Kawin Terpaksa

Kawin Terpaksa
Mengapa kita seperti ini


__ADS_3

Novi menerima telepon yang mengatakan Remon mabuk berat.,Novi cemas ia membangunkan pak ujang,Dengan di temani pak ujang,dan salah satu satpam rumahnnya,ia pergi ke bar.sampai dibar dilihatnya suaminya mabuk berat,


di meja banyak sekali minuman keras seorang pemuda di bar menghampirinya."mbak tadi saya yang telepon,saya punya bar ini,saya teman Remon,ia telah lama tidak minum,tadi ia kacau sekali mbak.,saya tadi mengambil hp dari sakunya,maaf saya lancang mbak,kerna ia teman saya saya berani begitu."


Novi mendengarkan pemilik bar berbicara.


Saat mendepati Remon ia melihat Remon melihat padanya,penampilannya sudah kacau.


Ehh,kamu sudah pulang,mas tidak bermimpi kan,apa benar ini kamu ,istri mas?"


Remon bertanya sambil mengusap usap matanya."


Mas mengapa kamu jadi begini,ayo kita pulang.Satpam dan pak sopir memegang tangan bosnya,setelah minta izin pada pemilik bar,Novi mengiringi dari belakang sampai ke mobilnya,mobil yang digunakan Remon,dibawah oleh satpam,sebelum naik ke mobil Remon muntah untung tak kena baju Novi.Remon melihat pada Novi,khas orang mabuk ,yang berdiri saja susah.


"Apakah kamu Novi,apa bener kamu istri saya,kamu persis seperti istri saya"


"Novi mau tertawa melihat Remon,tapi ia tahan,satpam dan sopir nembimbing Remon masuk ke mobil,sampai di dalam mobil Remon terkulai lemas dan tertidur,Novi hanya menarik Nafas,melihat keadaan Remon pak ujang membawa mobil dengan hati hati.Novi melihat pada Remon.ia berkata dalam hati


"Apa mas Remon ini sering mabuk,dan sering ke bar ini?,saya tidak tahu masalalu mas ini".


Novi merasa pusing sendiri memikirkan Remon.


Sampai di rumah Remon di bopong sopir dan satpan ke kamar,,setelah itu satpan dan sopir keluar kamar .Novi memperhatikan suaminya,ia lalu nenukar baju suaminya ,setelah bersih,Novi menukar baju ke baju tidur setelah itu ia tidur disamping Remon.


Saat Remon terbangun,kepalanya terasa sakit,ia melihat kesamping dilihatnya istrinya ada di sampignya sedang tertidur pulas,ia terkejur,


"Apa saya bermimpi kehilangan istri kemarin?"Remon kelihatan bingung


Remon melihat jam ,hari pukul empat pagi,dipeluknya istrinya lalu ia tidur lagi


Dirumah Wulan mama duduk bersama wulan di ruang keluarga,ia tampak serius bicara sama wulan.


"Wulan,kamu lihatkan kemarin,rumah tangga mas mu itu,tidak baik baik saja,Remon itu belum tahu perangai aslinya Novi,itu makanya mama tak suka Remon kawin dengan orang yang baru dikenalnya,ia harus tahu bobot dan bebet wanita yang akan diperistrinya."


Wulan hanya diam nendengar mamanya berbicara,mama masih igin berbicara lagi


"Remon itu tidak cocok dengan Novi,umur mereka jauh berbeda,latar belakang dan status sosial nya berbeda dengan Novi.Mama sebetulnya lebih suka Remon nikah sama Friska,."


Wulan melihat mamanya,mata mereka beradu


"Ma,mas itu sudah nikah dengan mbak Novi,untuk apa mama bandingkan ia dengan mbak Friska ma."

__ADS_1


Mama menatap tajam anaknya,


"Kan benar,Friska itu lebih dari segalanya dibanding Novi,ia cantik menarik bodi seperti arti artis,pekerjaanya bagus,kalau Novi ,apa coba kamu ceritakan kelebihannya."


Wulan heran melihat mamanya yang tidak sedikit pun menyukai Novi.


Ma,mbak Novi itu baik,ia taat beragama,ia patuh sama mas Remon,itu kelebihannya ma!."


Nama tertawa mencomooh.


" Wulan,sifat seperti itu di zaman sekarang tak ada gunanya?,zaman sekarang status dan nama besar yang penting ,untuk memilih istri."


