
LANJUT YA
//*
Langit sudah mulai gelap namun Anita enggan meninggalkan pondok itu.Danil sudah mengajaknya pulang namun ia tetap kekeh untuk masih tinggal di sana.
"Sayang bener kamu gak mau pulang".Tanya Danil yang kesekian kalinya.
Anita menggeleng "Akukan udah bilang enggak berarti enggak".
"Yasudah kalau itu mau kamu, malam ini kita nginap di sini".Ucap Danil membuat Anita langsung tersenyum semuringai.
"Hehe, makasih".Ucapnya riang mengecup singkat pipi suaminya itu.
"Di sini juga dong".Tunjuk Danil pada bibirnya
Blusss, seketika pipi Anita merona "Apaan sih mas".Ucap Anita tersipu.
Danil tersenyum melihat tingkah istrinya. "Yasudah ayo kita masuk, di sini dingin".Ajak Danil dibalas anggukan oleh Anita.
Kini mereka sedang berada di sebuah kamar khusus tempat Danil saat suatu waktu ia ingin menginap di sana. Dan untuk kesekian kalinya ia kembali menginap di sana namun kali ini ia bersama istrinya.
"Ini kamar siapa?".Tanya Anita seraya menelusuri seisi kamar. Fokusnya adalah sebuah jendela yang sedang tertutup gorden itu lalu ia langsung mengibaskan gordennya.
"Kamar kita".Ucap Danil seraya mendekati istrinya.
"Kamar kita?".Tanya Anita mengulang ucapan Danil.
Danil mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh istrinya menghadap luar jendela "Iya, saat aku ingin menginap di sini aku akan tidur di sini dan kali ini aku bersamamu jadi kamar ini adalah kamar kita"Jelas Danil tersenyum menatap istrinya.
"Biasanya kamu akan datang ke sini dengan siapa?".Tanya Anita penasaran.
Lagi lagi Danil tersenyum gemas menatap istrinya "Kalau bukan dengan Doni aku akan datang sendiri".Kata Danil.
Anita mangguk mangguk mengerti.
"Masih ada pertanyaan lagi?".Kata Danil menggoda istrinya.
Anita menggeleng "Enggak ada".
Danil meraih pundak istrinya dengan sebelah tangannya lalu menariknya masuk ke dalam dekapannya.Sssekali ia mengecup sayang pucuk kepala Anita.
Mereka saling mendekap cukup lama seraya menatap luar jendela yang memperlihatkan taman bermain anak anak pondok yang sangat terang saat malam hari karena dihiasi dengan berbagai warna lampu.
"Sayang".Seru Danil
Anita mendongak "Kenapa?".Tanyanya
Danil tersenyum menatap intens istrinya.Cukup lama mereka saling tatap hingga tak menyadari semakin lama wajah mereka semakin dekat.
Entah siapa yang memulai kini bibir mereka saling bertaut. Danil sangat menikmati bibir ranum istirnya itu sedangkan Anita sudah mulai membalasnya.
Berselang lama, Danil menuntun istrinya menuju tempat tidur.Perlahan tapi pasti satu persatu pakaian Anita sudah terlepas begitupun dengan Danil
Kedua pasutri itu sudah tak memakai sehelai benangpun di tubuh mereka hingga malam itu juga terjadilah hal yang memang mestinya dilakukan oleh pasangan suami istri.
Ke esokan paginya
Anita merasakan beban berat di perutnya. Ia menunduk dan ternyata sebuah tangan kekar yang melingkar di pinggangnya yang tak lain adalah tangan suaminya.
Merasakan badannya yang sudah sangat lengket akibat pertempuran mereka semalam membuatnya ingin segera mandi.Perlahan Anita memindahkan tangan suaminya dan saat akan merangkak turun dari kasur ia merasakan nyeri pada bagian bawahnya "AWWWW".Pekiknya berhasil membuat Danil terbangun.
"Kenapa sayang, ada yang sakit".Tanya Danil panik langsung terduduk.
Anita tersenyum tipis "Enggak papa kok, cuman yang ini sedikit nyeri".Ucap Anita sedikit menahan malu seraya menunjuk area bawahnya.
Anita kembali hendak melanjutkan niatnya untuk ke kamar mandi "Awwww".Pekiknya lagi
"Sayang gak usah kemana mana, tuh kamu kesakitan kan".Kata Danil merasa khawatir.
"Tapi aku mau mandi".Rengek Anita
__ADS_1
"Sakit banget ya".Tanya Danil merasa bersalah.
"Maafin aku ya udah buat kamu kesakitan, sini aku lihat dulu terus kita obatin".Kata Danil hendak mengibas selimut yang melilit tubuh istrinya.
"Eh eh mau ngapain, enggak ah malu tau mas".Cegah Anita tersipu
"Udah sini".Danil menarik paksa selimut istrinya dan..
"Darah!!".Pekik Danil membulat
"Sayang!!".Serunya menatap istrinya
"Kamu masih.....".Lanjut Danil mendapat anggukan penuh yakin dari Anita
Tes.....
Air mata Danil jatuh begitu saja "Terima kasih".Lirihnya langsung memeluk istrinya.
"Kamu telah menjaganya untukku".Ucap Danil lirih masih memeluk istrinya
"Dan maaf dulu aku sering mengatakan kalau kamu tidak virgin lagi".Tangis Danil pecah
Anita melepas pelukan suaminya "Hei kok nangis sih".Tegur Anita
Danil menggeleng tanpa berucap kemudian kembali menarik istrinya untuk masuk ke pelukannya.
Cukup lama mereka saling mendekat membuat Anita gerah "Aku mau mandi".Kata Anita
Danil melepas pelukannya "Kamu gak usah mandi".
"Kenapa?".Tanya Anita heran
"Kita lakukan sekali lagi".Ucap Danil tersenyum mesum kepada istrinya.
Anita menunduk malu.
Dan sekali lagi mereka mengulang kegiatan mereka semalam.
Menjelang siang, barulah Danil membiarkan istrinya untuk ke kamar mandi.
Terdengar suara percikan air dari kamar mandi menandakan Anita sudah memulai ritual mandinya
"Sayang cepat dong, aku juga mau mandi nih".Teriak Danil di depan kamar mandi
"Iya bentar lagi".Balas Anita teriak
"Lama sayang, bareng aja ya biar cepat".Teriak Danil lagi
"Enggak mau".Tolak Anita
Tok tok tok
"Sayang".Seru Danil dari luar
Suara kran air berhenti dan tak lama kemudian pintu terbuka
Clek....
"Apaan sih teriak teriak".Kesal Anita
"Yah kok udah selesai sih mandinya".Ucap Danil menekuk wajahnya
Anita berjalan melewati suaminya "Yakan kamu yang suruh cepat, yaudah sanah mandi".Pinta Anita duduk di depan cermin
"Malas mandi ah".Danil kembali duduk di tepi ranjang.
"Huu tadi teriak teriak katanya pengen mandi tapi kenapa sekarang gak jadi".Gerutu Anita seraya mengeringkan rambutnya.
Tiba tiba Danil sudah berdiri di belakangnya mengambil alih handuk kecil Anita kemudian membantu istrinya mengeringkan rambut.
Anita tersenyum menatap suaminya melalui pantulan cermin.
__ADS_1
Setelah selesai, Danil meletakkan handuk itu di atas meja lalu mengecup dalam pucuk kepala istrinya.
"Kamu siap siap ya, habis mandi kita langsung pulang".Ujar Danil hendak mandi
Anita memutar badannya menghadap penuh ke suaminya "Cepat banget".Anita cemberut.
Danil cengengesan mengajak pelan rambut istrinya "Lain waktu kita bisa main lagi ke sini ya, tapi kita pulang dulu. Oke".Tutur Danil memberi pengertian.
Dengan terpaksa Anita mengangguk.
Sambil menunggu Danil selesai dengan ritual mandinya, Anita sibuk memoles wajahnya dengan sedikit make up.
Tak lama kemudian, Danil keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.
Anita menoleh, matanya membulat menatap perut sixpack suaminya "Mas kok gak pake baju sih".Teriak Anita langsung menutup matanya
Danil bahkan semakin mendekati istrinya. Ia meraih tangan Anita yang sedang menutupi matanya "Kenapa di tutup, kamu kan sudah lihat semuanya".Goda Danil
Bluuussss....
Seketika pipi Anita memerah menahan malu mendengar ucapan suaminya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue