
Novi telah bersiap siap,ia telah mengemasi barang barangnya,ya mereka sore nanti berangkat ke karumahnya.
"Bunda,kapan kita kerumah ayah lagi,Bintang suka di sini bunda"
Novi melihat anaknya yang tiba tiba berada di sampingnyaia mencium anaknya.
"Ada saatnya sayang,kalau ayah tidak sibuk dan kalau kamu libur ,kamu bisa kesini lagi."
Bintang tampak sedih ia memonyongkan mulutnya.
"Bintang ingin seperti saat ini,kita semua tinggal di rumah ayah,kasihat ayah kalau tinggal sendiri disini bunda."
Novi terdiam,ditatapnya anaknya beberapa saat,ada wajah pengharapan disana.
"Bintang ingin seperti si Rio dan Boy,ia sering cerita sering pergi liburan sama papa dan mamanya,dan katanya Bunda,papanya sering mencium ia dan mamanya saat bangun tidur."
Novi terkejut mendengar ucapan anaknya,ada ada saja yang diucapkan anaknya.
"Bunda,Bintang tidak pernah melihat ayah mencium kening bunda,seperti kakek mencium nenek." Bintang berkata lagi.
Novi melihat pada Bintang,matanya di besarkan melihat pada Bintang,melihat itu Bintang tampak takut,ia tertunduk.
Melihat anaknya yang takut padanya,Novi merasa iba.
"Bintang bunda sedang berkemas kemas,main lah dulu keluar ya nak."Ia sengaja mengalihkan pembicaraaan.
Bintang mengangguk patuh
"Iya bunda.."
Setelah itu Bintang keluar,Novi melanjutkan lagi berkemas.
Bintang melihat ayahnya baru sampai rumah ia mendekatinya.
"Ayah jadi kita hari ini berangkat ke kampung ayah?"
Remon melihat anaknya ia tersenyum mengangguk.
"Wah anak anak tidak sabar ya ingin kekampung."
Remon menjongkok ia mencium anaknya,dilihatnya anaknya,wajahnya tampak kurang semangat.Remon tampak kawatir,
"Ada apa nak,kamu sakit?"
Diusap kepala anaknya.
"Ada apa,kamu terlihat kurang senang?"
Bintang mengelengkan kepala ia tertunduk.
"Ayo bicarakan sama ayah,ayah tak ingin anak ayah seperti ini."
Bintang menatap ayahnya ia ragu mengatakannya.
"Katkanlah ayah tidak akan marah."Rwmon membujuk anaknya supaya mau bercerira.
"Bintang ingin.."
Bintang berhenti berbicara,Remon semakin penasaran
"Apa yang ingin kamu katakan nak? jangan buat ayah penasaran." Bintang melihat pafa ayahnya.
__ADS_1
"Bintang ingin kita tinggal seperti ini,ada bunda ada ayah dan ada nenek dan kakek."
Deg..
Remon terkejut mendengar ucapan anaknya,dilihatnya anaknya,Bintang tampak takut ia menunduk.
Remon sedih melihat anaknya,dipeluknya anaknya cukup lama
"Kita akan kumpul bersama nak,ayah janji."
Remon bicara melihat pada anaknya,di lihatnnya wajah anaknya mulai tersenyum.
"Bintang ingin juga melihat ayah memeluk bunda dan Bintang di tempat tidur seperti teman Bintang,kadang papa dan mamanya bergantian bercerita waktu tidur,Bintang ingin seperti itu ayah."
Remon tersenyum,ia melihat sedih pada anaknya,anaknya sudah mulai besar.
"Siapa yang cerita seperti itu nak?.."
"Teman Bintang ayah" Bintang sudah berani berkata.
"Waktu naik kelas dulu Bintang melihat Alek bersama papa dan mamanya,waktu nilainya bagus,papa dan mamanya menciumnya dan membelikan ia kue dan mainan,Alek yang lihatkan mainan itu pada Bintang." Bintang berkata lagi.
Remon menarik nafasnya dan menghembuskannya.
"Anak ini menyinpan banyak kesedihan karna orang tuanya berpisah,kasihan dia,bagaimanapun caranya saya harus rujuk sama Novi."
Remon berkata dalam hatinya.ia melihat pada anaknya
"Kamu sudah makan nak?"
Remon mengalihkan pembicaraaanya
Bintang tersenyum mengangguk
"Sedang melipat kain ayah ,bunda ada di kamar."
"Kita akan berangkat nanti sore."
Bintang melihat Remon.
"Ayah apa boleh kalau libur Bintang ke sini lagi?.
Remon terkejut mendengar ucapan anaknya,dan akhirnya ia tersenyum.
"Ini rumah kamu nak tentu boleh,dulu ayah buat rumah ini ,untuk kita semua,tapi kerna ada sesuatu,bunda dan ayah berpisah."
