Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Pulang ke kampung


__ADS_3

Beberapa hari ini Novi,di dalam kamar,ia masih tak mau bicara dengan suaminya,ia tak banyak bicara,nafsu makannya berkurang dan makan sedikit sekali,Remon sangat kawatir dengan Novi,Novi telah kelihata kurus,Remon membawa makanan untuk Novi ,Novi duduk bersandar pada tempat tidur,Remon duduk di samping Novi.


"Sayang ,ayo makan,lihatlah badanmu sekarang sudah kurus."


Novi diam saja,Remon memperhatikanNovi.


"Sayang,kalau kamu makan seminggu ini,kita pergi kekampung,apa kamu tak malu kamu kelihatan kurus begini ke kampung,apa kata orang desa kepada kita yang."


Novi menoleh kepada Remon.


"Betul kita akan ke kampung saya,mas tidak bohong kan?."


Novi berkata dengan suara pelan,Remon tersenyum dan mengangguk.


"Saya ingin ,kamu segera sehat,kalau kamu seperti ini,teman kamu yang mengadukan kita ke orang desa dulu akan tersenyum mengejek kamu,itu makanya mas belum izinkan kamu pulang kampung sekarang."


Remon mulai menyuapi Novi,sekarang Novi mau saja makan.Remon telah berhasil membujuk Novi.


Dikantor,Remon kelihatan sangan sibuk ,ia menandatanganinya berkas.sedang asik menanda tangani berkas terdengar pintu di ketuk,


"Masuk"Remon menyuruh masuk.


Masuklah Ira bersama asisten Heri,Remon agak terkejut melihat Ira,Remon melihat pada Heri,Heri memalingkan Wajahnya,Ira mendekati Remon.


"Kok kamu terkejut nelihat kedatangan saya?"


Remon melihat Heri sekali lagi, ia mengode Heri keluar,Heri mengerti,setelah menganggukan kepala Heri keluar ruangan Bosnya,Mereka berdua saling tersenyum


"Mon,kamu kelihatan terkejut saya kesini,kamu tidak suka ya?.


Ira bertanya dengan agak manja,Remon tersenyum. ia melihat Ira


"kamu semakin saja sekarang."


Ira tertawa,begitu juga dengan Remon


"Semakin apa?,kamu jangan mengantung gantung kata Mon."


Remon senyum mengoda


"Ya semakin ti ti ti tik."Remon tertawa lepas.


Ira tersenyum genit pada Remon,Remon tertawa terbahak bahak "


"Ira,kamu pandai membuat saya tertawa,akhir akhir ini saya tidak bisa tertawa.


"Lho!, kenapa tak bisa ketawa,apa mulut kamu sakit? Ira bertanya.

__ADS_1


"Saya banyak masalah,kepala saya sering pusing ,tadi saya baru bisa tertawa kembali."


"Saya mengerti kamu kan bos,tentulah banyak yang dipikirkan,tidak seperti saya,malahan ngak punya pikiran."


Ira tertawa,Remon menahan tawanya.


"Mon,kalau saya sering kesini,pastilah kamu sering tertawa dan terhibur.


,Remon memandang Ira dan tersenyum,pembicaraan mereka terhenti ketika terdengar bunya dering telepon.


Di rumah,Novi sedang berbincang dengan bik Ijah,ia telah kelihatan gemuk dan sehat,ia telah cantik kembali.


"Mbak kalau mbak seperti ini mbak kelihatan cantik,apa mbak tak ingin kuliah lagi,apa mbak tak ingin jumpa teman teman mbak,yang lalu biarlah berlalu,sonsong masa depan mbak."


Novi melihat pada Bik ijah,ia merasa kagum pada bik Ijah,ia tersenyum senang.


"Bik,bibik sangat bagus jata katanya,sangat bijak perkataan bibik,saya kagum pada bibi,dari mana bibik mendapatkan kata kata itu."


Bibik tersenyum malu,Novi senang melihat bibik malu begitu.


"Saya pernah mendengar di tv mbak.


""Ooo,patas bibik pintar."


Mereka berdua tertawa berderai,Novi nampak ceria kalau berdua dengan bik ijah.


Hari telah pukul sepuluh malam,Remon belum juga pulang,bibik menemani Novi di ruang keluarga,mereka menonton tv berdua dramanya ada yang lucu mereka tertawa berdua.Mereka tak menyadari Remon telah berdiri di ruang keluarga,Remon tersenyum melihat istrinya telah sehat dan ceriah kembali,wajah cantik istrinya telah terlihat lagi.


