Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Apakah rasa itu masih ada


__ADS_3

Novi tersenyum ketika mengingat saat indah bersama Remon


"Walau kita sudah tak bersama lagi,kamu masih perhatian dan sayang mas,untuk saat ini ucapan yang pernah kamu ucapkan tak berubah."


Novi melihat Bintang, anak itu nyenyak sekali tidurnya,diusapnya kepala anaknya.


"Ada kamu yang membuat kami bersama kembali nak,kamu menjadi pengikat kami."


Novi tersentak ketika terdengar suara mobil.Tanpa ia sadari ia berlari keluar kamarnya,setelah di luar baru ia menyadari,Novi berhenti sesaat ,ketika ia akan kembali ke kamar,ia melihat ada pembantu rumah tangga telah berdiri di depannya.


"Loh bik,masih bangun,apa belum tidur.


Novi tak menyadari kebodohannya bertanya pada pembantu tersebut.


"Saya mau buka pintu buk,bapak sudah sampai,ibu mengapa berada di sini?" bibik balik bertanya.


Novi baru menyadari tingkahnya,ia tampak salah tingkah.


"Tadi saya mendengar bunyi mobil berhenti de depan saat saya mau minum tadi."


Novi terpaksa berbohong,ia malu kalau bibik itu bicara pada Remon kalau ia yang mau buka pintu.


Bibik cepat cepat keluar ketika ada ketukan pintu,sedang Novi masih diam terpaku entah apa yang ia pikirkan.


Remon terkejut ketika ia melihat ada Novi berdiri terpaku di ruang itu.Novi baru terkejut ketika Remon mendehem,tepat di depannya.


Novi meligat Remon,ia grogi dan tampak malu.


"Kamu belum tidur Novi?" Remon bertanya.


Ketika mendengar suara Remon Novi tampak salah tingkah.melihat itu Remon tersenyum


"Mana Bintang ,apa ia sudah tidur?"


Novi mengangguk,Novi merutuki dirinya yang tak bisa menjawab pertanyaan Remon,ia merasa malu kalau Remon mengira ia menunggunya.


Bibik yang melihat majikannya berbicara,diam diam ia pergi dari tempat itu. Mata Remon beradu pandang dengan mata Novi,mereka diam sesaat dan akhirnya Novi menunduk.


"Novi,saya senang kamu menunggu saya pulang." Remon menatap Novi,Novi melihat Remon


"Saya ,saya tidak menunggu mas,saya tadi mau minum,kebetulan saja mas datang". Remon tersenyum mendengar ucapan Novi yang agak terbata.


"Saya ingin kamu setiap hari seperti ini novi,saya merindukan saat saat seperti ini."


Novi hanya tertunduk mendengar ucapan Remon.


"Novi.." Novi melihat pada Remon


"Mas ingin kamu mau mengabulkan keinginan mas untuk bersatu lagi,mas sangat mencintaimu Novi."


Remon melihat Novi dengan pandangan penuh cinta.Novi tertunduk,ia meremas tangannya


"Mengapa kamu diam saja Novi?."


Novi melihat Remon.


"Saya tak bisa menjawabnya sekarang mas,saya masih takut." Remon tampak heran.


"Takut,takut apa Novi? " Remon cepat bertanya.


"Saya takut kecewa lagi mas.." Novi berkata dengan menunduk lagi. Remon memegang tangan Novi.

__ADS_1


"Percayalah Novi,mas dari dulu sampai sekarang sangat sayang pada kamu,apa lagi sekarang ada Bintang,mana mungkin mas akan mengecewakan bundanya."


Lagi lagi mata mereka saling pandang.


"Mas tak akan mendesak kamu untuk menikah sekarang,tapi pertimbangkanlah kata kata mas,perpisahan kita dulu hanya salah pahan,mas tak mungkin mencintai orang lain selain kamu Novi."


Mereka Diam sesaat.lalu Novi melihat Remon


"Beri saya waktu mas,saya tak bisa menjawabnya sekarang."


Baiklah Novi,mudah mudahan jawaban kamu nanti menyenangkan,terlebih menyenangkan anak kita Bintang."


Novi hanya diam tertunduk mendengar ucapan Remon.


"Tidurlah hari sudah hampir jam satu malam,saya pun mau istirahan,badan saya letih sekali,tadi macet di jalan karna ada kecelakaan,5 jam mas terjebak macet tadi.


Novi mengangguk dan ia pun berlalu dari hadapan Remon.


Remon melihat kepergian Novi,dan ia pun tersenyum.


"Saya senang kamu menunggu saya pulang Novi,mas rasa kamu sudah mulai membuka hati kamu lagi,ini akan membuat anak kita senang sayang." Remon berbicara perlahan.


Pagi hari,Bintang tampak senang melihat ayahnya telah pulang,seperti pagi itu.


