Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#120 Kalian Siapa?


__ADS_3

LANJUT YA


//*


Setelah mendengar penjelasan dari dokter, malam itu mereka semua tidak ada yang tertidur. Semuanya masih stay di depan ruang rawat Anita.


Namun tidak dengan Karin, beberapa menit yang lalu ia masuk ke dalam.


"Hei Anita Az Zahra".Sapanya dengan suara berat.


"Wanita bagaikan malaikat yang menolongku beberapa tahun yang lalu dari kejamnya kehidupan".Lanjutnya menatap sendu wanita yang ada di depannya itu


"Kamu yang mengajariku arti kehidupan, kamu yang mengajariku menyikapi kerasnya hidup, dan kamu yang mengajariku menjadi wanita kuat".


"Lalu kenapa sekarang kamu yang menjadi lemah Nit, menjadi wanita tidak berdaya yang bisanya berbaring menutup mata hiks".


Karin menunduk memejamkan mata sejenak


"Nit kamu ingat gak, malam itu kamu yang tidak mengenal siapa aku sangat yakin mengambil keputusan untuk membawaku masuk ke dalam rumahmu. Bahkan saat itu kamu tidak tau aku orang jahat atau bukan".


"Bangun Nit, aku belum melakukan apapun untukmu setelah sekian banyak yang kau lakukan dalam hidupku Nit".


"Ayo bangun, aku masih ingin melihat cerewetmu, ayo Nit bangun marahi aku".


"Hiks, Anitaaaa!!!".Pekiknya mengguncang tubuh Anita.


Merasa putus asa, Karin menangis sejadi jadinya di depan wanita yang terbaring kaku itu.


"Aaaghhhhh Anitaaaaa!!! hiks hiks hiks".


Cukup lama Karin menunduk untuk menenangkan diri. Hingga setelah merasa cukup tenang ia langsung berdiri lalu mengecup singkat kening Anita kemudian keluar dari sana.


Malam itu, semuanya hanya duduk diam dalam pikiran masing masing, tidak ada tegur sapa meskipun hanya sebuah senyuman.


Danil yang terlihat seperti orang yang tidak waras duduk di lantai bersandar pada tembok dan dengan setianya Doni mendampingi. Sedangkan ketiga wanita itu duduk di kursi dengan mata bengkak.


Keesokan Paginya


Suasana kembali menegang, ketika dokter menghampiri mereka.


"Permisi, saya langsung masuk ya".Ucap dokter langsung hendak masuk.


"Tunggu dok".Cegah Arumi


"Ya, ada apa??".Tanya dokter


"Jangan dulu ya dok".Ucap Arumi memohon


Dokter tersenyum "Kita tidak bisa menunda waktu terlalu lama mba Arum".Jelas dokter


Arumi terdiam


"Kalau begitu biarkan kami menjalankan tugas".Kata dokter lagi sudah memegang gagang pintu.


"Beri saya waktu dua jam dok, bisakan?".Ucap Arumi memohon penuh arti.


Dokter dan suster saling tatap,begitupun yang lainnya merasa heran.


"Saya mohon dok, kali ini aja. Dokter bisa kembali lagi setelah dua jam yang akan datang".Pintanya memohon.


Dokter terlihat mempertimbangkan "Baik kalau begitu, saya akan kembali lagi nanti".


"Terima kasih dok".Kata Arumi sedikit tersenyum


"Sama sama,saya permisi".Dokter dan suster meninggalkan mereka


Hening.


"Apa yang ingin kamu lakukan?".Tanya Danil tiba tiba


"Iya Rum, apa yang ingin kamu lakukan".Timpal Karin.


Arumi menatap mereka satu persatu "Kalian bantu doa ya, supaya ada keajaiban Anita bisa sadar".Pinta Arumi


"Pasti".Jawab mereka serempak.


Setelah itu, Arumi langsung masuk ke ruangan Anita


Arumi terdiam menatap intens tubuh kaku yang tak kunjung bangun itu.


"Huuuuff".Arumi menghembuskan nafas dalam.


"Heii Anita, mau sampai kapan kamu menutup mata Hah".Ucap Arumi sedikit membentak


"Kemana Anita yang selalu kuat, bangun Nit".Teriaknya seraya mengguncang tubuh Anita.


"Bangun Anita!!! apa kamu tidak lihat banyak orang diluar yang menunggumu bangun".Bentaknya disertai dengan air mata

__ADS_1


"Mereka rela tidak pulang,tidak makan, meninggalkan pekerjaan, kurang istirahat hanya karena menunggu kamu".Teriaknya


"Heii wanita bodoh!!! mau sampai kapan kamu menyusahkan orang lain HAH".Tangis Arumi pecah. Sebenarnya ia juga tidak tega mengatakan itu semua.


"Bangun Anita hiks hiks hiks".Suara Arumi tiba tiba merendah lalu menunduk


Tak lama kemudian, ia kembali mendongak.


"Huuuff, aku tau kamu mendengarkan aku Anita".Teriaknya


"Maka dengar ini baik baik, jika kamu tidak bangun aku tidak akan pernah menemuimu lagi, aku akan membencimu, aku akan pergi jauh dari hidupmu".Pekiknya dibarengi dengan air mata.


"BANGUUNNNNNN!!!!!".Teriaknya semakin kerasa


"Hikss hiks hiksss Nit bangun Nit".Ucapnya lirih.


Arumi menangis dalam posisi menunduk.


Hening....


1 menit


2 menit


3 menit


Terlihat jari telunjuk Anita bergerak namun tidak disadari oleh Arum.


"Airrr".Samar samar Arumi mendengar suara seseorang


"Aiirrrr".


Arumi mendongak, sungguh ia dibuat terkejut.Matanya membulat ia tak mampu berkata


"Dokterr!!!!


"Dokter!!!!


Teriak Arumi membuat mereka yang ada di dalam berlari masuk.


"Ada apa Rum".Tanya Danil


"Anita, Anita sudah sadar cepat panggil dokter".Serunya heboh namun air matanya terus mengalir.


"Biar saya saja".Ucap Doni langsung menuju ruangan dokter


Arumi menoleh "Kamu mau minum? Ini minum Nit".Ucapnya mengambil air untuk Anita


"Anita!!!".Seru Karin dan Gea haru


Sedangkan Danil tak mampu berkata apapun hanya berdiri kaku menatap Anita. Matanya memerah namun sebisa mungkin ia menahan sesuatu yang hendak jatuh.


Tak lama kemudian, muncullah dokter dengan suster.


"Permisi, biar saya periksa dulu".


Mereka memberi jalan untuk dokter menjalankan tugasnya.


Dengan teliti dokter memeriksa Anita.Semuanya terdiam menunggu hasil pemeriksaan dokter


"Siapa nama kamu".Tanya dokter.


Seketika suasana menegang.Cukup lama Anita terdiam.


"Nama saya dok?".Tanya Anita lirih


Dokter mengangguk "Iya siapa nama kamu".Tanya dokter sekali lagi.


Air mata Arumi kembali mengalir deras,bibirnya bergetar.


"Anita".Kata Anita


Blusssss. Semua bernafas lega.


"Sungguh luar biasa, perkiraan saya tentang kondisi Anita sama sekali tidak terjadi. Anita masih bisa mengingat semuanya".Jelas dokter tersenyum


"Alhamdulillah".Ucap mereka serempak.


"Tetapi Anita masih butuh istirahat untuk menyesuaikan dirinya yang masih kaku".Jelas dokter memberitahu


"Baik dok".Balas Arum.


"Kalau begitu saya permisi, nanti suster akan membawakan obat untuk Anita".Kata dokter.


"Terima kasih dok".


"Sama sama".

__ADS_1


Hening


1 detik


2 detik


3 detik


"ANITAAAAA!!!!".Pekik Arumi langsung berhambur ke pelukan Anita.


"Awwww".Anita meringis kesakitan


Arumi langsung melepas pelukannya "Maaf maaf, mana yang sakit".Panik Arumi memeriksa tangan Anita


Anita hanya terdiam, Arumi kembali memeluknya.


"Akhirnya kamu sadar juga, aku merindukanmu beby".Lirihnya mendekap tubuh Anita.


Kemudian Arumi melepas pelukannya dan memberi ruang untuk lainnya. Selanjutnya giliran Karin


"Kita sangat merindukanmu Nit".Seru Karin memeluk Anita, setelah itu giliran Gea.


"Aku merindukanmu gadis cerewet".Ucap Gea memeluk Anita.


Danil masih terdiam


Arumi menatap Anita intens, ia merasa ada sesuatu yang janggal. Anita tak menunjukkan ekspresi apapun. Bahkan tak membalas pelukan mereka.


"Nit!!! apa kamu merasakan sakit?".Tanya Arumi terlihat khawatir. Karena pikirnya mungkin Anita merasa kesakitan makanya dia hanya terdiam.


Anita sama sekali tak menjawab.


"Nit, kamu tidak apa apa kan?".Tanya Arumi lagi.


Semua terdiam, merasakan kebingungan seperti halnya Arumi.


"Kalian siapa?".Ucap Anita tiba tiba


Deg........


Jantung mereka seakan berhenti berdetak. Tangis mereka kembali pecah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2