
INSTAGRAM @IJHAAA14
//*
Doni merasa dirinya yang diketawai "Hah, sialan gue yang jadi bahan candaan mereka".Batin Doni
Doni masih terus memperhatikan para wanita itu dengan posisi majalah yang masih terbalik tanpa ia sadari.
Hingga beberapa menit kemudian terlihat ketiga wanita itu berdiri sepertinya akan pergi. Doni membenarkan posisinya agar tidak ketahuan.
"Mas, kalau baca majalah itu jangan kebalik".Ucap seseorang berhasil membuat Doni diam mematung
"Hahaha, ayo".Ajak Gea
Ya wanita tersebut adalah Gea yang menegur Doni sebelum berlalu namun ia tak menyadari bahwa pria itu adalah Doni.
Melihat tak ada lagi sahutan, Doni mengintip dan benar saja ketiga wanita itu sudah tak berada lagi di sana.
"Sialan, malu maluin banget sih. Lagian ngapain sih gue ngikutin mereka".Gerutu Doni pada dirinya sendiri.
Doni menatap sekeliling ternyata sudah mulai sepi, ia beralih menatap jam tangannya dan benar saja jam makan siang sudah habis. Doni berdiri dan berjalan keluar dari restoran itu lalu melajukan mobilnya menuju perusahaan.
Sedangkan ketiga wanita tadi, kini sudah berada di depan gedung yang menjulang tinggi itu. "Makasih ya kak traktirannya".Ucap Anita sudah mulai membiasakan diri dengan Mega
"Iya sama sama, yaudah kalau begitu kakak duluan ya mau langsung pulang".Pamit Mega
"Hati hati ya kak".Timpal Gea
"Iya...Byeee".
Selepas kepergian Mega, Anita dan Gea berjalan masuk menuju ruang kerjanya.
Sesampainya di meja masing masing, mereka langsung melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
"Aku ke toilet dulu ya".Seru Anita seraya berdiri
"Iya".Gea menoleh
Anita berjalan menuju toilet terdekat dari ruangannya, tak lupa ia menyapa karyawan lainnya yang ia lewati.
Hingga beberapa menit kemudian, Anita kembali lagi ke meja kerjanya.
"Malam minggu jalan yuk Nit".Ajak Gea
"Mmm, mau kemana emang".Tanya Anita.
"Ya kemana aja gitu,nonton kek atau apa".Kata Gea.
"Entar ya aku lihat situasi hehe".Balas Anita disertai tawa recehnya
"Iya deh, tapi aku harap sih kamu mau".
"Iya iya".
Jam menunjukkan pukul 17:00 WIB, menandakan jam kantor telah usai. Seperti karyawan lainnya Anita membereskan meja kerjanya sebelum pulang.
"Belum pulang Ge?".Tanya Anita menghampiri Gea yang masih sibuk dengan layar komputer di depannya itu.
"Bentar lagi, kamu duluan aja".Kata Gea tanpa mengalihkan fokusnya
"Yaudah aku duluan ya,,, daaa".Seru Anita
"Iya, hati hati"
Anita berjalan keluar menuju taxi yang sudah menunggunya di depan
"Ke toko Az Zahrah ya pak".Ujar Anita
"Siap mba".Kata supir taxi
__ADS_1
Saat hendak pulang, Anita mendapat pesan dari Arumi yang menyuruhnya ke toko sebentar.
Singkat...
Mobil taxi yang membawanya kini berhenti tepat di depan toko Az Zahrah. Terlihat di sana ada Arumi yang sedang menunggunya.
"Kenapa sih Rum".Tanya Anita saat berada di dekat Arumi.
"Gak usah banyak tanya, ayo ikut aku".Arumi menarik tangan Anita menuju mobilnya.
Meski bingung, namun Anita tetap menuruti kemauan Arumi untuk naik ke mobilnya.
Terlihat Arumi menjalankan mobilnya menuju suatu tempat. "Kita mau kemana sih".Tanya Anita
"Udah diam aja".
Hingga tak lama kemudian, mobil Arumi berhenti tepat di depan sebuah dealer mobil terbesar di Jakarta, Anita terlihat semakin bingung "Ngapain kita ke sini".Tanya Anita
"Beli nasi, ya beli mobil lah".Timpal Arumi.
Anita semakin bingung "Ayo turun".Ajak Arumi.
Anita ikut turun lalu menghampiri Arumi "Siapa yang mau beli mobil".Tanya Anita lagi
Arumi menjadi kesal dibuatnya "Aduh, Anita bisa gak diam aja. Buat kamu lah".Gerutu Arumi.
