
INSTAGRAM @IJHAAA14
//*
Suara kicauan burung menghiasi udara pagi seiring naiknya sang mentari. Anita kembali terbangun untuk bersiap melanjutkan aktivitasnya yang belum terselesaikan di hari sebelumnya.
Setelah siap dengan setelan kantornya, Anita keluar dari kamar menemui Karin.
"Pagi Rin".Sapanya kepada Karin yang sedang duduk di meja makan.
"Pagi, yuk sarapan dulu".Balas Karin.
"Mmm, kamu duluan aja ya, aku entar aja di kantor....Aku berangkat ya".Kata Anita.
"Yaudah hati hati ya".
"Iya".
Anita keluar menuju mobilnya setelah berpamitan dengan Karin.
Di Perjalanan
Dengan santainya, Anita membawa mobilnya ikut bersahutan dengan kendaraan lain yang juga terhalang macet.
Tuuuttttttt
Tiba tiba suara deringan telepon membuyarkan fokusnya.
Tutt tuuuttt
"Ya, halo kak".Sapa Anita.
"......."
"Enggk sih kak, ada apa ya".
"......."
"Yaudah nanti Nita kabarin lagi ya kak".
"......."
"Iya kak"
Tut
Setelah menerima telepon dari seseorang yang dipanggil kakak itu, Anita menaruh handponenya kembali ke dalam tas.
Sedangkan di tempat lain.
Seorang wanita dengan perut yang membuncit namun tak mengurangi kadar kecantikannya sedang duduk bersantai di balkon kamar setelah suaminya berangkat ke kantor.
Mega, dialah wanita itu. Belum cukup lama ia duduk di sana, namun tiba tiba ia teringat sesuatu. Segera Mega meraih handponenya lalu hendak menghubungi seseorang
Tuuuuuut
Tuuuuuut
"......"
"Nit, pulang kantor nanti kamu gak sibuk kan".
"......"
"Kamu mau gak temani aku belanja perlengkapan bayi".
"......"
"Iya, aku tunggu ya".
"......"
Tut
Mega merasa nyaman dengan Anita, meskipun belum lama ia mengenal Anita, namun sedikit banyak tentang Anita sudah ia ketahui.
//*
"Bunga lagi pak".Tebak Anita menatap pak satpam yang sedang memegang sebuket bunga mawar seperti kemarin.
__ADS_1
"Iya bu".Pak satpam menyerahkan bunga itu kepada Anita.
"Emang kurirnya gak bilang dari siapa pak?".Tanya Anita
"Enggak bu, tadi juga saya coba tanya tapi dia bilang gak tau".Jelas pak satpam.
"Yasudah, makasih ya pak".
Anita masuk ke ruangannya dan meletakkan bunga itu di atas meja
"Jangan lupa sarapan ya, aku tau kamu belum sarapan sebelum berangkat kan".Isi catatan kecil yang terselip di bunga itu
Membaca isi surat itu membuat Anita bangkit dan sedikit berlari keluar dari kantor.
Gea yang kebetulan berpapasan dengan Anita menjadi heran "Tuh anak kenapa sih".Gumam Gea memperhatikan Anita yang berlari keluar.
Anita yang sampai di depan pintu utama perusahaan sedikit ngos ngosan menatap sekeliling. Anita menoleh ke kanan dan ke kiri
"Cari siapa sih".Suara itu mengejutkan Anita.
"Gea, ngagetin aja".Gerutu Anita.
"Lagian kamu lari lari gak jelas, kenapa sih".Tanya Gea penasaran.
Anita mentap sekeliling lagi lalu menatap Gea sejenak "Ikut aku".Anita menarik tangan Gea untuk kembali ke ruangannya.
Gea yang ditarik hanya mengikuti kemana arah langkah Anita.
"Baca ini".Anita menyerahkan catatan kecil yang tadi ia baca.
Dengan seriusnya Gea membaca pesan singkat itu "Nit, orang ini pasti membuntuti kamu deh".
"Makanya tadi tuh aku lari keluar, siapa tau aku bisa lihat orangnya".Seru Anita
Gea mangguk mangguk mengerti "Yaudah biarin aja selama apa yang dia lakuin masih di atas wajar kan".Kata Gea.