Wulan terdiam ,ia merasa mamanya tidak akan mendengarkan perkataanya


"Ma,untuk apa kita berbicara hal seperti ini,urusan ini tergantung mas Remon saja,mas Remon tak akan membiarkan kita ikut campur urusan rumah tangganya ma."


Mama terdiam mendengar ucapan Wulan.


Hari itu Remon tidak Bekerja,kepalanya masih sakit ia tidur saja dari tadi.


Novi sedang bekerja bersama Bik ijah di dapur.


"Mbak,mengapa ikut nenolong saya di dapur nanti di lihat bapak saya merasa tidak enak.


"Bapak masih tidur bik,saya mau memasakan bapak sup,ia suka sup buatan saya,waktu kami baru nikah dulu bik, ia mau saya masakan sup,katanya ia mau makan sup buatan saya setiap hari bik."


Novi tertawa berderai,ia teringat waktu Remon meminta di buatkan sup setiap hari,bik tersenyum melihat raut wajah gembira Novi.


Remon telah rapi ia menuju dapur,dilihatnya istrinya masak berdua dengan bik ijah,Remon melihat Novi dari jauh,ia terhenti sejenak dan akhirnya ia mendekati Novi,ia berusaha seperi biasa,seperti tidak ada kejadian di antara mereka


Yang masakan kamu membuat perut mas lapar sekali.",Remon berkata seramah mungkin


Novi melihat Remon,ada rasa canggung diantara mereka ,melihat itu bik iIjah tersenyum ,Novi menawarkan makan kepada Remon


Mas mau makan?,saya buatkan sup untuk mas,mas kan suka sup."


Remon nampak senang,ia mendekati tempat masak sup,ia menciumnya,ia menikmati bauk khas Sup.


"Cepatlah yang, mas mau makan."


Remon masih canggung.untuk berbicara seperti biasa,Novi merasakan itu,mereka nampaknya ingin berbicara seperti sedia kala

__ADS_1


"Duduklah mas,saya akan mengambilkannya.


Walau canggung mereka berdua saling tatap dan tersenyum.mereka berdua makan tak banyak bicara, setelah selesai Remon melihat pada Novi,


"Yang,saya mau keluar kamu mau ikut,kalau mau tukarlah bajumu,mas tunggu disini.


Mas tak kerja ,hari ini kan bukan hari libur.


Remon tersenyum ia mengekengkan kepalanya .


Mas mau bertemu teman,kalau kamu ikut mas akan mengenalkan kamu pada teman mas,"Novi melihat suaminya.


Tidak,malahan mas senang kalau kamu mengenal teman mas,kamu mau ikut kan?."


Novi terdiam beberapa saat,ia berbicara di dalam hati.


Mas ini ingin saya kenal dengan temannya ,tapi ia tak mau mengenal teman teman saya,namanya enak di mas tak enak di saya ini."


Remon menatap Novi yang hanya diam.


"Bagaimana yang,kamu mau ikut."


Remon bertanya lagi,Novi tersentak,ia merasa kaget ia bergegas menjawab "ia!" dan mengangguk..


Remon tersenyum melihat tinggkah Novi.


"Apa yang kamu pikirkan sayang,mengapa kamu sangat terkejut ketika saya bertanya?."


Tidak ada yang saya pikirkan mas,saya mau tukar baju dulu mas.


Novi bergegas beranjak dari hadapan Remon untuk menukar bajunya.Tak lama Novi telah datang,setelah berdandan ia kelihatan sangat cantik.Remon mengangumi kecantikan istrinya ia melihat pada Novi


"Kamu cantik sekali yang,saya semakin menyukaimu,"Novi merasa malu dipuji di depan bik Ijah,mendengar itu bibik tersenyum pada mereka ,Novi melihat pada Remon.


"Dasar raja Gombal!."


Remon tetawa mendengar julukan yang di berikan istrinya.


"Saya cuma gombal pada mu saja sayang."


Novi mencibir dan tertawa,Mereka semua tertawa Remon dan Novi tambak bahagia,.Setelah pamit ke Bik Ijah akhirnya mereka berdua keluar rumah.

__ADS_1


Halo pembaca tolong like dan komen ya,beri juga masukan untuk saya,trims ya


__ADS_2