Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Kamu miliku bukan miliknya


__ADS_3

Novi terkejut ketika melihat Remon telah berada di rumah pak Ridwan,anak yang di gendongnya hampir terjatuh untung Remon melihat hal itu dan cepat memegang Bintang.


Wajah mereka dekat,mereka saling pandang ketika mata mereka beradu Novi terlihat canggung dan grogi ia menundukan kepalanya.


'Hati hati kalau mengendong anak,biar saya yang mengendong anak kita."


Novi diam saja ia membawa anaknya masuk kedalam kamarnya.Remon ikut masuk kedalam, Novi menegurnya.


"Mas tunggu saja di luar." Ia tampak membenci Remon


Remon terdiam,dia kembali duduk di ruang tamu,ibu dan bapak Ridwan diam saja melihat tingkah mereka.Tak lama Novi keluar dari kamarnya,ia seperti tidak suka dengan kedatangan Remon.


"Dari siapa mas tahu saya di sini.?"


Remon menatap Novi


"Sejak kamu pergi dari rumah, mas selalu mencarimu,baru saat ini kamu mas temukan.kembalilah bersama mas."


Novi terdiam,ia melihat pada ibu dan bapak Ridwan.Ibu dan bapak masuk ke kamar mereka.ia memberi ruang untuk mereka berdua.


"Pergilah dari sini mas,saya sudah senang bersama anak saya."


"Saya akan pergi setelah kamu dan anak kita mau pergi bersama ke Jakarta."


"Saya tidak mau mas,saya ingin mengakhiri hubungan kita,lebih baik kita berpisah."


"Remon tampak kesal mendengar ucapan Novi."


"Kalau kita akan bercerai untuk apa saya datang langsung menjemputmu.,kamu dengar ucapan saya tidak ada kata cerai di antara kita."


"Tapi saya tidak ingin bersama mas lagi."


Remon kelihatan marah mendengar ucapan Novi,Novi agak takut juga melihat perubahan Remon


Kalau kamu ingin berpisah dari mas kamu harus serahkan anak itu pada mas.


Novi terkejut mendengar ucapan Remon,mata mereka saling memancarkan sinar kemarahan.Bapak dan ibu Ridwan yang mendengar hal itu keluar dari kamarnya.


"Novi,Remon,mengapa kalian berdebat,nanti anak kalian bangun,sekarang kamu tidurlah,Remon bisa tidur di kamar sebelah sini.


Bapak menunjuk kamar sebelah..Remon melihat kepada pak Ridwan ia tersenyum terpaksa.


"Terimakasih pak ,bapak telah mengizinkan saya malam di sini."


Novi melihat sinis kearah Remon.


'Untuk apa kamu malam disini mas,saya yakin mas telah mengambil hotel di dekat sini."


Remon tak mengacuhkan Novi.


"Pak buk,saya tidur dulu kekamar,betul kata bapak kalau berdebat terus anak saya akan bangun."


Setelah menganggukan kepala pada bapak dan ibu Ridwan Remon masuk ke dalam kamar tamu.


Novi mendekati pak Ridwan


"Pak,mengapa bapak mengizinkan Mas Remon bermalam di sini pak?"


"Dia itu suamimu,berarti ia menantu bapak."


"Kami kan telah lama berpisah pak."

__ADS_1


"Kalian berdua pisahnya belum ada putusan pengadilan."


"Pokoknya saya mau cerai dari dia pak."


"Nak sekarang ini tidurlah besok di bicarakan lagi.."


"Pak mengapa bapak menerima ia malam di sini."


"Dia itu suamimu,tak mungkin bapak tidak memberinya izin menunggu kalian,apa lagi bapak pernah mendengar Bintang ingin sekali bertemu bapaknya."


Novi menarik nafas.


"Tapi saya tak ingin bersamanya lagi bu."


"Ya sudah tidur lagi besok kita lanjutkan lagi bicaranya."


Novi dan Remon tidak bisa tidur malan itu mereka berdua sering membalikan badannya.


Keesokan harinya Remon terbangun ketika ia mencium orang memasak ikan.ia mengeliat kan badannya.


"Bauk orang mengoreng ikan membuat perutku lapar,jam berapa sekarang."


Remon melihat ke jendela,dilihatnya sinar matahari telah masuk kecela dinding kamarnya.


Remon keluar kamar,ia menuju dapur dilihtnya Novi sedang masak bersama ibu di dapur. Ibu melihat kedatangan Remon.ibu tersenyum sedang Remon menganggukan kepalanya.


"Kamu mencari kamar kecil ya ?"


Remon mengangguk,ibu menunjukan kamar mandi.


Setelah mengantarkan Remon kekamar mandi ibu kembali ke dapur.Novi diam saja ia tak banyak bicara pagi itu.


