Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#78 Lamaran


__ADS_3

JAGA KESEHATAN YA SEMUA, DAN JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA


SELAMAT MEMBACA


//*


Satu minggu kemudian


Setelah Wahyu mengungkapkan keinginannya untuk menikahi Anita, kini Wahyu akan mengajak orang tuanya untuk melamar Anita secara resmi.


"Wahyu, ayo kita berangkat sekarang".Teriak Tari dari luar.


"Sebentar lagi ma".Teriak balik Wahyu yang sedari tadi masih enggan untuk keluar kamar.


Entah apa yang dilakukan hingga sudah hampir satu jam ia bersiap.


Tok tok tok


Sekali lagi Tari menghampiri putranya "Ya ampun Wahyu, kamu ngapain aja sih lama banget".Ucapnya dari balik pintu.


Clek...


Setelah sekian lama, akhirnya Wahyu keluar dengan penampilan cool nya "Anak mama memang ganteng".Puji Tari


"Iya dong ma".Balas Wahyu membanggakan diri.


Tari turun bersama Wahyu menghampiri papa yang sudah menunggu di ruang tamu "Sudah siap?".Tanya Rizal.


"Iya pa, ayo kita berangkat".Kata Tari.


Mereka berangkat menuju rumah Anita.


Anita yang mendapat kabar dari Wahyu bahwa ia akan membawa orang tuanya, segera bersiap.


Anita mondar mandir gak jelas di ruang tamu "Aduh, kok aku jadi degdegan ya".Sesekali Anita mengatur deruh nafasnya.


Hingga beberapa menit kemudian,suara mobil berhenti tepat di depan rumah Anita.


Ting tong


ting tong


Sudah menebak siapa yang datang,Anita segera membuka pintu.


Clekk..


"Halo sayang".Sapa Tari.


Anita menyalami kedua orang tua Wahyu terlebih dahulu "Ayo silahkan masuk".


Sedari tadi, Wahyu hanya tersenyum lebar sesekali melirik Anita.


Setelah semuanya duduk, Anita ke dapur untuk membuat minuman


"Silahkan di minum".Ucap Anita meletakkan nampan yang di bawahnya.


1 menit

__ADS_1


"Kamu apa kabar?".Tanya Tari basa basi


"Alhamdulillah, Anita sehat kok".Balas Anita ramah.


Tari menoleh ke arah suaminya, Rizal yang mengerti tatapan istrinya itu memperbaiki duduknya kemudian hendak berbicara.


"Jadi begini nak Anita, mungkin kamu sudah tau maksud kedatangan kami ke sini, jadi langsung saja ya, Kami di sini bermaksud untuk melamar kamu untuk Wahyu".Jelas Rizal.


"Jadi, apakah kamu bersedia untuk menikah dengan Wahyu?".Tanya Rizal.


Anita menatap Wahyu sejenak kemudian kembali beralih ke orang tua Wahyu.


"Khmmm, baik saya dengan penuh keyakinan menerima lamaran mas Wahyu dan bersedia menikah dengannya".Jawab Anita yakin


Terlihat Wahyu menghembuskan nafas, kemudian tersenyum lebar menatap Anita.


"Alhamdulillah, tante senang banget kamu yang akan menjadi menantu tante".Ucap Tari bahagia.


"Jadi bagaimana kalau kita langsung membahas saja tanggal pernikahannya".Ucap Rizal.


"Iya lebih cepat lebih baik".Tari ikut menimpali "Bagaimana Nit?".Lanjutnya meminta persetujuan Anita.


"Kalau Anita ngikut saja".Balas Anita


Tari beralih menatap putranya yang sedari tadi diam "Kalau kamu Wahyu?".


"Wahyu juga sama, ngikut aja".


"Begini saja, karena untuk bulan ini, kalian masih sibuk, bagaimana jika bulan depan".Kata Rizal


"Iya, Anita setuju".Timpal Anita.


"Bagaimaba Nit, kamu mau pernikahan yang seperti apa, atau kamu mau kita adakan acara lamaran dulu?".Tanya Tari meminta pendapat


"Kalau Anita gak usah ada acara lamaran, kalau soal acara pernikahannya gak usah terlalu mewah ya tan, sederhana aja tapi tetap elegan".Ucap Anita.


"Yaudah kalau itu mau kamu, biar om dan tante yang akan mengurus semuanya".


Setelah membicarakan mengenai pernikahan,kini keluarga Wahyu pamit pulang.


Pip pip


Anita melambaikan tangan kepada mereka. Selepas kepergian mereka, Anita masuk tak lupa ia mengunci pintu terlebih dahulu.Anita langsung naik ke kamarnya.


Terlebih dahulu,ia membersihkan diri lalu merebahkan dirinya di atas kasur.


Anita meraih handponenya hendak menghubungi seseorang.


Tuuuuut tuut


Panggilan pertama tak mendapat jawaban.Coba lagi


Tuuuuuuuut tut tut


Masih tak ada jawaban.Sekali lagi


Tuuuut

__ADS_1


"Ya halo".Jawab seseorang dari seberang sana.


"Kamu lagi sibuk gak".Tanya Anita.


"Enggak kok, aku habis dari tempat pernikahanku akan diadakan....Kamu apa kabar?".Ucap Arumi


"Aku baik....Aku ada kabar baik untuk kamu".Ucap Anita semangat.


"Katakanlah".


"Aku akan segera menikah juga".Girang Anita.


"Serius loooo".Pekik Arumi tak kalah heboh.


"Iya, bulan depan".


"Wah selamat ya, akhirnya kamu menemukan laki laki pilihan kamu".Ucap Arumi terharu.


"Siapa laki laki itu?".Tanya Arumi


"Kamu ingat kan, dokter yang sempat aku ceritakan sama kamu".


"Dia yah orangnya?".


"Iya"


"Bagus dong, semoga kalian bahagia".


"Iya kamu juga"


"Oh iya, kapan kamu akan ke sini".Tanya Arumi


"Dua minggu lagi".


"Yah, kelamaan aku maunya kamu cepat datang".Keluh Arumi.


"Iyah iya nanti aku kabarin lagi ya.....Yaudah aku tutup ya udah malam banget di sini".


"Iya...Byeee"


Tut


Setelah memutuskan sambungan telepon dari sahabatnya, Anita meletakkan handpone di atas nakas kemudian mencoba untuk menutup mata.


Sedangkan Wahyu, selepas mengantar kedua orang tuanya, ia memilih kembali ke apartemennya.


Meski mamanya melarang karena sudah sangat larut, tetapi Wahyu tetap kekeh untuk pulang.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2