Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#151 Babak baru 3


__ADS_3

MAAF YA GUYS KALAU MASIH BANYAK TYPO


JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMEN YAH


HAPPY READING😊


//*


Waktu makan siang menghampiri, sesuai permintaan Doni tadi Andrian segera menuju ke ruangan ayahnya.


"Siang pak, ayah ada?".Sapa Andrian sopan kepada sekretaris ayahnya yang masih di meja kerjanya


" Ada tuan, langsung masuk saja".Balas Sekretaris Danil.


Barulah Andrian melangkah masuk ke ruangan sang ayah.


Clek...


"Abang, ayo masuk".Tegur Danil melihat putranya berdiri di ambang pintu.


Andrian masuk langsung menuju ke sofa di ruangan ayahnya.


"Bunda makan di sini enggak".Tanya Andrian setelah mendudukkan bokongnya.


Danil yang masih sibuk merapikan beberapa dokumen yang berserakan di atas meja kerjanya menoleh sejenak menghadap sang putra "Enggak bang, katanya bunda lagi malas keluar". Jelas Danil kembali sibuk merapikan dokumen dokumennya.


"Ayah sudah pesan makanan?".Tanya Andrian lagi.


"Sudah bang".


Tok tok tok


Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan keduanya.


"Masuk!".Pinta Danil


Clek...


"Permisi pak, ada kurir di depan".Kata Sekretaris Danil.


"Suruh langsung masuk saja".


"Baik pak".


Hingga muncullah seorang kurir dengan beberapa makanan di tangannya.


"Terima kasih".Ucap Andrian setelah menerima makanan pesanan ayahnya.


Danil dan Andrian menyantap makan siang mereka dengan hikmat.


"Bagaimana hari pertamanya bang".Tanya Danil di sela makannya.


"Mungkin karena masih baru jadi ada beberapa yang kadang abang enggak ngerti yah".


"Itu hal yang biasa dalam dunia bisnis, kalau ada kendala langsung tanya om Doni atau ayah".


"Iya yah".


//*


Di tempat lain, hal yang sama di lakukan oleh Doni sedang makan siang bersama seseorang di sebuah restouran.


"Bagaimana kerjaannya".Tanya Doni kepada seseorang yang di hadapannya itu.


"Lancar lancar aja sih".Balasnya.


Hening...


Doni termasuk orang yang sulit membuka topik apalagi lawan bicaranya saat ini adalah seorang wanita.


"Kamu sendiri?".Tanya Wanita itu


"Apa?".Tanya Doni.


"Kenapa belum nikah?".


"Hahaha, lagi nunggu dia siap".Kata Doni begitu saja.


Terlihat raut kecewa dari wajah Gea.


"Ouw".Balas Gea singkat.


Doni tersenyum penuh arti menatap wanita di hadapannya.


"Kamu mau tau dia siapa?".Tanya Doni

__ADS_1


"Siapa?".Tanya Gea balik dengan mimik wajah serius.


1 menit


2 menit


3 menit


"Dia yang dihadapanku saat ini".


Deg....


Jantung Gea seakan menambah ritme detaknya.


"Maksud kamu?".


Alih alih menjawab, Doni malah menatap intens kedua bola mata Gea membuat sang empunya salah tingkah.


Gea membuang pandangan ke sembarang arah untuk menghindari tatapan Doni, namun Doni menyadari hal itu.


Hening.....


2 Menit


"Gea".Panggil Doni membuat Gea kembali menatapnya.


"Kenapa?"


"Aku di sini loh, malah natap ke yang lain".


"Enggak ko, pengen aja lihat sekeliling siapa tahu nemu yang di kenal". Kata Gea yang cuma beralasan.


"Khmmm".Dehem Doni tiba tiba merasa gugup


"Kamu kenapa?".Tanya Gea heran melihat gelagap Doni.


Doni menggeleng kemudian melirik jam tangannya sejenak.


"Nanti malam ada waktu enggak?".Tanya Doni.


Gea terlihat berfikir sejenak, tak lama kemudian menggeleng.


"Kayaknya enggak sih, kenapa?".


"Ke mana?".


"Adalah pokoknya, mau enggak".


"Boleh".


"Yasudah, entar malam aku jemput yah".


Mereka berdua segera mengakhiri makan siangnya karena beberapa menit lagi jam makan siang usai.


Setelah menolak tawaran Doni untuk mengantarnya kembali ke kantor, Gea memilih naik grab karena tak ingin merepotkan Doni di tambah jam kantor akan mulai lagi.


Selepas kepergian Gea, Doni langsung kembali ke kantor Danil takut bosnya itu akan mengamuk jika tak melihat batang hidungnya.