"Ayah,Bintang lupa kemarin minta oleh oleh dari ayah."


Remon tersenyum mendengar ucapan ayahnya.ia mengusap kepalanya dan memeluk bintang.


"Ayah tahu keinginan kamu nak,ayah tidak lupa,nanti ayah kasih,kamu sudah mandi apa belum?" Remon bertanya dan ia melihat dengan penuh sayang pada anaknya.


Bintang mengeleng .


"Belum ayah..."


Remon berkata sambil bercanda.Bintang mencium ayahnya ia pun menutup hidungnya,Remon tertawa.


"Ayah tidak bauk walau baru bangun tidur,kalau tak percaya tanya pada bunda."


Remon cepat menutup mulutnya,ia keceplosan menjawab.


Mengapa harus tanya bunda,mulut ayah bauk kalau bangun tidur. Bintak berkata sambil mwnutup mulutnya,ia membalas canda ayahnya.


Remon menutup mulut dan meniupkannya dan menghirup bauknya,ia pun mau muntah setelah menciumnya.


"Kamu benar nak,mulut ayah bauk."


Remon berkata dengan mimik lucu yang membuat Bintang tertawa.


"Ayah,Bintang senang memeluk ayah,walau ayah bangun tidur." Bintang berkata serius


Remon menatap anaknya dengan sayang.


"Ayah juga nak,ayah senang tidur bersama kamu,ayah senang memeluk kamu,ayah bertambah senang kalau ada bunda kamu."


"Bintang juga senang ayah,kapan ya bunda mau tidur bersama,ada ayah,ada bunda dan ada Bintang di tengah tengah.."


Bintang membalas ucapan ayahnya.


"Kami mintalah sering sering sama bunda,tapi ingat jangan kamu bilang kalau ayah yang berkata,nanti bunda tak mau."


"Ok ayah.."

__ADS_1


Mendengar ucapan Bintang Remon mencium anaknya


Bintang melihat pada ayahnya,ia tersenyum mengoda,Remon pun tersenyum ia memeluk anaknya.


"Ayah ingin memberi yang terbaik untuk kamu nak."


Bintang nampak senang ayahnya sayang padanya,ia pun memeluk erat ayahnya dan menciumi ayahnya.


Sementara itu,Novi dan buk Ridwan ikutan masak pagi itu


"Goreng ayam bintang sudah selesai buk."


Novi tesenyum pada bibik.


"Letakan di meja saja,Bintang kalau sama goreng ayam makannya banyak bik,ia suka goreng ayam ,tapi kalau gulai dan sayur ia kurang suka,terpaksa saya selalu goreng ayanm bik." Bibik tersenyum ia mengangguk


"Saya lihat ia lahap sekali makannya buk ,Bintang tampak suka makan dengan goreng ayam." Novi ters3nyum


"Saya setiap hari mengoreng ayam,dari pada ia tak mau makan bik."


Bibik tersenyum sambil mengangguk


Tak beberapa lama tampak Bintang berlari ke dapur,ia sudah mandi.


"Bunda Bintang lapar".


"Aroma gorengan sampai ke kamar Ayah Bunda,itu makanya Bintang cepat mandi dan kemari."


Novi hanya tersenyum sambil memasak dan sekali melihat anaknya


"Bintang panggilah ayah,kamu sudah lapar kan? "Novi berkata pada Bintang.


Novi mengajari anaknya untuk makan besama di meja makan


Bintang langsung berlari ke kamar ayahnya.


"Ayah,kata Bunda,makan lagi,Bintang sudah lapar,Bintang mau makan goreng ayam ayah."


"Kalau mau goreng ayam bilang saja sama bibik nak."


"Nanti Bunda marah ayah,kata bunda pagi dan malam harus sama sama makannya."


Remon tersenyum ia mengusap kepala anaknya."


Ayolah sayang,ayah juga lapar,sepertinya enak masakan bunda kamu."


Ayah dan anak berjalan ke dapur.


Remon tersenyum melihat Novi memakai celemek,


"Walau pakai celemek kamu terlihat cantik Novi,sudah lama mas tak melihat kamu seperti ini."


Remon melihat anaknya yang telah berlari dan duduk dimeja makan.


Mereka makan bersama,Bintang makan dengan lahap.


"Bintang perlahan makannya nak,hangan tergesa gesa seperti itu."


Novi tak bisa melihat makan anaknya yang tergesa gesa.


Bintang melihat ibunya ia mengangguk.

__ADS_1


"Perlahan makannya nak kan masih banyak goreng ikannya,nanti kamu tersedak."Remon berkata perlahan.


"Iya Ayah!.. " Bintang berkata sambil melihat pada ayahnya. Pak Ridwan dan istrinya tersenyum melihat pada cucunya.


__ADS_2