Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#59 Berulah lagi


__ADS_3

//*


Hari berlalu kini berganti menjadi minggu, beberapa kali Wahyu mengunjungi perusahaan sahabatnya Kenan meskipun sekedar menyapa lalu pergi, tapi ada hal yang membuat ia selalu ke sana yaitu Anita.


Semakin kesini hatinya semakin yakin dengan sosok Anita.


Tring.


Suara pesan masuk dari handpone Anita.


"Assalamualaikum, kamu sibuk gak?".Tulis mengirim pesan.


Melihat siapa yang mengirim pesan kepadanya tak segan Anita membalas "Waalaikumussalam, enggak kok"


"Kenapa?".


"Nanti malam keluar yuk?".Ajaknya


"Kemana?".


"Yaa kemana aja, mau ya..".Bujuk Wahyu.


"Iya deh".


"Yaudah nanti aku jemput ya".Kata Wahyu semangat.


"Iya".


Wahyu yang dikenal cuek sangat mudah akrab dengan Anita karena memang dasarnya Wahyu adalah pria yang mudah bergaul, cuman ia berusaha untuk menutupinya.


Di tempat Wahyu, setelah mengirim pesan kepada Anita dirinya berdiam diri diruangannya.


Aduh kok aku jadi deg degan ya


Baru juga kirim pesan udah begini, gimana jadinya kalau ketemu nanti.Batin Wahyu.


Setiap Wahyu mengingat Anita, entah kenapa dirinya tiba tiba gugup padahal orangnya tidak sedang bersamanya.


Untuk mengurangi kegugupannya, ia menuang air putih ke gelasnya dan meneguknya hingga tandas"Hufgghh".


Hingga tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu ruangannya. Tok tok tok


"Ya masuk".Pinta Wahyu.


Muncullah seorang suster membawa sebuah kertas di tangannya "Permisi dok, pasien di kamar B kambuh lagi".Jelas suster.


"Oh iya, saya akan segera kesana".


Setelah mengambil perlengkapannya, Wahyu keluar menuju kamar pasien yang suster maksud.


Di Ruang pasien


Seorang wanita yang masih terbilang muda, sudah beberapa hari ini dirawat di rumah sakit tempat Wahyu bertugas


Wanita yang mengalami trauma berat sehingga terkadang ia tiba tiba berteriak tidak jelas.


*Tolong, tolong saya


Jangan tinggalkan saya


Saya bukan pembunuh


Tolong..


Badan saya sakit*.


Kira kira seperti itulah kata yang terkadang ia lontarkan.


Dengan sabarnya Wahyu menangani wanita itu, setelah wahyu menyuntikkan obat kepada wanita itu sehingga membuatnya kembali tenang hingga tak lama kemudian ia tertidur.


"Sus awasi dia terus, jangan biarkan dia melukai dirinya sendiri".Kata Wahyu kepada suster.


"Baik dok".


"Bagaimana dengan keluarganya, apa belum ada kabar?".Tanya Wahyu lagi.


"Sampai saat ini belum ada dok".Jawab suster.

__ADS_1


"Baik kalau begitu tetap cari tau siapa dia..Saya permisi".Kata Wahyu lalu melenggang pergi.


//*


Di sebuah gubuk yang terletak jauh dari kota, ada dua orang wanita yang sedang merencanakan sesuatu.


Terdengar mereka berbincang sangat serius.


"Apa lo serius".Tanya salah satu dari mereka.


"Iya gue serius, gue gak akan biarin wanita itu hidup tenang sebelum gue membalasnya".Ujar satunya lagi terlihat penuh dengan amarah.


"Yoi kalau gitu kita sejalur...Kalau lo butuh sesuatu hubungin gue aja".


"Pasti"


"Yaudah gue duluan, soalnya Bryan udah nunggu gue dari tadi...Bye".


Ya mereka adalah Salsa dan Jessica, tidak ada yang mengetahui bahwa mereka adalah teman dekat yang tak lama berjumpa.


Hingga suatu misi yang membuat mereka kembali bertemu, ingin membalas dendam kepada orang yang sama.


Tunggu pembalasan gue Nit.Batin Salsa dibarengi dengan senyum devilnya.


Tut tut tuuuuu


"Laksanakan tugas kalian".Pintanya.


"Baik bos".


Tut...


Sore hari


Jam menunjukkan pukul 05:00, menandakan bahwa jam kerja sudah usai, segera Anita membereskan barangnya kemudian berlalu dari sana hendak pulang kerumahnya.


Dengan santai Anita membawa mobilnya bergabung dengan kendaraan lain yang sedang beradu dalam kemacetan dan Anita menikmati suasana itu.


