Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Tertidur di rumah ayah


__ADS_3

Roni sangat senang mendengar perceraian antara Novi dan Remon telah terjadi,ia membawa Novi keluar untuk merayakannya.


Tanpa mereka ketahui Remon memperhatikan mereka saat Novi di jemput Roni di pengadilan,walau sakit hati Remon ia menaiki mobil dan pergi dari sana.


Di dalam mobil Remon menitikan air matanya.


"Bintang maafkan ayah yang tak bisa mrmberikan kamu keluarga utuh nak."


Remon berkata perlahan.


Remon menuju rumah Pak Ridwan ia melihat anaknya duduk bersama ibu Ros dan pak Ridwan di bawah pohon.


Bintang sangat senang melihat ayahnya.


'Ayah kita berenang lagi di rumah ayah,Bintang ingin belajar berenang."


Remon melihat pada Pak Ridwan dan ibu Ros.


"Bawahlah Bintang, nanti bapak kasih tahu bahwa Bintang bersamamu."


Bintang senang mendengar ucapan kakeknya.


"Apa Boleh Bintang ke rumah ayah kakek?"


Boleh ,kakek yang tanggung jawab sama "bundamu."


Akhirnya Bintang pergi berdua dengan Remon kerumahnya.Bintang makan bersama Remon,karena Bintang suka paha ayam Remon menyediakan banyakgoreng paha ayam, dan ada ayam crispy.Bintang makan dengan lahap.Remon tersenyum melihatnya.


"Bagaimana nak enak goreng ayam pahanya"


Bintang mengangguk.


"Perut Bintang sudah besar ayah." Bintang memperlihatkan perutnya pada Remon,Remon memegang perlahan perut anaknya.


"Benar perut kamu besar nak"


Remon memasang wajah terkejut,Bintang tertawa berderai.


"Sebentar lagi kita berenang,kalau sekarang berenangnya nanti perut kamu sakit."


Bintang mengangguk.


"Bintang menatap Remon,Remon tersenyum pada Bintang.Ada apa nak,apa yang ingin kamu katakan pada Ayah?" Remon bertanya.


Bintang tampak ragu ragu.


"Ayo katakanlah nak." Remon berkata lagi.


"Mengapa bunda ,nenek dan kakek tidak tinggal di sini ayah? kalau mereka tinggal si sini Bintang tentu juga tinggal disini dan berenang setiap hari. Remon terharu mendengar ucapan Bintang ia juga kasihan pada Bintang.


" Bintang bisa tinggal dengan ayah." Bintang tertunduk,Remon sedih melihat anaknya begitu.


"Maksud ayah kamu bisa bermalam dengan ayah."


"Bintang tidak mungkin meninggalkan bunda ayah,kasihan bunda."


Remon tersenyum mendengar ucapan anaknya.

__ADS_1


"Bunda tidak akan marah kalau Bintang bersama ayah nak."


"Apa betul ayah,apa bunda tidak marah ayah?"


Remon nengelengkan kepalanya.


Ayah telah membicarakanya dengan bunda mu.


"Doa Bintang telah terkabul ayah,Bintang berdoa supaya kita berkumpul bersama dan supaya Bintang tidak si marahi bunda kalau Bintang bersama ayah,Bintang ingin tidur dengan ayah kalau bisa bintang tidur dengan ayah dan bunda."


Remon terharu mendengar ucapan anaknya.


"Semua ini tergantung pada bundamu Bintang". Remon berkata lagi.


"Ayah sudah lama kita bicara,bagaimana kalau kita bereng." Bintang sudah tidak sabar.


Remon tersenyum ia melihat jamnya, ia melihat Bintang iapun menganggu kepalanya.


"Ayo,gantilah bajumu!"


Remon memanggil bik warni,ia meminta Bik warni mengambil baju berenang Bintang dan baju ganti Bintang.Setelah menganti baju Remon dan Bintang berenang bersama,mereka berdua nampak asik sekali,Bintang sudah mulai pandai berenang.


Bik Warni tersenyum melihat anak dan ayah sangat kompak,Bik warni jarang melihat Remon tertawa ,kali ini ia melihat Remon tersenyum bersama anaknya.


"Mudah mudahan Bapak selalu senang seperti itu,kasihan bapak setiap hari tampak bersedih,untung sekarang anaknya sering bersamanya ." Bik warni berkata sendiri.


Novi menelepon Remon menanyakan tentang Bintang.


"Mas antarlah Bintang,kata ibu dari tadi Bintang bersama mas,ia besok mau sekolah,kalau terlampau letih ia akan payah bangun pagi nanti,bisa bisa terlambat sekolah." Novi berkata panjang lebar.