Setelah meletakan makanan ke meja makan Novi kembali lagi kekamarnya.Hingga Remon selesai mandi Novi tak keluar dari kamarnya.


Remon mendekati Pak Ridwan.


"Pagi pagi sudah latihan pak."


"Kalau tidak dilatih nanti kaku, dan bapak akan susah berjalan seperti dulu lagi nak."


"Memang pak,harus sering dilatih kakinya pak."


"Iya nak,kamu sudah minum nak?'


"Nanti saya bisa ambil sendiri pak."


"Waduh! bagaimana ini,ibu kok tidak membuat tamu minum."


Remon tersenyum.Saya kan bukan tamu pak,saya suami Novi menantu bapak,saya bisa ambil sendiri pak.


Bapak tersenyum ia melihat pada Remon setelah itu menepuk pundak Remon.


"Betul nak kamu menantu bapak,kamu suami Novi,seharusnya Novi telah membuat minuman kamu,ayo kita ke dalam".


Pak Ridwan dan Remon masuk ke dalam .mereka langsung saja ke meja makan


Sampai mereka di dalam nasi dan lauk telah tersedia di meja makan.


Bintang keluar dari dalam dengan memakai baju sekolah,ia telah siap untuk pergi kesekolah.Ketika ia melihat Remon ia terkejut dan tercengang,ia terus memperhatikan Remon Remon mendekatinya,saat itu pula Novi keluar dari dalam kamarnya.


"Om om ciapa om,intang tak enal ama om".

__ADS_1


Novi cepat cepat mendekati Bintang.


"Nak kamu sudah terlambat, ayo cepat bunda suapi."Dengan perlahan Novi menyuapi Bintang sampai selesai


Remon terdiam ketika Novi menyuapi anaknya,ia memperhatikan saja.


"Unda."


Baru saja Bintang mau bicara Novi telah membawanya keluar.


"Ayo pasang sepatunya,kita sudah terlambat."


Remon hanya memperhatikan saja ketika Novi membawa Bintang pergi tanpa melihat pada Remon.


Remon masuk kembali ketika di lihatnya Novi telah hilang dari pandangannya.


Pak Ridwan mendekati Remon.


"Nak kamu harus bersabar,kalau kamu betul betul menyayangi mereka."


"Ya saya akam membawa mereka berdua kembali ke Jakarta."


"Ayo kita makan."Bapak membawa Remon makan.


Akhirnya Remon makan bersama pak Ridwan.


Setelah selesai makan,Remon berbincang bincang di ruang tamu dengan pak Ridwan.


"Jam berapa Bintang nanti pulang sekolah pak.Rwmon bertanya pada Pak Ridwan."


"Siang nanti,Bintang sudah bisa ditinggal di sekolah nanti,baru Novi yang jemput lagi."


"Apa tidak masalah Bintang di tinggal tanpa ada yang mengawasi pak?"


"Tidak apa apa nak,sejak saya kecelakaan bintang hanya di titip sama guru saja."


Sedang asik bercerita Novi telah datang kembali.ia melihat pada Remon.


"Mas mari kita bicara di luar."


Remon melihat pada Pak Ridwan,dilihatnya wajah Novi tidak bersahabat.Bapak mengisyaratkan agar Remon mengikuti saja keinginan Novi.


Mereka menuju taman yang terdapat dekat rumah pak Ridwan.


"Mas,saya harap mas pergilah dari rumah Pak Ridwan,kita telah lama berpisah untuk apa mas datang dan malam disini."


"Sayang kamu harus tahu,mas telah lama mencari kalian ,tak mungkin setelah bertemu kalian mas akan meninggalkan kalian."


"Mas saya tidak mau kembali ke Jakarta,carilah seorang perempuan di Jakarta mas,biarkan kami di sini."


"Mengapa kamu mengatur saya,saya kepala rumah tangga bukan kamu."


"Itu dulu mas sekarang di antara kita tak ada hubungan apa apa lagi."


"Kau harus ingat Novi,saya tak pernah menceraikanmu,kamu masih tetap istri saya,selamanya akan begitu."


Remon tampak kesal dengan Novi,Novi membelalakan mata pada Remon.


"Mengapa kamu membesarkan mata pada suamimu,dosa tau!".


Kitakan tidak bersama lagi,mengapa berdosa,kita bukan suami istri lagi.

__ADS_1


"Saya tdak suka kamu bicara begitu,kalau sudah sidang pengadilan baru bisa kamu bicara begitu,kamu itu istri saya,nanti kamu bisa masuk neraka kalau kamu masih melawan saya."


Akhirnya Mereka berdua terdiam,Ketika mata mereka beradu pandang,Novi menundukan kepalanya,Remon masih melihat pada Novi


__ADS_2