
HALO GUYS MAAF YA, BARU BISA UP LAGI, PANTENGIN TERUS YA CERITANYA
SEBELUM BACA JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMEN YANG MEMBANGUN YA
SELAMAT MEMBACA.
//*
POV WAHYU
Hay pembaca setia cerita KHA, mungkin ada yang bertanya siapa aku, bagaimana kehidupanku, dan pastinya hanya author yang tau bagaimana sebenarnya kehidupan di masa lalu ku.
Nama aku Wahyu Maulana sekarang aku berprofesi sebagai dokter umum di salah satu rumah sakit besar di kota Landon.
Mungkin tidak ada yang mengetahui bahwa sebelum aku memutuskan menggeluti dunia kedokteran aku adalah seorang direktur di perusahaan keluargaku, hingga suatu kejadian yang membuatku beralih profesi.
Beberapa tahun yang lalu diriku yang dikenal humoris dan ramah serta mudah bergaul kepada masyarakat terutama para karyawanku.
Diriku yang dulunya sangat mementingkan keluarga dibanding pekerjaan kini berbanding terbalik, diriku yang murah senyum kini berubah menjadi sosok yang dingin dan cuek.
Semenjak dirinya memilih pergi dari sisiku semuanya berubah begitu saja.
Ya dialah istriku, wanita yang sangat aku cintai telah pergi membawa separuh hatiku ikut bersamanya bahkan lebih dari itu, dia juga membawa buah hati kami yang bahkan belum sempat melihat indahnya dunia ini.
Ia meninggalkanku tepat hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-3.
Karena kelalaianku membiarkan dirinya keluar sendiri dalam keadaan hamil sehingga sesuatu yang tak di inginkan pun terjadi, ia menjadi korban kecelakaan beruntun.
Flashback on
Setelah mendapat kabar dari mama bahwa istriku sedang kritis, tanpa pikir panjang aku meninggalkan setumpuk pekerjaanku menuju rumah sakit tempat istriku ditangani.
Dengan paniknya ku menelusuri lorong rumah sakit hingga ku melihat di sana ada mama yang terlihat sedang menangis di pelukan papa.
Dengan tak sabaran aku menghampiri mereka "Maaaa.."
"Bagaimana dengan istri dan anakku ma".Tanyaku menitikan air mata.
__ADS_1
Dengan air mata yang masih mengalir mama meraih tubuhku untuk masuk ke dekapannya.
Tanpa sepatah kata kami menangis saling mendekap sedangkan papa hanya diam membisu sebisa mungkin menahan air mata yang akan ikut lolos.
"Kamu sabar ya sayang, istri dan anakmu pasti akan baik baik saja".Ucap mama menenangkanku.
Saat itu pikiranku benar benar kalut, aku tak bisa berfikir jernih menyalahkan diriku sendiri karena merasa tidak becus menjaga mereka.
"Semua ini salahku ma, aku tidak bisa menjaga mereka".Lirihku masih dalam dekapan mama.
"Shuttt bukan salah kamu sayang, tidak ada yang salah, semuanya sudah takdir".Ucap mama lagi.
Hingga tak lama kemudian pintu ruang ICU terbuka segera aku menoleh melepaskan dekapan mama.
Muncullah seorang dokter dengan raut wajah yang sulit ditebak "Keluarga pasien".Serunya.
"Saya suaminya dok, bagaimana keadaan istri dan anak saya dok, mereka baik baik saja kan".Tanyaku tak sabar.
Melihat dokter hanya diam membuatku semakin panik "Katakan sesuatu dok katakan jika mereka baik baik saja, KATAKAN DOKTER".Ucapku sedikit membentak.
Mama menghampiriku "Sayang kamu tenang dulu, biarkan dokter bicara, katakanlah dok bagaimana keadaan menantu saya dan bayi yang ada dalam kandungannya".Ucap mama berusaha tenang.
"Tapi apa dok, katakan dengan jelas".Ucapku lagi.
"Bayi yang ada di kandungannya tak bisa kami selamatkan akibat benturan keras yang mengenai perut nyonya Devi".
Deg...
Seketika duniaku runtuh, bayi yang sangat kunantikan kehadirannya, aku harus kehilangannya bahkan sebelum aku melihatnya.
Tapi ada hal lain yang aku khawatirkan bagaimana aku harus menjelaskan ini kepada istriku, dirinya lah sangat antusias menyambut calon anak kami.
"Maaa...Anakku ma".Ucapku lirih memeluk mama.
"Kamu yang sabar ya sayang, semua sudah menjadi takdir kita".Kata mama menenangkan.
Tiba tiba papa ikut menimpali "Wahyu kamu tidak boleh terlalu bersedih, ingat istrimu nak pasti dia membutuhkan kehadiranmu, masuklah dan temui dia".Ujar papa.
__ADS_1
Ya aku hampir melupakan dirinya yang pasti juga sangat terpukul "Apa saya boleh menemui istri saya dok".Isinku kepada dokter.
"Oh iya silahkan".
Sebelum masuk aku berusaha menguatkan diri untuk tidak terlihat sedih saat di depannya.
Clekk...
Netraku langsung terfokus pada wajah pucatnya, sangat terlihat jelas bahwa dia sangat sedih.
"Sayang".Panggilku langsung memeluknya.
kurasakan tangan lembutnya menyambut pelukanku, sangat jelas tubuhnya bergetar hebat karena menangis, air matanya berhasil membasahi kemejaku tapi itu tak masalah buatku.
"Kamu yang sabar ya".Ucapku tapi dirinya memilih diam dalam tangisnya.
"Kita lewati sama sama ya".Kataku lagi.
"Bahkan sebelum aku melihatnya dia sudah meninggalkanku mas".Katanya dengan suara bergetar.
"Dialah yang akan menyambut kita di akhirat kelak sayang".Ucapku lagi.
Aku melepas pelukanku menatap wajah pucatnya bersama dengan raut kesedihan sangat nampak di sana. "Mas aku capek".Ucapnya tiba tiba.
Awalnya aku bingung "Yaudah kamu istrirahat dulu ya".Kataku memperbaiki selimutnya.
"Aku mencintaimu mas, sangat mencintaimu aku sangat bahagia bisa menjadi bagian dalam hidupmu".Katanya lagi tapi kali ini suaranya sangat pelan bahkan hampir tak terdengar.
Dengan tulus, tangan lembutnya meraih kedua pipiku, akupun membalas tatapannya yang penuh dengan cinta, kemudian ia kembali memeluk tubuhku akupun membalas pelukannya. "Aku lebih mencintaimu sayang dan aku lebih bahagia memilikimu".
Perlahan tapi pasti, aku merasakan tubuhnya yang semakin melemah dan tangannya yang masih memegang pipiku tiba tiba turun ke dadaku.
Rupanya dirinya memilih istirahat untuk selamanya, dengan senyuman di bibirnya ia memilih pergi dengan tenang.
Aku yang merasakan tubuhnya yang tak bergerak serta tak merasakan hembusan nafasnya lagi semakin menguatkan pelukanku dan menangis sejadinya
"Jangan tinggalkan aku Dev....".Lekik ku.
__ADS_1
mendengar pekikanku, mama dan papa tiba tiba muncul menghampiri kami.
Bersambung💚