Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Janji kakek


__ADS_3

Bintang bangun dari tidurnya,ia melihat kelilingnya,dilihatnya nenek dan kakeknya sedang mengaji berdua,ia lalu duduk ,nenek melihatnya.


"Kamu sudah bangun Bintang,sholatlah nak,nanti habis waktu subuh."


Bintang bangun,ia masuk ke kamar mandi,setelah selesai ia sholat subuh,setelah selesai sholat ia menyalami orang tuanya.


Nenek melihat pada Bintang.


"Kamu sudah lapar nak?"


Bintang tersenyum,melihat itu pak Ridwan mendekatinya.


"Kakek nanti mau traktir kamu,kakek akan melaksanakan janji kakek padamu."


Bintang tersenyum,ia tampak bahagia sekali,melihat itu kakek tersenyum bahagia.


"Benar hari ini kakek akan memenuhi janji kakek?" Bintang bertanya ia hampir tak percaya.


"Memangnya kamu mau beli apa Bintang?"


'Kalau saya minta yang agak mahal bagai mana kakek,apa kakek mau membelikannya kek?" Bintang bicara serius.


"Yang mahal,memangnya apa yang ingin kamu beli?"


Bintang melihat pada kakek dan nenek.


"Bintang mau minta kakek belikan sepeda."


Pak Ridwan dan ibu Ros saling pandang,dilihatnya Bintang berharap sekali mau sepeda.


Bintang sudah bicarakan sama bunda bunda tak mau membelikannya kakek,kata bunda ,nanti saya jatuh dan bersepeda di jalan raya."


Bintang menjelaskan mengapa Bundanya tak mau membelikannya sepeda.


"Bunda kamu itu benar nak,rumah kita dekat jalan raya,nanti kamu bersepeda dan bisa tertabrak motor ataupun mobil. ."


Bintang nampak kecewa.


"Kamu minta yang lain saja nak."


Bintang diam saja ia tidak bersemangat lagi untuk bicara.


"Kamu merajuk ya?"


Bintang diam saja.


"Cucu kakek kok seperti ini,apa tidak sayang lagi sama kakek dan nenek."


Mata Bintang berkaca,ia diam saja.


"Nak,kakek tidak ada uang untuk membelikan kamu sepeda,kakek kan tidak bekerja,kan ibu kamu yang bekerja di toko kita ."Kakek sengaja berkata seperti itu.


Bintang melihat pada kakek.


"Kita keluar makan,bagaimana Bintang? kakek dan nenek sudah lapar."


Bintang melihat kakek dan nenek,ia kemudian mengangguk.


Pak Ridwan dan istrinya tersenyum,diusapnya kepala Bintang.


Kamu memang cucu kakek yang paling baik nak,kakek sangat menyayangimu.


Bintang nampak senang.


Novi menelepon pak Ridwan.


"Assalamualaikum pak, Novi telah menunggu di lobi."


"Ya kami akan keluar,kamu tunggu saja disana."

__ADS_1


Baru selesai Novi menelepon pak Ridwan Roni sudah berdiri di muka Novi,Novi terkejut,ia mengurut dadanya.


"Maaf sayang mas mengejutkanmu,mas tidak bermaksud membuat kamu terkejut."


Novi melihat Roni ia tersenyum terpaksa.


Roni menyadari Novi tampak tidak mengharapkan kehadirannya.


"Kamu tidak suka ya saya berada di dekatmu."


Novi yang takut Roni tersinggung,cepat cepat tersenyum.


"Kamu perasa sekali,calon suami drang masa tidak suka.Nobi bicara sambil bercanda,Roni tersenyum senang.


Gitu dong,sambut senang kalau calon suami datang.


Novi tersenyum sambil menutup mulutnya.


Bintang melihat bundanya telah berdiri berdua,senyumnya yang tersungging tampak pudar,ia menunduk,pak Ridwan melihat hal itu,ia memegang pundak Bintang,Bintang melihat padanya.


"Nanti kalau belanja jangan ambil yang mahal mahal ya,nanti duit kakek habis."


Pak Ridwan sengaja mengalihkan pandangan Bintang.Bintang tersenyum dipaksakan.


Novi melihat kedatangan pak Ridwan ,ibu Ros dan Bintang,ia melihat anaknya nampak tidak ceria,ia mendekatinya.


"Bintang kenapa kamu,apa kamu sakit nak?"


Bintang tersenyum terpaksa pada Bundanya.


Novi memegang kening Bintang keningnya tidak panas,Novi melihat pak Ridwan dan ibu Ros.


'Kenapa Bintang buk?"


ibu Ros mengelengkan kepala sambil mengangkat pundaknya,Novi melihat pak Ridwan,pak Ridwan mengelengkan kepalanya.


"Bintang coba jawab bunda,kamu mengapa ,jawab bunda,bunda tak suka kamu seperti ini,jawab bunda nak!"


Bapak Ridwan cepat berkata.


"Novi kami akan belanja,kamu ingat bapak berjanji mau membelikan hadiah,karena Bintang telah menjadi juara satu."


"Saya boleh ikut pak,saya ingin tahu apa yang akan bapak beli untuk Bintang." Roni berkata.


Bapak melihat Bintang ia bertanya pada Bintang.


"Bagaimana Bintang apa Boleh om Roni ikut dengan kita nak?" Bapak menatap Bintang.Roni memasang muka memohon,Bintang melihat Roni,ia mengangguk.


Roni sengaja bersorak dan bertepuk,wajahnya tersenyum lebar.


Novi melihat pada ibu Ros,ibu Ros tersenyum melihat Bintang dan Roni.


"Bintang om mau juga menberikan kamu hadiah karna kamu dapat juara satu."


Bintang tersenyum pada Roni.


"Tidak usah om terimakasih,biar kakek saja yang mengasih hadiah."


"Tapi om ingin kasih Bintang hadiah,om harap ,Bintang tidak menolaknya."


Bintang diam dan melihat pada Bundanya,Novi tersenyum padanya.


"Ayo kita makan dulu kakek sudah lapar."


Tiba tiba kakek berkata menghilangkan kekakuan antara mereka.


"Nenek juga lapar,sudah jam berapa sekarang pak?" Nenek bertanya pada pak Ridwan


Pak Ridwan melihat jam.

__ADS_1


"Sudah jam 9.00 buk."


"Wah sudah siang,ayo kita makan ,ibu takut mag ibu datang lagi."


Mereka akhirnya keluar menuju rumah makan,tak berapa jauh mereka tiba di rumah makan.Setelah memesan makanan mereka duduk bersama


Ibu agak gelisah Novi melihat itu.


"Ada apa buk,ibu sepertinya gelisah?"


Ibu melihat Roni ,ia agak malu mengatakannya,setengah berbisik ia berkata pada Novi


Ibu mau ke kamar kecil nak,ibu mau buang air kecil."


Novi tersenyum mendengar nya.


"Ayo saya antar ibu ke sana."


Mereka berdiri bersamaan.bapak yang duduk di seberang meja melihat padanya.


Ia mengode pada Ibu Ros ,ibu Ros mengerti.


Mau ke kamar kecil, Ibu Ros bicara perlahan,ia melihat Roni sesat, ia malu di dengar Roni.


Pak Ridwan mengangguk mengerti kemana istrinya dan anaknya akan pergi.


Bintang melihat Novi .


"Bintang ikut ya bunda ."Bintang meminta pada Novi.


Melihat itu Bapak berkata pada Bintang.


"Bintang biar sama kakek kalau mau ke kamar kecil."


Bintang menggeleng.


Bintang mau ikut bunda saja,bukan mau buang air kecil.


"Eee... anak laki laku tidk boleh ikut sama orang perempuan yang mau buang air kecil."


Bintang terdiam.


"Bintang tunggu sama kakek dan om Roni ya,bunda dan nenek sebentar kok".


Bintang mengangguk, Nenek dan Novi tersenyum.


Novi dan nenek meninggalkan mereka,Kakek dan Roni tersenyum melihat Bintang.


Pesanan makanan datang,pelayan meletakan makanannya


"Goreng pahanya besar nak,kakek minta satu ya."


Bintang melihat kakeknya ia mengangguk.


"Om boleh tak minta goreng pahanya Bintang ,sepertinya enak."


Bintang pun nengangguk.


Roni mengambil goreng paha ayam tinggal dua potong lagi.


"Om ambilkan ya untuk Bintang pahanya."


Bintang mengangguk.


"Terimakasih om." Bintang berkata.


Roni tersenyum, ia nampak menyayangi Bintang.


"Sama sama Bintang,kita bertiga makan paha ayam,kita kompak ya,kita kan laki laki."

__ADS_1


Bintang tersenyum,Roni melirik pak Ridwan yang sedang melihatnya, mereka berdua tersenyum.


__ADS_2