Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#39 Berantakan


__ADS_3

***


Pagi harinya sang mentari menampakkan sinarnya menembus sela sela gorden wanita cantik yang masih enggan untuk membuka matanya.


"Hoaaammmmmm".Anita meregangkan otot otot nya dengan mata yang masih terpejam.


"Anittaaaaaa".Teriak seorang wanita dari luar.


Anita yang masih enggan membuka matanya terpaksa menyahutti "Hmmmmm".


"Nita ini udah jam berapa..Ayo bangun".Teriak wanita itu.


Seketika mata Anita menatap jam dinding yang ada di kamarnya "Astaga aku kesiangan".Dengan cepat Anita masuk ke kamar mandi untuk berisap hendak ke toko.


Semalam Anita tidur saat sudah larut malam karena sedang memikirkan nasib tokonya besok,entah benar atau salah keputusannya nanti ia akan berusaha ikhlas.


20 Menit kemudian


Anita menuruni anak tangga menghampiri Karin yang berada di meja makan tengah menyantap nasi gorengnya.


"Cepat amat bu bangunnya".Sindir Karin tanpa menoleh.


"Heheeheh, tadi malam aku baru tidur jam 2".Jawab Anita menyengir.


Anita mengikuti Karin menyantap makanannya kemudian mereka berjalan beriringan menuju mobil hendak pergi ke toko.


Dan benar dugaan Anita bahwa ibu ibu yang kemarin sudah berada di sana menunggu kedatangan mereka.


"Cepat ganti rugi...Kami tidak punya banyak waktu".Sarkas salah satu dari mereka tak sabar.


"Maaf ya ibu ibu bukannya saya tidak mau ganti rugi kepada ibu ibu semua tapi untuk saat ini saya tidak punya uang sebanyak yang kalian minta".jelas Anita memohon.


"Pokoknya kami tidak mau tau..Jika kamu tidak memberi uang itu sekarang maka toko ini harus tutup".Ucap ibu itu.


"Jangan dong bu saya pasti bayar kok tapi kasih saya waktu ya".Mohon Anita lagi.


"Tidak bisa, sekarang kamu tinggalkan toko ini...Toko ini tidak boleh buka lagi mulai hari ini".Sahut ibu ibu lainnya.


Tanpa hati nurani mereka semua berusaha menyeret Anita dan Karin untuk pergi dari sana dan lainnya berusaha menghancurkan toko itu.


"Saya mohon bu....Jangan hancurkan toko saya".


"PERGIIIIIII..PERGI KAMU DARI SINI".Teriak mereka semua.


Dengan terpaksa Anita mengangkat kaki dari tempat itu tak lupa juga dengan Karin yang ikut di belakangnya.


"Semua sudah hancur".Lirih Karin


Anita hanya diam dengan tatapan kosongnya.


"Ada apa ini, kenapa semuanya jadi seperti ini". Batin Anita berkecambuk.

__ADS_1


"Rin kamu pulang duluan ya naik taxi, aku harus kembali ke kantor kamu gak usah terlalu memikirkan toko".Ucap Anita meninggalkan Karin di sana menuju kantor.


Berselang beberapa saat tibalah Anita di kantor langsung menuju ke devisi keuangan tempatnya bekerja.


Dan disambut dengan tatapan horor dari teman temannya di sana "kemana aja Nit, dua hari gak masuk".Tanya Ayu


"Iya Nit kemana aja kamu".Ucap lainnya mebimpali.


"Iya Nit".


Sebelum Anita menjawab ia memilih duduk dulu di tempatnya "Maaf ya dua hari ini ada masalah dengan toko yang baru aku buka".


"Jadi bagaimana sekarang, apa semua baik baik saja".Tanya Ayu dan lainnya hanya menyimak.


"Semuanya tidak baik baik saja".


Semua yang ada di sana menoleh serius ke arah anita.


"Toko sudah tidak bisa buka lagi".Ucap Anita.


"Kenapa".Tenya mereka serempak.


Sepertinya Anita enggan untuk menceritakan semuanya kepada mereka hanya mengedikkan bahunya "Tau deh".Ucapnya acuh.


Walaupun sebenarnya mereka penasaran tapi tak ada yang ingin bertanya merasa suasana hati Anita tak baik baik saja.


Suasana kembali hening semua yang berada di devisi keungan masing masing sibuk membuat laporan akhir bulan yang diminta sang CEO perusahaan.


"Sekarang ya bu".Tanya Anita serius.


"Tahun depan".Celetuk ibu Rosa membuat mereka semua tertawa. "Ya sekarang lah".Lanjutnya tanpa menunggu jawaban dari Anita berlalu dari sana.


"Aku keruangan pak CEO dulu ya teman teman".Pamit Anita dibalas anggukan oleh mereka.


Tok tok tok


"Masuk".Teriaknya dari dalam.


"Permisi pak, bapak memanggil saya?? ada yang bisa saya bantu pak".Tanya Anita sedikit gugup.


"Duduklah".Pintanya datar .


Beberepa menit Anita duduk di sana sepertinya orang di depannya masih enggan membuka mulut hanya fokus pada laptop di depannya itu.


"Maaf pak ada yang bisa saya bantu".Tanya Anita lagi merasa dicuekin.


"Hmmmm".Hanya deheman dari orang itu


Terdengar Anita mendengus kesal sehingga membuat orang di depannya mendongak.


"Saya dengar dari ketua devisi kamu bahwa kamu salah satu pegawai keungan yang telaten dan disiplin, jadi saya mau kamu ikut saya ke luar kota untuk menghadiri rapat penting di sana".Jelas sang CEO panjang kali lebar.

__ADS_1


"Tapi..".


"Ini bukan pilihan tapi perintah jadi saya tidak mau dengar bantahan, kamu bisa keluar sekarang".Ucapnya lagi kembali fokus pada pekerjaannya.


Anita yang mendengar itu menjadi melongo tanpa sepatah kata ia meninggalkan ruangan itu dengan kesal.


Kembali ke ruangannya denga raut wajah kesal membuat teman temannya heran.


"Kenapa??".Tanya mereka.


"Aku disuruh pak CEO ikut rapat di luar kota".Jawabnya kesal.


"Wahh harusnya kamu senang dong bisa pergi dengan CEO tampan itu".Ujar Anisa berbinar.


"Biasa aja kali".Kata Anita malas.


***


Karin yang ditinggal di rumah pikiran penuh dengan rasa bersalah, ia merasa tidak pantas diperlakukan baik oleh Anita sedangkan ia belum bisa membantu Anita mengatasi masalah apapun


Beberapa jam yang lalu Karin telah menghubungi Arumi mengenai toko yang dengan terpaksa harus ditutup dan itu membuat Arumi kembali merasa iba dengan masalah yang selalu menimpa sahabatnya itu.


Ting ting ting


"Karin kok Anita enggak angkat telepon aku".Tanya Arumi mengirim pesan


"Mungkin disilent karena sibuk kerja kak".Balas Karin


"Yaudah kabarin aku kalau ada apa apa dengan Anita ya".Tulis arumi lagi merasa khawatir dengan sahabatnya.


"Iya kak".


Aku harus berbuat sesuatu, aku gak bisa diam terus merepotkan Anita. Gumam Karin.


.


.


.


.


Segitu dulu yah up nya


Besok aku usahakan up lagi


Agar aku lebih semangat up nya jangan lupa tinggalkan like,komen dan vote ya.


Terima kasih💚


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2