"Aku kan gak mau beli mobil".Ucap Anita polos
Arumi menepuk jidatnya "Anita mau sampai kapan kamu naik taxi terus, lagian uang hasil toko mau kamu apain kalau enggak kamu gunain untuk keperluan sendiri".Sewot Arumi
"Ya, simpen aja dulu beli mobilnya entar aja".Jawab Anita
"Udahlah, ikut aja mau gak mau kamu harus mau.Titik".
Dengan terpaksa Anita mengikuti langkah Arumi yang berjalan menuju tempat beberapa koleksi mobil keluaran terbaru.
Anita hanya menggeleng membuat Arumi gemas sendiri.
"Atau kamu mau yang ini".Tunjuk Arumi namun dibalas gelengan oleh Anita.
"Atau yang ini".
"Yang ini".Beberapa pilihan yang ditunjuk oleh Arumi selalu mendapat gelengan dari Anita
"Aduh mau kamu apa sih sebenarnya Nit".Arumi pusing sendiri
"Yaudah deh, biar aku yang pilih dan kamu gak boleh protes. Oke".Kata Arumi
"Yang ini saja mas".Tunjuk Arumi ke salah satu mobil keluaran terbaru.
"Itu kemahalan Rum".Protes Anita
"Uang kamu kan banyak".Jawab Arumi enteng.
Tak mau ambil pusing, Anita hanya mengikuti apa kata Arumi.
Pilihan Arumi jatuh pada mobil Lamborgini keluaran terbaru di tealer tersebut.
Arumi mengajak Anita untuk mengurus pembayarannya. "Ke alamat ini ya pak, buruan bayar".Desak Arumi
Anita orangnya sangat irit, membeli mobil yang terbilang fantastis membuatnya ragu mengeluarkan kartunya "Sayang Rum uangnya".Bisiknya kepada Arumi
"Udah, kamu gak bakal langsung jatuh muskin".Balas Arumi.
Dengan terpaksa,Anita menyerahkan kartunya.Setelah transaksi berhasil, kini mereka berjalan keluar dari tealer tersebut hendak pulang.
"Lagian kenapa sih harus mobil semahal itu Rum".Protes Anita saat di dalam mobil.
Dengan santainya, Arumi melajukan mobilnya "Lagian siapa suruh gak mau milih sendiri".
__ADS_1
"Ya kan, memang aku gak minat".Sewot Anita.
"Udah gak usah bawel, tinggal nunggu mobilnya sampai ke rumah kamu kan".Kata Arumi santai
Tak ingin lagi menimpali ucapan Arumi, Anita memilih diam.
"Oh ya, gimana kerjaan kamu".Tanya Arumi
"Yah sejauh ini baik baik aja, aku punya teman namanya Gea, dia orangnya baik".Seru Anita
"Oh ya, kapan kapan kenalin ya".Timpal Arumi
"Pasti".Ucap Arumi
"Oh ya, malam minggu dia ngajak aku jalan, kamu mau ikut gak".Tawar Anita
"Entar aku tanya dulu ke pak suami, hehe".Ucap Arumi
"Hehe iya yah, sekarangkan kamu udah punya ekor".Canda Anita
"Kok ekor sih".
"Yah kan kemana mana harus isin dulu ama suami".
"Hehe, ya gitu deh".Kata Arumi
Tak lama kemudian, sampailah mereka di depan rumah sederhana milik Anita.
Sudah beberapa kali Arumi menawarkan Anita untuk membeli rumah baru,namun Anita menolak karena tak ingin meninggalkan rumah yang penuh kenangan itu. Anita hanya merenovasi di beberapa bagian saja.
Anita dan Arumi turun dari mobil, di sana terlihat sudah ada sebuah mobil mewah yang terparkir rapi di depan rumahnya, tak lupa Karin yang ada di sana terlihat jelas bahwa ia sedang bingung.
"Cepat banget datangnya Rum".Kata Anita.
"Iyalah, aku memang gak salah memilih tempat".Bangga Arumi pada dirinya
"Hmm iya deh".
Anita berjalan mendekati Karin "Rin, sejak kapan mobil ini sampai".Tanya Anita.
"Baru aja yang bawa pergi tuh".Balas Karin
"Ini, kamu yang beli".Tanya Karin
"Iya, Arumi yang maksa".
"Keren loh".Seru Karin
"Siapa dulu dong yang milih".Timpal Arumi dari belakang
"Kak Arum memang the best".Sorak Karin mangcungkan jempolnya kearah Arumi.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1