Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Bertemu teman Remon


__ADS_3

Remon telah sampai ditempat temannya berada Ada dua orang yang telah sampai direstoran.Novi melihat satu persatu teman Remon,ada perempuan dan ada pria.Remon memperkenalkan mereka pada Novi.


"Yang ini teman mas,ini baron dan ini Ira Remon mengenalkann kedua temannya pada Novi


"Mbak ini Ira namanya ya,kenalkan saya Novi,istrinya mas Remon"


Remon melirik ira,Novi memperhatikan Remon,Novi tampak sakit hati Remon melirik ira,Ira memperkenalkan diri.


"Saya Ira,saya Teman Remon waktu SMA."


Ira menjabat tangan Novi,mereka berdua tersenyum.Remon melihat pada Baron.


"Kenalkan juga ini Baron,Novi menjabat tangan Baron,beberapa saat,melihat hal itu Remon tak suka.


"Hai,hai!,jangan lama lama sentuh tangan istri saya."


Baron tertawa geli melihat tingkah Remon.


"Kan cuma menjabat tangan saja Mon, tidak melarikanya istri mu."


Coba kalau kamu berani melarikan istri saya, saya cari sampai ujung dunia untuk membuat peritungan dengan saya."


Mereka semua tertawa mendengar ucapan Remon,Novi nampak malu,ia menunduk.


"Mon,istrimu ini cantik juga,lesung pipinya itu yang membuat tak tahan ,apa lagi nelihat ia tertawa aduuuh." Baron memegang dadanya


Novi tersipu malu melihat Baron memujinya,Remon kesal Baron nemuji istrinya terus."


Kalau kamu memujinya terus, kami pulang nih!" Remon mau pergi,cepat cepat Baron mencegahnya.


"Saya bercanda kok,ayo kita duduk dulu"


Mereka akhirnya duduk bersama, tak lama pelayan restoran datang.Mereka memesan makanan. seperti biasa Remon yang memilihkan menu untuk Novi.Sambil menunggu makanan mereka berbicara.


"Mon teman teman sudah setuju kita reunian bermalam dua hari di pulau,kita sepakat setelah anak anak libur,supaya tidak ada alasan tidak ikut,kami akan mencari waktu yang tepat untuk mu Remon,kami akan menyesuaikan jadwalnya dengan pekerjaamu mon"


Meteka mendengar penjelasan Baron..


"Mas Baron,apa akan ada jalan jalan leting SMA mas?Baron mengangguk ia tersenyum Remon melirik istrinya.

__ADS_1


Kamu kok nanya pada Baron yang,kenapa tak pada mas?,kamu pandai membuat mas cemburu ya"


Remon memperlihatkan wajah sedih ke istrinya,Remon dan Ira tertawa melihat kelakuan Remon.


Wah,wah!,sok romantis kamu Romon,mentang mentang kami berdua tak membawa pasangan"


Baron protes melihat tingkah Remon pada istriny.Novi melihat pada Remon dan Ira.


Lebih baik Mbak Ira sama mas Baron jadi pasangan saja,maksud saya bisa pedekate sama mbak Ira,kan sama sama belum ada pasangan. Novi melihat pada Remon,Remon menatap tajam Novi.


Novi,mas tak suka kamu bicara seperti itu,Baron dan Ira teman mas,berati mereka lebih tua dari kamu,jangan kamu ulangi seperti itu .Remon merasa perasaan lain ketika Novi menjodohkan Baron dengan Ira,Novi merasa Remon cemburu mendengar ia akan menjodohkan Baron pada Ira,hati Novi sakit mendengar Remon menegurnya di depan teman temannya,tapi ia berusaha tersenyum,ia melihat pada Ira dan Baron.


"Mas,mbak,saya minta maaf,saya salah."


Baron merasa tak enak hati pada Novi,ia melihat Novi tertunduk.


"Kamu kok bicara begitu pada istrimu Mon,itu kan hanya usulan, enjoy saja man,jangan merusak suasa lah kamu!."


Remon melihat istrinya tertunduk,ia melihat makanan sudah datang,Remon melihat istrinya terdiam nemandang makanan.


"yang, apa kamu mau memandangi saja makanan itu,makanlah, orang sudah makan semua,apa yang kamu menungkan."


