Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Beli makanan kesukaan.


__ADS_3

Roni melihat pak Ridwan yang kembali tertidur,Roni tersenyum.


"Mas nanti kita berhenti di kota P saya akan membeli sate danguang danguang saya suka,bapak dan ibu juga suka."


Roni mengangguk


."Saya penasaran bagaimana rasanya,saya mau nencoba juga."


"Nanti setelah mas memakan sate kamu akan kecanduan mas dan ingin sering ke sini."


Saya penasaran,bagaimana rasanya.


"Mas kamu tidak capek nyetir,kalau capek gantian biar saya yang nyetir."


Roni melihat Novi melalui kaca spion.ia mengengedipkan matanya saat Novi melihat kaca spion,Novi membelalakan mata.


"Kosentrasi mas nanti tabrakan." Novi tampak cemas.


Roni tersenyum ia kosenterasi menyetirnya.


Pak Ridwan sebetulnya sudah bangun,ia mendengar pembicaraan Roni dan Novi,pak Ridwan merasa tak enak ia memicingkan lagi matanya.


"Mas jangan lupa satenya ya,sebentar lagi kita masuk ke kota tapi kita terlebih dahulu Sholat dulu baru ketempat orang jual sate"


"Oke sayang."


Roni berhenti di mesjid yang tampak ada di jalan,mereka semua turun dan solat di sana.


Setelah selesai sholat mereka melanjutkan perjalanan.Pak Ridwan Buk Ridwan serta Bintang kembali tertidur


Setelah beberapa jam mereka berjalan .


"Mas jangan lupa kita makan satenya." Novi mengingatkan Roni.


Kamu tinggal bicara saja dimana letaknya.


"Tenang saja,saat ini mas harus menuruti saya, karna lokasinya saya yang tahu."


"Novi mas akan selalu menurutimu,apa lagi kalau kita menikah nanti."


"Mas jangan merayu terus nanti tempat orang jual sate kelewatan ." hening beberapa saat.


Saat tiba di dekat penjual sate .


"Mas kita berhenti di depan sana mas,"


tak lama kemudian.


"Stop mas di sini",


Novi menunjuk tempat orang jual sate.Bapak yang tidak tidur membukakan matanya saat Roni mau membangunkannya,


"Bapak sudah bangun,saya baru akan membangunkan bapak."


"Saya suah bangun,kita dimana Roni."


Pak Ridwan pura pura bertanya.


"Kita berada dedepan orang jual sate pak?"


"Ooo,sudah sampai ya."


"Iya pak,ayo kita turun pak."


Bapak mengangguk,Novi juga membangunkan Ibu Ros dan Bintang.


Sate ini banyak peminatnya terbukti ramai orang antre.untung mereka mendapat bangku tempat duduk.

__ADS_1


"Ramai sekali orang membeli sate ini,saya percaya sate ini enak." tiba tiba Roni berkarta.


"Cubalah satenya nanti,mas akan ketagihan mau ke sini." Novi berkata.


"Mas mau kalau kamu dan Bintang pergi sama mas."


"Bapak dan ibu tak di bawa Roni?" Bapak sengaja berkata begitu.


"Kalau bapak mau pergi kita pergi bersama seperti ini lagi,tapi bapak tak perlu bawa mobil,biar kita pergi naik mobil saya saja pak,saya akan membawa sopir nanti."


"Bagus saya tunggu nak Roni."


Roni tersenyum pada Pak Ridwan.


"Oke pak,nanti saya telepon kalau mau pergi."


Roni melirik Novi,Novi tersenyum mendengar ucapan Bapak dan Roni.


Saat Roni memakan satu tusuk sate,ia tampak menikmati rasa satenya.


"Bagaimana mas apa mas suka?"


Roni tak menjawab ia mengangguk.


Novi tersenyum melihat Roni menikmati rasa satenya.


"Pak lihatlah mas Roni,ia tak bisa bicara karena makan sate." Novi tersenyum melihat Roni.


Pak Ridwan melihat Roni,ia tersenyum.


"Enak satenya nak Roni?"


Roni tersenyum


"Ya pak,lain kali kita ulang lagi ke sini pak."


Perut saya kenyang pak,nampaknya kita tidak berhenti untuk makan nasi nanti.


"Ya, bapak merasa kenyang,bisa bisa mata mengantuk."


Roni tersenyum mendengar ucapan pak Ridwan.


"Saya akan pesan kopi supaya tidak mengantuk."


Mendengar Roni mau minum kopi sopirnya bergegas memesannya.ia pesan dua gelas.


