Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#136 Bukan Akhir


__ADS_3

..."Hidup itu seperti cermin ia akan tersenyum kepadamu jika kamu tersenyum padanya. ”...


TERIMA KASIH MASIH SETIA DENGAN CERITA KHA.


MAAF UNTUK SEGALA KEKURANGAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM TAHAP BELAJAR.


HAPPY READING🖤


//*


Setiap pagi memiliki awal yang baru, berkah baru, harapan baru. Ini hari yang sempurna karena itu pemberian Tuhan. Kebahagiaan tengah dirasakan oleh keluarga harmonis ini, yah Danil dan Anita.


Kini mereka tengah mengurus kepulangan putri semata wayangnya setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.


"Barang barang Gea sudah siap semua sayang?".Tanya Danil menghampiri istrinya yang tengah duduk di samping ranjang Gea.


Anita menoleh tersenyum "Sudah kok mas".


"Ayah, kapan kita pulang".Tanya Gea mulai jenuh.


Danil mengusap lembut kepala putrinya "Sabar yah sayang, om Doni sudah di jalan bentar lagi pasti sampai".Tutur Danil.


Tok tok tok


Ketukan pintu membuat sang empunya serempak menatap ke satu titik. "Itu pasti om Doni".Tebak Gea girang.


"Masuk aja Don!!".Pinta Danil setengah berteriak.


Clek....


Melihat bukan Doni yang muncul di balik pintu membuat Gea sedikit kecewa.


Danil dan Anita hanya tersenyum melihat tingkah putrinya yang tak sabar ingin pulang menemui kelinci kesayangannya.


"Permisi tuan nyonya, maaf mengganggu waktunya".Kata suster sopan.


"Iya sus, ada apa?".Tanya Danil merasa heran, secara semua sudah ia urus tinggal menunggu Doni menjemput mereka.


"Maaf tuan, pasien yang di ruangan Melati ingin bertemu dengan tuan dan nyonya".Jelas Suster


Seketika Danil langsung teringat dengan Jessica.Sedangkan Anita yang tak tau apa apa dibuat heran.


"Maaf sus, memangnya siapa yang di ruangan itu?".Tanya Anita menatap suster dan Danil secara bergantian.


"Jika tidak keberatan, tuan dan nyonya bisa segera menemuinya untuk lebih jelas".Pinta Suster.


Tak ingin penasaran terlalu lama, Danil dan Anita memutuskan segera menemui pasien yang dimaksud suster itu.


"Gea sayang,Bunda dan Ayah keluar dulu yah cuman sebentar kok".Kata Anita kepada anaknya.


"Gea di sini dulu sama suster yah".Lanjutnya


Gea yang mengerti situasi tak ingin banyak tanya langsung mengangguk "Iya bunda".


"Sus, titip anak kami yah".Kata Danil.


"Baik tuan".


****


Tepat di depan sebuah ruangan kini Anita dan Danil berdiri.Tak pikir panjang mereka langsung masuk.


Clek....


"Permisi".Sahut Danil seraya menggenggam erat tangan istrinya.


Terlihat seorang wanita yang sedang terbaring lemah di atas brangkas pasien dengan seorang suster di sampingnya.


Jelas Danil sudah tahu siapa wanita itu, lain halnya dengan Anita, sayup sayup ia menatap wanita itu seakan melihat sosok yang ia kenal.Karena penerangan dalam ruangan itu kurang membuat Anita tak dapat melihat jelas wajahnya.

__ADS_1


Tak berselang lama mereka berdiri, suster yang menemani wanita itu pamit keluar hingga membuat keduanya semakin mendekat.


"Jessica!!".Kata Anita terkejut.


Anita menatap Danil seakan meminta jawaban dari suaminya.


Jessica tersenyum menatap kedua pasangan harmonis itu.


"Terima kasih sudah mau menemuiku".Ucapnya lirih.


Anita yang dipenuhi tanda tanya semakin bingung dengan situasi saat ini.


"Tak perlu basa basi".Titah Danil sinis.


Anita hanya menatap mereka secara bergantian.Melihat reaksi suaminya seakan ini bukan pertama kalinya mereka bertemu.


"Mas, kau tau Jessica di sini?".Bisik Anita.


Danil hanya mengangguk pelan.


"Cepat katakan Jes, kenapa kau memanggil kami ke sini".Kata Danil datar.


Buliran air mata mulai membasahi pipi yang mulai keriput itu.


Huuuufffftttt


Hening......


Jessica mengumpulkan tenaga untuk mulai bicara.


5 menit.....


"Aku tau sangat berat untuk kalian memaafkan manusia hina seperti diriku ini".Kata Jessica pelan sedikit terbata.


Sebisa mungkin ia mengatur nafasnya yang sudah mulai sesak.


