Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#121 Well You Marry Me?


__ADS_3

LANJUT YA


//*


Jantung mereka seakan berhenti berdetak. Tangis mereka kembali pecah.


Anita menatap mereka satu persatu.


"Nit!!"Seru Arumi lirih


"Kamu tidak mengingat kita?".Tanya Arumi lirih.


Anita menggeleng. "Hiks Nit ini kita teman kamu".Ucap Gea menangis.


"Kalian siapa?".Tanya Anita lagi merasa kebingungan.


Ketiga wanita itu menangis sejadi jadinya di depan Anita yang terlihat bingung. Di ruangan itu, hanya terdengar suara isakan tangis mereka.


Danil? Matanya memerah, air matanya menggenang di pelupuk matanya sebisa mungkin ia tahan agar tidak jatuh.


"Saya akan panggil dokter".Ucap Doni tiba tiba hendak melangkah keluar.


Saat akan meraih gagang pintu "Tunggu!!".Seru seseorang berhasil membuat mereka semua menoleh.


Semua mata tertuju kepada wanita yang masih terbaring lemah itu.


Doni kembali menarik tangannya dan kembali ke posisinya.


Hening...


Tik...tik...tik...tik...tik


Suara jarum jam yang menggema mengisi keheningan dalam ruangan itu.


1 menit


2 menit


3 menit


Semua mata masih menatapnya intens.


"Hahahhahaa".Tawa Anita pecah begitu saja membuat mereka semakin bingung.


"Muka kalian lucu tau gak".Celetuknya tertawa.


Arumi mendekat lalu menyentuh kening Anita "Nit!! kamu gak papakan?".Tanyanya merasa takut.


"Hahaa, apaan sih Rum aku tuh cuman bercanda".Timpal Anita


"Agghhh Nit kau membuatku takut".Pekik Arum langsung memeluk erat Anita.


Semua yang tadinya tegang sudah bisa tersenyum kembali tak terkecuali Danil.


"Kamu masih ingat semuanya kan?".Tanya Arum memastikan.


Anita mengangguk penuh yakin "Syukurlah, entah apa yang akan terjadi jika kau melupakanku".Celetuk Arumi.


"Itu tidak akan terjadi".Ucap Anita tersenyum.


"Terima kasih ya semuanya".Lanjut Anita tulus menatap mereka satu persatu.


Hingga matanya terpaku pada seseorang yang berdiri jauh darinya sehingga Anita mengalihkan pendangannya.


Semuanya menoleh menatap Danil dan Anita secara bergantian. "Kalau begitu saya permisi dulu ingin mengurus administrasi".Pamit Doni kemudian berjalan keluar.


Tak lama setelah itu, Arumi pun pamit "Nit, aku keluar bentar ya".Ucap Arumi dengan mengajak Gea dan Karin menggunakan isyarat.Gea dan Karin yang mengerti maksud Arumi pun ikut keluar.


Kini tinggal mereka berdua di sana.Anita masih betah mengalihkan pandangannya.


Danil meyakinkan diri untuk melangkah mendekati Anita.


Tak...tak...tak...


"Tetap disitu!!".Pinta Anita tanpa menoleh.


Dengan terpaksa Danil menghentikan langkahnya yang tinggal beberapa langkah lagi ia dapat meraih ranjang Anita.


Diam...


"Nit!!".Panggil Danil namun tak mendapat respon.

__ADS_1


"Aku tau aku salah, aku tau aku bodoh, aku adalah pria yang paling bejat, aku adalah pria yang paling jahat".


Huuuffffgg


"Dan aku minta maaf untuk semua itu, aku sungguh menyesalinya Nit, aku tersiksa dengan itu semua".


"Berhari hari bahkan betahun tahun aku terpaku dalam sebuah penyesalan".


"Saat mendengar kabar seorang wanita kecelakaan dan Gea langsung mengatakan itu adalah kau".


"Tapi aku berusaha menepisnya,aku berusaha berikap tenang, aku langsung menuju tempat kejadian".


"Namun saat tiba di sana, orang mengatakan bahwa korbannya sudah dibawah ke rumah sakit. Tanpa pikir panjang aku langsung menyusulnya".


"Hingga tiba saatnya Doni mengatakan bahwa wanita itu adalah kamu, hidupku seakan berhenti, takut dan sedih hanya itu yang kurasa.


"Takut kehilanganmu dan sedih karena aku belum bisa menebus semua kesalahanku. Sampai kamu dikabarkan koma, hingga akan melepas alat alat medis di tubuhmu aku tak tau harus melakukan apa".


"Tetapi karena keyakinan sahabatmu sehingga aku masih bisa berbicara seperti ini denganmu".


Danil terdiam sejenak setelah berbicara panjang.


