
Novi merasa senang sekali ketika ia mebaca koran ia lulus masuk perguruan tinggi,ia menelepon Suaminya yang sudah pergi bekerja,telepon berdering Remon mengangkatnya.
"Asalammualaikum,mas ada berita gembira mas,saya lulus,saya di terima di UI."
Remon tersenyum senang,ia menjawab telepon.
"Alhamdulilah sayang,mas senang mendengarnya,kamu akan menjadi mahasiswa,nanti mas usahakan cepat pulang,mas akan traktir kamu,tunggu mas ya sayang."
Remon berkata melalui telepon Novi sangat senang mendengar telepon suaminya.
Novi berlari ke ruang keluarga,ia melihat mertuanya dan kedua adik ipar yang sedang bermain bersama anak mereka,ia menatap mereka dengan perasaan gembira,mertua dan adik iparnya tampak heran ,tak biasa Novi begitu.
"Mama,Wulan Nia,saya di terima di UI,saya sangat senang sekali,mas Remon sudah saya telepon,ia gembira mendengarnya.
Kedua adik ipar merangkul Novi,mama mertua hanya diam saja.
"Selamat ya mbak"
Mereka berdua berkata bersamaan,Novi mengangguk.
"Terima kasih,Wulan,Nia"
Walau kedua adik iparnya tua dari dirinya,mereka tetap menghargai Novi,ini disebabkan mereka sangat menghormati dan mematuhi Remon.Novi melihat mertuanya,tampak dia bermain dengan cucunya,ia tak mengacuhkannya.
Tak lama Remon datang ia mendekati Novi,ia memeluk istrinya.ibunya melirik mereka sebentar,wajahnya tidak bersahabat,Remon dan Novi tak mengacuhkan ,mereka cuek dengan tingkah mamanya.
"Mas senang sekali kamu lulus kuliah sayang,tapi kamu harus ingat dengan kewajiban kamu sebagai istri,kalau selesai kuliah nanti jangan pergi kemana mana,itu pesan mas."
Novi mengangguk,ia tampak mendengarkan suaminya bicara,Wulan dan Nia tersenyum melihat Novi sangat mematuhi masnya.
"Saya akan selalu mengingat pesan mas,saya senang sekali mas, saya bisa kuliah."
Ayo kita merayakannya,mas ingin mengajak kamu keluar,gantilah bajumu,mas akan tunggu di sini."
Novi bergegas masuk ke kamarnya ia akan menganti bajunya,Remon melihat pada mamanya,ia mendekatinya.
"Ma,Remon mau membawa Novi keluar,ingin merayakan kebehasilanya masuk universitas,apalagi masuk UI,di indonesia UI masuk universitas yang bagus lho..."
Mama berdiri ia menatap anaknya,Remon diam memperhatikanya, begitu juga Wulan dan Nia.
Nak,kamu sangat memanjakan sekali istrimu itu,nanti kamu akan menyesal membiarkannya kuliah."
"Menyesal bagaimana maksud mama,saya membiarkannya untuk menambah ilmu,mama jangan mengada ngada deh!."
__ADS_1
Remon merasa heran dengan pikiran mamanya,ia melihat kedua adiknya,keduanya hanya terdiam.
"Kamu membiarkanya kuliah berarti,kamu akan membiarkan ia berteman dengan banyak orang,nanti kamu akan melihat dan mendengar ia berhubungan dengan laki laki,apa tidak kamu pikirkan sampai ke situ."
Remon menatap mamanya,
"Ma,mengapa mama berpikiran kesitu,Novi istri yang baik ma,saya percaya sama dia."
"Kita lihat saja nanti,kalau sudah terjadi nanti kamu baru rasa,baru akan mendengarkan perkataan mama."
Mama berkata dengan Kesal,Remon diam saja mendengarnya.Tak lama ia melihat istrinya keluar, ia kelihatan cantik,Novi tersenyum pada mereka,ia melihat pada mertuanya,tampak wajah tak suka mertuanya pada dirinya,Novi berusaha cuek dengan sikap mertuanya,ia mendekatinya.
"Ma,saya mau keluar sama mas Remon ."
Mama hanya mendehen menjawabnya,Remon diam saja melihatnya.
Remon membawa keluar istrinya menuju mobil.Novi melirik Remon yang sedang mengemudi,ia ingin mengatakan sesuatu ,ia ragu ,
"Mas ,mama tampak tidak suka saya kuliah,apa benar mas?"
Remon melihat pada Novi,ia tersenyum.
"Mama hanya takut nanti kamu berhubungan dengan teman laki laki,ia takut kamu akan mengkianati anak kesayangannya ini."
"Mas kok mama berpikir seperti itu tentang saya,saya kalau berhubungan sama seseorang hanya satu ,tak bisa pasang dua,saya kalau sudah selesai saya baru bisah pindah ke lain hati."