"Tapi aku mohon kepada kalian, tolong maafkan aku meski kata maaf tak pantas lagi untuk orang seperti aku tapi aku sangat menyesal atas perbuatanku di masa lalu".


Nafasnya semakin sesak namun ia tetap berusaha hendak meraih tangan Anita.Melihat pergerakan Jessica tak membuat Anita bergeming ataupun menghindar.


Saat berhasil meraih tangan itu, tangis Jessica semakin pecah. Sungguh diluar dugaannya Anita tak menghindarinya.


"Nit.......Aku...miin..ta mmaaa...af".Katanya Terbata.


Tanpa sadar, Anita menitikan air mata melihat keadaan Jessica yang sangat miris.


"A...kuuu, me...nyeee...sal....".


"To...long... Maaf...kan, a...kuu...."


Anita menoleh ke suaminya sejenak, melihat Danil tak memberi respon apapun membuat Anita kembali menatap Jessica.


Anita mengangguk pelan....


Kini Anita yang beralih menggenggam tangan wanita yang pernah menjadi selingkuhan suaminya sehingha membuat rumah tangganya sempat hancur.


"Aku sudah memaafkanmu, jauh sebelum kau meminta maaf kepadaku Jes".Dengan hati lapang Anita mengatakan dengan tenang.


Meski sempat membenci wanita itu, namun Anita sudah ikhlas dengan semua kejadian di masa lalunya.


Jessica tersenyum menatap wanita yang bagaikan malaikat di hadapannya itu.


"Maaa..ka..sih Nit....Maaa...ka..sih Nil".Ucapnya terbata.


Anita mengelus lembut tangat keriput itu "Aku gak tau apa yang sudah kamu alami, namun satu hal yang kuyakini kau pasti kuat". Anita berusaha menyemangatinya.


Jessica menggeleng


"Waktu aku tak lama lagi, aku capek.....".Kata Kessica lirih sesekali megerjapkan matanya.

__ADS_1


"Enggak Jes, aku yakin kamu kuat".Kata Anita lagi.


Lagi lagi Jessica menggeleng dengan cucuran air mata.


"A...ku.. Caapeeeek".


"Jangan menyerah begitu saja Jes".Kini Danil yang bersuara membuat Anita menatapnya.


Hening.....


"Aku punya satu permintaan kepada kalian".Kedua pasangan itu menatap Jessica serempak.


"Apa?".Kata mereka


Sejenak Jessica menatap mereka bergantian.


"Aku mohon kepada kalian untuk yang terakhir kalinya.....Rawat anak aku seperti kalian merawat putri kalian".Sungguh perkataan Jessica membuat keduanya terkejut.


"Anak??!!!".


Jessica mengangguk pelan.


"Kau punya anak Jes?".Tanya Anita pelan


"Seorang putra".Lirih Jessica.


"Kutitipkan dia kepada kalian, aku mohon berjanjilah kepadaku".Lanjutnya semakin lirih.


Anita dan Danil saling tatap hingga tak lama keduanya mengangguk penuh yakin.


Mendapat anggukan mereka, Jessica tersenyum tipis seraya memejamkan matanya perlahan.


Pelan tapi pasti senyum Jessica semakin luntur,matanya tertutup rapat membuat kedua pasangan itu menegang.


"Jes!!!".Panggil Anita.


"Jessica!!".Panggilnya lagi seraya mengguncang tubuh wanita itu pelan.


Tak mendapat respon, Anita berkaca kaca menatap suaminya "Mas!!".Lirih Anita.


Danil segera mengecek denyut nadi Jessica setelah itu mengecek nafasnya dari hidung.


Danil hanya mampu menggeleng membuat tangis Anita pecah.


"Jes, kenapa kau memilih menyerah, bukannya kau bilang memiliki putra? apa kau tak ingin melihatnya tumbuh dewasa Jes".Tutur Anita kepada tubuh yang sudah terbujur kaku tak bernyawa.


Meski wanita dihadapannya saat ini adalah sosok yang pernah menoreh luka pada hidupnya tak membuat Anita dendam. Dengan keikhlasan hatinya Anita memaafkan wanita itu.


PEMAKAMAN.


Tetesan air hujan yang menghantarkan Jessica ke peristirahatan terakhirnya.


Kini Danil dan Anita tengah duduk di depan sebuah gundukan tanah yang masih baru.


Air mata Anita masih setia membasahi pipi mulusnya "Kami akan mencari anak kamu dan merawatnya selayaknya anak kandung kami Jes".Ucap Anita mengusap nisan Jessica.


Beberapa saat kemudian, Danil menuntun istrinya untuk meninggalkan tempat itu.


.


.


.


.


.


..."Seburuk apapun masa lalu seseorang tetap berhak mendapatkan maaf, kita hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf"...

__ADS_1


Tunggu part selanjutnya


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, DAN KOMEN


__ADS_2