Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#91 Surat Resign


__ADS_3

@IJHAAA14


SELAMAT MEMBACA


//*


POV WAHYU


Takdir seakan tak memihakku, untuk yang kedua kalinya aku harus kehilangan wanita yang sudah berhasil mengisi kekosongan hatiku.


Karena sebuah kecelakaan yang aku sendiri belum yakin bahwa aku melakukannya sehingga aku harus kehilangan wanita yang kucintai. Aku sangat merasa bersalah saat dia mengetahui semuanya dan akupun merasa terpukul ketika ia memutuskan untuk membatalkan pernikahan kita yang sudah di depan mata.


Melihat air matanya jatuh di depanku karena ulahku,membuat hatiku teriris.Aku hendak mengejarnya tetapi sebuah kenyataan menghalangiku untuk beranjak.


Aku harus menikahi wanita yang jelas jelas tidak aku cintai karena sebuah kesalahan.


Papa dan mamaku sangat kecewa kepadaku, tetapi nasi sudah menjadi bubur, aku harus menikahi wanita yang tidak seharusnya aku nikahi.


Tepat di hari pernikahanku dengan Anita direncanakan tepat hari itu pula aku harus menerima sebuah kenyataan pahit bahwa Anita bukan wanita yang ku nikahi saat itu.


Selepas acara selesai, aku meninggalkan wanita yang telah resmi menjadi istriku begitu saja.Aku menuju sebuah tempat yang sering aku datangi bersama Anita.Bukit.


Aku menatap sekeliling sangat sepi,biasanya aku ke sana bersamanya.


"Maafkan aku Nit,aku telah menghancurkan harapanmu".


"Aku tidak pantas untukmu, aku bodoh".


"Bagaimana keadaan kamu sekarang, aku sungguh merindukanmu, tetapi aku belum siap untuk menemuimu".


Beberapa kali aku ingin menemuinya,tetapi hati kecilku seakan menolak.Aku belum siap untuk menatapnya.Aku yakin saat ini dia sangat terpukul.


Berselang lama,aku tersadar dari lamunanku kemudian aku beranjak untuk pulang.Kali ini aku harus pulang ke rumah papa dan mama.


Aku membelah jalan yang mulai sepi,hingga beberapa menit kemudian aku sampai di depab rumah.Segera aku memearkirkan mobilku kemudian langsung masuk ke kamarku.


Clek..


Suasana gelap tak membuatku mengurungkan niat untuk masuk.Tanpa menyadari bahwa ada seseorang yang tengah berbaring di tempat tidurku,aku langsung membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri, aku langsung naik ke atas kasur.Tak sengaja aku menyentuh sebuah tangan.


Deg..


Ya,aku baru ingat bahwa aku sudah menikah.Aku menoleh menatap wanita yang kini telah menjadi istriku.Walau cahaya lampu tamaran tetapi masih memperlihatkan wajahnya dengan jelas.


Ada perasaan kesal menggeluti hatiku, tak ingin berlama lama aku memilih membelakanginya kemudian ikut menutup mata.


Singkat..


Menjelang pagi


Cahaya matahari menembus jendela kamar sehingga berhasil mengganggu tidurku.Segera aku bangun kemudian hendak membersihkan diri tanpa meghiraukan wanita yang masih terlelap di sampingku.


Hingga beberapa menit kemudian,aku telah selesai dengan rutinitas mandiku lalu aku keluar sudah siap berangkat ke rumah sakit.


"Kamu mau ke mana mas".Suara itu tiba tiba menghentikan langkahku.


Aku menoleh menatapnya "Kerja".Jawabku singkat kemudian meninggalkannya begitu saja.


POV AUTHOR

__ADS_1


Selepas kepergian Wahyu,kini tinggal Dini yang berada di dalam kamar.


"Nyebelin banget sih, kita kan baru saja nikah kok langsung kerja".Gerutu Dini kembali membaringkan tubuhnya.


Di meja makan


"Pagi pagi udah rapi aja nak".Ucap Tari.


"Iya ma,Wahyu mau ke rumah sakit".Balas Wahyu datar.


"Lo, emang kamu gak ambil cuti".Seru Tari.


"Enggak ma".Jawab Wahyu singkat.


Rizal yang melihat perdebatan kecil istri dan juga anaknya ikut menengahi "Udah ma,biarkan Wahyu ke rumah sakit....Ayo sarapan dulu".


"Iya deh".Ucap Tari pasrah.


"Istri kamu mana".Tanya Tari lagi.


"Masih tidur ma".


Hingga selesai sarapan, Wahyu langsung menuju rumah sakit tanpa pamit dengan istrinya.


Berbeda dengan Anita, hari ini ia hendak ke kantor untuk menyerahkan surat resign kepada Kenan.


"Aku pergi dulu ya Rum".Pamit Anita.


"Iya hati hati".


Anita melajukan mobilnya membelah jalanan yang sudah mulai macet.Hingga beberapa menit kemudian ia sampai di depan gedung yang menjulang tinggi tempatnya bergelut selama ini.


Sebelum mengetuk pintu, Anita menoleh sejenak menatap meja kerjanya.


Tok tok tok


"Masuk".Suara bariton dari dalam


Clek..


Kenan mendongak "Anita".


"Permisi pak".


"Silahkan duduk".Ujar Kenan.


Tanpa berucap, Anita langsung menyerahkan sebuah amplok coklat kepada Kenan.


"Apa ini?".Tanya Kenan bingung.


"Surat resign saya pak".


Kening Kenan berkerut kemudian membuka amplok itu "Kenapa?".Tanya Kenan.


"Saya ingin kembali ke Negara saya pak".Jelas Anita tanpa basa basi.


"Apa karena Wahyu?".Tanya Kenan lagi.


Anita menunduk sejenak kemudian kembali mendongak "Semuanya tidak ada kaitannya dengan dokter Wahyu".Ucap Anita datar.


"Terus kenapa kamu ingin kembali?".Tanya Kenan lagi.

__ADS_1


"Karena itu adalah keinginan saya pak, kalau begitu saya undur diri".Ucap Anita hendak berdiri.


"Tunggu".Cegah Kenan.


Anita kembali duduk "Terima kasih ya atas dedikasi kamu terhadap perusahaan ini, kamu hebat".Ucap Kenan tersenyum.


"Sama sama pak, saya senang bisa bekerja dengan bapak".Balas Anita.


"Baik,semoga kamu bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik".Ucap Kenan lagi.


"Terima kasih pak, kalau begitu saya pamit...Permisi".Pamit Anita keluar dari ruangan Kenan.


Kenan menatap punggung Anita hingga tak terlihat lagi "Gadis yang baik".Batin Kenan tanpa sadar


Selepas dari ruangan Kenan,Anita menuju devisi temannya.


Tak tak tak


Clek..


Semuanya serempak mendongak "Hai semua".Sapa Anita.


"Nit".Seru Ayu.


"Guys,aku ke sini mau pamit dengan kalian semua".Ujarnya.


"Anita,Kita akan tetap jadi teman kan".Tanya Anisa.


"Iya dong, dan selamanya kita adalah teman".Seru Anita.


"Yaudah,aku pamit dulu ya dan kalian harus ikut mengantar aku ke bandara oke".Pinta Anita.


"Kapan kamu akan berangkat?".Tanya Rendi


"Nanti aku kabarin,masih ada yang ingin aku urus dulu".Ucap Anita.


"Yaudah,kita tunggu kabar dari kamu ya".Ucap Anisa.


"Iya,aku duluan yaa....Daaa".Seru Anita kemudian keluar dari sana.


"Anita wanita yang hebat, aku salut sama dia".Timpal Rosi selepas kepergian Anita.


"Iya kamu benar,sungguh wanita kuat...Kalau aku jadi dia entah apa yang akan aku lakukan".Ucap Anisa


"Sudah sudah,lanjut kerja lagi,nanti ibu Rosa marah lagi".Ucap Rendi.


Di mata teman temannya,Anita adalah wanita hebat dan dia berhak untuk bahagia.Apapun keadaan Anita,mereka akan selalu mendukung setiap keputusan Anita.


Selepas dari bertemu teman temannya,Anita juga menyapa satu per satu karyawan di sana sekaligus untuk pamit.


Anita adalah orang baik, tidak membeda bedakan yang satu dengan yang lainnya, oleh karena itu banyak yang menyayangkan Anita harus resign dari kantor itu,tanpa mereka ketahui bahwa Anita juga akan resign dari Negara itu.


Setelah menyapa semua karyawan,Anita kembali pulang ke rumahnya.Karena masih banyak yang harus ia urus makanya dia tak mau membuang buang waktu.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2