Suasana penat dengan hiruk pikuk jalanan kota Landon tak membuatnya mengeluh, hingga tak lama kemudian sampailah ia di rumahnya.


Saat hendak membuka pintu tiba tiba ada pesan masuk


"Astaga, aku hampir lupa".Anita menepuk jidatnya karena lupa telah membuat janji dengan dokter Wahyu.


Segera ia membuka pintu langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Tok tok tok


Setelah selesai membersihkan diri, terdengar dari bawah seseorang mengetuk pintunya, Anita turun mengecek dan.....


Clek


Tak ada siapa siapa, Anita menengok ke kanan dan ke kiri tetapi ia tak menemukan seseorang di sana, sampai saat akan menutup pintu kembali, netranya tiba tiba menangkap sebuah kotak kecil di sana.


Karena penasaran Anita mengambil kotak itu dan masuk ke dalam rumahnya tak lupa mengunci pintu terlebih dahulu.


Di ruang tengah Anita duduk dengan kotak yang masih di tangannya, pelan tapi pasti ia membuka kota itu dan....


"ASTAGFIRULLAHHALADZIM".Pekik Anita melihat bangkai tikus di sana dan sebuah tulisan yang berwarna merah


"KAMU AKAN MATI"


Mendapat kiriman seperti itu yang tak tau dari siapa, membuat Anita tiba tiba lemas "Apa lagi ini, siapa yang tega mengirim ini semua".Gumamnya


Cukup lama ia berseteru dengan pikirannya sendiri, hingga ia tak menyadari bahwa jam sudah menunjukkan pukul 19:00


Tok tok tok


Suara ketukan membuyarkan lamunan Anita, sedikit takut ia berjalan menuju pintu, tapi sebelum membukanya Anita mengecek melalui sela gorden disana "Hufffh".Anita bernafas lega karena ternyata Wahyu yang datang.


Clek.


"Assalamualaikum".Salam Wahyu dengan senyum manisnya.


Deg...


Tiba tiba jantung Anita berdetak tak karuan melihat senyum manis Wahyu "Waalaikumussalam, Mari masuk".

__ADS_1


"Oh ia terima kasih".


"Mau minum apa?".Tawar Anita.


"Enggak usah, enggak usah repot repot".Tolak Wahyu


"Kalau gitu sebentar ya, aku ambil tas dulu".Kata Anita berjalan menuju kamarnya.


Hingga tak lama kemudian Anita kembali turun sudah telihat rapi dari yang tadi saat Wahyu datang.


"Ayo".Ajak Anita.


"Oh iya, ayo kita jalan".Balas Wahyu sedikit gelagapan.


Singkat..


"Kita mau kemana?".Tanya Anita menoleh.


"Kamu maunya kemana?".Tanya Wahyu balik.


"Kalau aku ngikut aja".


"Bagaimana kalau kita makan dulu".


"Boleh".


Sampailah mereka disebuah restoran klasik yang bergaya modern, terlihat sangat cocok untuk dinner.


Tak tau ingin membicarakan apa, jadilah mereka saling diam.


Sampai makanan pesanan mereka datang tak ada satupun yang ingin memulai.


"Mmm, kamu tinggal sendiri ya".Tanya Wahyu pelan.


Anita mendongak "Iya".Jawabnya singkat.


"Mm maaf orang tua kamu kemana?".Tanyanya lagi masih pelan.


"Udah meninggal".Jawab Anita seadanya.


"Oh maaf maaf aku gak bermaksud, maaf ya".Kata Wahyu tak enak.


"Santai aja".Balasnya tersenyum tulus.


Setelah makan, mereka memilih taman untuk mengobrol santai.


"Emang kamu gak takut tinggal sendiri?".Tanya Wahyu semakin penasaran dengan hidup Anita.


"Udah biasa, awalnya sih takut tapi yaa mau bagaimana lagi".Jawab Anita menerawang jauh ke depan.


Beberapa saat mereka kembali hening


1 menit


2 menit


"Kamu sendiri???".Tanya Anita tiba tiba.


Wahyu menoleh "Apa?".


"Oh enggak, gak jadi".Katanya kembali menatap lurus ke depan.


Wahyu menatap Anita serius, dan Anita menyadari itu "Kenapa?".Tanya Anita.


Wahyu yang tertangkap basah tak bergeming tetap menatap Anita serius "Emang pacar kamu gak marah kalau kamu keluar sama cowok lain?".Tanya Wahyu penasaran.


Hahahah..Anita tertawa mendengar pertanyaan Wahyu "Aku gak punya pacar".Jawabnya tanpa menatap Wahyu.


"Ohh gitu ya".


.


.


.


MAAF KALAU MASIH BANYAK TYPO

__ADS_1


to be continue


__ADS_2