Anita mengangguk mengerti
Hingga beberapa menit kemudian, sudah masuk jam kantor.
Anita dan lainnya fokus pada pekerjaan masing masing.
Sebuah pesan masuk dari handpone Anita berhasil mengalihkan fokusnya. Anita segera meraih handponenya lalu segera membuka pesan itu.
"Kak Mega! Ya ampun aku hampir lupa".Tebak Anita seraya menepuk jidatnya pelan.
Segera Anita membalas pesan dari Mega
"Maaf kak Nita hampir lupa, Nita mau ko ikut nemenin kakak".Tulis Anita.
"Oke, nanti aku jemput ya".Balas Mega tak lama kemudian.
Anita meletakkan kembali handponenya "Siapa Nit".Tanya Gea
Anita menoleh "Kak Mega, minta ditemenin belanja perlengkapan bayi".Jelas Anita mendapat anggukan dari Gea.
17:00
Waktu sudah menunjukkan jam pulang kantor
"Aku tunggu di depan ya Nit".Isi pesan dari Mega
Mendapat pesan dari Mega, segera Anita membereskan meja kerjanya.
"Aku duluan ya".Kata Anita.
"Iya Nit".Balas Gea
Anita berjalan menuju mobil Mega yang sudah terparkir di sana. "Kak".Seru Anita.
"Ayo Nit".Ajak Mega.
"Mobil aku gimana kak".Ucap Anita sebelum masuk ke mobil Mega.
"Entar supir mas Benny yang bawa ke rumah kamu".Kata Mega.
"Yaudah kalau gitu kak".Anita masuk ke dalam mobil duduk berdampingan dengan wanita hamil itu.
Di tengah perjalanan, mereka hanya berbincang ringan mengenai berbagai hal
__ADS_1
"Gimana kerjaan kamu, aman?".Tanya Mega.
"Alhamdulillah sejauh ini aman kok kak".Kata Anita
"Baguslah kalau gitu, kamu itu hebat Nit masih muda tapi kuat banget jalanin hidup tanpa keluarga yang mendampingi".Tutur Mega kagum dengan ketegaran Anita
"Jalanin ajalah kak, awalnya sih berat banget sampai aku hampir nyerah tapi semakin kesini aku sadar bahwa aku gak boleh berhenti saat itu".Jelas Anita dengan senyum manisnya.
"Terus gimana dengan perasaan kamu".Tanya Mega lagi.
"Maksud kakak?".Ucap Anita tak mengerti.
"Masih betah sendiri Nit?".Tanya Mega
"Mungkin kak, aku belum mikir ke sana lagi".
Mega menatap tulus Anita seraya tersenyum "Kamu mau gak, aku comblangin dengan Danil".Kata Mega tiba tiba
Mendengar nama itu membuat mata Anita membulat menatap Mega "Danil!!".Pekik Anita
"Iya Danil, emang kenapa".Kata Mega heran dengan reaksi Anita.
"Oh mm anu kak,eee gak papa ko".Balas Anita gelagapan.
"Yasudah kalau kamu gak mau, padahal dia pria yang baik lo".Kata Mega
Anita hanya tersenyum tipis menimpali ucapan Mega yang terakhir
"Baik dari mananya coba, playboy capkakap gitu dibilang baik".Batin Anita menggerutu
"Kok bengong".Tanya Mega
"Hah".Kejut Anita
"Ayo turun, udah sampai".Seru Mega.
"Oh iya kak, hehe".Ucap Anita jadi salah tingkah.
Kedua wanita itu berjalan beriringan memasuki sebuah mall besar di Jakarta dan menuju ke tempat perlengkapan bayi
"Aduhh lucu banget".Ucap Mega kegirangan
"Ini juga wah, imut semua"
"Aku mau ini, ini juga, wah inj lucu". Girangnya seraya memasukkan baju baju bayi ke dalam keranjang belanjaan
"Lucu semua Nit".
Mega sangat kegirangan sampai lupa bahwa iya sedang hamil
"Hati hati kak, ingat lagi bunting".Tegur Anita merasa ngilu melihat perut buncit Mega
"Hehe iya, lupa".Balas Mega cengengesan lalu melanjutkan kegiatannya memilih milih perlengkapan bayi yang ia sukai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1