendiri."
Novi cemberut ,ia melihat pak Ridwan tersenyum pada Remon,Remon tersenyum manis padanya.
"Novi,saya hanya ingin menyenangkan anak kita saja,kamu dengar tadi kan, ucapan putra kita,apa kamu tak merada kasihan padanya?"
Novi masih cemberut,tapi ia akhirnya tertunduk,bapak Ridwan dan Remon saling pandang,mereka tersenyum
Hening beberapa saat,tak lama tampak Bintang berlari ke arah mereka.
"Ayah Bintang mau mandi,tapi sama ayah,Bintang tak mau mandi sama bunda."
Novi melihat pada Pak Ridwan,ia mendekati Bintang,wajahnya tampak merah,tapi ia berusaha untuk tidak kesal,ia mendekati Bintang.
"Mengapa kamu tak ingin Mandi dengan bunda nak,kamu tidak sayang lagi sama bunda,bunda sedih lho.."
"Bunda,Bintang sangat sayang sama bunda,tapi Bintang mau mandi sama kakek dan papa,kami sama sama pria bunda."
Mendengar ucapan Bintang semuanya tersenyum,Remon dan pak Ridwan mengelengkan kepala,mereka tampak menyayangi Bintang.Novi membelai kepala anaknya.
"Bunda kira kamu tidak sayang sama bunda,bunda hampir nangis .."
Novi memasang wajah sedih,Bintang memeluk bundanya
"Bunda ,Bintang sayang pada bunda,ayah ,nenek dan kakek,Bintang ingin kita tinggal bersama di rumah ayah."
Novi terkejut mendengar ucapan anaknya yang tidak ia duga,matanya tertuju pada Remon,Remon hanya tersenyum melihat pada Novi,Remon tampak sabar,ia hanya tak ingin anaknya tersiksa kalau ia berdebat dengan Novi.
"Novi itu keinginan anak kamu,sepertinya ia sangat menginginkan kamu berkumpul bersama"
__ADS_1
Pak Ridwan berkata pada Novi ,Novi melihat Remon sesaat,dan ia tertunduk sambil memegang jari tangannya.Diam sesaat ,entah apa yang mereka pikirkan.