
Setelah keluarga Roni berkumpul nenek Roni menyuruh Novi duduk bersamanya.
Nenek membuka bicara.
"Kalian tahu apa maksud saya mengundang untuk berkumpul?"
Semua yang ada saling pandang dan mereka mengangguk.
" Cucu saya sudah mau menikah,ini istrinya.
Nenek memperkenalkan Novi pada keluarganya yang hadir disana.
"Novi coba kamu berdiri,keluarga Roni ingin mengenalmu."
Novi berdiri,baru saja ia berdiri sebua suara mengangetkan Novi.
"Saya tahu dengan wanita ini nenek."
Novi melihat siapa yang berbicara,ia terkejut.
"Wanita ini bernama Novi,ia yang tertangkap basa berzina di Kampung kita dulu nek."
Remon yang mendengar itu terkejut ,ia melihat wajah pucat Novi.
"Nur,kamu jangan asal memfitnah Novi!" Roni lansung menegur Nur.
"Saya tidak menfitnah Novi,tanyakan saja sama Novi,saya menyaksikan ia tertangkap basah oleh warga." Nur melirik Novi.
Novi tertunduk,ia meremas tangannya,kejadian seperti ini tak pernah terlintas dipikirannya.
Nenek melihat Novi yang tertunduk.
"Novi,coba kamu jelaskan apa betul yang di katakan Nur." Nenek menatap Novi.
Lama Novi terdian dan tertunduk.
"Novi,lihatlah pada nenek ,kami ingin tahu kebenarannya." Nenek mengulangi perkataaanya.
Melihat itu Roni mendekati nenek.
"Nek,jangan desak Novi seperti itu."Roni keberatan Novi di desak nenek.
"Kamu bisa dian Roni,nenek ingin tahu,dan nenek ingin Novi yang nenjawab." Nenek tampak kesal sama Roni.
"Semua yang di katakan Nur Benar nek,tapi saya dan Mas Remon tidak pernah berzinah seperti yang warga sangkakan kepada kami."
Akhirnya Novi berkata.
Kamu jangan menyangkal Novi,kamu dan mantan suami kamu menikah karena tertangkap basa oleh warga,dan di nikahkan di sana. Nur berkata lagi.
Orang tua Remon saling pandang.
"Kami tidak tahu kejadian ini buk.Mama Roni berkata sambil melihat ibunya."Tampak mama Roni takut pada ibunya.
"Roni kamu tahukan keluarga kita berpengaruh di kampung,jadi nenek tidak ingin nama baik kita tercoreng." Nenek berkata pada Roni.
Novi menitikan air mata,Remon cemas melihat keadaan Novi.
"Nenek,walau semua tidak setuju,Roni akan tetap menikah dengan Novi,Roni sangat mencintai Novi nek,kami terpisah kerena kejadian itu,tapi sekarang ia telah resmi bercerai dengan suaminya,saya ingin menikahinya nek. Roni bersikeras ingin menikahi Novi, nenek sangat marah mendengar ucapan Roni,wajah mamanya pun memerah.
"Roni coba buka mata kamu nak,banyak gadis yang ingin menikah denganmu,nama Novi ini sudah buruk di kampung kita ,dan ia sudah janda dan beranak satu."
Keluarga Roni kasak kusuk,membicarakan Novi. Novi mulai menitikan air mata.
__ADS_1
"Roni,kamu itu bukan duda,mengapa mencari wanita beranak satu,kamu itu sudah di campakkan oleh wanita ini mengapa masih ingin menikahi wanita ini."
Seorang wanit yang dandananya sangat tebal bicara sambil melihat sinis Novi.
"Novi tidak seperti yang dikatakan Nur,kalau tidak ada yang setuju,biar Roni menikah berdua saja di KUA." Roni masih tetap ingin menikahi Novi.
Novi melihat Roni,ia tampak sedih sekali,air matanya berlinang.
"Kamu jangan begitu mas,kita menikah harus izin orang tua." Tiba tiba Novi berkata.
"Novi,jangan berharap banyak,orang kampung sudah tahu cerita kamu karna dipaksa kawin oleh warga dan kamu di usir dari kampung."
Tante hentikan,saya tidak suka tante berkata begitu.saya membawa Novi kesini bukan untuk di sakiti.."
Hebat kamu Roni, sudah di tinggal sama wanita ini kawin dengan orang lain,masih mau saja sama dia." Tantw berkaya lagi.
Novi tak menjawab perkataan orang di sana yang menghinanya,ia hanya menangis.
Melihat Novi menangis,nenek diam .
Novi melihat Roni,
Tolong antar saya ke bandara mas,karna saya tidak tahu daerah sini,saya akan pulang."
Roni sangat cemas dengan perkataan Novi.
"Kita pulang bersama sayang mas yang membawa kamu ke sini." Roni menahan Novi.
"Saya ingin pulang saat ini juga."setelah berkata begitu Novi masuk ke kamar mengambil kopernya.
Roni mendekati Novi,Novi melihat pada Nenek.
"Nek maafkan saya,saya ingin pulang,terimakasih telah memngizinkan saya bermalam di sini,maaf kalau saya telah mengecewakan orang di sini.