"Anita!!!". Panggilnya


"Aku mohon isinkan aku untuk menebus semua kesalahanku.Isinkan aku untuk membuatmu bahagia, isinkan aku untuk menjadikan ratuku di istanamu".


"Nit!!".Panggil Danil sekali lagi namun tak mendapat respon.


"Anita Az Zahrah!!".Seru Danil lagi dan benar saja, Anita menoleh.


Terlihat Danil merogoh saku jasnya, kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil.


"WELL YOU MARRY ME??".Tanya Danil penuh harap dengan membuka kotak kecil itu sehingga menunjukkan sebuah cincin berlian yang sangat indah.


Deg...


Anita terpaku manatap cincin itu. Anita tak mampu mengatakan apapun.


"Maukah kamu menerimaku sebagai suamimu lagi? Aku berani berjanji Nit tak akan menjadi Danil yang ada dimasa lalu, aku berani berjanji akan membahagiakanmu".Ucap Danil penuh harap.


"Well you marry me?".Tanya Danil sekali lagi.


1 menit


"Aku ingin bertemu Arumi".Ucapnya tanpa menjawab ucapan Danil.


Dengan sigap Danil langsung mengirim pesan kepada Arumi.


Tak lama kemudian, muncullah Arumi dengan senyum manisnya.


Danil mundur selangkah untuk memberi jalan kepada Arumi. Saat pandangan mereka bertemu, Danil seakan melempar tatapan penuh harap dan Arumi yang mengerti itu hanya mengangguk tersenyum.


Arumi langsung duduk di samping Anita "Hei, aku tau kau akan mencariku bukan?".Canda Arumi.


"Aku tau maksud kamu, maka dengarkan aku baik baik.Oke".Pinta Arumi dan dibalas anggukan oleh Anita.


Arumi menoleh sejenak menatap Danil kemudian kembali beralih kepada Anita.


"Aku melihat keseriusannya Nit, penyesalannya, cintanya, dan keinginanya membuatmu bahagia".Tutur Arumi langsung tanpa menyebut nama Danil.


"Semua orang memiliki kesalahan, bahkan kaupun punya kesalahan begitupun dengan aku".


"Dan semua orang juga berhak untuk memperbaikinya, dan kesempatan itu pasti ada tergantung kita dalam menyikapinya".


"Aku tau itu sulit untukmu, aku tau saat ini kamu masih ragu dengannya, aku tau kamu masih bingung dalam memutuskannya, bahkan aku tau sampai saat ini kau masih memiliki cinta untuknya".


"Benarkan apa yang kukatakan".Dan benar saja Anita mengangguk tanpa sadar.


Arumi tersenyum "Tidak salah bukan jika dia ingin menebus kesalahannya dan membahagiakanmu".


"Aku mengatakan semua ini berdasarkan yang aku lihat dan aku yakini namun semuanya kembali kuserahkan kepadamu,keputusan ada di tanganmu".


"Jadi pikirkan baik baik. Oke"


Arumi langsung berdiri dan melangkah hendak keluar. Saat melewati Danil, ia menghentikan langkahnya "Good Luck".Bisiknya tersenyum.


Selepas kepergian Arumi, seketika ruangan menjadi sunyi.


Hening..


"Nit!!".Seru Danil mendekat.

__ADS_1


"Beri aku waktu mas".Ucap Anita


Danil menunduk sejenak "Baiklah, satu jam dari sekarang".Celetuknya


"HAH!!!".Anita melongo menatap Danil.


"Kenapa? kau butuh waktu kan, yaudah waktu kamu satu jam untuk berpikir".Ucap Danil datar.


"Yang benar saja!!".Ucap Anita prustasi.


Danil pura pura tak mendengarnya. "Ihh nyebelin banget sih".Gerutu Anita cemberut namun masih dapat didengar oleh Danil.


"Sepuluh menit lagi".Kata Danil


"Woii, belum juga semenit".Protes Anita namun tak mendapat respon dari Danil.


"Dasar beruang kutub".Gerutu Anita spontan membuat Danil tersenyum


"Kau masih mengingatnya?".Tanya Danil sambil menaikkan turunkan alisnya.


"Apaaa".Tanya Anita balik.


"Beruang kutub".Kata Danil.


Anita terdiam.


"Kok gak dijawab".Tanya Danil lagi.


"Apaan sih".Kesal Anita salah tingkah.


"Satu menit lagi".Teriak Danil


Tak lama kemudian, Danil menatap jam tangannya


"Waktu habis".Ucapnya.


"Secepat itu? mana bisa aku berpikir".Protes Anita


"Kamu mau atau tidak".Tanya Danil serius.


Anita memejamkan matanya sejenak. Menarik nafas dalam lalu menghembuskannya lagi.


"Maaf.....".


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To be cotinue

__ADS_1


__ADS_2