
Setelah memberi makan anaknya,Melati minta izin dengan orang tua yang mengasuh anaknya,ketiga sahabat itu keluar dengan menaiki mobil Bunga.
Ketiga sahabat itu bertingkah seperti remaja,kadang mereka tertawa mendengar ucapan Melati, Novi tampak terhibur,masalahnya bisa ia lupakan sesaat.
"Mengapa kamu sendiri ke Jakarta ini Novi,mana anak kamu." Melati bertanya.
Novi memandang Melati yang berada di sampingnya.
"Panjang ceritanya,sebetulnya saya ke Jakarta ini ingin menyenangkan diri."
Melati menatap Novi,Bunga memarkir mobil ketika ia melihat tempat rekreasi,mereka duduk dibangku yang ada disana.
"Kamu menenangkan diri gimana Novi,apa ada kejadian lagi menimpamu." Bunga tampak penasaran
Novi tersenyum mendengar pertanyaan Bunga.
"Ya begitulah." Novi berkata lagi.
"Apa yang terjadi padamu Novi?" Temannya tambah penasaran mendengar ucapan Novi.
Novi melihat Melati dan bunga.
"Kamu tahukan saya tidak bersama Mas Remon,saya sebetulnya mau menikah lagi tapi sayang pernikahan itu sepertinya tidak akan terjadi." Novi berkata dengan nada sedih.
Melati dan Bungo melongo mendengarkan cerita Novi..
"Sama siapa kamu akan nikah novi,maksud saya,apa statusnya."
Novi tampak termenung .Melati menyenggol Bungga,ia menunjuk pada Novi.
"Kamu ingat,sebelum saya menikah dengan mas Remon,saya berpacaran sama Roni,ya dengan Roni itu saya akan menikah".
"Lalu." Temannya tampak penasaran
"Keluarganya tak setuju dengan saya."
Novi tampak sedih.
"Karna kamu janda ,apa Roni tidak memberi tahu keluarganya bahwa kamu janda dan menpunyai anak."
"Saya sudah menceritakan semua tentang saya,mulanya keluarganya setuju dengan saya,tapi ada keluarganya yang mengetahui cerita saya,ketika menikah dengan mas Remon,keluarga langsung tak menyukai saya,mengetahui sebab saya menikah dengan mas Remon.
Temanya tampak kasihan pada Novi.
"Sudahlah tak usah kamu pikirkan masalah itu,lebih baik kita bersenang senang,buang sementara masalahmu." Melati berkata,Novi tampak terpaksa tersenyum.
"Novi kamu belum jawab pertanyaan Melati."
Bunga berkata.
"Pertanyaan apa?" Novi tampak penasaran
"Kamu sekarang tinggal di mana."
Novi menceritakan saat ia pergi sampai bertemu dengan pak Ridwan dan istrinya.
"Saya senang mendengarnya Novi,kamu bertemu dengan orang tua yang baik."
"Bintang sekarang tinggal dengan mereka,bapak dan ibu sangat baik,saya beruntung mendaoatkan mereka menjadi orang tua.
"Novi,apa mantan suami kamu sudah punya anak?" Bintang tiba tiba bertanya.
"Anak? saya tidak tahu Bunga." Novi tampak heran.
__ADS_1
"Saya melihat Mas Remon membimbing anak dan menbawa dua orang tua bersamanya"Bunga memberi tahu bunga.
"Kamu sepertinya menceritakan anak dan orang tua saya.'
"Anak itu berusiah kira kira delapan tahun."
"Benar,usia anak saya sikitar itu,ansk saya laki laki,apa ia membawa Bintang dan orang tua saya ke Jakarta. Bintang bertanya sendiri
"Novi mau menelepon Pak Ridwan.Novi terdiam beberapa saat.
"Ada apa,mengapa kamu terdiam begitu?"
"Saya mau menelepon bapak ingin tahu keberadaan mereka,tapi saya tidak ingin tahu bapak mengetahui saya di sini,saya tidak mau menceritakan pada bapak dan ibu kejadian saya saat ini."
"Biarkan mereka bersama dengan mantan suami kamu,dengan demikian kamu bisa bersama kami beberapa saat."Bunga berkata.
"Kamu ini,suami kamu bagaimana,nanti ia marah kamu keluyuran seperti ini." Novi berkata pada Bunga.
"Suami saya kebetulan sedang keluar negeri,baru pergi tadi pagi."
"Mengapa kamu tak ikut." Novi bertanya.
"Mertua saya pergi berobat,suami saya yang mengantar bersama adiknya,suami saya tidak membawa saya,ia tahu saya bekerja di perusahannya,katanya biar saya mengawasi karyawan."