"Ya sebentar lagi saya antar,tenang saja ia bersama ayahnya."


Magrib Bintang belum juga pulang begitu juga Novi,Ibu Ros nampak kwatir.


"Pak mana Novi,saya tidak melihat ia dari tadi,tokonya sekarang kan tutup." ibu tampak heran.


"Bapak tidak tahu buk,ia tak ada memberi tahu kalau ia keluar rumah." bapak tampak geran juga.


"Anak itu setelah berpisah dengan Remon aneh saja tingkahnya susah di tebak."


Novi sedang menuju rumah Remon ,ia merasa gelisah Bintang belum juga pulang.Ketika ia sampai di sana ia di cegah oleh satpam saat mau masuk kerumahnya..


"Tunggu dulu buk,ibu mau kemana,apa sudah janji dengan tuan,mana ktp ibuk?"


Novi yang sedang kesal bertambah kesal ketika ia dilarang masuk kerumah mewah itu.


"Saya ingin masuk,kalau tidak kalian akan saya laporkan mas Remon karnamenghalangi saya masuk."


"Ibu ini siapa kalau saya boleh tahu."Satpam merasa agak takut mendengar ucapan Novi.


"Saya ibuknya Bintang,anaknya mas Remon,saya mantan istrinya." Novi memperkenalkan dirinya


Satpam agak takut ia segera membukakan pintu,ia tahu bosnya masih mencintai ibu dari anaknya yang baru saja berpisah dari bosnya.


Tanpa berkata dan persetujuan satpam Novi masuk kedalam pekarangan rumah Remon.


Ia yang tahu apa pekerjaan Remon ia biasa saja melihat kemewahan rumah itu.

__ADS_1


Saat masuk kedalam rumah Novi bertemu bik warni,bibik melihat heran pada Novi.


"Ibu siapa ya?" Novi melihat pada Bik warni.


"Saya bundanya Bintang." Novi memperkenalkan diri.


Bik warni menundukan kepala,ia tahu tuannya sangat mencintai ibunya Bintang.


"Maaf Nyonya Bintang sedang tidur,bapak ada di ruang kerjanya." Bik Warni memberi tahu.


"Dimana kamar tidur Bintang?" Novi bertanya pada Bik Warni.


"Mari saya antar buk,." Bik warni menawarkan diri mengantar Novi ke tempat Bintang tidur.


Baru saja di lantai pertama Novi berpijak,langkahnya terhenti oleh suara Remon.


"Selamat datang di rumah saya Novi."


Novi menoleh kearah suara yang terdengar, dilihatnya Remon tersenyum padanya.


"Saya mau menjemput Bintang,hari sudah malam mengapa Bintang belum si antar pulang?" Novi bertanya tampak ia kesal .


Remon tersenyum melihat Novi cemberut


"Saya serius mengapa mas tersenyum,apa saya lucu?"


"Kamu tidak lucu kamu cantik sayang tidak menjadi istri saya lagi." Remon berrkata sambil tertawa.


"Saya serius mas,mana bintang?"


"Dia tidur di atas, itu makanya dia belum mas antar, mas kasihan dan tidak tega untuk membangunkannya."


Remon menatap Novi,bik warni yang masih ada berdiri di sana bergegas ke dapur.


Tak lama Novi melihat Bintang turun perlahan saat berada di dekat bundanya Bintang memeluk bundnya.


"Bunda Bintang senang bunda mau kesini,bagaimana kalau kita tinggal bersama ayah di sini bunda,kita tinggal jemput nenek dan kakek untuk tinggal bersama di sini."


Novi melihat pada Remon mereka saling pandang. Novi selalu grogi ketika melihat Remon.


"Kita pulang sayang nenek dan kakek sangat merindukan Bintang." Novi mengalihkan pembicaraan.


"Mengapa nenek dan kakek tidak di ajak ke sini bunda?" Bintang bertanya lagi.


"Hari sudah malam ayo kita pulang!"


Bintang tidak menjawab pertanyaan bunda.Tiba tiba Remon berkata,


"Saya akan mengantar kalian berdua,honda kamu biar satpat saja yang antar."


Remon melihat pada Novi.


"Kalau satpam yang antar siapa yang akan menunggu rumah ini." Novi agak keberatan di antar.


"Satpam saya tiga,saya rasa satu pergi tidak akan memberatkan yang dua lagi."


Mendengar ucapan Remon Novi terdiam.akhirnya Novi menyetujui Remon mengantarkannya kerumah.

__ADS_1


Halo pembaca terimakasih telah membaca karya saya dan mudah mudahan pembaca sehat selalu.


__ADS_2