
HAPPY READINGš¤š¤
//*
"Apalagi yang kau mau...".Tegas Doni memecah keheningan seraya perlahan semakin mendekati wanita yang tak kunjung membalikkan badan.
Tak mendapat sahutan dari wanita itu, membuat Doni semakin mempertegas langkahnya.
"Saya tau itu kamu Jessica, tak perlu lagi bersembunyi".Lanjut Doni tersenyum licik.
Kalimat terakhir yang diucapkan oleh Doni berhasil membuat wanita itu bergeming.
Perlahan tapi pasti, ia bangkit dari duduknya.
Hening.....
"Hahaha".Tawa miris wanita itu masih setia memunggungi Doni.
"Sudah kuduga, cepat atau lambat kau akan mengetahuinya".Kata Jessica sinis namun terkesan miris.
Dari belakang,Doni tersenyum sinis mendengar ucapan Jessica. "Belum puas lo mengusik hidup Danil..HAH!!".Bentak Doni mulai naik pitam.
Seketika Jessica berbalik penuh menghadap Doni.Tatapan sayu jelas tampak dari matanya tersirat keputus asaan.
"Aku enggak ada maksud apapun".Balas Jesica santai.
"Kuperingatkan, menjauhlah kau dari kehidupan mereka".Titah Doni langsung melenggang pergi meninggalkan Jessica di ruangan gelap dan suram itu.
Flashback on
Tentu sangat mudah bagi Doni mengetahui bahwa Jessica yang merupakan bagian dari masa lalu Danil telah mendonorkan darah untuk Geandra.
Setelah beberapa waktu lalu tak sengaja mendapati sosok wanita yang sama persis seperti Jessica meski keadaannya sangat berbanding terbalik dari Jessica di masa lalu yang memiliki paras yang cantik serta body yang bagus. Meski ragu, namun Doni penasaran membuatnya mencari tau siapa wanita itu.
Sampai pada waktu mendapat kabar bahwa sudah ada orang yang bersedia mendonorkan darahnya kepada Gea namun tak ingin mengungkap identitasnya, pikiran Doni langsung tertuju pada sosok Jessica. Setelah melakukan penyelidikan secara diam diam tanpa Danil ketahui, akhirnya Doni menemukan sebuah ruangan yang ternyata selama ini Jessica huni.
Semakin penasaran tentang Jessica,Doni menanyakan hal itu kepada suster yang merawatnya. Menurut keterangan para suster, Jessica adalah pasien yang telah mengalami koma selama 8 tahun pada beberapa tahun yang lalu sehingga ditempatkan pada ruangan sepi, terpencil dan gelap.
"Terima kasih atas infonya sus".Ucap Doni seraya meninggalkan suster itu.
Meski tak mengetahui banyak hal tentang kejadian yang telah menimpa Jessica di masa lalu yang penting Doni sudah mendapat informasi yang jelas.
Flashback of
***
"Gimana Don, sudah ada kabar mengenai orang itu?".Tanya Danil
Kini mereka tengah duduk di taman rumah sakit.
"Gue tau orang itu, dan lo juga sangat mengenalnya".Balas Doni.
"Siapa Don".Tanya Danil serius.
__ADS_1
Doni melirik Danil sejenak "Yang jelas, lo akan kaget saat tau siapa dia".Kata Doni.
"Beritahu gue siapa orang itu Don".Danil semakin penasaran membuatnya mulai emosi.
Doni menepuk pelan bahu sahabatnya itu."Ikut gue".Ucapnya seraya berdiri.
Danil mengikuti kemana langkah Doni pergi.
Melewati sebuah lorong kosong yang sangat minim orang, melewati beberapa ruangan kosong hingga langkah mereka terhenti pada sebuah ruangan paling ujung.Dari depan terlihat ruangan itu sangat gelap.
"Ngapain kita kesini Don".Tanya Danil heran menatap sekeliling tak mendapati satu orangpun.
"Lo akan tau saat masuk ke dalam".Balas Doni tanpa menoleh.
Clek....
Doni menggeser tubuhnya memberi jalan untuk Danil masuk duluan.
Danil menatap seakan bertanya melalui gerakan mata, Doni hanya mengangguk membuat Danil langsung melangkah masuk lalu diikuti Doni di belakangnya.
Tatapan Danil langsung tertuju pada sosok wanita dengan posisi yang sama persis saat Doni datang ke sana. Danil menoleh menatap Doni meminta jawaban.
"Tunjukkan wajah kamu".Perintah Doni setengah berteriak.
