
..."Kadang tanpa kita sadari,kita adalah pelaku kejahatan terhadap diri sendiri.Terlalu berekspektasi tinggi dan suka berpikir terlalu berlebihan sampai diri sendiri yang selalu menjadi korban dari keegoisan diri kita"....
(@ijhaaa14)
HAPPY READING
//*
5TAHUN KEMUDIAN
Geandra Atanil Wijaya tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan periang membuat orang orang merasa nyaman dan senang apabila berada didekatnya. Meski hidup dalam limpahan harta tak membuatnya menjadi anak yang angkuh. Berkat didikan dari orang tuanya membuatnya menjadi anak yang rendah hati.
"Geaa!!".Teriak Anita seraya menata meja makan.
Meskipun Danil mempekerjakan beberapa pelayan tetap tak menghentikkan Anita berkutat di dapur. Anita tetap memasak sendiri untuk anak dan suaminya,para pelayan hanya membantu menyiapkan keperluan masaknya.Ia pikir untuk keperluan keluarga harus Anita yang langsung turun tangan meski Danil seringkali melarang namun Anita tetap kekeh.
"Iya bunda, bentar lagi".Teriak Geandra dari atas kamarnya.
Tak berselang lama muncullah Danil dengan dasi ditangannya menghampiri sang istri.
"Sayang".Sapanya mencium kening istrinya.
Tanpa perintah,Anita meraih dasi yang ada ditangan suaminya "Sini aku bantu".Ucapnya mengaitkan dasi pada leher Danil.
"Gea mana?".Tanya Danil menatap sayang sang istri.
"Belum turun mas".Timpal Anita masih sibuk dengan dasi suaminya.
Setelah selesai,Anita menuntun suaminya untuk duduk. "Gea, ayo turun nak sarapan dulu".Teriak Anita untuk yang kedua kalinya.
Entah apa yang dilakukan anak itu sehingga masih enggan menampakkan dirinya. "Bentar lagi bunda, lima menit".Teriaknya.
Anita menggeleng seraya menyendokkan nasi kepiring suaminya. "Bentar lagi telat loh nak, Ayah juga harus ke kantor".
"Iya bunda".
Clek....
Muncullah anak gadis mereka lengkap dengan seragam sekolahnya.Gea menuruni anak tangga dengan senyum yang tak lepas dari wajah ayu nya.
"Pagi Ayah, pagi Bunda".Sapanya meraih kursi dan langsung mendudukkan bokongnya.
"Pagi sayang".Balas Orang tuanya serempak.
Tanpa pikir panjang, Gea menyodorkan piring kosong kearah Anita seraya menampakkan deretan gigi putihnya, dengan senang hati Anita mengisi piring anaknya. "Ngapain aja sih anak bunda, lama banget turunnya".Tanya Anita lembut setelah menyerahkan kembali piring Gea yang sudah terisi.
"Hehee, gak ngapa ngapain kok bun".Kata Gea
"Sudah sudah, lanjutkan makannya habis itu kita berangkat nak".Timpal Danil menyudahi.
Kini mereka menyantap sarapan yang telah disediakan oleh Anita tanpa suara, hanya suara dentikan sendok yang beradu dengan piring.
****
"Hati hati ya mas".Kata Anita ketika Danil dan Gea akan berangkat.
"Nanti makan siang, aku kekantor yah".Lanjutnya.
"Iya sayang".Kata Danil dari dalam mobil.
Pelan tapi pasti Danil melajukan mobilnya setelah membunyikan klaksong untuk istrinya.
"Dada bunda".Teriak Gea seraya melambaikan tangan.
"Daa sayang".kata Anita membalas lambaian tangan anaknya itu.
Setelah memastikan mobil suaminya tak nampak lagi, Anita kembali masuk kerumah.
__ADS_1
//*
SD HARAPAN BANGSA
Danil meninggalkan sekolah anaknya setelah memastikan Gea masuk di kelasnya.
Diusianya yang ketujuh tahun terbilang cepat untuk Gea yang kini sudah menduduki kelas 3. Memiliki kecerdasan diatas rata rata membuat Gea cepat naik tingkat.
"Pagi Gea".Sapa teman sekelasnya melihat Gea memasuki ruang kelas.
"Pagi...".Balasnya ramah.
Sifatnya yang ramah membuat siswa yang lain berlomba lomba ingin berteman dengannya.Namun, tak sedikit yang hanya ingin memanfaatkan Gea saja melihat notabenenya Gea adalah anak konglamerat di Negara ini.
"Hai Gea".Sapa seorang siswi menghampiri Gea.
Dengan malas Gea hanya menoleh sejenak lalu kembali fokus dengan buku ditangannya.Itulah Gea, sambil menunggu bel masuk ia mengisi waktu dengam membaca buku, beda dari teman lainnya.
"Istirahat nanti kita ke kantin bareng yuk".Kata siswi tadi berusaha mencairkan suasana.
"Aku bawa bekal dari rumah".Kata Gea ketus tanpa menoleh.
Sangat jelas ia sangat tidak menyukai lawan bicaranya entah apa sebabnya hanya dia dan author yang tau hehe.
Terlihat raut wajah kecewa dari siswi itu namun berusaha ia sembunyikan "Yaudah, lain kali aja deh kalau gitu".Melihat sikap dingin Gea membuat siswi itu bangkit hendak keluar kelas.
"(Songong amat sih jadi orang)". Ucap Alexa membatin.
Alexa meninggalkan kelas Gea dengan perasaan kesal.Yah, siswi tadi adalah Alexa teman Gea namun beda kelas.Gea kelas 3A sedangkan Alexa kelas 3B.
Gea melihat kepergian Alexa dengan ekor matanya "Aku tau niat kamu Alexa".Kata Gea membatin kembali melanjutkan bacaannya.
Hingga tak lama kemudian,
Ting ting ting.....
"Pagi anak anak".Sapa guru Gea
"Pagu buu".Balas siswa serempak.
Jam pertama kelas Gea mempelajari matematika tentu membuat Gea semangat karena pelajaran favoritnya.
Tanpa ragu,Gea selalu maju ke depan untuk mengerjakan soal membuat sebagian temannya merasa terselamatkan karena perfikir tak perlu lagi untuk maju ke depan. "Dewi keselamatan" julukan yang diberikan temannya untuk Gea.
"Bagus Gea, jawaban kamu benar semua".Puji guru merasa senang.
"Terima kasih bu".
Beberapa jam kemudian, bel pulang pun berbunyi.
Ting ting ting......
Gea segera melangkahkan kakinya untuk keluar kelas begitupun dengan siswa lainnya.Gea berlari dengam semangat saat melihat bundanya yang datang menjemput. "Bunda!!".Teriak Gea berlari.
"Hati hati sayang".Tegur Anita khawatir.
Tiba di depan bundanya, ia langsung menyalami kemudian mencium pipi Anita bergantian.
"Kita ke kantor ayah yah".Ucap Anita menuntun putrinya untuk naik ke mobil.
"Yeay ketemu ayah".Kata Gea girang.
Setelah memastikan putrinya naik, Anita beralih ke kursi kemudi.
"Bagaimana hari ini sayang".Tanya Anita saat tiba di dalam mobil".
"Sangat menyenangkan bunda".Balasnya dengan semangat.
__ADS_1
Anita tersenyum lebar menatap putrinya itu. "Wah, coba coba beri tahu bunda apa yang terjadi hari ini".
Dengan Antusiasnya Gea menceritakan kegiatannya di sekolah .
"Hebat anak bunda".Kata Anita bangga seraya mengelus pelan kepala anaknya.
"Anak siapa dulu dong".Kata Gea membanggakan diri.
"Anak bunda hahahaha".Anita.Tawa mereka pecah menggelegar di dalam mobil.
"Eh anak ayah juga, hahaha". Gea
Jam sudah memasuki waktu istirahat, membuat jalan manjadi macet, para pekerja yang keluar tuk makan siang, para pelajar yang hendak pulang serta kendaraan umum yang berlalu lalang semakin membuat padatnya jalanan kota.
Jarak tempuh yang harusnya hanya memakan waktu 30 menit berakhir sejam lebih Anita dan Gea baru tiba di kantor Danil.
"Huft, akhirnya sampai juga".Keluh Gea yang sedari tadi merasakan penat.
Anita menoleh sejenak menatap anaknya yang terlihat kesal "Kita harus belajar jadi orang sabar sayang, kan jalan bukan hanya punya kita tapi punya semua orang".Jelas Anita menasehati putrinya itu.
Setelah memarkirkan mobilnya di samping mobil suaminya, segera Anita menuntun Gea untuk masuk ke dalam.
Para karyawan yang hendak pergi makan siang satu persatu menyapa istri dan anak bosnya itu.
"Siang bu".
"Siang bos kecil".
Anita langsung menuju ke ruang suaminya melalui jalur khusus. Awalnya Anita ingin lewat jalur umum saja namun ia urungkan mengingat jam makan siang pasti sangat padat.
Clek....
"Ayah!!.......".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yuk kita mutualan di instagram author @ijhaaa14
Jangam lupa like,vote,dan komen ya guys .
Author sangat butuh kritik dan saran kalian
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
__ADS_1