Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#85 Sebuah Insiden


__ADS_3

HALO SEMUA, JAGA KESEHATAN YA DENGAN MEMATUHI ATURAN PROTOKOL KESEHATAN


MEMAKAI MASKER


MENCUCI TANGAN DENGAN SABUN


MENJAGA JARAK


SEBELUM LANJUT BACA, PASTIKAN KALIAN SUDAH MENEKAN TOMBOL LIKE DAN VOTE SERTA TINGALKAN KOMENTAR YANG POSITIF YA


TERIMA KASIH


SELAMAT MEMBACA


//*


Beberapa minggu berlalu,kini sudah masuk bulan pernikahan Anita dan Wahyu akan dilaksanakan.


Semakin hari, mereka semakin sibuk untuk mengurus segala persiapannya.


Terlebih Wahyu,selain kesibukannya mengurus pernikahan, dia juga tengah disibukkan dengan persiapan acara peresmian cabang rumah sakit Muara Kasih yang akan diselenggarakan tiga hari sebelum pernikahannya.


Wahyu yang menjadi ketua panitia harus rela mengorbankan waktu istirahatnya dan mengurus dua acara sekaligus. Anita ikut membantu agar urusan Wahyu sedikit berkurang.


"Jangan lupa makan, walaupun sedang sibuk ya".Itulah pesan yang sering Anita ucapkan untuk calon suaminya itu.


Kini Wahyu sedang berada di lokasi acara rumah sakit akan diselenggarakan untuk memastikan kelengkapan acara.


Hingga tiba saatnya acara itu dilaksanakan.


"Sebentar lagi acara akan dimulai dok".Ucap salah satu panitia.


"Baik, kamu bisa lanjutkan yang lain".Ucap Wahyu.


Acara berlangsung dengan lancar, setelah peresmian cabang, kini tiba saatnya para tamu undangan untuk mencicipi setiap makanan yang telah dihidangkan.


"Perhatian semua, untuk para tamu undangan yang terhormat silahkan dicicipi hidangan yang ada, selamat bersenang senang".Ucap Wahyu menggunakan mic dari atas mimbar


Para tamu sibuk dengan urusan masing masing,hingga tak ada yang menyadari seseorang yang berasal dari sisi lain aula sedang menatap Wahyu secara intens.


Hingga saat memiliki kesempatan,orang tersebut memanggil salah satu pelayan.


"Hei kamu, sini".Panggilnya sedikit berbisik.


Pelayan itu mendekat "Ada mba".Tanyanya.


"Minuman ini kamu kasih ke dokter Wahyu ya....Ingat dokter Wahyu jangan sampai salah orang".Pintanya.

__ADS_1


Tanpa curiga,pelayan itu menerima minunan yang diberikan begitu saja.


Wanita itu masih dalam persembunyiannya memperhatikan pelayan tadi yang sudah semakin dekat dengan Wahyu.


"Permisi dok, minumnya".Ucap pelayan menyerahkan minuman yang dipegangnya.


Wahyu menoleh "Untuk saya?".Tunjuknya pada diri sendiri.


"Iya dok".


"Oh iya terima kasih".Wahyu menerima minuman itu dan langsung ia meminumnya hingga setengah.


Tanpa sadar senyuman seringai terpancar dari wajah wanita yang sedari tadi belum beranjak dari tempatnya "Kamu akan masuk ke pelukanku Wahyu".Gumamnya kemudian ia merogoh tasnya mencari benda pipihnya.


"Halo, kalian bersiaplah...Ingat yah kamar X jangan sampai salah".Pintanya langsung memutuskan sambungan telepon tanpa mendengar balasan dari orang di seberang sana.


Orang suruhan wanita itu sudah bersiap jika sewaktu waktu Wahyu menampakkan gerakan yang mencurigakan.


Dan benar saja, Wahyu yang berada di tengah tengah acara seperti sedang gelisah,hidung dan telinganya mulai memerah.


Kedua orang suruhan wanita itu mendekati kemudian sedikit berbisik di dekat telinga Wahyu "Sepertinya dokter kurang sehat, mari saya antar untuk istirahat sebentar".Bisiknya.


"Tapi acara belum selesai".Ucap Wahyu mulai merasakan panas.


"Sebentar saja dok, nanti jika sudah baikan dokter bisa kembali lagi".Ajak Mereka tak hentinya.


"Baik kalau begitu".Dengan mudahnya Wahyu ikut mereka.


Clek.


Setelah Wahyu masuk kedua orang itu meninggalkannya di sana.


Wahyu masuk dengan suasana kamar yang tamaran karena hanya lampu tidur yang menyala.


Karena sudah merasakan panas yang tak terkendali, Wahyu melepas semua pakaiannya dan hendak menuju kamar mandi untuk mendinginkan badan.


Tetapi sebelum melangkahkan kaki untuk masuk, sepasang tangan tiba tiba melingkar di pinggangnya dari belakang.


"Mau aku bantu?".Ucap Wanita tadi dengan suara seraknya.


//*


Pagi hari


Wahyu terbangun merasakan pusing. "Aku di mana?".Tanyanya bingung.


Wahyu menatap sekeliling kamar hotel "Aku ketiduran di sini".

__ADS_1


Hingga matanya tak sengaja menangkap sosok wanita yang sedang menekuk lututnya sambil sesegukan.


"Kamu siapa?".Tanyanya sedikit takut melihat keadaannya yang tak memakai pakaian sehelai benangpun.


Wanita itu mendongak "Dokter Dini!!".Pekik Wahyu tak percaya.


"Kenapa bisa kamu ada di sini".Tanyanya


"Kamu yang apa apaan, kamu sudah melecehkan aku".Teriak Dini disertai air mata.


"Gak mungkin, kamu pasti bohong kan".Ucap Whayu tak percaya.


Melihat penampilan dirinya sekaligus Dini yang berantakan,besar kemungkinan hal yang tak diinginkan telah terjadi. "Aku gak mau tau kamu harus tanggung jawab".Teriak Dini lagi.


"Tapi aku gak ngapa ngapain".Tolak Wahyu.


"Enak kamu ya, setelah kamu merampas semuanya dari aku sekarang kamu mengelak".Geram Dini.


"Aku serius, aku berani sumpah aku gak melakukan apa apa".


"Aku gak mau tau kamu harus tanggung jawab".


"Gak mungkin, aku akan segera menikah Dini".


"Aku gak peduli, aku hanya mau kamu tanggung jawab".Ucapnya kemudian meraih pakaiannya lalu masuk ke kamar mandi.


"AAGGGHHHHHHH....Gak mungkin aku melakukan hal bodoh itu".Pekik Wahyu seraya mengacak rambutnya prustasi.


Hingga dokter Dini kembali keluar terlihat sudah rapi, ia meraih tasnya kemudian berlalu begitu saja tanpa menoleh ke arah Wahyu.


"Sebentar lagi pernikahanku dengan Anita akan dilaksanakan, kenapa harus ada masalah ini".Ucap Wahyu prustasi.


"Jika memang aku melakukannya, apa yang harus aku katakan kepada Anita".


Mengingat wajah polos Anita yang sangat manis ketika tersenyum membuat Wahyu semakin kacau.


Di tempat Dini, setelah keluar dari kamar hotel tempat Wahyu, kini ia menemui para orang suruhannya. "Ini gaji kalian, selebihnya akan saya transfer".Ucapnya datar.


"Siap bos".


Setelah menemui orangnya, Dini meninggalkan hotel tempat acara di selenggarakan.


Tak lama kemudian,nampak Wahyu juga tengah keluar dari kamar hotel, melewati tempat acara yang sudah terlihat sepi kemudian ia benar benar meninggalkan hotel menuju Apartemennya.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2