
Melati telah menghuni rumah yang di carikan temannya.
Ketiga teman akrab itu berkumpul di satu ruangan,Sementara Anak Melati dan ibu angkat Melati telah tidur.
Nampak wajah penasaran Bunga melihat Novi.
"Novi,saya heran sama kamu,mengapa kamu tidak langsung pulang ,tapi kamu ke Jakarta mencari kami, untung kita ketemu."
Melati berkata pada Novi.Novi tersenyum,ia melihat ke arah temannya.
"Saya tak mungkin memberi tahu bapak dan ibu,pasti mereka sedih,saya sengaja tak pulang,karena saya akan pulang hari senin karena hari itu tanggal merah.kamu tahu satu hari saya disana sudah terjadi hal yang seperti ini." Novi berkata.
"Iya... ya..." Melsti berkata.
"Berarti kamu hari senin baru pulangNovi?" Melati bertanya.
Novi mengangguk,saya akan pulang ke rumah seperti tak terjadi sesuatu.
Bagaimana kalau Roni datang mencarimu menemui bapak dan ibu..
"Tak mungkin, bukankah Bunga sudah bilang ia melihat Bintang,bapak dan ibu di sini,saya yakin mas Remon akan mengantar mereka hari senin juga." Novi berkata
"Novi,bagaimana kalau kamu kembali pada mas Remon,mas Remon saya lihat sangat perhatian sama anak kamu,perlu kamu ketahui saya tak beranjak dari tempat duduk saat bertemu waktu itu,saya perhatikan saja mereka berdua." Bunga berkata
Novi terdiam mendengar ucapan Bunga,tak lama, akhirnya Novi memaksakan diri tersenyum menatap kedua temannya.
"Saya ingin menenangkan diri dulu,saya tak ingin memikirkan pria lagi,saya telah bersalah pada Bintang,Bintang selalu bertingkah aneh ketika saya bersama Mas Roni." Novi berkata perlahan.
"Apa Bintang tak menyukai kamu berhubungan dengan Roni? Bunga bertanya.
Novi melihat pada temannya,ia mengangguk.
"Bintang selalu membuat ulah kalau saya bersama Roni." Novi berkata lagu.
"Itu berarti anakmu tak suka sama mas Roni ."
Novi terdian ia mebunduk.
"Mengapa kamu tidak mendekatkan mas Roni itu pada Bintang." Melati bertanya.
"Sebelum berjumpa dengan mas Remon, Bintang akrab dengan mas Roni,setelah bertemu bapaknya ia lengket sekali dengan bapaknya,saya sering kesal sama Bintang."
"Kamu ini bagaimana Novi,bagus anak kamu dekat dengan bapaknya,apa lagi bapaknya banyak uang." Melati berkata,Novi melihat pada melati yang menatapnya,Novi tersenyum.
"Saya tidak silau karna uangnya,lagi pula saat saya kenal dengan mas Remon,saya tidak tahu ia pengusaha." Novi berkata.
"Saya tanya sama kamu,mama ganteng mas Remon sama mas Roni?" Tiba tiba Mwlati bertanya.
"Mereka sama ganteng bedanya,mas Remon lebih dewasa dari mas Roni."
Jujur saja Novi kamu lebih suka yang mana? Melati bertanya lagi.
Novi tersenyum masam.
"Saat ini tak ada yang saya suka ,saya ingin fokus dengan anak dan orang tua saya saja.pria membuat saya menderita."
"Benar itu, Novi,pria itu tingkahnya menyakitkan hati saja,lebih baik kita dengan tak usah memikirkan mereka." Melati membenarkan Novi,Bubga hanya tersenyum mendengarkan.
__ADS_1
"Kalau saya saya suka mempunyai suami,suami saya membuat saya bahagia.
Akhirnya Bunga berkata.
"Kamu enak,suami kamu orangnya baik dan mencintaimu saat ini." Melati berkata.
Bunga tersenyum mendengar ucapan Melati.
"Kita jarang bisa begini,bagaimana kalau kita tak membicarakan yang lain,kita nikmati saja saat kita bersama ini. akhirnya Novi berkata.
"Tak terasa ya, kemarin kita masih remaja sekarang sudah jadi emak emak." Novi ber
"Saya masih muda,buktinya saya tak punya anak,saya belum emak emak." Bunga berkata sambil bercanda.
Melati mencibir pada Bunga.
"Novi coba kamu vidio call anak mu kami ingin melihat wajahnya." Bunga berkata.
"Sekarang ia sedang bersama ayahnya."
Novi tampak engan menelepon.
"Coba kamu telepon ayahnya." Bunga nendesak Novi.
"Saya tak mau."
Bunga melihat pada Novi.
"Kok begitu Novi?" Bunga penasaran.
"Nanti ayahnya akan mengatakan saya ingin melihat dia."
Melati sengaja mengoda Novi.Wajah Novi memerah mendengar ucapan Melati.
"Akan saya buktikan bahwa saya tidak ada rasa sama mas Remon." Novi tampak serius.
Melati dan Bunga saling pandang mereka tersenyum.
"Teleponlah ayah Bintang Novi,kami berdua tak sabar ingin melihat Bintang."Bunga berkata sambil melihat Melati.
Novi diam beberapa saat.
"Saya tidak akan menelepon." Novi masih tidak mau menelepon Renon.
"Kamu keras kepala sekali Novi," Melati berkata.
"Mas Remon tahunya saya pergi dengan mas Roni,apa yang akan di pikirkannya kalau ia tahu kami berpisah si tengah perjalanan"
Kalau ia bertanya nanti katakan saja ,kamu menerima telepon dari temanmu,ada urusn penting. Bunga berkata.
Saat mereka asik berbicara telepon Novi berbunyi.Dilihatnya siapa yang menelepon Pak Ridwan,Novi tampak binggung.
"Novi angkatlah teleponnya,sudah dari tadi telepon itu berdering."
Novi masih melihat hpnya,melati yang iseng mengangkat hp Novi,Novi terkejut melihat Melati bicara dengan bapaknya.
"Assalamualaikum pak," Melati menjawab telepon.
__ADS_1
Bapak tampak terkejut karna yang mengangkat bukan Novi.
"Waalaikumusalam,maaf ini siapa ya." Pak Ridwan bertanya lagi
Saya Melati teman Novi pak
Maaf nak,saya mau bicara dengan Novi.
Melati memberikan hp pada Novi.
"Siapa tadi nak" Bapak bertanya
"Teman pak." Novi menjawab.
"Kamu di mana nak,mana nak Roni?" Bapak bwrtanya lagi.
"Mas Roni masih di kampungnya pak, saya di rumah teman." Novi berjata perlahan.
"Rumah temannya di mana?" Bapak penasaran.
Novi diam sesaat,ia melihat pada temannya,temannya memberi isyarat untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Halo Novi,apa kamu masih mendengar kan bapak bicara nak?" Pak Ridwan penasaran
"Eee, anu ,masih pak." " Novi menjawab terbata.
"Ada apa dengan kamu nak,apa ada yang kamu sembunyikan bak?" Bapak tampak curiga dan gelisah dan juga cemas.
"Saya baik baik saja pak" Novi berusaha senormal mungkin berbicara.
"Kamu di mana sekarang nak?" Bapak bertanya lagi.
"Saya di Jakarta pak" Akhirnya Novi berkata tentang keberadaanya.
"Apa Jakarta? " Bapak terkejut.
Remon yang masih berada di dekat dengan pak Ridwan menoleh pada Pak Ridwan,begitu juga Bintang,ia terkejut ketika mendengar bundanya berada si Jakarta,Bintang tampak ingin berbicara dengan bundanya.
"Bapak sekarang di Jakarta bersama ibu dan Bintang,bapak di ajak ke Jakarta oleh nak Remon,bapak ingin tahu alamatmu,besok kami jemput kamu ke sana."
Novi melihat pada temannya,
"Sebentar ya pak Novi tanya dulu alamat pada teman nanti Novi telepon lagi pak"
"Ya,bapak ingin tahu secepatnya." Bapak tampak penasaran.
"Siapa yang nelepon tadi Novi?" Bunga bertanya
"Bapak saya,ia meminta alamat ini,saya tak bisa berbohong pada bapak Bunga"
"Berikan saja alamat rumah ini,sebentar saya catat dulu." Bunga berkata.
Bunga mencatat alamat rumah itu dan memberikan pada Novi,Novi menelepon bapaknya dan nemberikan nomornya melalui sms pada bapaknya.
"Bapak besok akan ke sini bersama mas Remon." Novi berkata pada Bunga dan Melati.
"Saya senang kamu jujur sama ibu dan bapakmu,mungkin sudah ditakdirkan Allah kamu bertemu dengan keluarga mu di sini padahal tidak di rencanakan." Bunga berkata.
__ADS_1
Novi tersenyum,Novi tampak termenung,entah apa yang dipikirkannya,temanya hanya memperhatikannya.