KANTOR


Doni melangkah masuk dengan senyum yang tak pernah lepas di wajahnya tentu membuat para karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya menjadi heran.Pasalnya, Doni sangat jarang bahkan nyaris tidak pernah tersenyum ketika di kantor kecuali saat sedang berdua dengan Danil.


"Guys, pak Doni senyum, saya enggak salah lihat kan".Bisik petugas receptionis kepada rekannya.


"Kamu tidak salah lihat, tapi pak Doni memang tersenyum tadi".Balas lainnya ikut berbisik.


Doni melewati mereka begitu saja langsung menuju ke lantai atas tempat ruangannya berada.


Selain Danil, Doni juga termasik orang yang disegani di perusahaan Wijaya Group. Caranya menegur para karyawan yang tidak disiplin membuat mereka tak bisa berkutik.


//*


BACK TO ANDRIAN


Selepas makan siang bersama ayahnya, Andrian kembali ke ruang kerjanya untuk kembali bergelut dengan komputernya.


Tok tok tok


"Permisi pak".Sapa Ketua devisi keuangan


"Iya ada apa?".Tanya Andrian dengan tatapan datarnya.


"Saya ingin menyerahkan laporan keuangan satu bulan terakhir ini pak".Kata ketua devisi.


"Letakkan saja di atas meja itu".Pinta Andrian seraya menunjuk salah satu meja di ruangannya.

__ADS_1


"Baik pak".Ketua divisi meletakkan laporan yang di bawahnya.


"Kalau tidak ada lagi, kamu bisa keluar".Pinta Andrian tanpa menoleh.


"Baik pak, permisi". Dengan langkah cepat ketua divisi itu segera meninggalkan ruangan HRD.


Selepas kepergian ketua divisi keuangan, barulah Andrian beralih fokus kepada laporan itu.


DEVISI KEUANGAN.


"Gila, ketua HRD baru itu ganteng ganteng tapi dinginnya kebangetan".Celoteh ketua divisi keuangan yang bernama Ulfa.


"Pak Andrian!!". Tebak salah satu dari mereka.


"Iya, tadi aja sama sekali enggak mau matap gue".Seru Ulfa


"Gantengnya seberapa sih, kok gitu banget".Celetuk teman lainnya.


"Pokoknya kalau kalian lihat dia, rasanya pengen minta peluk, ganteng banget sumpah".Heboh Ulfa


BRAKKKKK....


Gebrakan pintu membuat ruangan seketika hening.


Semua terpaku menatap seseorang yang sedang di ambang pintu.


"Jika kalian cuman ingin bercerita di jam kerja lebih baik pulang saja".Kata Andrian dingin.


Beberapa waktu lalu, setelah membaca laporan keuangan, Andrian mendapat sesuatu yang tak di mengerti, oleh karena itu ia berniat menemui para devisi keuangan. Sampailah Andrian di devisi keuangan mendapati para anggotanya sedang rumpi membiarkan komputer menganggur.


"Saya tidak suka jika ada karyawan yang tidak disiplin, ini jam kerja bukan jam rumpi".Tutur Andrian.


"Maaf pak".Kata mereka serempak tertunduk.


"Saya tidak ingin kejadian ini terulang lagi".Pinta Andrian tegas.


"Baik pak".


Setelah memberi sedikit teguran kepada karyawannya, Andrian menjelaskan maksudnya menemui mereka.Perihal laporan yang sudah terpecahkan, Andrian kembali ke ruangannya.


"Benar kata ulfa, pak Andrian bagaikan pangeran yang lagi nyasar di kantor kita".Celetuk salah satu dari mereka selepas kepergian Andrian.


"Sudah sudah, kalian gak ingat kata pak Andrian tadi".Kata Ulfa memperingati sebagai ketua di antara mereka.


Semua kembali sibuk dengan pekerjaan masing masing.


Sebagian besar karyawan Wijaya Group belum mengetahui siapa Andrian, hanya orang orang tertentu yang tahu.Dan hal itu bukanlah sesuatu yang penting menurut Andrian.


RUANG HRD


Ting...


Suara pesan masuk dari handpone Andrian.


"Bang, adek mau ke kantor bunda jadi enggak usah jemput adek yah".Isi pesan dari Geandra.


"Naik apa dek ke kantor bunda".Balas Andrian.


Ting..


"*Grab aja bang, biar cepat".


"Yaudah, mau abang pesanin*?".


Ting..


"Enggak usah bang, biar adek aja".


Setelah saling balas pesan dengan adiknya, Andrian kembali menaruh handponenya di atas meja kemudian kembali fokus dengan pekerjaannya.


.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE,VOTE DAN KOMEN


To be continuešŸ„°ā¤

__ADS_1


__ADS_2