Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#38 Berusaha menyelesaikan


__ADS_3

***


Suara riuh terdengar dari depan toko Anita para tetangga yang merasa terganggu dengan teriakan suara kegaduhan turut keluar melihat kegaduan di sana.


Segerombolan ibu ibu memegang batu, sapu, kayu dsb digunakan untuk menghancurkan sesuatu yang bisa mereka hancurkan di toko itu


Tak lama turunlah Anita dan Karin dari sebuah taxi yang singgah tepat di belakang para ibu ibu. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha menembus kerumunan manusia itu, ia melihat beberapa bagian toko sudah mulai rusak.


"STOOOOOOOOOPPPPPPP". Teriak Anita seketika menjadi hening.


"Stop merusak toko kami".Sarkas Anita terbawa emosi melihat kerusakan tokonya.


"Bagaimana bisa kita berhenti kalau kalian tidak mau ganti rugi".Timpal salah satu ibu yang berada baris depan.


"Betull...Betullllll..Betulllll".Teriak mereka serempak membetulkan temannya.


"Tapi tidak begini juga bu caranya".Ucap Anita serius.


"Kalau begitu cepat ganti uang kami".Teriak salah satu dari mereka lagi.


"IYAAAAAA....GANTIIIIII".Teriak mereka serempak lagi.


Melihat semuanya yang sangat sulit untuk diajak berdamai membuat Anita memutar otak memikirkan apa yang bisa ia ucapkan supaya membuat mereka semua diam.


"Cepattttt gantiiii uang kami".Teriak mereka karena melihat Anita hanya diam.


Sedangkan Karin yang sedari tadi berlindung di belakang Anita semakin ketakutan sehingga tubuhnya gemetat.


"Ibu ibu tenang dulu, bagaimana kalau kita bicarakan baik baik ya".Kata Anita berusaha tenang.


"Bukan dengan begini bu merusak toko kami".Lanjutnya.


"Kalau kalian semua merusak toko kami, terus bagaimana toko kami bisa beroperasi lagi".Ucap Anita lagi menatap harap kepada mereka.


"Kami tidak mau tau pokoknya kalian harus ganti rugi".Teriak salah satu dari mereka.


Seketika suasana kembali ricuh lagi, mereka semua tak bisa di ajak berdamai, Anita dan Karin hanya bisa menghindar dari serangan mereka.


Brughh##^$^@%@^^@^@^@^^@brughhhhhhh#^$^&^pbeakkakdjkakaksjks


"STOOOPPPPPP.....STOPPPPPPP...STOPPPPPP".Teriak pak satpam kompleks yang baru saja datang.


"Tenang tenang tenang semuanya tenang dulu".Ucap pak satpam lagi.


"Kami tidak mau berhenti jika mereka tidak mau ganti rugi pak".Teriak mereka menimpali ucapan satpam itu.


"Iya bu..Tapi kita bisa bicara baik baik tidak dengan kekerasan seperti ini".Ucap pak satpam menengahi selaku keamanan di kompleks itu

__ADS_1


Akhirnya mereka bisa di ajak diam membuat Karin dan Anita sedikit lega.


"Jadi berapa yang harus dibayar oleh toko Anita kepada kalian semua".Tanya pak satpam


"Jika dihitung keseluruhan dari kami semua sekitar 500jt pak".Jawab salah satu dari mereka.


"Apa betul sebanyak itu bu".Tanya pak satpam juga sedikit kaget.


"Jadi bapak tidak percaya dengan kami".


"Tidak tidak tidak begitu bu saya cuma memastikan saja".Kata satpam.


Anita yang mendengar jumlah uang yang harus mereka bayar menjadi terkejut ternyata sebanyak itu yang mereka minta sungguh tak sebanding dengan barang yang mereka beli di tokonya.


"Ya sudah begini saja, sebaiknya ibu ibu semua pulang dulu biar saya mencoba berbincang dengan ibu Anita ya".Pinta pak satpam.


"kalau besok kami belum menerima apapun,kami tidak akan segan segan menghancurkan toko kamu".Tunjuk ibu ke arah Anita kemudian mereka semua pergi dari sana.


Para tetangga yang menyaksikan kegaduhan itu juga satu per satu membubarkan diri, kini tinggalkan Anita, Karin, dan juga pak satpam.


"Jadi bagaimana bu Anita, apa ib bisa membayar ganti rugi kepada mereka semua".Tanya pak satpam baik baik.


