
***
Selepas memergoki Jessica berselingkuh dengan orang yang sama saat di Inggris membuat Danil sangat geram.
Betapa bodohnya ia telah masuk ke dalam perangkap Jessica dengan Bryan yang hanya memanfaatkannya untuk menguras hartanya.
Untungnya ia cepat menyadarinya sebelum semuanya habis.
Yang sangat Danil sesali adalah kenapa tidak dari dulu ia mempercayai ucapan Doni mengenai sifat licik Jessica.
"AAAARGGHHHGHHHHHH...BODOH BODOH BODOH".Teriak Danil memukul stir mobilnya.
Saat ini Danil sedang menyetir sendirian tak tau arah, sedangkan Doni ditinggal sendiri oleh Danil di depan hotel menunggu taxi.
Doni tidak ambil pusing soal itu karena ia mengerti keadaan sahabatnya itu saat ini.
"Heran aku dengan kisah percintaanmu Danil, dulu kamu meninggalkan Anita demi Jessica yang licik itu".Batin Doni
Ditengah pekatnya malam, hempasan air laut dengan angin malam menembus relung hati Danil yang sedang terluka.
*Dulu kau pergi dengan meninggalkan luka yang membekas sehingga membuatku sangat sulit untuk mengobatinya
Hingga suatu hari luka itu mulai mengering kemudian kamu kembali membawa secercah harapan dalam hidupku, tetapi lagi lagi kamu menaruh luka di tempat yang sama.
Entah kamu yang terlalu pintar mengelabuiku ataukah aku yang terlalu bodoh memahamimu*.
Batin Danil tak terasa cairan bening jatuh begitu saja membasahi wajahnya.
##################//*
Di Negara K
Anita yang kembali ke rutinitanya sebagai sekretaris seorang CEO perusahaan terkenal di Negara K.
Ting ting ting
Anita mendapat pesan dari Anisa.
"Nit nanti kita mau jenguk Ayu di rumah sakit selepas dari kantor, kamu mau ikut gak".Tulis Anisa.
Anita yang memang tak mengetahui Ayu sakit menjadi kaget soalnya baru kemarin malam mereka jalan bareng dan Ayu nampak baik baik saja.
"Kamu serius Ayu sakit???.."
"Iya iya aku mau ikut, tungguin ya di loby".
"Iya Sakitnya kambuh lagi sepulang dari Mall kemarin".Balas Anisa.
Devisi keuangan.
"Gimana Nis, Anita mau ikut gak".Tanya Rosi
"Iya katanya suruh tunggu di loby nanti".Balas Anisa.
Mereka yang tinggal berlima karena Anita pindah posis kembali fokus pada pekerjaan masing masing.
Jam pulang kantor.
Anita segera membereskan meja kerjanya sebelum turun menemui teman temannya di loby kantor.
Ceklek...
Keluarlah pak Kenan dari ruangannya yang juga hendak pulang "Mau pulang pak".Sapa Anita.
__ADS_1
"Iya".Jawabnya singkat langsung berlalu.
"Huuufgggggghh, Kaku banget tuuh bos".
Setelah tak mendapati lagi bosnya, Anita ikut turun melalui lift khusus karyawan.
Suasana kantor yang mulai sepi tinggal beberapa petugas kebersihan yang sedang menjalankan tugasnya
Hingga tibalah Anita di loby,di sana sudah ada keempat temannya yang menunggu.
"Kalian sudah lama ya".Tanya Anita sedikit tidak enak. "Enggak kok, kita juga baru turun kok iyakan".Ucap Rosi meminta respon dari lainnya.
"Iya".
"Yaudah kalau gitu kita langsung jalan aja".Ajak Rudi.
"Kalian berdua ikut di mobilku aja ya".Ajak Anita kepada Rosi dan Anisa.
"Iya terserah sih".Kata Rosi.
"Rumah sakit Muara Kasih ya Nit...Kita ketemu di sana".Ucap Rendi.