"Ayah apa bisa ayah bersatu dan kumpul lagi sama kami semua."
Remon cepat mengangguk,ia tak ingin anaknya merasa sedih.
"Kamu harus bicara juga dengan bunda ya nak."
Bintang mengangguk dan tersenyum
"Tadi sudah Bintang bicarakan dengan bunda,kata bunda minta izin dulu sama ayah."
Remon tersenyum,ia terharu mendengar ucapan anaknya.
Tanpa mereka sadari Pak Ridwan telah berdiri dekat mereka,dan mendengarkan pembicaraaan mereka,orang tua ia merasa terharu mendengar ucapan Bintang
Sementara itu Roni sering datang ke rumah Novi di kampung,tapi ia selalu melihat Rumah itu tutup .
__ADS_1
Mereka sepertinya belum pulang,apa Novi "rujuk dengan suaminya,dan tak kembali lagi kesini."
Roni bicara sendiri di dalam mobil,ia tampak gelisah.
Akhirnya dengan rasa kecewa ia menjalankan mobilnya.
Bintang telah tidur,sebelum mereka berangkat Bintang disuruh Novi tidur siang,anak itu nyenyak sekali tidurnya,walau matahari terik,bintang tidur dengan nyaman,ya rumah itu adem karna di pasang ac.
Remon dan Novi di panggil Ridwan dan istrinya,nampaknya ada sesuatu yang akan dibicarakan pak Ridwan,mereka duduk di ruang keluarga,ruangan itu sangat nyaman.
Terlebih dahulu bapak mintak maaf karna menganggu waktu Nak Remon dan Novi.
"Bapak kok bicara begitu,Novi jadi takut pak."
Novi berkata pada Pak Ridwan,ia melihat pada ibunya,ibu hanya mengeleng tak mengerti maksud mereka di kumpulkan.
"Bapak ingin membicarakan tentang Bintang."
Remon,Novi dan ibunya saling pandang.
"Mengapa dengan Bintang pak?"
Novi bersamaaan dengan Remon bertanya,mereka berdua tampak kwatir.
Pak Ridwan melihat pada istrinya.ia melanjutkan bicaranya
"Bapak melihat dan mendengar,Bintang bicara pada nak Remon dan Novi,bapak kasihan sekali padanya,cobalah kalian berdua mengenyampingkan ego kalian .Pak Ridwan langsung bicara pada inti persoalannya.
Akhirnya Remon dan Novi mengerti maksud mereka berkumpul bersama.
Novi hanya menunduk,Remon memperhatikan Novi.
"Novi,apa yang dikatakan Bintang itu murni apa yang terasa di hatinya,bapak takut,sifat kamu yang keras,akan mempengaruhi mental Bintang,ia mendambakan orang tua bersatu,apa kamu tidak kasihan kepadanya?"
Novi hanya Diam,ia tampak meneteskan air mata,melihat itu remon mengambil inisiatif.
"Pak,Remon bersedia rujuk kembali dengan Novi,Remon kwatir,anak itu kena mental,saya lihat wajahnya sedih tadi.hati Remon perih pak. Remon tampak sedih.
Novi tetap tertunduk,sesekali ia mengusap air matanya.
"Coba bapak tanya padamu Novi apa kamu bersedia rujuk dengan Remon? Lagi lagi pak ridwan bertanya tanpa basa basi.
Lama Novi terdiam,ia melihat pada Remon.
"Saya bersedia,tapi jangan ulangi menyakiti saya seperti dulu."
Remon tampak senang,ia tersenyum,dan melihat pada pak Ridwan dan ibunya.
Remon senang pak,Novi bersedia rujuk dengan Remon,Bintang pasti senang,ini yang dimimpikan Bintang pak.
Ya,saya akan menjaga dan mencintai kalian berdua,kalian adalah hidup saya,saya menyayangi kalian berdua..
Remon bicara serius pada Novi.
"Setelah kita sampai di kampung ,uruslah rujuk kalian ,kasihan Bintang menunggu lama". Remon melihat pada pak Ridwan
"Saya akan memberikan kejutan pada Bintang pak,kita rahasiakan dulu,setelah semua selesai kita beri tahu dia."
Novi tersenyum pada Remon,ia tampak malu malu,melihat itu kedua orang tuanya tersenyum.
Pak Ridwan tapak senang ia melihat kembali pada Remon dan Bovi,
__ADS_1
"Bapak tak sabar melihat kalian rujuk,dan melihat wajah bahagia Bintang,kasian anak itu,karna perpisahan orang tua,ia menderita,tak seharusnya di usia masih kecil menerima kekecewaaan.
Novi dan Ridwan saling pandang dan akhirnya mereka berdua mengangguk.