
Mobil melaju di jalan raya,mereka berdua hanya diam,Remon kosentrasi menyetir ,sedang Novi melihat ke jalan raya.setengah jam mereka berjalan,mereka tiba di sebuah butik,pemilik butik mengenal Remon.
"Pak Remon,lama kita tak jumpa,kemana saja,terakhir kita jumpa bapak kesini sama Friska."
Novi langsung melihat pada remon,Remon salah tingka,menyadari hal itu pemilik toko merasa tidak enak.
"Maaf mbak,Pak Remon,saya salah bicara"
"Tak apa buk,saya mau mecari baju ,yang bisa di pakai untuk kuliah,dan saya juga mencari baju untuk dibawa ke pertemuan."
Ibuk itu tersenyum,ia membawa Novi melihat bermacam pakaian yang bagus dan mewah.sementara Remon duduk ia tampak menerima telepon.pemilik butik mecocokkan beberapa pakaian pada Novi.
Mbak,sudah lama berhubungan dengan pak Remon,tapi maaf lho mbak,mbak nampak masih sangat muda."
Novi tersenyum mendengar ucapan pemilik butik.
Saya istrinya mas Remon,sudah setengah tahun ini kami menikah,saya memang masih muda ,baru satu tahun ini tamat SMA."
Ibu pemilik butik semakin penasaran.
"Boleh saya tahu nama kamu siapa ya?."
Novi tersenyum,ia menjabat tangan ibu pemilik butik itu.
"Nama saya Novi buk."
"Saya ibu Inggit,saya langganan pak Remon."
Ibu Inggit memperkenalkan diri.
"Buk,mas Remon sering membawa pacarnya kesini ya?.
Inggit tersenyum,ia tak ingin menambahkan minyak tanah,bisa hilang langgananya.
"Novi,itu masa lalu pak Remon, yang penting sekarang kamu yang ada dihatinya,buktinya kamu yang berada disini bersamanya,bapak itu orangnya baik,walau usia kamu dan bapak agak berbeda jauh,dengan saling menjaga akan membuat kamu berdua bahagia"
Novi tersenyum mendengar ucapan Inggit,ia mulai menyukai Inggit.
"Maaf ya mbak,saya sepertinya banyak bicara sama mbak,saya seperti bicara sama anak saya."
"Tak apa buk,saya merasa senang,saya tak punya orang tua,saya senang kalau ibu menganggap saya anak ibu."
Inggit merasa kagum pada novi,
__ADS_1
"Cara bicaranya bagus,walau ia masih muda,cara bicaranya sudah dewasa,anak ini kelihatan baik,berbeda dengan Friska."
Inggit berkata dalam hati sambil nencocokkan baju yang lainnya.
Remon mendekat i mereka .ia melihat pada istrinya.
"Sayang,coba kamu pakai satu persatu,mas ingin melihatnya.
Novi menuruti suaminya dengan diantar oleh karyawan butik ia memcoba baju satu persatu,Novi kelihatan cantik dan berkelas ketika ia memakai pakaian itu,RemonTerpana beberapa saat ,ia mengagumi kecantikan istrinya,biasanya ia melihat istrinya berpakaian sederhana ,begitulah istrinya,ia sederhana tapi bagi Remon ia cantik selalu.
Baju dibutik itu mahal mahal ,hanya orang berkantong tebal yang bisa menikmatinya,beruntung Novi menikah dengan Remon,ia bisa memakai baju dari butik itu.
"Mbak Inggit ,baju yang di coba istri saya tadi,saya ambil semua ya,istri saya bertambah cantik memakai baju baju itu."
Novi tercengang,semua baju yang ia coba tadi,dibeli oleh suaminya,ia melihat pada suaminya,suami tersenyum.
"Sayang,kamu mau kuliah ,kamu pasti membutuhkan beberapa baju,tak mungkin kamu pakai baju itu itu saja."
"Novi,biasanya wanita suka sekali di beli baju,kamu sangat sepesial deh,jarang ada wanita seperti kamu".
Inggit berkomentar,Novi melihat pada inggit,ia tampak serius tapi lucu.
"Buk Inggit,saya kasihan sama suami saya,ia banyak mengeluarkan uang untuk kuliah saya,apa lagi sekarang ia membuat Rumah untuk kedua adiknya buk".
"Novi,kalau bapak Remon ingin membelikan kamu pakaian untuk beberapa helai, berarti bapak ada uang untuk beli baju kamu.