"Uang yang mereka minta sangat diluar dugaan saya pak".Hanya itu yang di ucap Anita.


"Ibu dengar sendiri kan kata mereka tadi jika besok ibu tidak membayar mereka toko ibu yang akan menjadi taruhannya".Ucap pak satpam lagi.


Karin yang mendengar Anita merasa bersalah karen menurutnya dialah penyebab semua ini


"Yasudah kalau begitu ibu pikirkan saja dulu bagaimana solusinya karena saya tidak bisa membantu ibu".Ucap pak satpam.


"Baik pak".


"Kalau begitu saya permisi ya bu".Pamit pak satpam hendak kembali bertugas


Setelah kepergian pak satpam, tangis Anita seketika pecah begitu saja Karin yang berada di sampingnya ikut bersedih memeluk Anita.


"Maafkan aku ya, semua ini salah aku".Sesal Karin.


"Stttth ini bukan salah siapa siapa...Jadi berhenti menyalahkan diri sendiri".Timpal Anita menenangkan.


"Yaudah kita pulang yuk".Ajak Anita.


Setelah memastikan tokonya terkunci mereka segera pulang ke rumah.


Flashback on


Di sebuah sekolah SMP Darma Bangsa sedang diadakan seleksi untuk mengikuti Olimpiade Sains tingkat Nasional.

__ADS_1


Anita dan Salsa adalah sahabat dekat yang menjadi salah satu peserta seleksi Olimpiade Sains itu.


Salsa adalah anak tunggal dari keluarga yang terbilang berada,ia selalu mendapat tuntutan untuk menjadi nomor satu dalam hal pelajaran termasuk seleksi Olimpiade ini,ia selalu dipaksa untuk belajar dengan giat agar bisa menang dalam seleksi ini dan itu membuat Salsa berusaha sebisa mungkin karena takut akan kemarahan orang tuanya walaupun saingannya adalah sahabatnya sendiri yang jelas jelas lebih unggul dari pada dirinya.


Setelah mereka berdua keluar dari ruangan seleksi tampak jelas dari raut wajah Salsa yang terlihat gelisah dan takut.


"Bagaimana kalau aku tidak menang Nit".Ucap Salsa takut.


"Kamu tenang aja kita tunggu hasilnya ya".Kata Anita menenangkan dan dibalas anggukan oleh Salsa.


seketika mereka berdua diam dalam pikiran masing masing sambil menunggu hasil seleksi bersama dengan peserta lainnya yang ikut seleksi.


Aku harus menang, pokoknya aku harus menang, bisa bisa papa marah besar sama aku apalagi kalau Anita yang mengalahkanku. Gumam Salsa pada diri sendiri.


Ayah Salsa memang tak menyukai Anita yang selalu nomor satu di kelasnya,karena ia merasa tidak ikhlas karena orang yang berasal dari kalangan bawah bisa mengalahkan anaknya yang notabenenya dari kalangan atas.


Beberapa saat menunggu muncullah panitia seleksi dari ruangan seleksi.


"Perhatian semuanya".Teriak panitia seleksi.


"Jadi dengarkan nama kalian yang lolos dalam seleksi untuk ikut Olimiade Sains tahun ini".Ucap panitia melanjutkan menyebut satu persatu nama peserta yang lolos seleksi.


Mereka yang mendengar dengan seksama ada yang merasa senang karena namanya disebut termasuk Anita dan ada juga yang sedih karena tak mendengar namanya termasuk Salsa.


Seketika Salsa pergi begitu saja,kecewa dan takut bercampur jadi satu.


Mulai saat itu ia mulai menghindar dari Anita ia sangat marah karena Anita dapat mengalahkan nya dan itu membuat papanya marah besar sehingga berakhir masuk rumah sakit.


Beberapa bulan papanya dirawat hingga suatu hari harus menghembuskan nafas terakhirnya dan itu membuat Salsa marah dan merasa dendam kepada Anita. Mulai saat itu Salsa berniat menghancurkan Anita.


Flashback off


.


.


.


.


.


Sekarang kalian sudah tau kan siapa yang hendak menghancurkan Anita dan apa penyebabnya.


"Jangan pernah menaruh dendam kepada siapapun karena itu hanya menjadi penyakit hati".


-St khadijah-

__ADS_1


Bersambung💚


__ADS_2