
LANJUT YA
//*
Sesuai rencana dengan Arumi, kini Anita sedang dalam perjalanan bersama Arumi menuju rumah sakit.
"Nit gimana kalau aku enggak hamil".Tukas Arumi cemas masih di dalam mobil
Anita yang mengambil alih kemudi fokus menatap jalan yang mulai amcet karena menjelang sore.
"Berarti kamu belum ditakdirkan punya anak, sudahlah apapun nanti hasilnya itulah yang terbaik".Celetuk Anita menyemangati
"Tapi aku berharap sih hamil, suami aku pasti senang banget".Kata Arumi tersenyum menerawang
Anita meboleh sekilas "Jangan terlalu berharap.Oke".Kata Anita
Arumi mengangguk.
Hingga tak lama kemudian, sampailah mereka di rumah sakit langsung mengambil nomor antrian untuk masuk ke ruang dokter Obygim.
Anita dan Arumi duduk bersama para ibu ibu yang juga menunggu antrian yang sama.
"Lagi hamil ya bu".Tanya seorang wanita hamil yang berada di samping Anita
Anita langsung menoleh tersenyum kikuk "Oh tidak bu, saya cuman mengantar teman saya".Jawab Anita sambil menunjuk Arumi
Ibu hamil itu beralih menatap Arumi "Temannya hamil?".Tanya ibu itu lagi.
"Belum tau sih bu, baru mau periksa".Kata Anita dan ibu itu terlihat mangguk mangguk sambil mengelus perutnya
Terdengar panggilan nomor antrian ibu hamil yang mengajak Anita bicara. "Saya masuk dulu ya".Kata ibu itu kepada Anita.
Anita mengangguk memperhatikan ibu itu masuk ruangan dokter "Rum!!".Seru Anita tanpa mengalihkan pandangannya
"Hmm, kenapa?".Tanya Arumi
"Kamu lihat gak ibu hamil tadi".Kata Anita
"Yang mana?".Tanya Arumi "Di sinikan ibu hamil semua kecuali kita".Lanjut Arumi
"Yang tadi di dekat aku".Jelas Anita.
"Kenapa emang?".Tanya Arumi
"Ngeri tau lihat perutnya yang seperti mau meledak".Ucap Anita bergidik ngeri
"Biasalah orang hamil".Balas enteng Arumi.
Hingga tak lama kemudian, nama Arumi dipanggil
"Ayo Nit".Ajak Arumi.
Anita hanya mengangguk patuh hendak ikut masuk.
Namun sebelum selangkah ia masuk, teleponnya berdering
Tuuuut tuuuut tuuuut
"Kamu duluan aja, mau angkat telepon dulu".Kata Anita
"Iya".
Anita mencari tempat sepi kemudian mengangkat telepon dari Doni.
"Ya halo Don, ada apa?".Tanya Anita langsung setelah menekan tombol hijau
"Kamu di mana sekarang".Tanya balik Doni
"Di dokter kandungan".Kata Anita
"Kamu hamil??".Pekik Doni dari seberang sana
Di Ruangan Danil
Danil yang sedang memejamkan mata terduduk lemah di atas sofa, mendengar kata hamil langsung membuka mata
"Anita hamil??".Tanya Danil kepada Doni
Doni hanya menoleh tanpa menjawab
"Enggak Don, aku hanya temani Arumi untuk cek kehamilan tapi belum tau juga sih apakah dia hamil atau enggak".Jelas Anita sebelum Doni salah paham
"Ada apa ya Don".Tanya Anita lagi
"Danil dari tadi muntah muntah terus, makanya badannya jadi lemas terus badannya agak panas juga".Tutur Doni.
"Hah!! kok bisa? waktu aku ke sana mas Danil baik baik saja kok".Kata Anita mulai panik
"Terus sekarang dia dimana".Tanya Anita cemas
"Tuh di sofa, dia lemas banget soalnya".Kata Doni.
__ADS_1
Anita memijat pelan batang hidungnya "Yasudah sekarang kamu antar mas Danil ke sini ya, biar diperiksa dokter".Pinta Anita
"Rumah sakit mana".
"Rumah sakit Medika Don".Kata Anita
"Yasudah aku akan antar Danil kesana".
"Iya"
Tut
Setelah memutuskan sambungan telepon, Anita kembali menyusul Arumi.
Anita langsung masuk ke ruangan dokter Obygim.Terlihat Arumi masih terbaring di ranjang dan dokter sedang mengoleskan gel.
Dokter tersenyum menatap layar komputer, sedangkan Anita dan Arum tak mengerti apapun.
"Ibu bisa bangun".Pinta dokter.