Novi menganggukan kepala mendengar ucapan Inggit,ia melihat pada suaminya,suaminya mengangguk dan tersenyum,Novi tersenyum juga.Setelah membayar Mereka meninggalkan butik itu.
Di kantornya Remon di datangi teman sama kuliahnya,temanya tak kalah tampan dari dirinya,mereka asik berbicara,kadang mereka tertawa bersama.
"Kamu masih ingat sama Jane,Mon,ia masih sering menanyai kamu,ia meminta nomor kamu,saya bilang saya tak tahu,kalau saya kasih kamu pasti marah pada saya."
"Jangan kamu kasih alamat dan nomor saya,saya tak suka ia datang kesini,bisa berabe." Roy menatap Remon tajam
"Berabe,apa maksudnya,apa ada yang kamu sembunyikan dari saya?,kata berabe itu mengganggu sekali."
Remon tertawa melihat rasa penasaran temannya .
"Berabe,maksunya,saya sekarang telah punya istri,kalau mereka berjumpa di sini kan berabe."
Roy sangat terkejut mendenfar Remon telah punya istri,ia menatap tak percaya pada Remon."
Kamu tak bercanda kan,Remon?
__ADS_1
Remon tersenyum ia mengelengkan kepala,Roy semakin ingin tahu
"Kapan kamu kawinnya,kok tak ada teman teman yang tahu,apa kamu kawin di grebeg?
Remon tersenyum,ia tidak mengiyakan .
"Istri saya masih muda, baru setahun tamat SMA,saya mencintainya,nanti akan saya kenaljan sama kamu,tapi awas,kamu jangan jatuh cinta padanya."
Roy twrtawa terbahak mendengar ucapan Remon.
"Saya jadi penasaran ingin melihat istri kamu Mon."Remon tersenyum, ia menbayangkan istrinya.
"Ia biasa biasa saja,orang nya sederhana,lain dari pacar pacar saya yang terdahulu,pembawaan dan gaya mereka berbeda." Remon menjelaskan
"Pasti istri kamu spesial,"
Remon tersenyum ia mengangguk,Roy melirik jam .
"Maaf mon saya harus pergi,saya singgah tadi kebetulan lewat sini,dan saya kangen kamu,lain kali kita ngobrol lagi ya,jangan lupa,kenalkan saya sama istrimu,saya penasaran,seoerti apa wanita yang membuat Remon takluk pada wanita."
Roy berlalu sambil melambaykan tangannya,Remon membalas lambayan Roy,ia tersentum melepas kepergian teman akrabnya yang lama tak bertemu.
Hari itu Nia telah bersiap siap,untuk pergi kuliah,ia pergi di antar Ramon,setelah makan mereka berpamitan pada mamanya ,mereka punberangkat.Di jalan mereka berbincang bincang.
"Yang nanti kalau sudah pulang telepon mas,nanti mas jemput ,yang perlu kamu ingat ,kamu adalah seorang istri,berteman saja dengan perempuan."
Novi melirik suaminya,ia tersenyum mengoda
"kamu kok tersenyum begitu sayang,jangan mengoda saya dong."
Melihat Remon cemberut,Novi tertawa geli,Remon semakin lucu saja,kala Novi tertawa.
"Mas ini ada ada saja,saya hanya boleh berteman sama wanita,percayalah mas saya sangat mencintai mas,hati saya milik nas seorang,yang lain ngontrak."
Novi coba bercanda pada suaminya,mendengar itu Remon memencet indung Novi,Novi terpekik ,Remon tertawa."
Mas ini mudah cemburu sayang ,kalau kamu bersama laki laki,mas akan cemburu."
Novi melihat pada Remon,saat mata mereka beradu,Novi memcibirkan mulutnya,ia kelihatan lucu dan mengemaskan,Remon tertawa,diusapnya pungung istrinya dengan sayang.Mereka tiba di kampus Novi,sebelum turun mengecup kening Novi,laly berkata"
Yang Ingat pesan mas,belajarlah dengan baik"
Novi mengangguk,setelah mencium tangan suaminya ,Novi turun dari mobil,ia melihat suaminya sesaat,suaminya tersenyum dan melambaikan tangan.Novi melagkah memasuki,gedung Fakultas,Setelah istrinya tak tampak dari pandanganya Remon mebjalankan mobilnya menuju kantornya.
__ADS_1