"Apa kerja suamimu Bunga?" Novi penasaran.
"Pengusaha,tapi tidak sehebat mas Remon,suami saya baru mulai berkembang usahanya,karna suami pergi,saya yang mengantikannya."
"Jadi kamu kerja sama sama suami merintis usaha Bunga." Bunga tersenyum mengangguk.
"Mengapa kamu tak membawa Melati bekerja dengan kamu Bunga." Novi bertanya lagi.
"Saya yang tidak mau Novi,saya takut saya akan jatuh cinta sama suami Bunga" Melati mendahului Bunga yang akan bicara.
"Aaw! Sakit Novi." Melati menjerit.
"Kamu ini ada ada saja Melati.' Novi tersenyum.
"Saya serius Novi,buktinya suami kamu,kamu curiga dulukan karna mas Remon sering di datangi teman wanitanya." Melati sengaja menyinggung Novi.
Novi cemberut,ia memonyongkan mulutnya pada Melati.
"Saya tidak mau saya jadi orang ke tiga antara saya dan suami Bunga."Melati berkata lagi.
Melati tersenyum ia mengoda Bunga.
"Kamu kalau berani menganggu suami saya saya pukul kamu." Bunga melitotkan mata pada Melati,Melati tersenyum.
Bunga berkata sambil Meninju perlahan Melati.
"Mana mungkin saya mengambil suami dari teman saya Bunga,kamu jangan mengada ada,akhirnya kamu termakan ucapan saya.
Novi tersenyum melihat kedua temannya.
"Kalian berdua masih seperti dulu kelakuannya." Novi berkata sambil tertawa.
Melati dan Bunga tertawa berderai.
"Melati bagaimana kalau kamu pindah dari rumah ini,saya tidak nyaman di rumah kamu."
Tiba tiba Novi berkata.Melati melihat Novi.
"Kalau tak nyaman tak usah kerumah saya."
__ADS_1
Novi mencibir Melati.
"Kamu itu keras kepala,perhatikan anakmu,kasihan ia,waktu hujan tadi,rumah kamu tergenang air,tempat itu kurang sehat Melati." Novi mulai menasehati Melati.
"Saya tidak mau pindah." Melati masih bersikeras.
Novi memperhatikan Melati
"Kamu masih ingat perjanjian kita,siapa yang lebih baik hidupnya,boleh membantu teman."
Melati diam ia tertunduk.
"Saya mohon,biarkan kami membantu kamu."
Novi sangat berharap.
"Kamu seperti orang banyak uang,kamukan sudah berpisah dengan suami yang banyak uang itu." Novi tersenyum mendengar ucapan Novi.
"Kamu belum tahu siapa saya ya."
Bunga dan melati memperhatikan Novi.
"Saya punya toko cukup ramai,kalau untuk kami berempat rezkinya Alhamdulillah." Novi sengaja berkata begitu,agar Melati menerima bantuannya.
"Terserah kalianlah!" Akhirnya Melati menyerah.
Bunga dan Melati saling pandang keduanya tampak senang.
"Dekat rumah saya ada rumah kosong." Bunga berkata.
Melati melihat pada Novi.
"Kita lihat saja sekarang,kalau besok melati akan berubah lagi.'Bunga berkata pada Novi.
Akhirnya mereka menyepakati untuk mencari rumah untuk Melati.
Dengan terpaksa Melati menuruti teman akrabnya,ia tak tega menolak niat baik temannya.
Melati merasa tak enak saat temannya itu mengontrakan rumah untuknya,rumah itu bagus.
"Novi itu rumah bagus,banyak uangnya itu."
"Kamu tenang saja Melati,yang terpenting kamu ikuti saja keinginan kami ini.."
"Saya merasa tidak enak Novi,kamu sedang ada masalah ,malahan mengontrakan saya rumah.Melati tampak segan.
"Saya tidak mau kamu berkata begitu terus Melati,kita bertiga saudara,sakit satu sakit semua!" Novi berkata tegas.
Melati akhirnya diam.Novi dan Bunga menelepon yang punya rumah,tak lama yang punya rumah datang.
Setelah menyelesaikan semuanya,Novi memberikan kunci rumah.
"Kamu sudah bisa tinggal di sini,rumah ini saya kontrak dua tahun."
Melati terharu,ia meneteskan air mata.
"Terima kasih Novi, Bunga,saya beruntung punya teman kalian."
"Saya ngin kamu pindah sekarang,saya ingin tidur di rumah ini bersama kamu Melati."
Melati mengangguk ia memeluk kedua temannya.
Terimakasih teman yang membaca tulisan saya,semoga kalian semua sehat .
__ADS_1