Hening....
Wanita itu berbalik.
Deg.....
Dalam benak Danil timbul banyak pertanyaan,ia seakan tak percaya bahwa yang di hadapannya saat ini adalah Jessica yang dulunya sangat angkuh kini terlihat lusuh.
"Apa maksud dari semua ini Jes".Dari banyaknya pertanyaan dalam benaknya, hanya itu yang mampu mewakili.
Jessica tertunduk sejenak tak berselang lama kembali mendongak "Kenapa semua orang menanyakan hal itu sedangkan aku sama sekali gak bermaksud apa apa".Ucapnya lirih kembali tertunduk.
"Tidak perlu berlindung dari topeng kotormu tu, aku tau hati kamu".Kata Danil datar.
Jessica menggeleng "Tak puaskah kau mengusik keluargaku Jes".Danil mengintimidasi.
"Aku gak ada maksud mengganggu hidupmu, aku hanya ingin menebus semua kesalahanku di masa lalu".Lirih Jessica yang hanya mampu menunduk tak berani menatap nanar amarah di mata Danil.
Melihat Jessica yang muncul lagi dalam kehidupannya yang sudah sangat bahagia membuatnya kembali dibaluti amarah kebencian namun berusaha ia redam.
"Jangan jangan kamu dalang dibalik kecelakaan anak aku".Tuduh Danil menatap tajam.
Jessica mendongak cepat " Aku memang orang yang sangat jahat di masa itu, tapi soal anak kamu demi apapun aku gak tahu apa apa".Ucap Jessica menitikan air mata berusaha membela diri atas tuduhan Danil.
"Heh..Kamu pikir aku akan kasihan melihat air matamu itu".Danil sinis.
"Tapi aku akan berterima kasih karena kau telah menyelamatkan anak aku, sekarang apa yang kau minta....Uang??? Berapa??? Sebut saja akan aku kasih".Kata Danil tetap sinis.
Hati Jessica teriris mendengar penuturan dari Danil.
__ADS_1
"Aku sudah tak butuh uang".Kata Jessica lirih.
"Lalu?".Danil menaikkan alis sebelah.
"Aku hanya butuh maafmu dan Anita agar aku bisa tenang Nil".Balas Jessica terdengar sangat pilu berhasil membuat hati Danil yang panas jadi sedikit meredam.
Sungguh Danil seakan tak percaya dengan keadaan Jessica saat ini sangat memprihatinkan sangat berbanding terbalik dengan Jessica beberapa tahun yang lalu.
"Sepenting itukah maafku untukmu?".Tanya Danil terdengar seolah bernegosiasi.
Jessica mengangguk "Maafmu dan Anita adalah tujuan terakhirku di dunia ini ".Katanya serius.
Danil memicingkan mata saat mendengar penuturan dari Jessica "Apa kau sedang bercanda?".
Lagi lagi Jessica menggeleng "Aku serius".
Danil dan Doni saling menatap, pikiran mereka seakan sama merasa janggal dengan kalimat terakhir Jessica.
Cukup lama mereka dalam ruangan gelap dan sunyi, Danil dan Doni kini meninggalkan Jessica kembali seorang diri di ruangan itu.
Selepas kepergian kedua pria itu, barulah Jesicca menangis sejadi jadinya.
POV JESSICA.
"Hidupku sudah hancur, akibat ulahku sendiri, hatiku menolak memaafkan diriku sendiri yang sangat kotor ini.Aku sudah gak kuat lagi namun aku masih memiliki tujuan terakhir".
Yah, serapi apapun aku menyembunyikan diriku dia tetap akan menemuiku, sungguh itu hal yang sangat mudah baginya.
Baru saja dia kembali meninggalkanku seorang diri di ruangan yang hampa ini.
Aku tak bermaksud mengusik hidupnya lagi.Aku hanya berusaha melakukan suatu hal yang setidaknya berguna untuk keluarganya dengan menyelamatkan anaknya.
Awalnya aku ragu melakukan hal itu karena aku yakin, mereka pasti akan menolakku melakukannya meskipun aku harapan satu satunya. Pastinya mereka gak sudi darahku mengalir pada tubuh anaknya, aku yakin dengan hal itu.
"Aku hanya butuh maaf mereka".
POV AUTHOR.
.
.
.
.
.
.
Tunggu part selanjutnya....
Jangan lupa like, vote, dan komen yaaa
__ADS_1
Kritik dan saran kalian sangat berguna bagi authorš„°
@ijhaaa14