Arumi turun setelah merapikan bajunya dan kemvali duduk di depan meja dokter berdampingan dengan Anita
"Telepon dari siapa".Tanya Arumi sambil menunggu dokter
"Doni, mas Danil mual mual terus badannya panas, aku jadi khawatir".Ucap Anita
"Mungkin ngidam bu".Kata dokter tiba tiba muncul dengan membawa hasil USG Arumi
"Ngidam? gimana mungkin suami saya ngidam dok diakan enggak hamil".Tawa receh Anita
"Itu biasa terjadi bu, banyak ibu hamil tetapi suaminya yang merasakan ngidam".Jelas dokter
"Tapi saya tidak hamil dok".Elak Anita
"Ibu sudah periksa?".Tanya dokter, Anita menggeleng.
"Yasudah, biar suami ibu diperiksa dulu siapa tau memang sakit. Namun, jika sakitnya tidak diketahui, ibu bisa datang ke sini".Pinta dokter
Anita mengangguk "Iya dok, suami saya juga sedang menuju ke sini dibawah oleh temannya".Kata Anita
"Baik".Dokter tersenyum kemudian beralih ke Arumi.
Dokter membuka map kuning yang masih tersegel kemudian mengeluarkan dua lembar foto hasil USG. Lagi lagi dokter tersenyum
"Gimana dok".Tanya Arumi deg degan
"Selamat ya bu, anda hamil".Kata dokter menyerahkan hasil USG tadi.
Dokter mengangguk "Ibu bisa lihat sendiri di gambar itu
Arumi tersenyum senang begitupun Anita ikut bahagia."Selamat ya".Kata Anita.
Ting
Sebuah pesan masuk di handpone Anita
"Aku dan Danil sudah ada di loby rumah sakit".Tulis Doni
"Aku akan segera ke sana".Balas Anita
Anita menyimpan kembali handponenya "Mas Danil sudah sampai, aku akan menemuinya".Ucap Anita
"Yaudah kamu duluan, nanti aku nyusul".Kata Arumi.
"Iya, permisi dok".
Anita keluar dari ruangan dokter Obygim dan langsung menghampiri suaminya.
Anita sedikit berlari, saat melihat Doni di depan ruangan dokter umum. "Don, mas Danil dimana".Tanya Anita langsung
Doni menoleh "Ada di dalam, sedang diperiksa dokter".
Anita langsung masuk tanpa berucap.
Terlihat Danil hendak turun dari ranjang setelah diperiksa "Mas, kamu kenapa?".Tanya Anita khawatir dengan suaminya
"Dari tadi mual mual terus sayang".Jawab Danil lemas
Kini mereka duduk berhadapan dengan dokter yang memeriksa Danil "Suami saya kenapa dok".Tanya Anita cemas.
"Pak Danil tidak memiliki gejala sakit apapun, semuanya terlihat normal. Saya akan resepkan obat pereda mual ya".Kata dokter.
Setelah selesai, mereka langsung keluar.
Clek..
"Gimana Nit".Tanya Arum yang sudah berada di depan
"Mas Danil gak sakit apa apa".
Arumi langsung tersenyum lebar "Berarti benar kata dokter tadi, ayo ikut aku".Ucap Arumi heboh langsung menarik tangan Anita.
__ADS_1
"Sayang mau kemana?".Teriak Danil
"Dokter kandungan".Balas Arumi menimpali Danil
Danil terdiam mematung.
"Ayo".Ajak Doni membuyarkan lamunan Danil
"Hah!!".Heran Danil
"Ayo ikut istrimu".Kata Doni
Mereka segera menyusul kedua wanita tadi.
Di depan ruangan Obygim, Danil berdiri mondar mandir tak karuan.Sepertinya ia melupakan dirinya habis mual mual sampai lemas.
Clek....
Pintu ruangan terbuka, Danil langsung menghampiri istrinya.
"Sayang!!".Seru Danil
Anita menatap nanar suaminya, mmhingga tanpa sadar air matanya lolos membasahi pipinya.
"Mas!!!".Tangis Anita pecah langsung memeluk suaminya.
"Kamu kenapa sayang".Tanya Danil cemas.
Anita melepas pelukannya menatap kembali suaminya "AKU HAMIL!!".
Deg.....
"Kamu serius?".Tanya Danil tak percaya
Anita mengangguk yakin "Iya mas".
Tes.. tes.. tes..
Air mata Danil jatuh begitu saja "Sayang, aku akan menjadi ayah".Kata Danil memeluk istrinya bahagia
"Iya mas".Anita
"Alhamdulillah ya Allah".Gumam Danil
Doni dan Arumi ikut bahagia mendengar kabar bahagia untuk hari ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue