
MAAF YA KALAU AUTHOR BARU BISA UP LAGI KARENA ADA HAL YANG TIDAK BISA AUTHOR JELASKAN DI SINI
PANTENGIN TERUS YA CERITANYA DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE
TERIMA KASIH
SELAMAT MEMBACA
//*
Selepas menemui Dini, Wahyu pergi tanpa arah dan tujuan dengan perasaan emosi ia melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata
Sedangkan Dini yang ditinggalkan masih diam di taman rumah sakit seorang diri merutuki kebodohannya.
"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan".Ucap Dini gelisah seraya menggigit ujung jarinya
"Aku gak mau jika Wahyu meninggalkan aku".Lanjutnya terlihat berpikir keras.
"Aaghh, kenapa bisa berantakan seperti ini sih".Ucap Dini merasa kesal
Tak lama kemudian ia memilih meninggalkan taman rumah sakit dan kembali ke ruangannya untuk mengambil tas hendak pulang.
Dini berjalan dengan tergesa gesa menuju ruangannya.
"Dokter Dini".Panggil seorang suster.
Dini menghentikan langkahnya kemudian menoleh "Ya, ada apa?".Tanyanya
"Ada pasien di ICU harus diperiksa dok".Jelas suster itu
"Apa tidak ada dokter lain?".Tanya Dini terlihat gelisah.
"Mmm, semuanya sedang memeriksa pasien lain dok".Jawab suster.
Hufffh "Baiklah, saya akan ke sana".Ucap Dini terpaksa. Meskipun begitu ia tidak bisa meninggalkan kewajibannya begitu saja
Niatnya untuk pulang terpaksa ia urungkan karena mendadak ada pasien yang harus ia tangani. Dini memutar arah menuju ruang ICU.
Tempat Wahyu
Di sebuah danau yang sangat indah namun sepi, tempat Wahyu sedang termenung menatap lurus ke depan. Hempasan angin mengenai rambutnya serta desiran ombak membasahi kakinya tak membuatnya bergeming
Wahyu nampak berpikir "Sungguh aku adalah orang terbodoh di dunia ini, bisa bisanya aku masuk dalam jebakan wanita licik seperti Dini".Geram Wahyu menatap lurus
"Dasar wanita licik, aku sungguh membencinya. Karenanya aku harus kehilangan Anita".
"AAGGGHHHHHHHH".Teriak Wahyu
"Bodoh, aku bodoh".Pekiknya merutuki kebodohannya.
"Kita lihat saja, aku akan membuatmu memohon sendiri kepadaku untuk melepasmu dalam hidupku, itu adalah janjiku".Seringai Wahyu kemudian terlihat beranjak dari tempatnya
Wahyu berjalan menuju tempat mobilnya parkir lalu ia melajukannya menuju rumahnya.
Singkat..
Tak lama kemudian, Wahyu tiba di rumahnya.Tanpa pikir panjang ia masuk dan langsung menuju kamarnya.
"Udah pulang nak".Suara itu tiba tiba menghentikan langkah Wahyu yang akan menaiki anak tangga
Wahyu menoleh "Iya ma".Jawabnya singkat
"Oh iya ma, apa Dini sudah pulang?".Tanya Wahyu
__ADS_1
Tari mengerutkan keningnya "Loh bukannya kamu satu tempat kerja, harusnya kamu tau dong istri kamu sudah pulang atau belum".Ucap Tari
Wahyu menggaruk tengkuknya bingung harus jawab apa"Mmm itu ma, tadi Wahyu tidak sempat menemuinya".Alasan Wahyu
"Oh begitu ya, istri kamu belum pulang".Kata Tari
"Yasudah, Wahyu ke kamar dulu ya ma".Ucap Wahyu langsung naik menuju kamar tanpa mendengar jawaban dari mamanya
Wahyu masuk ke kamarnya dan benar saja Dini belum pulang "Rupanya dia belum pulang".Kata Wahyu seraya tersenyum sinis
Tak ingin berpikir terlalu lama, Wahyu memilih membersihkan diri terlebih dahulu.
//*
Lain halnya dengan seseorang yang kini berada di luar negeri karena hal pekerjaan.
Sudah hampir sebulan Danil berada di luar negeri namun belum ada tanda tanda ia akan pulang.Melihat pekerjaannya belum juga selesai membuatnya selalu sibuk tanpa menyadari bahwa seseorang yang ia inginkan telah kembali ke Negaranya meski bukan untuknya.
Ya,sampai saat ini Danil tidak mengetahui tentang batalnya pernikahan Anita serta kepulangannya ke Negara X.
Harapannya untuk mengajak Anita kembali kepadanya sudah hilang mengingat terakhir kali ia mengetahui kabar pernikahan Anita.
Selama itu pula, Danil memilih fokus ke pekerjaannya untuk menghilangkan pikirannya tentang Anita.
Namun tak di pungkiri, setiap ia hendak tertidur di malam hari, ia selalu teringat sosoknya meski tak sesering dulu. Seperti malam ini, Danil kembali mengingatnya
Tampak Danil termenung di balkon kamarnya menatap lurus ke depan "Mungkin saat ini kamu sudah bahagia dengan keluarga barumu Nit"
"Aku selalu berusaha untuk menghilangkan semua pikiranku tentangmu tetapi hatiku tak bisa berbohong".
"Namamu masih tersimpan rapat dalam hatiku"
"Tapi aku sadar, aku sudah tak memiliki kesempatan untuk memilikimu lagi"
Suara dering telepon membuyarkan lamunan Danil.Melihat siapa yang menghubunginya, Danil segera mengangkatnya.
"Halo bro, apa kabar".Sapa seseorang dari seberang sana.
"Kurang baik".Balas Danil malas
"Kenapa, apa ada masalah dengan proyek yang ada di sana".Tanya Doni
"Bukan proyek tetapi hati gue yang bermasalah".
"Hahahahahah".Tawa Doni pecah begitu saja
"Kenapa lo ketawa, lo ngeledek gue".Geram Danil
"Hehe, enggak kok, coba cerita apa yang membuat hati lo bermasalah".Ucap Doni.
"Gue mengingatnya lagi".Ucap Danil.
"Anitaa!!".Tebak Doni
"Ya".
"Sorry bro gue belum bisa cerita, Anita telah kembali ".Batin Doni
"Kenapa lo diam".Kata Danil.
"Oh enggak papa, Sudahlah gak usah dipikirin kalau dia jodoh lo, gak bakal kemana kok".Ucap Doni.
"Tapi dia udah nikah".
__ADS_1
Doni terdiam seraya berpikir apa yang harus ia ucapkan agar Danil tidak curiga
"Kenapa sih lo hobi diam, kesambet apa lo".Kesal Danil tak mendapat respon dari Doni.
"Kalau gitu gue tutup dulu ya, ada yang harus gue kerjakan".Ucap Doni cepat
Tut
Danil menatap layar handponenya yang telah terputus secara sepihak "Aneh".Gumamnya seraya mengedikkan bahunya
Merasakan dingin yang menembus tubuhnya, Danil memilih masuk.
Danil merebahkan tubuhnya di atas kasur king size tak lupa ia mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidur.
Danil berusaha memejamkan matanya hingga tak lama kemudian iapun terlelap.
*Di sebuah taman,terlihat sosok yang berparas cantik dan anggun sedang duduk sendirian. Aku memperhatikannya dari jauh terlihat seperti dia orang yang selama ini mengisi hatiku. Aku mendekatinya untuk memastikan.
"Hei".Sapaku
Diapun menoleh
Deggg
Aku melihatnya dengan jelas, wanita yang selama ini aku rindukan kini berada tepat di depanku
Dia tersenyum kepadaku kemudian berdiri.Perlahan ia melangkah menjauh dariku tanpa mengatakan apapun
Aku berusaha meraihnya namun sangat sulit.
"ANITAAAA*!". Teriak Danil terbangun dari tidurnya.
"Ternyata aku hanya mimpi, tetapi kenapa terasa nyata".Kata Danil seraya mengusap keringatnya
"Aku merindukanmu Nit,kau datang ke dalam mimpiku".Ucapnya seraya tersenyum namum tak lama kemudian kembali murung.
"Tak seharusnya aku seperti ini, kamu sudah menjadi istri orang lain".Ucapnya
Danil meraih gelas di atas nakas kemudian meneguk isinya hingga tandas lalu meletakkannya kembali.
Danil kembali berbaring lalu menatap kosong langit langit kamar. Entah apa yang tengah ia pikirkan hingga ia baru tertidur saat menjelang subuh.
Danil kembali tertidur dengan nyenyak.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be conntinue
__ADS_1