"Pulanglah kami muak mendengar bicara kamu yang sok sopan." mama Roni berkata.
Novi terhenti mendengar ucapan orang tua Roni.
"Mama ,mengapa mama bicara kasar pada Novi." Roni berkata.
"Cari taksi saja untuk apa kamu mengantar dia ke bandara Remon!" Mama berkata lagi.
"Ya lebih baik mas menolong saya mencari taksi" Novi berkata sama Roni,ia nampak menahan emosinya.
"Roni sudahlah mengapa kamu melayani wanita itu,lebih baik kamu nikah sama Nur saja." Tante ikut berbicara.
Wanita yang berdandan menor berkata pada Roni.
"Nenek setuju nak." Nenek berkata pada Roni
"Mama juga setuju Roni." Mama Roni ikut berkata.
Papa Roni tampak tidak suka mendengar ucapan istrinya.
"Ma,kalau tidak suka ya sudah,tapi jangan menambahkan api pada masalah ini."
"Menambahkan api bagai mana pa." Mama melihat pada suaminya.
Mama tampak tidak suka dengan ucapan suaminya.
"Perlu nenek dan ibu ketahui,saya tidak pernah mengejar mas Roni,karna saya tahu keadaan saya.tapi mas Roni tetap bersikeras ingin menjalin hubungan dengan saya,karna ia sepertinya tulus dan bersikeras ahkhirnya saya terima,saya tidak tahu akan jadi seperti ini." Novi berkata dengan perasaan sedih.
"Ala kamu pandai bicara,kamu mencari simpati Roni." Nur ikut berkata.
__ADS_1
"Maaf saya tidak ingin banyak bicara,saya permisi."
Setelah berkata begitu Novi berjalan keluar rumah itu,Roni bergegas mengejar.
Roni,berhenti untuk apa kamu kejar wanita itu.
Roni tak menghiraukan panggilan mamanya,ia mengikuti Novi keluar.
Dengan air mata berderai Novi menarik Koper berjalan keluar pagar rumah orang tua Roni.
Roni berusaha menahan Novi yang memberhentikan taksi,tanpa berkata Novi naik kedalam taksi yang diikuti Roni ke dalam taksi.
Roni mengelap air mata Novi yang berderai,Novi hanya diam,Sopir taksi melihat sesekali ke arah mereka,tapi sopir hanya diam.
Sampai bandara Novi langsung membeli tiket.
Roni tidak pulang dengan Novi.
"Sayang ,saya tidak bisa pulang bersama kamu hari ini saya akan menyelesaikan masalah ini dengan keluarga,perlu kamu catat,kalau mereka tidak menerima kamu,saya tetap akan menikahimu."
Novi hanya diam mendengar ucapan Roni,Novi masih terisak.
Roni menatap Novi.ia kasihan dan kawatir melihat Novi.Tanpa mereka sadari mereka telah tiba di bandara.
"Pulanglah mas,kalau kamu lama bersama saya apa kata keluargamu,saya tidak apa apa,saya bisa pulang sendiri." Novi menyuruh Roni pulang setelah barangnya turun dari taksi.
"Saya akan membeli tiket kamu,saya akan menunggu pesawat kamu berangkat."
Novi hanya diam saja ia menarik kopernya ia menuju bangku dan duduk disana.
Roni melihat Novi sesaat,ia berjalan membeli tiket.Saat akan melangkah telepon Roni berdering.
"Roni cepat pulang nenek pingsan,ia menyebut namamu!" Mama berkata di telepon
Tanpa berpikir panjang Roni ke tempat Novi duduk.
"Sayang ada darurat,mas baru mendapat telepon nenek pingsan,mas akan membeli tiket kamu dan mas akan pulang melihat nenek,mas minta maaf tidak melepas kamu,mas harap kamu mengerti posisi mas." Roni merasa kwatir,ia serba salah.
Novi menatap Roni,matanya masih merah.
"Tak apa,kembali lah mas saya tidak apa apa." Roni menatap Novi,ada rasa kawatir melihat Novi.
"Sayang maafkan mas,maafkan keluarga mas,mas tetap menginginkan kita segera menikah,mas sangat mencintai kamu sayang." Roni berusaha meyakinkan Novi.
Novi terdiam ,hanya air mata yang jatuh menetes di pipinya.
Roni memeluk Novi,Novi hanya diam saja,tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya.
"Sayang maafkan mas sayang,mas tak sanggup melihat kamu seperti ini."
Semakin banyak Roni berkata air mata Novi jatuh menetes.
Telepon berdering lagi.Novi dan Remon saling pandang.
"Pulanglah,berarti nenek serius ,keluarga mas membutuhkan mas,mas seorang dokter harus cepat menjumpai pasien ,apalagi pasien itu nenek mas."
Remon menatap Novi lagi,Novi berusaha tersenyum.
"Pulanglah!,saya bisa beli tiket,saya sudah dewasa mas." Novi berkata lagi.
Dengan perasaan berat Roni meninggalkan Novi di bandara.
Terima kasih bagi pembaca yang membaca cerita ini,tidak bermaksud menyakiti siapapun,karna ini karangan penulis,semoga pembaca sehat selalu,aamiin.
__ADS_1