"Iya".
Mereka berangkat dengan dua mobil, Rosi dan Anisa ikut di mobil Anita sedangkan Rendi dengan Rudi.
Jam pulang kantor membuat mereka sedikit lama menempuh perjalanan menuju rumah sakit.
Hingga mereka baru tiba pukul 06:35.
Setelah memarkirkan mobil, Mereka segera masuk menanyakan letak kamar Ayu di rawat.
"Sus pasien atas nama Ayu Lestari di kamar mana ya".Tanya Anita.
"Pasien atas nama Ayu Lestari dirawat di kamar 015 lantai 2".
"Terima kasih ya sus".
Setelah mengetahui kamar Ayu, mereka segera memasuki lift untuk mengantarnya ke lantai 2.
Ting.
Ceklek...
"Ayuuu".Sapa mereka.
"Kalian datang".Ujar Ayu tersenyum lemah.
"Iya dong".Timpal Rudi.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang".Tanya Anita.
"Sedikit mendingan sih daripada tadi pagi".Jawabnya.
Sesekali melempar candaan membuat ruangan yang sedari tadi sepi menjadi ramai karena kedatangan teman teman Ayu.
"Mama kamu kemana?".Tanya Anisa sedari tadi tidak melihat keberadaan mama Ayu.
Ya Sejak menginjak usia 10 tahun Ayu hanya tinggal berdua dengan mamanya, sedangkan papanya sudah terlebih dahulu berpulang kerahmatullah. "Mama tadi pulang sebentar buat ambil baju ganti".
"Ouwwwww gitu ya".Anisa mangguk mangguk.
Tok tok tok
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari luar.
"Permisi".Sapa seorang dokter dengan diikuti suster dibelakangnya.
"Saya mau periksa pasien dulu ya".Ujarnya datar
"Iya silahkan dok".Ucap Rendi mempersilahkan.
Mengenai Anita jangan ditanya darahnya seakan berhenti mengalir, pikirannya tiba tiba bleng
Entah itu sengaja atau hanya kebetulan dokter yang sedang memeriksa temannya saat ini sama dengan pria yang ditemuinya di mall kemarin.
"Diakan pria kaku itu".Pikir Anita.
"Jadi dia dokter di rumah sakit ini".Tanyanya pada diri sendiri.
Dengan netra yang masih fokus menatap setiap pergerakan yang dilakukan dokter itu.
"Nit kamu kenapa sih bengong aja".Anita dikagetkan dengan suara bisikan Anisa.
"Ehh..Mmm enggak kok".Ucapnya gelagapan.
"Ohh kirain kesambet setan ganteng...Hihihihihih".Ejek Anisa cengengesan.
"Apaan sih".
1 menit
2 menit
3 menit
Ruangan yang seketika hening dengan suster yang sibuk mencatat apa yang diperintahkan oleh dokter tampan itu.
"Kalau bergitu saya permisi dulu".Ucap dokter langsung berlalu.
Huffffhhhhh."Gilaaaaa!! ganteng pake banget tu dokter".Seru Rosi
"Lebay deh".Ejek Rudi.
"Husssssttt sirik aja lo Rud".Balas Rosi.
"Sudah sudah, kalian apaan sih kebiasaan deh".Ucap Anita menengahi.
Setelah perdebatan kecil berusan serempak mereka menoleh kearah Ayu.
"Kalian kenapa sih liatinnya gitu banget".Ucap Ayu sedikit salah tingkah.
"Enggak kok".Jawab mereka serempak
"Kompak amat".
Hahahhahahhahha. Disambut tawa oleh mereka.
"Kamu tau gak Yu,, nama dokter tadi".Tanya Rosi.
"Emang kamu gak lihat di papan namanya?".Tanya Ayu.
"Enggak, soalnya aku fokus melihat wajah tampannya".Kata Rosi menerawang jauh.
"Namanya Dokter Wahyu".
Bersambung💚
__ADS_1