"Maaf ya,saya mau kekamar kecil dulu."


Novi berdiri dari duduknya menuju kamar kecil,Remon memperhatikannya,Baron dan Ira saling pandang..


"Remon,apa kamu setiap hari seperti itu pada istrimu ,ia bisa pergi kalau kamu seperti itu terus mon,itu agak kasar perempuan tak suka lelaki kasar,kamu saya lihat seperti anak kecil saja,kalau ada orang ketiga masuk di rumah tanggamu bisa berabe kamu nanti mon."


Novi menitikan air matanya di dalam kamar kecil itu,ia sangat sedih,ia perhatikan dirinya di cermin, hatinya berkata.


"Kau menyakitiku Remon ,nampak sekali kamu masih menyukai Ira saya tak mau mengalah lagi,kita lihat saja nanti,kalau kau tertangkap tangan mendua kan saya,saya akan pergi meninggalkanmu dan tak biarkan kau bahagia."


Novi menghapus air matanya,lama ia berdiri di sana,ia terkejut kala ada orang masuk,orang itu tersenyum padanya,,ia mengambil bedak dan membedakan mukanya,ia melihat ke cermin.


Untung,sekarang setelah diberi bedak mukanya tak terlihat betul ia sudah menangis.


Saat ia keluar dari kamar keci,ia melihat Remon berdiri di sana,Remon menatapnya.


"Mengapa kamu lama sekali di kamar kecil,ini,Ira dan Baron merasa cemas,mereka menyuruh saya mencari kamu,kalau saya tahu kamu selalu lama di kamar kecil.

__ADS_1


Novi diam saja ia malas menjawab pertanyaan Remon ia berjalan kearah teman Remon duduk tadi ,Remon pun mengiringinya,mereka berjalan beriringan tanpa bicara.,Baron memperhatikan Remon dan Novi.setelah mereka duduk Baron melihat pada Novi.


Novi,jangan lupa ya,kamu ikut juga pergi reunian sama Remon nanti,jangan sampai tak ikut ya."


Iya mas Baron,kalau saya sehat dan diajak saya ikut nanti."


Remon melihat pada Novi.


"Istri mas kan kamu Novi,tentulah kamu yang akan mas Bawah,emangnya ada yang lain."


Remon tersenyum,ia melihat Ira,ira tersenyum melihat pada Novi,Novi melihat mereka berdua tersenyum,ia melihat pada Baron,Baron sedang memperhatikan Novi,Novi berusaha Tersenyum,Novi melihat pada Remon.Tiba tiba telepon Novi berbunyi.Novi melihat pada Remon.Remon nemberi isyarat untuk mengangkatnya.Novi mengangkat telepon.


"Halo ya ya,dimana Bunga sekarang,ya ya,ake."


Novi mengahiri telepon ia melihat kepada pada Remon.


"Mas teman saya kecelakaan saya mau melihatnya,Melati akan Menjeput saya kesini,saya suda men serlok pada Melati,katanya Melati sedang berada dekat sini,boleh saya pergi ya mas.


Rendi terdiam ia menatap istrinya.


Biar saya yang mengantar kamu."


"Nanti mas akan bosan disana,saya tak mungkin sebentar di sana mas,izinkan saya pergi sendiri mas,teman saya sebentar lagi datang menjemput.


Remon melihat ke dua temanya.


Izinkan saja Novi pergi Mon,ia kan pergi sama temannya,bukan sama pacarnya,jangan terlampau mengekang istri Mon .Remon tak mau di kata mengekang istri ia mengizinkan Novi pergi.


"Ok,kamu boleh pergi, jangan sampai malam pulang, jangan keluyuran kemana mana


Novi tersenyum senang ,mendapat izin dari suaminya.


"Terima kasih mas,saya mau menunggu di luar."


Remon menatap Novi.


"Tunggu di sini saja,kalau temanmu sudah menelepon baru kamu keluar Novi


Novi mengangguk mendengar ucapan Remon,Baron dan Ira memperhatikan saja kedua suami istri itu.

__ADS_1


Tak lama terdengar hp Novi berbunyi setelah berbicara sebentar,Novi pamit sama Remon,Baron dan Ira,ia pergi dengan memberi senyum manis kepada tiga sahabat itu,Remon hanya memandangi kepergian istrinya itu.


__ADS_2