"Bapak mau minum apa pak?"


"Bapak sudah kenyang,bapak tidak minum kopi." Pak Ridwan menjelaskan.


Roni mengangguk ia tersenyum pada pak Ridwan.Bintang baru selesai makan.


"Sudah kenyang Bintang?""


Bintang mengangguk,


Bintang bersandar pada Novi ia kelihatan masih ngantuk. semua yang ada melihat Bintang tersenyum.


"Kamu lelah membawa mobil,biar bapak yang mengantikannya,kamu bisa istirahat sebentar."


"Tak apa pak,saya masih sangup menyetir,tiga jam lebih lagi kita sampai".


"Kalau kita nginap di hotel atau penginapan bagaimana nak,hari sudah larut malam." Pak Ridwan berkata.


Setelah berunding akhirnya mereka mencari penginapan atau hotel.


Untung bagi mereka penginapan masih ada yang kosong.akhirnya mereka menginap.

__ADS_1


...****************...


Remon tidak jadi langsung menemui Bintang,ia mendapat berita mamanya masuk rumah sakit karna pingsan.


Penenerbangan Remon menuju Jakarta lancar,ia langsung ke rumah sakit di mana mamanya di rawat,saat Remon tiba di sana mama sudah sadar.


Mama di tunggu wulan karna wulan yang ada di Indonesia.


melihat kedatangan Remon mama tersenyum.Remon melihat mama dipasang oksigen dan infus merasa kasihan.


"Bagai mana ma,apa yang mama rasakan."


"Nafas mama sesak tadi ,sekarang sudah enakan nak."


"Wulan apa kata dokter?" Remon bertanya pada adiknya


"Mama kecapean,mama kemaren baru pulang mas." Wulan menjelaskan.


"Wah! mama tidak mendengarkan Remon,lihatlah mama sendiri yang akan merasakannya." Rwmon tampak kesal.


mama hanya diam.


"Remon bukan ingin melarang mama ,tapi mama harus ingat umur,mama tidak muda lagi ma,mama sudah punya cucu."


"Nak kamu jangan marah marah,pusing kepala mama." Akhirnya mama berkata.


Remon terdiam mendengar ucapan mamanya.


lama mereka terdiam hingga Dokter masuk.Dokter memeriksa mama Remon setelah selesai memeriksa dokter memberi tahu Remon.


"Ibunya tak apa pak Remon,cuma kecapean,besok boleh pulang." Dokter menjelaskan dengan ramah.


"Terima kasih Dokter." Remon tampak senang.


"Apa nafas ibu masih sesak." Dokter bertanya.


Mama mengelengkan kepala.


"Tidak lagi dokter,rasanya saya sudah enakan."


"Sekarang selang oksigen di lepas saja,kalau terasa lagi bisa dipasang."


Setelah melepaskan oksigen.


Dokter dan beberapa perawat meninggalkan ruangan perawatan mamanya.


"Alhamdulillah mama besok bisa pulang."


Wulan berkata ia kelihatan senang sekali.


"Mas baik mas pulang dulu mandi dan istirahat,nanti malam mama yang jaga mama ,saya tidak bisa malam di sini,anak saya tidak bisa berpisah malam dengan saya mas." Wulan menjelaskan pada Remon.


"Baiklah,karna mama tidak apa apa mas akan pulang dulu,setelah mas tidur nanti ,mas akan datang ke sini menunggu mama ."


Setelah menyalami mamanya Remon pergi dari ruangan itu.


Setelah sampai di rumah Remon mandi dan sholat setelah itu ia menelepon pak Ridwan.


Pak Ridwan menerima telepon di dalam mobil,karna mereka masih dalam perjalanan.Pak Ridwan memberikan telepon pada Bintang Bintang tampak senang saat melihat Remon.Novi diam sja memperhatikan pak Ridwan dan Bintang.


"Ayah,ayah sudah sampai di rumah ayah,Bintang minta maaf karna Bintang pergi jalan jalan bersama kakek, nenek,bunda dan om Roni."


Jantung Remon berdetak kencang,ketika mendengar Roni pergi bersama mereka.


"Ayah belum jadi ke rumah kamu nak,nenek Jakarta sakit,jadi ayah ke sana dulu,setelah nenek sehat ayah akan ke rumah kamu ya nak?"


Bintang mengangguk.

__ADS_1


Remon tampak kecewa ketika mendengar Roni bersama anak dan istrinya,ia segera saja mengakhiri teleponnya.


__ADS_2