Suara Remon mengejutkan mereka berdua.Novi menoleh pada Remon dilihatnya Remon tersenyum kepadanya,ia membalas senyum Remon,Bibik yang berada di sana langsung pergi setelah ada Remon.tinggalah Novi dan Remon di sana.


"Dramanya lucu mas,kami berdua geli melihatnya."


Novi tertawa menceritakan drama yang ia tonton tadi.


"Sayang ayo kita kedalam,mas sudah ngantuk."


Novi menganggukan kepala,setelah mematikan tv mereja nenuju ke dalam kamar.


Sambil memakai baju setelah mandi,Remon berbincang dengan Novi


"Sayang apa kamu sudah sehat benar sekarang,kalau sudah,besok kita berangkat ke kampung kamu,apa kamu kuat naik pesawat sekarang?.Remon mengkwatirkan Novi.


"Kantor cabang di sana sudah mas telepon tadi,mereka telah menyiapkan hotel untuk kita ,Rumah kamu di sana selalu di bersihkan oleh orang yang mas suruh."


Novi merasa terharu ia menatap suaminya.


"Terima kasih mas,telah mengizinkan saya pulang ke kampung."

__ADS_1


Mata Novi mulai berkaca kaca.Remon memeluk istrinya,sejak Novi jatuh dan bayinya meninggal diperutnya,Novi sensitif sekali.


"Kita sekarang tidur ya?,kamu harus sehat,agar di kampung nanti kamu tidak sakit ."


Novi mengangguk,Remon memeluk Novi sekali lagi,ia juga mengecup keningnya,ia merasa kasihan melihat istrinya.


Mereka berdua baik je tempat tidur ,mereka mulai memicingkan mata, akhirnya mereka tertidur


.Remon dan Novi ,telah siap untuk berangkat.setelah memasukan barang baranf ke mobil pak ujang mengantar mereka berdua kebandara.Mereka melakukan cek in di bandara setelah itu mereka menuju ruang tunggu, setelah ada panggilan untuk naik ke pesawat,Remon mengandeng tangan Novi naik pesawat ,tak beberapa saat pesawat terbang.


Remon dan Novi telah di tunggu oleh karyawan dan seorang sopir .Mobil menuju hotel.sampai dikamar hotel Novi membaringkan badannya,Remon nelihat pada Novi.


"Kamu lelahYang?,istirahatlah dulu, mas mau menelepon pimpinan cabang yang ada disini ,."


"Novi mengangguk ia tampak lelah,sementara Remon menelepon ,Novi tertidur.


Setelah selesai menelepon Remon mendekati istrinya,ia menatap istrinya dan tersenyum lalu ia belai pipi istrinya.


"Sayang,mas menyayangimu dan mencintaimu,maaf kan mas,kalau tanpa mas sadari mas menyakitimu."


Remon bicara didalam hatinya.ia mengusap kepala Novi.setelah itu ia berbaring di samping istrinya.


Azan magrib membangunkan Novi dari tidurnya,dilihatnya di samping,ada suaminya,Novi membangunkan Remon,Remon mengeliat,ia masih tampak ngantuk,ia melihat ke istrinya,Novi berkata,


"Mas sudah magrib,kita aholat berjanaah ya."


Remon tersenyum,ia melihat pada Novi,


"Saya sudah lama tak mendengar Novi membangunkannya untuk sholat,sukurlah ia telah kembali seperti dulu lagi."


Remon bicara di dalam hatinya.ia merasa bahagia sekali,Remon bergegas mengambil wudhu.sekesai berwudhu mereka berdua sokat berjamaah,Remon jadi imamnya.


setelah sholat Remon tampak menelepon seseorang,setekah itu ia mendekati istrinya.


"Kamu mau makan dimana yang?mau disini atau kita pergi cari Restoran atau rumah makan."


"Apa mas mau makan di rumah makan,saya sudah lama tidak makan makanan rumah makan mas."


Remon tersenyum lalu mengangguk.


"Bersiap siaplah,saya akan menelepon Budi,agar ia cepat nengirimkan supir,untuk membawa kita mencari rumah makan"


Remon telah selesai menelepon temannya,Nopi bertanya,


"Mas siapa Budi itu mas,saya baru mendengarnya."


Pimpinan cabang perusahaan kita yang ada di sini.

__ADS_1


"Oooh,"Novi menjawab singkat


Tak lama pintu hotel di ketuk,mereka melihat Budi berdiri di pintu,setelah berbicara sesaat ,mereka menuju parkir mobil dan mobil membawa mereka mencari rumah makan.


__ADS_2