Remon melirik Novi,ia tersenyum,tapi tiba tiba ia teringat sesuatu.
"Berarti kamu belum mencintai mas dong,kamu kan belum putus sama pacar kamu ."Remon bertanya dengan nada curiga,Novi melihat pada Remon,ia tampak tak suka Ramon berkata begitu."
"Mas,saya dengan mas Roni sudah lama tidak berhubungan,kami putus kontak sejak hp saya hilang,kalau diri saya sudah saya serakan pada mas,berarti saya mencintai mas".
Novi kelihatan sedih setelah bicara,Remon mengusap usap punggung istrinya,ia melirik istrinya sesaat.
"Sayang,tak usah kamu pikirkan sikap mama,terhadap kamu,mas kan sayang kamu,mas percaya sama kamu,jadi kamu harus menjaga kepercayaan mas,kamu bisa buktikan pada mama bahwa kamu istri yang terbaik untuk mas."
Novi tersenyum ,hatinya mulai senang kembali mendengar ucapan Remon, melihat itu Remon tersenyum senang.
"Yang,bagai mana kalau kita ke butik,saya ingin membelikan kamu beberapa baju,baju itu nanti bisa dipakai untuk kuliah.
"Kebutik,mengapa harus kebutik mas,kita bisa beli di tanah abang saja,kan disana lebih murah."
Novi merasa keberatan ke butik,Remon melirik padanya."
__ADS_1
"Setelah makan nanti kita ke butik saja,mas sudah lama ingin membelikan kamu baju yang ada di butik,mas tidak suka ada kata menolak!".
Noviterdiam mendengar ucapan Remon,Novi melihat ke mobil yang lalu lalang.
Mereka telah sampai di restoran,Novi selau menyerahkan pada remon,yang akan ia makan.
"Sayang ,kamu harus mencoba memilih sendiri,menu yang ada disini,nanti kalau tidak pergi sama mas gimana?."
"Saya tak mengerti dan tak paham caranya mas,saya takut saya akan membuat mas malu,tulisan di daftar menu itu,saya tak tahu makanan apa,saya takut tak sesuai dengan selera saya,maskan faham makanan apa yang tertulis disana,dan mas tahu saya suka apa,itu makanya mas yang memilihkannya."
Remon memandang Novi ,ia tersenyum mendengar penjelasan Novi yang panjang itu.
"Sayang ,kamu itu terlampau sederhana."
Novi melihat pada Remon ia tersenyum.Tak lama makanan datang mereka berdua memakannya,Novi tampak kurang suka dengan makanan itu,tapi ia paksakan memakannya, Remon memperhatikan sambil makan,
"Sayang mas sengaja membawa kamu makan di sini,supaya kamu terbiasa memakannya,kalau ada jamuan makan kamu yang akan mas bawa,biasanya makanan seperti ini yang terhidang"
Novi mulai paham ,mengapa Remon sering membawa kerestoran yang menunya kurang sesuai dengan lidahnya.Mereka telah selesai makan ,mereka masih bercerita.Remon nampak ingin mengatakan sesuatu,ia agak ragu mengatakannya,Novi mengerurkan keningnya.
"Ada apa mas,apa ada yang ingin mas katakan."
Remon masih ragu ragu,
"Ada,tapi kamu jangan marah,"
"Saya tidak akan marah,katakanlah mas".
Novi menunggu Remon berkata,Rwmon menarik nafas,
"Diwaktu kita baru menikah,mas tak ingin orang tahu mas sudah menikah,apalagi mas ada pacar ,asisten saya yang mengetahui kejadian kita nikah,mas suruh untuk tidak mengatakan pada orang kantor."
Remon menatap Novi,ia ingin melanjutjan bicaranya,
"Sekarang terbalik yang,mas ingin semua orang tahu mas telah menikah,mas ingin memperlihatkan pada semua orang bahwa kamu istri mas,mas sekarang sangat mencintaimu,aneh ya!."
Novi tersenyum senang mendengar ucapan suaminya.
"Mas,dulu kita tak saling kenal ,tak ada cinta,tapi sekarang kita telah saling mengenal,timbul rasa cinta,dan sekian lama bersama,rasa itu semakin dalam dan dalam, membuat kita tak ingin terpisah dan ingin selalu bersama di setiap saat."Remon sangat senang mendengar ucapan Novi,ia tertawa berderai menatap Novi.
"Wah ucapanmu indah sekali,kamu pandai merangkai kata sayang."
Novi tersipu malu mendengar ucapan Remon,Remon gemes melihat Novi tersipu malu.Tak bebetapa lama mereka berdiri, merekam eninggalkan restoran itu.
__ADS_1
"